Qilla, gadis ceroboh yang kabur ke Jogja karena menolak perjodohan yang digagas oleh ayahnya, Dion. Pada saat itulah, ia bertemu dengan pemuda bernama Arvin Narendra seorang pengusaha muda yang perfectsionis yang juga sedang melarikan diri dari masalah yang sama.
Keduanya kemudian sepakat untuk menjalin kasih. Bagaimana kisah cinta keduanya akan bermuara, jika alasan keduanya menjalin kasih hanya karena ingin berciuman?
Follow akun
=> fb : Samudra lee
=> Ig : samudra_lee_19
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Promo novel SAMUDERA BIRU karya Neneng Susanti.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
BRAAAAAKKKK...
Hantaman mobil mewah Samudera dengan sepedah motor matic di jalanan yang cukup sepi menimbulkan suara yang lumayan keras, Ia yang membanting stir ke kanan langsung di buat shock saat melihat sosok pria tegeletak di tengah aspal. Ada beberapa orang berkerumun memberi pertolongan dan ada juga yang mengetuk kaca mobil Samudera untuk meminta pertanggung jawaban.
"Woy, keluar!"
Sam yang panik akhirnya membuka pintu mobil yang bagian depannya nampak rusak parah.
"Bawa korban kerumah sakit" titah salah satu pria baya berkacamata mata dengan nada bicara panik.
"Iya... iya, Pak" sahut Sam terbata karna masih terkejut.
Ia mundur satu langkah saat tiga orang datang mendekat sambil membopong tubuh yang bersimbah darah masuk kedalam mobilnya.
"Masih bisa jalan, 'kan?" tanya salah satu orang yang tadi berkerumun.
"Masih, tapi saya coba dulu" jawab Samudera yang akhirnya masuk kembali ke dalam kendaraannya.
Ia bernafas lega saat berhasil menyalakan mesin mobilnya dengan kecepatan tinggi ia kembali melajukan kereta besinya itu kerumah sakit umum terdekat ditemani satu warga yang ikut bersamanya.
.
.
Didepan pintu UGD ia menghentikan mobilnya, dengan cepat dan sigap para perawat membantu mengeluarkan korban dari kursi belakang lalu memindahkannya keatas brankar pasien.
Samudera dan satu warga tadi kini ikut berjalan mengikuti dari belakang. Namun, keduanya di minta menunggu di kursi besi yang sudah di sediakan pihak rumah sakit.
"Bapak kenal sama korban?" tanya Samudera, kini perasaan takut semakin menyelimuti hatinya. Tangannya bergetar hebat di sertai keringat dingin di bagian tengkuk dan keningnya.
"Tidak, tapi sepertinya orang itu perantau yang bekerja sebagai buruh di perusahaan yang kini dalam proses pembangunan" sahut si bapak yang ikut dengan Samudera.
"Perusahaan apa?" tanya Sam lagi karna setahunya hanya Rahardian Group lah yang sedang membangun cabang baru di kota kecil ini.
"R.G "
Deg..
Dugaannya benar Rahardian Group lah yang di maksud dan berarti orang yang ia tabrak adalah salah satu pegawainya.
Lima belas menit berlalu Dokter keluar dari ruang UGD dengan raut wajah yang sudah bisa Samudra tebak dengan pasti.
"Bagaimana, Dok?" tanya Sam dengan sangat khawatir.
"Keadaannya sangat kritis, Tuan"
Tubuh Sam mendadak semakin lemas tapi ia pun sedikit lega dah bersyukur setidaknya korban yang ia tabrak tak sampai meregang nyawa.
.
.
.
"Mana, mana wildan?" teriakan seorang pria dari ujung lorong rumah sakit umum membuat Sam dan dokter sontak menoleh bersamaan.
"Ada apa ini?" tanya sang Dokter mencoba menenangkan orang tersebut yang berteriak panik.
"Dokter, dimana korban kecelakaannya? mana Wildan!" sentaknya sambil mengguncang tubuh pria berjas putih itu.
"Korban dalam keadaan sangat kritis, tapi kami masih berusaha memberi pertolongan yang terbaik, bapak bapak semua mohon bersabar dan banyak berdoa, saya permisi" jelas dokter sebelum akhirnya pergi.
"Terima kasih, Dok. Tolong usahakan agar pasien bisa sembuh" ucap Sam penuh harap yang dijawab anggukan kepala oleh sang dokter.
Pandangan Sam beralih pada pria yang tadi datang, Ia tersungkur lemah di lantai sambil menangis tersedu-sedu.
"Mohon maaf, Pak. Apa bapak keluarga korban?" tanya Sam.
"Iya, saya pamannya, Tuan" sahutnya dengan suara parau.
"Maaf, saya mohon maaf atas kejadian ini. Saya Akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya. Saya akan membiayai seluruh pengobatannya hingga sembuh dan
pulang" ucap Samudera ErRainly Rahardian Wijaya.
.
.
.
.
Lalu bagaimana jika ia tak sembuh dan pulang? bagaimana nasib calon istrinya yang sore ini sedang menunggu di rumah untuk dinikahi.
suka banget deh pokoknya..
bener2 dibuat ngakak pas bab2 awal tentang kecerobohan Qilla yg bikin Arvin pusing tapi akhirnya malah ngangenin.. 😁
pas bab konflik, rasanya ikutan tegang n deg2an..
ternyata tebakanku salah tentang dalang penculikan.. 😅
sedikit saran aja ya kak, diperhatikan lagi tentang waktu (usia para tokoh2) biar nyambung sama novel lain yg masih ada korelasinya..
kan klo g salah, Qilla ma adeknya jarak 5 tahun dan sebaya ma anak2 Keenan dan Tama, kan hamilnya barengan..
jadi harusnya klo Qilla umur 20 tahun berarti mereka umurnya 15 tahun.. tapi di akhir2 cerita itu Dita masih umur 10 tahun, padahal udah ketambahan Qilla kuliah 3 tahun klo g salah..
mohon pencerahannya, takut saya yg salah baca dan sepertinya saya bacanya tidak sesuai sama urutan novel2 itu dibuat.. 🙏🏻
anyway apapun itu, aku tetep suka banget sama semua karyamu.. 😘
tetep semangat ya kak, g usah dengerin komen negatif (klo ada) dan terakhir semoga sehat selalu.. 💪🏻🥰
apa aku salah baca urutan novel yg kakak buat yah? 😁