NovelToon NovelToon
RESET

RESET

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Phopo Nira

Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.

"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"

Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.

"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."

"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....

Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

...****************...

Sudah hampir berjalan 2 bulan pernikahan kontrak ini berjalan. Vanny sudah mulain terbiasa dengan semua sikap Rey yang berubah-ubah. Dirinya merasa bosan sekali dengan kesehariannya.

Karena selama ini dia hanya berdiam diri saja didalam hotel tanpa melakukan apapun selain memasak dan membaca buku. Sebab kalau untuk bersih-bersih ruangan sudah ada pihak hotel yang mengurusnya.

Akhirnya Vanny memutuskan untuk meminta izin pada Rey bahwa dirinya ingin bekerja untuk mengisi waktunya yang benar-benar luang. Demi untuk menyampaikan keinginnannya, kini Vanny telah menyiapkan sarapan dan secangkir kopi untuk Reys eperti biasanya.

Namun karena ini adalah hari minggu, sampai detik ini Rey masih belum bangun juga. Sehingga membuat Vanny terus bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.

“Kenapa Tuan Rey masih belum bangun juga, yah? Biasanya jam segini dia sudah bangun, walaupun hari minggu sekalipun. Apa aku bangunkan saja, yah?” batin Vanny yang sudah tidak sabar ingin mengatakan keinginannya itu.

Vanny pada akhirnya memutuskan untuk membangunkan Rey saja. Namun saat Vanny sudah sampai dikamar, dia merasa sedikit ragu haruskah dirinya membangunkan Rey atau tidak.

Dengan mengumpulkan semua keberanian yang Vanny miliki dengan perlahan dia mulai berjalan mendekati sisi ranjang Rey, dimana suaminya itu masih meringkuk diatas kasur dengan selimut yang masuh menyelimutinya.

“Tuan Rey, ayo bangun! Sarapannya sudah siap dari tadi.” ucap Vanny sambil sedikit menggoyangkan lengan Rey pelan, namun Rey tetap tidak bangun juga dari tidurnya.

“Apakah Tuan Rey sedang sakit?” batin Vanny, lalu duduk disamping tubuh Rey dan meletakkan salah satu tangannya dikening Rey.

Dan pada saat itu juga, Rey membuka matanya secara tiba-tiba dan memegang tangan Vanny yang berada dikeningnya.

Sedetik kemudian, mata mereka saling bertemu dan menatap satu sama lain. Hal itu sontak membuat Vanny sangat terkejut, kini jantung Vanny berdebar sangat cepat.

Mungkin saja saat ini wajahnya tampak seperti tomat karena saking gugup dan malunya. Berbeda dengan Rey yang malah terlihat sangat tampan, walaupun baru bangun tidur.

“Tu..Tuan Rey! Tolong..lepaskan tanganku! Maafkan aku tidak bermaksud untuk….” pinta Vanny yang sangat gugup saat ini, dia berusaha menarik tangannya kembali tapi Rey malah menariknya mendekat.

“Rey, panggil aku Rey! Jangan sampai kau salah menyebut namaku didepan Omah!” bisik Rey, setelah menarik tubuh Vanny mendekat padanya.

Sehingga saat ini jarak wajah mereka sangat dekat bahkan sudah hampir berciuman. Menyadari bahwa dirinya sangat dekat dengan Rey, sontak saja Vanny langsung mendorong dirinya sendiri menjauh dari Rey hingga hampir terjatuh.

Lalu berlari keluar dari dalam kamar itu dengan cepat. Dan ternyata, dibalik pintu kamar mereka sudah ada Omah Clarista yang pasti telah menyaksikan kejadian itu.

“Pantas saja Rey begitu.” batin Vanny yang menyadari situasinya.

“Ada apa, sayang? Kenapa wajahmu merah sekali?” goda Omah Clarista yang melihat wajah Vanny yang memerah karena gugup.

“Oomah…sejak kapan Omah disini?” tanya Vanny yang terkejut melihat Omah berada didepan pintu kamar.

“Dari tadi sayang dan Omah sudah melihat semuanya.” sahut Omah Clarista sembari tersenyum karena suka menggoda Vanny.

“Ouh…Omah sejak kapan sudah disini?” tanya Rey pura-pura terkejut, dirinya baru saja keluar dari kamarnya sambil memakai bajunya. Padahal dari awal Rey sudah tahu bahwa Omahnya tengah mengintip mereka.

“Rey, Omah bangga padamu! Omah sudah tidak sabar menunggu kabar baik dari kalian secepat nya.” ujar Omah Clarista dengan mata berbinar, karena merasa sangat bahagia melihat kemesraan Rey dan Vanny.

“Hmm … Omah lebih baik kita sarapan saja dulu! Vanny sudah menyiapkan makanannya dari tadi?” ajak Vanny mengalihkan arah pembicaraan Omah Clarista yang pasti akan meminta cicit padanya dan juga Rey.

“Itu ide yang bagus. Omah, ayo kita sarapan dulu. Rey sudah sangat lapar!”

Rey langsung menimpali seraya memeluk pinggang Omah dan Vanny menggiringnya menuju ruang makan.

Sampai diruang makan Rey langsung duduk dikursi biasanya, disamping kanan ada Omah Clarista dan tentu saja Vanny yang berada disamping kirinya.

Vanny langsung mengisi piring dengan nasi dan lauk pauk yang sudah disediakan di meja untuk Rey, Omah dan juga dirinya sendiri.

Tidak lupa Vanny juga menuang air putih di gelas untuk mereka. Kini mereka mulai menyantap sarapan mereka masing-masing dengan tenang, meskipun sesekali Omah Clarista mengajukan pertanyaan pada Vanny dan Rey.

Hingga pertanyaan itu keluar dari bibir Omah Clarista membuat suasananya menjadi sedikit menegang.

“Kapan cicit Omah akan tumbuh diperutmu, Van?” tanya Omah Clarista yang masih dengan tenang menyantap makanannya.

“Uhuk…uhuk…”

Vanny sontak saja menjadi tersedak saat mendengar pertanyaan yang sangat keramat baginya itu.

“Kau baik-baik saja, minumlah dulu pelan-pelan!” tanya Rey sambil menyerahkan segelas air putih pada Vanny.

“Maafkan Omah! Omah tidak tahu kau akan terkejut dengan pertanyaan Omah itu.” Raut wajah Omah Clarista tampak sangat merasa bersalah.

“Tidak apa-apa, Omah.” sahut Vanny yang sudah merasa sedikit membaik.

“Syukurlah, kalau kau sudah tidak apa-apa!”

“Lalu kapan kalian akan memberikan Omah cicit?” tanya Omah Clarista lagi yang sudah sangat mengharapkan kehadiran seorang cicit dari Rey untuk menemani masa tuanya.

“Omah! Rey dan Vanny sudah memutuskan untuk menunda kehamilan. Karena usia Vanny yang masih sangat muda, takutnya nanti malah membahayakan dirinya. Kami akan menundanya selama 1 tahun, Omah!” ujar Rey memberi alasan pada Omahnya sembari memeluk Vanny dengan erat.

“Hai, Tuan muda! Kapan kita memutuskannya? Bukankah kau sibuk bersikap dingin kepadaku.” batin Vanny seraya menatap kearah Rey sedang memeluk tubuhnya itu.

“Kalian ‘kan bisa membicarakan itu kepada Alex terlebih dulu?” tanya Omah Clarista yang masih berharap Rey dan Vanny akan mengubah keputusannya itu.

“Alex yang menyarankan, Omah!” Jawaban Rey seketika meruntuhkan semua harapan wanita tua itu.

“Baiklah, kalau itu sudah menjadi keputusan kalian dan juga memang yang terbaik. Dan selama hubungan kalian baik-baik saja, Omah tidak akan masalah. Kalau begitu Omah pergi dulu!” ucap Omah Clarista yang terlihat sangat kecewa.

Kemudian beranjak dari meja makan dan berjalan menuju pintu untuk keluar dari sana.

“Omah, makanlah sedikit lagi!” pinta Vanny yang langsung mengejar Omah Clarista, karena merasa sangat bersalah sudah menipu wanita tua itu .

“Tidak, sayang! Omah akan pergi keluar negeri untuk beberapa bulan, sehingga waktu akan terasa cepat berlalu. Jaga Rey baik-baik, yah.” ujar Omah Clarista berlalu pergi begitu saja dengan wajah sedihnya yang tampak sangat jelas, meninggakan Vanny yang masih mematung didepan pintu.

Setelah Omah Clarista sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan matanya, Vanny langsung teringat pada Rey.

“Kenapa kau tega menyakiti hatinya seperti itu?”

Vanny dipenuhi emosi karena rasa bersalahnya segera menghampiri Rey yang masih menyantap makanannya dengan tenang.

“Lalu apa?” Rey menggebrak meja dengan sangat keras.

“Kau ingin mengandung anakku begitu.” teriak Rey dengan kasar.

Lalu pergi begitu saja menuju kekamar, meningalkan Vanny yang masih berdiri menahan airmatanya. Vanny merasa sangat terkejut ketika melihat kemarahan Rey yang sudah meluap-luap itu.

Karena memang ini pertama kalinya Vanny dan Rey benar-benar bertengkar selama pernikahan mereka. Sebab Rey lebih sering menunjukan sikap dinginnya pada Vanni daripada amarahnya.

Vanny lalu membereskan meja makan dan dapur seraya terus meneteskan airmatanya. Setelah selesai membereskan dan menangis, Vanny kemudian duduk santai diruang tamu sambil menonton Tv.

Dia bahkan tidak berani masuk kekamar sedikitpun, karena takut kalau Rey masih marah dan berteriak lagi padanya.

1
Babo Saram
maaf sebelum'a thor. ini pendapat pribadi saya ya. saya agak terganggu dgn cara bicara para cast'a. seperti "yakkkhh... bla bla".. jd kurang gereget pake cara bicara org korea. aneh gtu rasa'a.

sekali lagi maaf ya. 🤭
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Reni Ajja Dech
sebenarny si Vania Uda lulus sekolah ya thorr.
Fahmi Ardiansyah
di lanjutkan cerita Sean n Rachel ya thor
Fahmi Ardiansyah
sekali kali pergi dengan keluarga Rey biar mereka gak merasa terabaikan maunya berduaan Mulu Rey kamu.
Fahmi Ardiansyah
iya betul kata Rey biar gak ada yg berani dekat dekat mereka LG.
Fahmi Ardiansyah
waah Rey sangat beruntung menikahi rhea yg masih tersegel.tpi sayang mereka gak bakal bisa punya anak lg.
Fahmi Ardiansyah
ya author nya bikinnya rhea sellu diam n sampai kapan rhea harus berdiam diri lihat ada ulet di sekitarnya.
Fahmi Ardiansyah
iya niat untuk bikin rhea cemburu kok jadi malah berantem beneran.kmu sih Rey udah tau istri gak suka kmu dekat wanita lain.masih sengaja bikin cemburu.
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
mantap Thor karya karyamu sellu bikin aku penasaran.n sellu bagus menyusunnya gak berbelit-belit.
Fahmi Ardiansyah
iya yg pasti laki laki itu dirimu sendiri Sean.
Fahmi Ardiansyah
Sean cepat lamar Rachel skrg.ke buru di rebut org rachelnya.
Fahmi Ardiansyah
semoga sellu bahagia ke depannya ya Rey n rhea dgn keluarga kecilmu itu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Sean melamar Rachel di waktu yg sama
Fahmi Ardiansyah
Rachel kau benar benar wanita yg sangat baik n untung yg jadi kekasih Rey kmu coba klu org lain pasti udah membalas dendam pada Vanny atau rhea.
Fahmi Ardiansyah
ini bakal jadi kejutan besar bagi rhea n si kembar juga Oma nya
Fahmi Ardiansyah
bersabarlah Sean mereka pasti datang tepat waktu.
Fahmi Ardiansyah
iya Vanny memang egois gak memikirkan nasib ke2 anak kembarnya itu.
Fahmi Ardiansyah
iya Krn Vans n Nara gak mau datang ke acara itu Krn tak ada mamanya di sisinya.
Fahmi Ardiansyah
kok ikut dag dig dug gini ya.apakah ada kejutan LG kali ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!