Kyalowng, nama dunia dari sebuah game petualangan online bernama Deep Dive.
Tak disangka ngototnya seorang pemuda tampan ketika harus mempertahankan gelarnya sebagai pemain terbaik pada game tersebut justru mengundang mala petaka. Tanpa diduga dia masuk ke dalam dunia milik Deep Dive.
Siapa yang membawanya ke sana? Bagaimana mungkin di dunia nyata, seseorang bisa masuk ke dalam dunia game? Tidakkah itu hanya mimpi semata?
Entahlah! Author tidak bisa membuat deskripsi dengan baik. Selanjutnya akan author sertakan nomor bab yang ada gelutnya, menghindari bosan terhadap cerita yang tidak jelas. Mohon dimaklumi. Thanks
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BaDiPra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempercepat Perjalanan (revisi)
Natura kini tak lagi menyembunyikan kecepatan larinya yang di luar nalar. Natura menarik kencana, sedangkan Enenga dan nenek Alia duduk di dalamnya. Natura membeli dari tukang dokar yang dijumpainya di jalan.
"Natura, bagaimana bisa kau berlari sekencang ini?" tanya Alia sambil sedikit menutup matanya yang tertabrak angin kencang.
"Ini belum seberapa Nek. Namun aku takut jika gerobak ini akan terjungkal akibat hilang kendali."
"Jika kau kuat berlari seperti ini sepanjang hari maka kita akan cepat sampai. Mungkin hanya dua hari perjalanan kita akan sampai di kota Yasa atau mungkin kurang."
"Baiklah, aku akan mencoba menambah kecepatan lagi. Sebelum hari berganti malam, kita harus sudah sampai di kota Yasa."
Nenek Alia tertawa karena Natura menambah kecepatan larinya. Cucunya pun memperlihatkan wajah riang gembira menerjang angin yang melambai-lambaikan rambutnya.
Orang-orang yang berada di sepanjang jalan terlihat begitu heran dengan sikap Natura. Tentu mereka menganggap rombongan Natura adalah orang-orang aneh. Sekilas mereka dapat melihat pakaian elegan milik Natura, namun mereka heran sebab si nenek dan cucuknya adalah orang yang seharusnya menarik kencana.
"Terbalik, 'kan?" tanya setiap orang yang melihat Natura.
Rombongan Natura hanya berlalu saja tanpa menanggapi ucapan orang-orang.
Saat melewati hutan, Enenga justru berlatih panah dengan mengincar monster macan tutul. Nenek Alia justru tertawa, kemudian ikut memanah monster macan tutul yang tak bisa menyamakan kecepatan lari dengan Natura.
Tidak hanya itu, Monster burung elang pun mendapat perlakuan sama dari nenek bercucu itu. Natura hanya terus berlari sampai monster berhenti mengejar akibat kehabisan stamina.
"Natura, ini sungguh menyenangkan. Nenek belum pernah merasakan berpetualang seperti ini. Kami seperti sedang berada di punggung dragon sambil mengincar musuh menggunakan panah," ungkap nenek Alia yang terlihat sangat senang.
"Aku juga merasa senang dapat melihat kalian berdua menikmati perjalanan ini."
Setelah mengusik beberapa monster di hutan sampai tak ada yang mengejar lagi, barulah Natura sedikit memperlambat laju lari sebab dua rekannya membutuhkan tempat yang tak berguncang. Enenga dan neneknya pun terlihat kelelahan walau sangat menikmati perjalanan.
"Natura, jika ada desa atau kota kecil, kita singgah sejenak. Nenek mulai lapar," ucap nenek Alia.
"Baiklah. Tapi setelah itu kita harus lanjut perjalanan lagi. Sungguh aku penasaran bagaimana ahli buff dapat mengangkat kutukan pada tubuh Enenga."
"Ya seperti itulah. Susah untuk dijelaskan jika kau tidak melihat sendiri."
Hanya beberapa menit keluar dari hutan, mereka sampai pada suatu desa. Mereka kemudian berhenti di depan rumah makan. Lagi-lagi banyak orang yang berbisik-bisik mengapa Natura yang menarik kencana padahal nenek bercucu itu yang sepantasnya yang memanjakannya.
Nenek Alia hanya tersenyum. "Natura, pakaianmu tak pantas untuk menjadi seorang budak. Ha ha ha ha."
"Aku tak bisa memakai pakaian pertamaku. Banyaknya hadiah yang tersimpan di saku membuat pakaian itu tak bisa aku pakai lagi."
"Padahal kau bisa menggunakan pakaian keren yang tadi pagi kau pakai."
Natura seketika menarik pakaian bagian dada, lalu melepaskan pegangannya, hingga pakaian keren segera menghiasi tubuhnya.
Orang-orang berbisik jika Natura adalah orang yang tak teratur. Bagi mereka, Natura sangat aneh sebab jarang ada bangsawan yang memilih berinteraksi atau berteman dengan rakyat biasa.
Natura hanya tersenyum canggung mendengar bisikan-bisikan itu, sebab dia tak mungkin meluruskan kesalahpahaman. Mereka pun duduk dan memesan makanan. "Natura, kini giliran kami yang mentraktirmu. Silahkan pilih makanan apapun yang kau sukai. Berkat kekuatanmu, kami mendapatkan hadiah yang melimpah. Ini sebagai bentuk ungkapan terimakasih kepadamu," ujar nenek Alia.
"Baiklah, jika demikian, maka aku pesan makanan seperti yang kalian pesan."
Si remaja berwajah tampan pun tertawa canggung sebab ada empat jenis makanan yang dihidangkan kepadanya.
"Natura, kau tak perlu merasa bersalah. Kami berdua sekarang termasuk orang kaya. Kami tak lagi kekurangan harta seperti hari kemarin," ungkap Nenek Alia sambil tersenyum kepada Natura.
"Porsinya terlalu banyak buatku," tanggap Natura sambil tersenyum canggung.
"Hah? Kau baru saja melawan dragon raksasa itu. Seharusnya kau sangat lapar. Nenek bisa mengamuk jika siang ini tak makan. Amarah nenek benar-benar muncul jika rasa lapar ini tak terobati."
"Aku baru tahu tentang hal ini."
Ucapan nenek Alia segera terbukti. Natura dengan lahapnya menghabiskan empat hidangan berbeda itu.
"Hahahaha. Apa aku bilang. Sungguh kau adalah orang aneh. Kau hilang ingatan tentang hal sepele seperti ini, namun rahasia tentang Dragon Sunguungu dapat kau ketahui dengan pasti. Dasar kau ini."
"Apa salahnya jika aku memang tak mengetahui hal-hal seperti ini? Pasti masih banyak lagi hal remeh yang tak aku ketahui."
"Apa kau tahu cara petualang mencuci pakaian atau armournya?"
"Mungkin dengan menempelkan sejenis kertas jelly yang tadi pagi aku gunakan untuk mandi."
"Kau paham juga rupanya."
"Sebelumnya, aku benar-benar mencuci pakaianku di sungai, lalu aku letakkan pakaian itu pada batu besar supaya kering."
"Jangan bilang kau berendam di sungai hampir satu jam hanya untuk menunggu bajumu kering?" sangka nenek Alia sambil tertawa.
"Ya, begitulah."
Orang-orang yang ada di rumah makan itu terdengar mengeluarkan sedikit suara tawa dari mulutnya. Natura melihat ke sekeliling, dan mendapati banyak orang yang berpura-pura tak mendengar obrolannya dengan nenek Alia.
"Ternyata ini memalukan," gumam Natura.
Beberapa orang bahkan sampai berpura-pura menuju kamar kecil. Natura tak marah sebab dia sadar bahwa tawa orang-orang tak ada manfaatnya jika ditanggapi dengan kekerasan.
"Kita langsung saja menuju kota Yasa atau kau ingin beristirahat dulu di desa ini?" tanya nenek Alia dengan tegas sambil tersenyum.
"Tentu kita akan langsung lanjutkan perjalanan."
Natura tanpa sengaja melihat seorang gadis cantik yang matanya di tutup menggunakan kain, sedang duduk meminum sesuatu bersama dua orang laki-laki. Gadis itu seolah memiliki kulit bercahaya yang membuat Natura terdiam beberapa saat. Remaja tampan itu terkejut ketika dua laki-laki itu berdiri hendak pergi, dan sang gadis tiba-tiba hilang setelah badannya tertutup dari pandangan.
"Kemana dia pergi?" tanya Natura tanpa sadar.
"Oi Natura, mengapa kau seolah baru saja melihat hantu?" tanya nenek Alia.
"Entahlah, aku akan jelaskan di jalan."
Natura, dan nenek bercucu itu lalu melanjutkan perjalanan lagi. Nenek, Alia dan Enenga kini duduk dengan tenang tak seperti sebelumnya. Mereka menanti cerita dari Natura yang membuat mereka penasaran.
Banyak desa dan hutan telah mereka lalui, namun hingga langit berganti warna menjadi jingga, Natura tetap diam tak berucap apapun.
Nenek Alia lalu menampar kepala Natura hingga dia menghentikan laju kereta kencananya.
"Apa yang nenek lakukan?! Mengapa nenek tak bicara terlebih dahulu sebelum menghentikan laju perjalanan?!" bentak Natura sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Kau tidak sepatutnya hilang ingatan tanpa kepala terbentur terlebih dahulu, 'kan? Aku dari tadi menunggumu menceritakan apa yang kau lihat di rumah makan itu, namun kau justru hanyut dalam pikiranmu sendiri."
"He he he. Aku pikir hal itu tak terlalu penting untuk diceritakan."
Melihat kedua lawan bicaranya terlihat kesal, Natura akhirnya menceritakan tentang gadis yang dia lihat saat di rumah makan.
"Gaun indah dan sopan, kulitnya sangat halus hingga seperti bercahaya, dan kain menutupi pandangannya. Entahlah, aku tidak tahu tentang gadis yang kau lihat itu. Yang jelas, tak ada hantu di dunia ini ... Hantu hanyalah omong kosong belaka. Bahkan penyihir pun tidak tahu apa itu dunia gaib. Mereka hanya membaca kitab sihir dan tiba-tiba dapat menggunakan sihir walau mereka juga ragu jika ditanya hal dasar tentang sihir."
"Penyihir? Maksud nenek, penyihir itu sama dengan mage?" tanya Natura.
"Ya ya, mereka sama ... Sekarang lihatlah ke sana," ucap nenek Alia sambil mengacung ke depan.
Natura melihat seperti istana kecil yang dikelilingi oleh benteng. Mereka dapat melihat istana itu sebab tanah yang saat ini mereka pijaki lebih tinggi daripada istana.
"Istana kecil?" tanya Natura tanpa sadar.
"Itu adalah kota Yasa. Memang jika dilihat dari sini, maka akan seperti yang kau katakan. Namun lihatlah gambar kotak-kotak kecil yang ada di sekitaran istana kecil itu. Itu adalah rumah-rumah warga di luar benteng." terang nenek Alia.
Natura baru sadar jika benda yang dia kira semak atau rumput, ternyata adalah pepohonan besar, setelah dia membandingkan ukuran jalan yang bahkan hampir tak terlihat.
"Sungguh aku ingin melihat bangunan-bangunan di kota Yasa. Jujur aku belum pernah mengunjungi kota Yasa. Mungkin aku dapat mengenali beberapa bangunan penting di kota itu. Sebab beberapa kali aku mengunjungi kota, aku dapat melihat bangunan yang sama."
"Kata orang yang mengalami hilang ingatan." sahut nenek Alia.
"Hahaha. Sungguh nenek mengingatkanku pada teman-temanku yang sering membantah ucapanku dengan cara demikian ... Yosh! Kita lanjutkan lagi! Tujuan telah terlihat, saatnya kita bakar semangat! ... Tukang buff, kami datang kepadamu!"
"Tukang buff? Ada-ada saja remaja ini," tanggap nenek Alia sambil tersenyum.
Bersambung....
Dan semoga novel2 tentang olahraga ranjang yg ikut nimbrung di genre ini bisa terpindah semuanya ☺
rya anda bagus👍
trus kata notifikesong nya lumayan mengganggu 🤭
di tambah setiap kata dari karakter MCnya yang pintar main game tapi tolol saat di dalam game gak masuk akal.. 👎