Vina adalah seorang single mother. Karena pernah gagal membuatnya menutup pintu hati. Bukan dirinya tidak ingin mempunyai kehidupan uang baru tapi kali ini Vina lebih hati hati untuk melabuhkan hati karena tidak ingin gagal untuk kedua kalinya.
Saat cinta datang dari masa lalunya justru ada banyak halangan yang menguji titik sebarannya dan itulah hidup tak seindah cerita cinta sinderella seperti dalam dongeng.
SELAMAT MEMBACA..
Jika suka dengan novel in jangan lupa like, komen dan berikan ❤️ serta jangan lupa di Vote ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Ervinah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27. Pulang
Ditempat Ikbal
Ikbal yang tidak sabar mencari keberadaan Vina dengan suasana hati yang berbunga bunga Ikbal melakukan ritual mandi. Dalam waktu singkat dirinya sudah siap dengan berpakaian rapi. Ikbal memilih sarapan dikamarnya, dia sudah memesan makanan untuk dirinya. Ikbal memilih duduk makan dibalkon kamar hotel dengan suasana indah dipagi hari dengan harapan dirinya dapat melihat Vina yang lagi berjalan ditepi pantai.
Selama menikmati makanannya mata Ikbal hanya fokus ditepi pantai, satu persatu orang yang lalu lalang diperhatikannya dengan seksama. Ditandainya orang orang itu, termasuk bule bule yang berjemur menikmati matahari pagi. Makin tinggi matahari semakin semakin banyak orang yang berjalan sampai Ikbal sendiri kewalahan, kemudian Ikbal mengakhiri sarapannya yang sebenarnya tidak di sentuhnya sama sekali, pikiran dan matanya hanya fokus pada Vina.
Kini Ikbal sudah berada ditepi jalan menyusuri jalanan kota Bali untuk mencari keberadaan Vina. Selama 2 jam lebih Ikbal berkeliling dengan berjalan kaki disekitar kawasan pantai Kuta Bali.
Akhirnya Ikbal memutuskan mencari Vina ditepi pantai tempat dimana dirinya melihat sosok Vina walau hanya sesaat.
Berjalan selama berjam jam mondar mandir di bawah sinar matahari siang tidak menyurutkan semangat Ikbal yang mencari kebenaran soal Vina. Ikbal sangat bersemangat mencari keberadaan Vina karena hari kesempatan terakhirnya, Ikbal akan kembali ke London nanti malam.
"Vina kemana kau pergi, apakah yang lihat tadi malam itu bukan kamu. Apakah itu kamu.wanita jadi jadian yang menyamar jadi Hingga dalam singkat aku bisa melihatnya kemudian sosok dirimu hilang. Vina tidakkah kamu tahu, besar harapan aku ingin bertemu denganmu. Sudah sangat lama aku minggu saat ini, muncullah dihadapan aku sekali lagi walau hanya sesaat." bisik Ikbal dalam hati sambil mengacak ngacak rambutnya, tingkah Ikbal tidak lepas dari pandangan orang orang yang ada ditepi pantai sesaat Ikbal menjadi pusat perhatian.
Hari semakin sore akhirnya Ikbal menyerah, dengan perasaan kecewa yang terpancar dari wajah tampanya Ikbal memutuskan kembali ke hotel karena dirinya akan bersiap siap kembali ke London. Ikbal masih penasaran dengan sosok wanita yang dilihatnya, apakah wanita yang dilihatnya itu nyata atau hanya hayalan dirinya yang sedang merindukan Vina.
Setibanya Ikbal dikamar hotel sudah ada pak Jakir uang sudah menunggunya.
"Bos muda dari mana saja, kenapa terlihat tidak bersemangat?." ucap pak Jakir saat melihat Ikbal yang berjalan sempoyongan
"Saya tidak kenapa napa, cuman hati saya saja yang kenapa napa pak Jakir, tolong kemaskan semua barang barang saya pak Jakir." jawab Ikbal sambil membaringkan dirinya di atas ranjang. Pak Jakir yang tidak paham dengan perkataan Ikbal makin bingung
"Bos muda, apakah tidak ingin memeriksa hasil meeting kami hari ini." ucap pak Jakir sambil menyodorkan leptop
"langsung kirim saja ke email saya, nanti sampai London saya akan meriksanaya." jawab Ikban dengan santai
Kembali ke Vina
Vina dan kawan kawan akan kembali ke Lombok, berhubung kerjaan mereka sudah siap jadi sudah tidak ada alasan untuk mereka masih berada di Bali.
Pak Munawir tidak ikut pulang karena masih ada urusan yang harus di urus.
Jam 9 malam Vina dan kawan kawan sudah berada di bandara, penerbangan mereka jam 10:20 menit. Aldo dan Sofi memilih ceking awal dan masuk keruang tunggu. Sedangkan Vina dan Anita masih menungu kedatangan Lisa. Lisa sudah janji akan bertemu dengan Vina dan Anita dibandara.
Mereka bertiga bertemu didepan tempat penjemputan taxi.
"Lisa, disini?." ucap Vina yang memanggil Lisa sedangkan disebrang jalan Lisa mencari cari sumber suara Vina memanggil nya. Akhirnya Lisa melihat Vina dan Anita yang berada disebrang jalan berhadapan dengannya. Lisa menyeberangi jalan dengan hati karena kawasan bandara penuh dengan kendaraan yang lalu lalang.
Terlihat Lisa datang dengan seorang laki laki peranakkan bule. Dengan malu malu Lisa mengenalkan laki laki yang bersamanya kepada kedua sahabatnya.
"Vina, Anita kenalkan ini Reyno. Reyno ini kedua teman aku." ucap Lisa dengan sedikit canggung, lalu Reyno mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan. Dengan jailnya Anita berkata,
"Oh, sekarang demannya yang bermata biru." Vina mencubit lengan Anita, sedangkan Lisa hanya tersenyum. Ketiga sahabat itu berpelukan sebagai tanda perpisahan.
"Aku bakalan rindu dengan kalian. Oh ya ini buat untuk Dika, aku kirim salam untuk tante Riska." ucap Lisa sambil sebuah paper bag yang berukuran sedang.
"Terimah kasih banyak lisa sudah merepotkan kamu, nanti aku sampaikan ke mama. Ya sudah aku sama Anita mau masuk ceking takut nanti terlambat." tutur Vina. Mereka bertiga kembali berpelukan, kini dengan perasaan sedih melambaikan tangan pada kedua sahabatnya yang berjalan masuk.
Sebelum sampai pintu utama keberangkatan Vina ingin buang air kecil. Lalu Vina meminta Anita menunggunya didepan pintu keberangkatan kemudian Vina berlari kecil mencari Wc terdekat namun tidak dijumpainya. Terpaksa Vina harus berjalan keluar baru dapat menemukan Wc, dengan cepat Vina masuk kedalam. Tidak butuh waktu lama bagi Vina mengeluarkan cairan dalam perutnya.
Vina yang takut dirinya telambat dengan tergesa gesa berjalan keluar dari Wc tidak sengaja Vina menabrak lengan sorang laki laki. Tapi saking terburu buru Vina tidak menghiraukanya, Vina hanya sepintas membalikkan badan lalu dengan cepat dirinya menghampiri Anita yang sudah menunggu.
Ikbal
Jam 9:30 malam Ikbal sudah berada dibandara Ngurah Ray Bali. Turun dari taxi Ikbal mendorong kopernya berjalan mencari Wc terdekat. Saat memasuki area Wc tidak sengaja lengan Ikbal ditabrak seseoran wanita. Alih alih meminta maaf justru wanita itu berlalu begitu saja dari kejauhan wanita itu membalikkan badan.
Betapa terkejutnya Ikbal saat melihat sosok wanita yang menabraknya dengan cepat Ikbal mengejar wanita itu yang tidak lain adalah Vina. Vina menghilang dengan sangat cepat tenggelam dalam keramaian orang, Ikbal mencari kiri kanan keberadaan Vina. Jelas jelas Ikbal melihat wanita yang menabraknya adalah Vina.
Ikbal benar benar kecewa untuk kedua kalinya dia gagal. Ikbal gagal berbicara dengan Vina karena Ikbal sangat yakin wanita yang dilihatnya adalah Vina.
Kini Ikbal terpaksa pulang London dengan perasaan kecewa, jelas jelas Vina sudah didepan mati tapi hilang begitu saja.
Aq mampir nih, Kak