Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Jangan mengeluh saja, kerja woy"ucapan Lina yang sewot dengan sekretaris lainnya.
"Siapa yang mengeluh anak setan Lina"ucapan Sean yang kesal dengan anak buahnya sendiri.
"Sean kau minta tampar dengan tangan ajaib aku"ucapan Lina yang kesal dengan Sean.
"Silakan kalau berani lina jelek"ucapan Sean yang meledek rekan kerjanya.
"Apa kau bilang sekali lagi sean"ucapan Lina yang ingin menampar Sean.
"Aku tidak bilang apa-apa kok lina"ucapan Sean yang senyum kuda.
"Bohong lina, sean bilang kau itu anak setan"ucapan Liana yang senyum seram kepada Sean.
"Sean sialan"ucapan Lina yang tambah marah.
"Sudah-sudah kalian semua, jangan berantem mulu"ucapan Arsyel yang tenang lagi lihat katalog mansion.
"Dasar Liana kompor banget"ucapan Sean yang menatap Liana.
"Aku bukan kompor mulu, kan tadi aku mendengarkan kamu ngomong gitu sean"ucapan Liana yang melihat Arsyel.
"Aku tidak mendengarkan kok"ucapan Arsyel yang masih melihat katalog mansion.
Tiba-tiba ada yang masuk ke agen properti.
Ceklek
"Selamat datang tuan Stevan"ucapan Pegawai Properti tersebut.
"Kenapa mereka ada di sini mb?"ucapan Stevan yang bingung melihat sekretaris dan asisten Danyal.
"Mereka disuruh tuan Danyal untuk beli mansion baru tuan"ucapan Pegawai Properti.
"Memangnya mansion lama kenapa mb?"ucapan Stevan yang masih menatap semua sekretaris dan asisten Danyal.
"Tuan Danyal mau menjual mansion lamanya"ucapan Pegawai Properti tersebut sambil memikirkannya.
"Sepertinya Aku harus tanya Danyal langsung saja"didalam hatinya Stevan yang melihat istrinya.
"Sayang kamu kenapa lihat aku"ucapan Istri Stevan yang balik menatap Stevan.
"Tidak apa-apa kok sayang"ucapan Stevan yang senyum kepada istri tercintanya.
"Beneran, tidak apa-apa sayang"ucapan Istri Stevan yang melihat kebelakang terus.
"Ya Tiffani sayang"ucapan Stevan yang melihat ke belakang terus-menerus.
"Sayang itu anak buahnya Wisaka deh, suruh sekretaris danyal pindah agen propertinya saja"ucapan Tiffani yang tahu beri kode ke suaminya.
"Benar sayang, Danyal dalam bahaya lagi dong"ucapan Stevan yang langsung menghampiri Sekretaris Danyal.
"Eh, tuan Stevan kapan datang?"ucapan Arsyel yang langsung melihat stevan.
"Baru saja, Syel kita pindah agen properti saja deh"ucapan Stevan pun mengajak para sekretaris Danyal pindah agen properti.
Mereka semua pun pindah agen properti dan langsung menghubungi danyal, Sementara di mansion Danyal yang sedang makan pun terganggu dengan suara ponsel Danyal.
#####
"Sayang tuh, suara ponsel kamu bunyi terus"ucapan Shisil yang kesal dengan suara ponsel suaminya.
"Biar saja sayang, paling sekretaris resah sayang"ucapan Danyal yang menjawab dengan gampangnya.
"Angkat dulu napa sih, barang penting"ucapan Shisil yang semakin kesal.
"Ya ya ya, aku angkat sayang"ucapan Danyal yang melihat hpnya tersebut.
"Dari siapa danyal?"ucapan Alvaro yang berhenti makan sebentar.
"Stevan dan istrinya"ucapan Danyal yang membaca pesan dari sahabat lainnya.
"Katanya apa danyal?"ucapan Devano yang langsung bertanya kepada Danyal
"Stevan bilang pindah agen properti langgannya, karena ada yang memata-matai"ucapan Danyal yang memberi kode kepada Alvaro.
"Devan selesai makan dulu, baru bicara itu nanti"ucapan Alvaro yang mengerti kode dari Danyal.
"Siapa Stevan ya?"didalam hatinya Shisil yang memiringkan kepalanya.
"Waduh, Shisil curiga nih"didalam hatinya Danyal yang melirik istrinya.
"Eh, Shisil kamu kenapa?"ucapan Bunda Rania yang bingung melihat menantunya memiringkan kepalanya.
"Hmm, tidak apa-apa bunda"ucapan Shisil yang tersenyum kaku.
"Tak kirain bunda, kamu sakit soalnya miringkan kepala sih"ucapan Bunda Rania yang khawatir sama mantunya.
"Hah!, syukurlah aku kirain akan ketahuan oleh Shisil istri aku"didalam hatinya Danyal yang menghela napas lega.
"Kak Danyal kenapa menghela napas begitu sayang?"ucapan Shisil yang menatap tajam kepada suaminya.
"Tidak apa-apa kok Sayang Aku"ucapan Danyal yang tersenyum kaku dan melirik kepada Alvaro.
"Ini si Danyal ngapain lihat sini sih, bikin aku grogi setengah hidup ini"didalam hatinya Alvaro yang berpura-pura tidak melihat Danyal.
"Alvaro sialan, pura-pura tidak melihat lagi"didalam hatinya Danyal yang kesal dengan Alvaro.
"Sayang jawab dong, kalau istrinya lagi bertanya"ucapan Shisil yang menatap curiga kepada suaminya.
"Jawab apa sih sayang"ucapan Danyal yang tidak mendengar pertanyaan Shisil.
"Sayang kamu tidak jujur ya, kamu malam ini tidak usah tidur dikamar"ucapan Shisil yang kesal.
"Lah malam ini aku tidur dimana sayang?"ucapan Danyal yang melihat teman-temannya.
"Tidur di sofa luar saja sana"ucapan Shisil pun marah kepada suaminya.
"Danyal jujur saja kepada istri kamu"ucapan Alvaro yang tahu tentang adik tiri Shisil.
"Maksud kamu apa Alvaro?"ucapan Shisil melihat suami tercinta.
"Tanyakan kepada suami kamu sendiri Shisil"ucapan Alvaro menunjuk Danyal.
"Alvaro sialan kau"didalam hatinya Danyal yang melotot ke arah Alvaro.
"Sayang kamu harus jelaskan sekarang"ucapan Shisil yang menatap suaminya.
"Nanti aku jelas ke kamu ya sayang"ucapan Danyal yang senyum kaku kepada istri tercintanya.
"Setelah sarapan kamu harus jelaskan kepadaku kak Danyal"ucapan Shisil yang marah besar kepada Danyal.
"Tapi menunggu kabar dari Stevan dan Tiffani ya sayang"ucapan Danyal yang senyum dan menunjukan dua jarinya.
"Kamu harus janji bakal jelaskan kejadian hari ini dan kemarin kak"ucapan Shisil yang mengunyah kesal.
"Mommy, sepertinya daddy akan berbohong ke mom"ucapan Lexia yang suka banget kompor orang tuanya.
"Dasar bocah rusuh suka banget panas-panas orang tuanya"didalam hatinya Danyal yang melihat kedua sahabatnya.
"Benarkah Lexia daddy kamu itu sedang bohong sayang"ucapan Shisil yang tersenyum dengan anak tirinya
"Benar mom, daddy bohong pasti lihat ke om Al terus mom"ucapan Lexia yang nunjuk Alvaro dan Devano
"Matilah kita Al"ucapan Devano yang berbisik kepada Alvaro.
"Tenanglah nanti big boss akan bertindak lebih kejam lagi"ucapan Alvaro yang berbicara pelan kepada Devano.
"Kalian berdua ngapain kencan sama jeruk nipis seperti itu mencurigakan nih"ucapan Vania yang kesal dengan tunangannya.
"Siapa juga yang sama jeruk nipis jelek ini?"ucapan Alvaro yang langsung menghampiri Vania.
"Enak aja, Memang aku cowok apaan"ucapan Devano yang menyuapi Keyra.
"Kamu minta pembelaan kan, makanya kamu langsung suapi makanan ke aku sayang"ucapan Keyra yang langsung buka mulutnya.
"Hihi,tahu aja calon istri aku ini"ucapan Devano yang senyum kaku.
"Aku terima makanannya, tapi aku tidak ingin membela kamu"ucapan Keyra yang masih mengunyah makanan tanpa melihat calon suaminya.
"Kak Al ngapain kamu kesini"ucapan Vania yang kesal dengan Alvaro.