Debora gadis yang sangat cantik dan suka menolong namun Debora selalu menyembunyikan kecantikannya untuk menghindari dari orang yang berbuat jahat.
Hingga suatu ketika Debora menyelamatkan seorang pria yang mengalami kecelakaan mobil dan ternyata pria tersebut terkena amnesia.
Debora yang mempunyai hati yang sangat baik menolong pria tersebut dan tinggal bersama keluarga besarnya. Awalnya ibu tirinya tidak setuju tapi anak kandungnya mempunyai rencana jahat hingga ibu tirinya menyetujuinya.
Satu hari sebelum acara pernikahan Debora dengan calon suaminya, calon suaminya selingkuh dengan adik tirinya Debora hingga ibu tirinya mengusulkan ke suaminya untuk menikahkan Debora dengan pria amnesia yang diselamatkan oleh Debora untuk menutupi rasa malu.
Akhirnya adik tirinya menikah dengan calon suaminya sedangkan Debora menikah dengan pria amnesia.
Bagaimana pernikahan Debora ? Apakah berakhir bahagia atau bercerai?
Ikuti yuk novelku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Debora dan Steven
"Apakah kamu cemburu?" tanya Steven tanpa menjawab ucapan Leona.
"Cemburu kenapa?" tanya Leona.
"Karena kakak mengatakan : Karena kak Steven sudah menemukan penggantinya yang membuat kak Steven sudah bisa move on selain itu membuat kak Steven merasa nyaman jika dekat dengannya," jawab Steven mengulangi perkataannya.
"Itu hak kakak menyukai seseorang," ucap Leona.
"Maaf kak, aku pergi dulu terlebih aku tidak mau nanti orang yang kakak sukai salah paham," sambung Leona sambil masih berusaha turun dari mobil namun Steven menahannya.
"Orang itu adalah kamu," ucap Steven tanpa memperdulikan ucapan Leona.
Leona menatap Steven seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan nya.
"Aku tahu memang ini terlalu cepat tapi sejak pertama kali melihat dirimu aku sudah menyukaimu," ucap Steven yang mengerti arti tatapan Leona.
Leona hanya diam dan menundukkan kepalanya karena dirinya bingung mau menjawab apa membuat Steven mengangkat dagu Leona.
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang tapi kakak minta setelah kamu tahu kakak menyukaimu tolong sikapmu padaku masih sama dan tidak berubah karena kakak merasa nyaman jika dekat denganmu," ucap Steven dengan nada tulus.
Leona menatap mata Steven dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Leona hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dirinya bingung mau menjawabnya.
"Terima kasih, sekarang kita keluar nanti kamu ditanyakan oleh keluargamu," ucap Steven sambil melepaskan pelukannya.
Leona lagi - lagi menganggukkan kepalanya karena dirinya masih belum percaya ada seorang pria yang menyatakan cinta padanya karena selama ini dirinya tidak begitu dekat dengan pria lain hal itu dikarenakan kakak kembarnya selalu memantau dan menatap tajam ke pria lain jika ada yang berani mendekati Leona.
Leona turun dari pangkuan Steven membuat Steven lega karena adik kecilnya sejak tadi tegang karena diduduki oleh Leona.
"Oh iya kak, tadi perasaan pas aku duduk dipangkuan kak Steven biasa saja tapi kenapa pas lama - lama ada yang mengganjal ya?" tanya Leona baru tersadar.
"Maksudnya?" tanya Steven pura-pura tidak tahu sambil keluar dari mobil kemudian menutup pintu mobil.
Leona menunjuk ke arah tombak sakti milik Steven membuat Steven mengarahkan pandangan yang ditunjuk oleh Leona. Steven hanya tersenyum kemudian menarik tangan Leona untuk masuk ke dalam hotel untuk menemui keluarganya karena bagaimanapun dirinya pria normal dan tidak ingin berlama - lama di tempat sepi itu karena dirinya tidak ingin merusak Leona.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda Debora dan Deren sedang makan bersama sambil sekali-kali mereka saling lirik dan tersenyum. Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
"Sayang, kamu duduklah biarkan aku yang mengerjakan ini semua," ucap Deren sambil turun dari kursi makan kemudian mengambil piring dan gelas yang kotor.
"Tapi aku merasa tidak berguna jika tidak melakukan apa-apa," jawab Debora.
"Kok bicara seperti itu? Kamu sangat berguna bagiku, kamu tidak boleh melakukan itu karena bagian privasi mu masih sakit. Jika sudah sembuh baru boleh kamu melakukan mencuci piring dan memasak," ucap Deren.
"Aku sangat bahagia bisa menikah dengan kak Deren dan aku harap perasaan kak Deren tidak akan berubah," ucap Debora.
"Kakak juga sangat bahagia bisa menikah dengan dirimu karena sejak lama kakak menyukaimu dalam diam dan kakak harap perasaan mu tidak akan berubah untuk kakak," ucap Deren.
Debora hanya tersenyum begitu pula dengan Deren, Deren mulai mencuci piring dan gelas sedangkan Debora hanya memperhatikan punggung Deren.
("Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan kak Deren," ucap Debora dalam hati).
Debora sekali-kali tersenyum memandangi punggung Deren. Sedangkan di tempat yang berbeda sekumpulan pria berpakaian serba hitam sedang berkumpul di markas mereka.
"Aku mendengar kalau keluarga Alexander datang ke kota ini," ucap salah satu pria yang di anggap pemimpin oleh mereka.
"Benar tuan," jawab salah satu anak buahnya.
"Bagus, kalau begitu persiapkan semuanya lusa kita serang mereka," ucap pria tersebut.
"Baik tuan," jawab mereka serempak.
mampir thor☺️