Stella tidak menduga jika kesalahan satu malam dalam misinya mengungkap perselingkuhan suaminya, justru membuat masalah baru untuknya. Dia hamil anak atasan suaminya.
Apa yang harus dilakukan Stella, pengadilan menunda perceraian yang dia ajukan untuk suaminya karena telah berselingkuh karena dia hamil. Tapi didalam rahimnya, bukanlah anak suaminya, melainkan atasan suaminya.
Silakan baca "Istri rasa simpanan" karya 'Mona Al' terlebih dahulu, ini adalah novel lanjutan dari kisah Stella.
Happy reading 🥰😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mona Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Badai telah berlalu
Stella terus didalam kamarnya dan tidak berani keluar sejak Nyonya Shalma tahu latar belakangnya.
Dia merasa seperti seorang burung dalam sangkar emas. Di balik kemegahan kapal pesiar dan status keluarga suaminya yang kaya raya. Dia merasa terkucil dan tak berdaya.
Berbagai perasaan negatif dan buruk terus menggema memenuhi sanubarinya. Sudah satu Minggu, nyonya Shalma yang biasanya rajin setiap pagi membawa jus untuknya kini, tidak sekalipun datang ke kamarnya.
Rasa kesepian jelas mengharu birukan hatinya. Dalam benaknya semakin yakin, jika tidak mudah menjadi bagian keluarga bangsawan seperti Vishal.
"Ini jusnya nona," seorang pelayan membawakan jus buah untuknya.
"Terimakasih..." dengan sedih meminum jus itu. Berharap ibu mertuanya datang dan dia yang membawa jus seperti ketika rahasia itu belum terbongkar.
Vishal setiap hari membujuk ibunya agar menerima Stella seperti sebelumnya.
"Vishal, keluarlah, mama sedang tidak ingin kemana-mana,"
"Ayolah ma, Vishal akan menemani mama jalan-jalan sore ini,"
"Mama di kamar saja. Mama lagi malas keluar,"
"Sejak kemarin Stella tidak mau makan banyak. Dia hanya makan beberapa sendok saja. Vishal khawatir dengan kesehatan nya juga bayinya. Mengingat dia sedang hamil bayi kembar, jika hanya makan sedikit, nanti akan kekurangan nutrisi," Vishal berkata dengan datar.
Ini adalah cara terakhir membujuk mamanya agar dekat lagi dan perhatian pada Stella seperti dulu.
Deg.
Mamanya menatap jauh ke laut lepas. Terlihat dia sangat khawatir setelah mendengar jika Stella yang sedang mengandung cucunya tidak mau makan.
Lama terdiam tanpa bersuara. Vishal menunggu keajaiban. Dan menunggu reaksi mamanya.
Mamanya terlihat mulai gelisah. Vishal diam-diam memperhatikan perubahan mimik wajah mamanya. Dalam hati merasa senang, mamanya masih memperhatikan Stella didalam hatinya. Meskipun sempat marah dan kecewa karena latar belakangnya.
"Ambilkan syal mama," kata Nyonya Shalma tiba-tiba. Dengan cepat Vishal bangun dan mengambil syal yang tergantung didekatnya.
Mamanya berjalan keluar, lalu Vishal membuntuti dibelakangnya. Tersenyum karena berhasil membujuk mamanya untuk berbaikan dengan Stella.
Nyonya Shalma berjalan kedapur dan meminta chef untuk memasak makanan yang mengandung gizi tinggi untuk Stella.
"Ini nyonya," Nyonya Shalma lalu membawa makanan itu dan berjalan ke kamar Stella. Vishal melihat dari kejauhan dan membiarkan mamanya datang sendiri mengunjungi Stella.
Nyonya Shalma masuk kedalam kamar dan kakinya terhenti di pintu. Terlihat Stella sedang berdiri menatap jendela dan laut lepas sambil memegang pinggangnya.
tap tap tap
Terdengar langkah kaki. Stella lalu membalikkan badannya. Tertegun melihat calon ibu mertuanya datang kekamarnya. Dalam hati Stella sangat merindukan nyonya Shalma yang biasanya perhatian padanya.
Merindukan senyum manis dan tatapan teduh darinya yang sudah satu Minggu tidak bisa dia lihat.
Stella diam dan hanya ujung bibirnya tersenyum bahagia.
"Duduklah," titah nyonya Shalma.
Stella duduk dan tak berkata apapun. Hatinya bahagia akhirnya dia diterima kembali oleh mertuanya.
"Ibu hamil harus banyak makan. Kau makanlah. Biar mama temani," berkata dengan sedikit rasa canggung setelah satu Minggu mendiamkan menantunya itu.
"Iya nyonya," tidak ingin merusak suasana maka dengan cepat Stella mengambil mangkok dan makan dihadapan mamanya.
Nyonya Shalma berulang kali mencuri pandang wajah Stella. Dalam hati, sangat menyayangi dirinya.
"Kapan akan melahirkan?"
"Satu bulan lagi ma,"
"Tetap jaga kesehatan dan makan yang banyak. Mama pergi dulu," setelah Stella makan, Nyonya Shalma keluar dari kamarnya.
Stella tersenyum bahagia, mendapatkan kembali hubungan manis yang sempat retak.
Beberapa bulan kemudian.....
Stella sudah melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Setelah bayinya berusia dua bulan, maka tes DNA itu dilakukan. Itu adalah syarat yang diminta keluarga Vishal agar dia bisa menikah dengan ayah dari si kembar.
Stella dan Vishal tidak sabar menunggu hasilnya dari dokter. Begitu juga keluarga Vishal. Mereka berkumpul di ruang keluarga. Karena sore ini hasilnya akan keluar.
Bukan hanya keluarga Stella yang ada disana. Alice dan Dokter Firman juga hadir. Karena malam ini, Alice yang sudah bertunangan dengan dokter Firman akan pergi keluar negeri. Mereka akan menikah di luar negeri.
Dan sebelum pergi, mereka ingin mengetahui kabar baik dari dokter tentang si kembar.
Tap tap tap.
Dokter datang, membawa surat didalam amplop. Hati semua orang berdebar melihat kedatangan dokter.
Nyonya Shalma berdiri bersama Tuan Sanjaya dan menyambutnya.
"Ini hasilnya," dokter lalu pamitan setelah menyerahkan hasil yang sudah ditunggu sejak tadi.
"Biar papa buka," kata Tuan Sanjaya dan semua keluarganya menatap wajahnya dengan tegang. Termasuk Vishal dan Stella. Sejak tadi mereka berpegangan tangan.
"Hasilnya positif...." berkata setelah melihat wajah tegang dari seluruh keluarganya.
Vishal dan Stella lalu berpelukan erat. Menangis terharu karena sebentar lagi hubungan mereka akan diresmikan menjadi suami istri.
Sementara Dokter Firman menggenggam erat tangan Alice. Dalam hati juga merasa terharu dengan sepasang kekasih ini.
"Kami turut bahagia. Kami akan pergi dengan tenang sekarang. Kalau begitu, kami pamit," kata Dokter Firman dan Alice yang berdiri dihadapan Stella dan Vishal.
"Terimakasih. Kami pasti akan datang bersama si kembar di acara pernikahan kalian," kata Vishal yang berpelukan dengan dokter Firman.
"Alice...selamat ya... sebentar lagi kau akan menjadi nyonya Firman. Tidak ada yang membuatku merasa begitu bahagia, selain melihat sahabat ku bahagia..." Vishal memeluk Alice dan berkata lembut di telinganya.
Airmata di pelupuk mereka berdua menggenang. Tidak ada yang bisa menjelaskan apa artinya. Hanya dua sahabat ini yang tahu dan bisa merasakannya.
Alice mengangguk pelan. Demi cinta dan persahabatan, aku memilih di cintai oleh dokter Firman. Meskipun dalam hatiku, aku masih mencintai sahabat ku.
Mereka lalu pergi naik kapal boat. Sementara Nyonya Shalma mendekat pada Stella dan memeluknya.
Menangis terharu dan mencium keningnya.
"Kau akan segera menjadi nyonya Vishal secepatnya. Dan kau akan menjadi ibu sekaligus seorang istri. Selamat untukmu...." Nyonya Shalma lalu mencium kening Stella sekali lagi dengan tulus.
Tuan Sanjaya berpelukan dengan Vishal melihat Tuan Samir dan keluarganya pergi dengan kapal boat untuk pernikahan putrinya.
Vishal tersenyum. Tiba-tiba sebuah kertas menerpa wajahnya lalu jatuh di kakinya.
Tuan Sanjaya dan Vishal saling berpandangan.
"Kau menang dalam persahabatan dan cinta"
Sebuah kertas bertuliskan hal itu terlihat dikaki Vishal entah dari mana datangnya. Vishal tersenyum melihatnya. Lalu kertas itu terbang keluar jendela dan mengapung di atas air laut.
Dalam hati merasa badai telah berlalu. Saatnya menyambut mentari yang indah hari ini.
Tamat
Promosi Novel Baru
"Cinta Yang Terluka"
🌹Orang tua yang bertengkar, maka anak-anak yang akan hancur karenanya🌹
Terimakasih untuk semua teman yang sudah membaca dan memberikan dukungannya 🙏
Dan maaf dari saya jika ada salah kata dan penulisan atau cerita yang kurang berkenan🥰.
Silahkan mampir juga ke novel yang lainnya karya "Mona Al"
Salam sayang untuk kalian semua 😍😘🥰🤗
(jgn jdikan alice jahat ya tor..)🙏👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻