NovelToon NovelToon
My Assistant Husband

My Assistant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:219.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dani Dela

Menjadi calon CEO yang akan menggantikan posisi sang ayah di Adhitama Company, membuat Vony gadis cantik berusia 22 tahun dituntut oleh ayahnya untuk menarik perhatian perusahaan-perusahaan besar agar mereka mau bekerja sama dengan perusahannya.

Berawal dari kerjasama dengan Jhonson Company, Vony harus dipertemukan dengan seorang pria yang sangat menyebalkan yang ternyata merupakan Asisten sekaligus sahabat dari CEO Jhonson Company membuat Keduanya terus bertengkar setiap kali bertemu.

Siapa sangka pertengkaran-pertengkaran kecil itu membawa keduanya terlibat dalam perjanjian konyol yang dilayangkan Alan di dalam rumah sakit.



Untuk info update kalian bisa cek ig author.
Dellina_09

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dani Dela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah kompresan

Sore hari Alan menjemput Vony di kantor, mumpung istrinya belum datang Alan mengaca pada kaca mobil melihat bekas tamparan Erlad yang masih ada di pipinya.

"Untung disebelah kanan" guman Alan memegangi pipi kanannya, bekas tamparan Erlad tadi pagi masih menyisakan rasa sakit, hanya saja entah kenapa bekas tamparan ini tidak mau hilang dari wajah tampannya.

"Maaf menunggu lama" ucap Vony yang tiba-tiba datang.

Dengan cepat Alan kembali ke posisi semula tak ingin Vony melihat bekas tamparan diwajahnya. "Apa kamu banyak pekerjaan hari ini?" tanya Alan menghidupkan mesin mobilnya.

Vony menurunkan sedikit sandaran kursi agar tubuhnya bisa sedikit lebih rileks. "Lumayan, hanya saja aku harus ekstra karena ada satu klien yang memiliki permintaan sangat sulit"

"Di dunia bisnis kadang seperti itu, jadi kamu harus banyak belajar dan bersabar menghadapi orang-orang seperti itu" nasihat Alan.

Vony mengangguk memejamkan matanya sejenak. "Nanti kita berhenti di restoran depan untuk beli makan"

"Iyah" jawab Alan singkat fokus pada jalan dihadapannya.

Sesuai permintaan Vony Alan menghentikan mobilnya di restoran cepat saji. Memilih Drive thru yang tak perlu repot-repot untuk turun Alan menoleh kerah samping dimana wajah nyenyak Vony yang terlihat sangat lelah.

"Dia terlihat lebih cantik saat tidur" Puji Alan.

Tangan Alan yang terulur ingin membenarkan posisi kepala Vony yang sedikit miring harus melayang di udara saat suara pramusaji membuatnya segera menoleh.

"Tuan pesanannya" ucap pramusaji menyerahkan sekantung makanan yang dipesan Alan. "Totalnya jadi delapan puluh ribu"

"Ini" Alan mengulurkan kartu debitnya setelah memberi tau pin nya.

Selesai menyelesaikan pembayaran Alan memajukan mobilnya menuju apartemen.

Baru saja dirinya ingin membangunkan Vony setelah memarkirkan mobil, wanita itu sudah lebih dahulu bangun.

"Sudah sampai?" tanya Vony menatap sekitar, berusaha mengumpulkan kesadarannya.

"Sudah, cepat turun agar segera istirahat" ucap Alan membuka setbel ditubuhnya.

Berjalan bersama keduanya masuk kedalam lift yang akan membawa mereka kelantai tujuh. "Kaki ku pegal sekali" lirih Vony ingin rasanya mengusap telapak kakinya yang terasa perih.

"Kenapa?" tanya Alan peduli.

"Apa kau tidak dengar aku bilang apa?, kaki ku pegal!" kesal Vony melepaskan high heels miliknya. "Yah merah" Vony melihat kakinya berwarna merah karena memang satu hari ini terus jalan ke sana kemari tanpa henti.

Alan yang melihat kaki Vony merah langsung berjongkok dihadapannya.

"Ehh mau apa kamu!, jangan mesum!" baru saja tas kesayangannya akan mendarat pada pundak Alan saat pria itu tiba-tiba berjongkok dihadapannya.

"Jangan berfikiran mesum!, aku hanya ingin melihat kaki mu!" ucap Alan kembali berdiri.

"Biar aku bantu" Alan langsung mengendong tubuh Vony, refleks kedua tangan Vony melingkar pada leher Alan takut tubuhnya akan jatuh.

"Apa yang kamu lakukan?!"

"Mengendong mu apa lagi?, lihat kedua kaki mu itu sangat merah!, kalo dipaksa untuk jalan bisa dipastikan kaki mu akan bengkak besok!" omel Alan.

Yang dikatakan Alan memang benar, kakinya terasa sakit dan berjalan juga susah dari pada dirinya tak bekerja besok akhirnya Vony membiarkan Alan menggendongnya sampai apartemen.

Alan menurunkan Vony pada sofa ruang tengah dengan hati-hati.

"Terimakasih"

"Sama-sama, istirahat lah sejenak baru habis itu kamu bersih-bersih" ucap Alan melonggarkan kerah bajunya.

Vony menahan tangan Alan saat matanya tak senagaja menatap ada yang aneh pada wajah suaminya.

"Kenapa?" tanya Alan bingung saat tangan Vony menahan tangannya.

"Coba lihat" Vony memutar wajah Alan kesamping agar bisa melihat tamparan di sebelah pipinya. "Kamu habis ditampar?" tanya Vony curiga.

"Tidak, saat di kantor tadi aku tadi tidak sengaja menabrak pintu" jawab Alan dengan alasan konyol.

Vony menarik tangan Alan agar duduk disampingnya menatap penuh curiga wajah Alan yang memberikan alasan tak masuk akal seperti itu. "Apa kau sudah buta sampai benda mati kamu tabrak!" omel Vony.

"Tunggu disini!" Vony beranjak dari duduknya kearah dapur mengambil semangkuk es batu dari frizer dan sapu tangan miliknya.

"Kamu mau apa?" tanya Alan penasaran apa yang wanita itu akan lakukan dengan semangkuk es batu.

Tanpa menjawab ucapan Alan tangan Vony terulur mengompres pipi suaminya menekannya sedikit keras.

"Auuu, sakit Von!" ringis Alan menjauhkan tangan Vony dari wajahnya.

"Baru begitu saja sudah bilang sakit, dasar laki-laki lemah!" cibir Vony kembali mengompres pipi Alan.

"Pelan-pelan" ucap sekali lagi menahan rasa sakit pada wajahnya.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Vony sekali lagi berharap Alan akan memberitahu apa yang sudah terjadi hari ini.

Alan menghela nafas panjang menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.

***

"Jadi bagaimana tentang acara pertunangan anak-anak kita?" tanya pria paruh baya meletakan cangkir bermotif bunga keatas meja.

Restu ayah dari Anggit meminta agar Erlad kerumahnya membahas perihal pertunangan kedua anaknya yang sudah lama mereka rencanakan.

Erlad yang mendapat pertanyaan seperti itu menuguk sekali lagi kopi ditangannya.

"Apa tidak lebih baik kita menunggu keadaan Anggit agar lebih baik?" ujar Erlad memberikan saran.

Anggit yang memiliki gangguan kejiwaan harus mendapatkan perawatan yang sangat khusus sehingga itu satu-satunya alasan Erlad agar bisa mengulur waktu membuat Alan dan istrinya itu segara bercerai.

"Apa kamu menggunakan alasan itu agar pertunangan ini tidak terjadi?" sindir Restu.

"Tentu tidak, bukankah kebahagiaan orang tua bisa melihat anaknya bertungan dengan wajah bahagia?, jadi saran ku lebih baik pertunangan ini dilakukan setelah keadaan Anggit lebih baik lagi"

Restu membenarkan posisi duduknya menatap wajah Erlad di sebrang sana. "Apa yang kamu katakan memang benar, aku ingin melihat putri ku itu tersenyum bahagia dihari bahagianya" ucap Restu membayangkan wajah Anggit bisa tersenyum manis pada semua orang nantinya.

"Lebih baik kita membahas bisnis saja" ucap Erlad mengalihkan topik pembicaraan.

"Sekarang aku harus membuat Alan menceraikan istrinya itu sebelum Restu mendengar pernikahan Alan yang dilakukan tanpa sepengetahuannya."

Restu mengangguk setuju meminta agar asistennya membawakan berkas-berkas nya. Keduanya sekarang beralih membahas bisnis yang akan mereka kerjakan kedepannya.

***

Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Beri Hadiah 🤗♥️

1
difkha mnz
baguus ceritanya
Ayu T'lgi RyuZha
bukannya pas cek proyek udah tes pake tepeck ya truz muncul garis 2 kog masih syok klau hamil dan seolah lupa
harusnya udah jalan 3bulanan yg hamil
kumpulin uang buat bayar hutang aja udah 2 bulan
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
widya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Qeisha A.F Ladyjane
mampir di mari ahhhh moga bagus nihh
Eridha Dewi
kok tamat thor
Eridha Dewi
next thor jangan lama up nya
Mom Q
lanjut_Thor_kn_blm_tamat______
Lia Liyut
next
Siti Aisah
pertama😚
Siti Aisah
lanjut kak
Lia Liyut
jgn ada pelakor ya tor
Lia Liyut
udah si von km juga anak org kaya kantormu dan kantor BP nya Alan krja sama biar bisa balikin tuh modal
Lia Liyut
jwb dong jujur Voni .. elahhh mana ni Vony yg ku knl bar²
Lia Liyut: dh gitu ini pas tgl AQ baru lahiran ank ke 2 kak 🙏
total 3 replies
Siti Aisah
makin kesini makin greget✌️ jadi betah bacanya
Lia Liyut
lanjut tor 👍👍
Sumi Yati
next
Sumi Yati
seru..
Siti Aisah
next kak
Lia Liyut
lngsung 3...👍👍 lnjut tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!