❤Tahap Revisi❤
Andita Andriani adalah seorang gadis yang ditinggalkan kekasihnya demi perempuan lain. Empat tahun menjalin hubungan jarak jauh, Andita tidak menyangka akan menerima sebuah pengkhianatan.
Dirinya bertekad untuk membalas semua penghinaan dan pengkhinatan yang sudah diterimanya dari sang kekasih.
Disatu sisi, seorang CEO muda yang tampan dan sukses, juga sedang mengalami patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Zidan Pratama Wijaya, harus merelakan cinta pertamanya pada sang sahabat. Dan karena hal itu pula yang membuat Zidan berubah menjadi pribadi yang dingin dan sulit didekati.
Lalu bagaimanakah kisah perjalanan mereka?
Ikuti ceritanya yaa...
Jangan lupa berikan Like, Komen, Vote, dan Hadiah kalian untuk Author, supaya Author semangat nulisnya..
Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RatuElla11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberi Pelajaran
Suara dentuman mobil yang terdengar cukup keras sukses menarik perhatian pengguna jalan yang pada saat itu begitu ramai. Mereka semua langsung berhambur keasal suara. Begitu juga dengan sang pemilik mobil yang ditabrak.
Dirga yang baru saja akan melangkahkan kakinya masuk kedalam sebuah butik ternama bersama Lusy, begitu syock ketika melihat ternyata mobilnya yang ditabrak oleh pengemudi lain. Bagaimana dia tidak syock. Mobil yang ditabrak Ken adalah mobil keluaran terbaru yang baru saja dibelinya satu bulan lalu.
"Mobilkuuu!!!" Teriak Dirga histeris.
Dengan langkah panjang dan nafas memburu Dirga menghampiri mobilnya yang rusak. Lelaki itu refleks menjambak rambutnya dengan kedua tangannya, begitu melihat kerusakan pada mobil terbarunya .
Netranya kini mengarah pada mobil mewah yang berada dibelakang mobilnya itu. Bagian depan mobil Zidan pun mengalami kerusakan namun tidak begitu parah dibanding dengan kerusakan yang dialami mobil Dirga.
"Kau!! Keluar kau?! Apa kau tidak punya mata, hah?!" Teriak Dirga, ia menunjuk orang yang berada didalam mobil Zidan. Emosinya meluap-luap. Tangannya menggedor-gedor kaca depan mobil Zidan.
"Keluar kau!" Dirga semakin menggila saat orang yang berada didalam mobil itu tak kunjung keluar.
Ken tidak bergeming dengan teriakan
Dirga diluar. Jujur saja saat ini dirinya masih begitu syock, karena ini kali pertamanya Ken mengikuti perintah gila tuannya. Dia tidak peduli dengan mobil Dirga, yang dia pedulikan adalah keselamatan tuannya dan tentu dirinya sendiri. Sementara dikursi belakang Zidan nampak santai dan tersenyum puas melihat Dirga yang kacau.
"Ken! Apa kau tidak dengar ada yang memanggilmu diluar?!" Zidan menendang kursi yang diduduki Ken membuat Ken tersadar dari syocknya. Segera Ken membuka sedikit kaca mobil disampingnya.
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja!" Ucap Ken datar.
"Apa kau bilang?! Tidak sengaja?! Keluar kau! Lihat bagaimana mobilku rusak karena ulahmu! Jika kau tidak becus menyetir harusnya kau tidak usah menyetir bodoh!"
Mendengar dirinya dimaki, Ken langsung menatap tajam kearah Dirga.
"Anda bilang saya apa?"
"Bodoh! Kau bodoh, bodoh, sangat bodoh!" Dirga mengucapkannya berulang kali dengan lantang. Dia benar-benar kesal dengan lelaki dihadapannya ini. Bagaimana bisa lelaki itu masih bersikap santai, sementara dia sudah menabrak mobil kesayangannya.
Buggh..
Dengan kasar Ken membuka pintu mobil hingga mengenai tubuh Dirga dan membuatnya tersungkur keaspal.
"Akhh!" Pekik Dirga.
"Sayaaang!!" teriak Lusy. " Sayang, kau tidak apa-apa?!"
Dirga tidak menjawab pertanyaan Lusy. Dia memegang dadanya yang terasa nyeri akibat hantaman pintu mobil Zidan yang dibuka oleh Ken secara tiba-tiba. Didalam mobil Zidan tidak bisa menahan tawanya ketika melihat tindakan Ken yang frontal dan ekspresi Dirga yang menyedihkan.
"Apakah sakit Tuan?" tanya Ken datar. Matanya menyorot Dirga dengan tajam. "Itu balasan untuk anda karena sudah berani mengatai saya bodoh!"
Dengan susah payah dan dibantu oleh Lusy, Dirga mencoba bangkit.
"Kau yang salah! Kenapa kau yang marah, hah?!" Tunjuk Dirga bersungut-sungut. "Apa kau tahu berapa harga mobilku itu?!"
"Saya tidak peduli dengan harga mobil anda!"
Ken segera mengeluarkan dompet dari saku celananya lalu melemparkan kartu namanya pada Dirga. Dirga menatap Ken penuh amarah. Dia mengambil kartu nama itu dengan kasar.
"Bawa mobil rongsok anda itu ke bengkel dan untuk tagihannya kirimkan saja ke alamat yang tertera disana!" ucap Ken tanpa rasa bersalah.
"Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini!" ucap Dirga.
"Terserah anda!"
Ken kemudian kembali kedalam mobil, lalu meninggalkan Dirga dan kekasihnya itu begitu saja. Dirga menatap kartu nama yang dipegangnya. Ia melihat nama perusahaan yang tertera disana.
Royal Group?
******
"Ibuuu!" Teriak Rachel begitu dirinya sampai dirumah.
Nyonya Reyhan yang sedang serius menonton drama korea kesayangannya terperanjat ketika mendengar teriakan putri sulungnya itu.
"Kau ini! mengagetkan Ibu saja! Ada apa teriak-teriak?!"
Rachel menghempaskan dirinya duduk disamping sang Ibu, lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Ibuu! hiks,,hiks,,hiks,,!"
"Hey, tenanglah Rachel. Ada apa denganmu? Kenapa sampai dirumah kau malah menangis? Apa tadi kau sudah bertemu dengan Zidan?"
Rachel mengusap airmatanya kemudian mengangguk pelan.
"Aku sudah bertemu dengannya Bu! Dan Ibu tahu apa yang dia katakan?" tanya Rachel ditengah isaknya.
"Apa? Dia mengatakan apa padamu?"
"Dia mengatakan secara terang-terangan bahwa dia menolak perjodohan ini Buuu!!" Rachel kembali memeluk Ibunya dengan erat. "Bahkan Zidan juga mengatakan padaku bahwa dia sudah memiliki kekasih!"
"Apa?! Zidan sudah memiliki kekasih? Tapi selama ini Tuan Wildan tidak pernah mengatakan apapun pada Ayahmu jika Zidan sudah memiliki kekasih! Lagipula jika memang itu benar, kenapa Zidan tidak segera membawa kekasihnya kehadapan Tuan Wildan?"
"Aku tidak tahu Bu! Dan aku tidak peduli soal itu! Aku hanya ingin Zidan kembali padaku!" rengek Rachel seperti anak kecil.
"Bodoh! Kau harus tahu siapa wanita itu! Jika kita sudah tahu, maka yang harus kita lakukan adalah menyingkirkannya! Setelah itu kita buat Zidan kembali padamu." ucap Nyonya Reyhan seraya melepas pelukannya dari Rachel dan menatap putrinya itu lekat-lekat.
Rachel mencoba mencerna kata-kata ibunya.
"Ya, kau benar Bu! Kita harus mencari tahu lalu menyingkirkan wanita itu!"
Nyonya Reyhan mengangguk sepakat. Tiba-tiba Rachel teringat akan sesuatu.
"Oh ya Bu, apa kau tahu tadi aku bertemu dengan siapa dikantor Zidan?!" kini nada bicara Rachel sudah normal kembali, tidak seperti tadi yang merengek-rengek manja.
"Mana Ibu tahu! Kau pikir ibu cenayang!" kesal Nyonya Reyhan.
"Andita, Bu! Aku bertemu dengan Andita!"
"Apaa?! Kau bertemu gadis rendahan itu disana?!"
"Hemm!" Rachel mengangguk.
"Sedang apa dia dikantor Zidan?"
"Zidan mengatakan jika Andita bekerja dikantornya."
"Benarkah? Beruntung sekali gadis sialan itu bisa bekerja di perusahaan besar milik calon menantuku!" ucap Nyonya Reyhan meremehkan.
"Kau tenang saja Ibu. Aku akan langsung memecatnya ketika Zidan sudah menjadi suamiku!"
"Ya! Memang itu yang harus kau lakukan! Buat dia menderita."
Keduanya pun tersenyum jahat.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa gaes 🙏
ternyata marahnya berkelanjutan karena lagi San*e ya Dita?🤔🫣
Bilang atau rayu suamimu dong..
kan lucu jadinya.. mirip ayam betina suka nyerang tanpa sebab kalau lagi birahi 😁🤣🤣🫣
pada kemana?
jajan bakso ya?😁🫣
sebelum nikah saja Dita sudah dikawal bodyguard bayangan untuk mengetahui pergerakannya.
kok sudah nikah, malah nggak ada pengamanan sama sekali walaupun dari jauh
kamu harus bisa buktikan omongan keluarga Dirga bahwa fokus kamu cuma uang bukan janji itu adalah benar
wajar dong dia mencari keuntungan ganda..
ibu sehat, sisa uang ada.. malah dapat suntikan dana dari camer yg nggak setuju.
kaya dan bebas dari tanggung jawab.
janji dan hutang Budi urusan belakangan ya Dita🤣🤣🤣
menang 2x kamu..
kalau terpojok tinggal keluarkan jurus andalan..
status sosial, tidak ada restu dan tidak ada cinta..
buktikan kalau kamu muna sejati
jadikan status sosial sebagai alasan 👍
toh uang juga sudah diterima..
jangan pikirin perasaan orang lain, pikirkan perasaanmu saja dan juga kepentinganmu..
ibumu sudah sehat, saatnya ngelunjak
baru kali ini baca novel yang mana sekeluarga hobinya menjegal kaki orang 😁
mereka keluarga pebisnis apa keluarga pemain sepak bola antar kampung?🤣🤣🤣