Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyihir Salem yang Tampan
Lord Hugo membuka pertemuan kami dengan mengangkat cawan emas berisi anggur ke atas
Coniuncti sanguine, miraculo et gloria....,
Semua yang hadir disana ikut mengangkat cawan dan meminumnya bersama begitu juga dengan ku.
" Hari ini kita kedatangan tamu istimewa...pemimpin klan yang telah berabad abad kita tunggu kemunculannya...Mikhaela..."
Kesepuluh orang perwakilan klan berbisik dan menganggukkan kepalanya. Mata mereka tak hentinya memindai ku secara silih berganti. Ini adalah kemunculanku pertama di hadapan para penyihir putih. Wajar jika mereka belum mempercayai sepenuhnya kepadaku.
Aku menoleh ke arah Arion berharap ia membantuku mengatakan sesuatu,
" Aku...Arion perwakilan dari Mikhaela...aku harap kalian bisa bersatu memberikan dukungan padanya....aku rasa kita harus bersatu untuk melawan Black Alliance..."
" Kita harus mencegah Dominic menguasai klan penyihir...berabad abad kita menjaga kemurnian klan ini...apakah kalian ingin kemurnian klan kita ternodai oleh campur tangan iblis...?"
Arion berusaha menggiring pendapat para pemimpin klan lain untuk mau mendukungku. Dia memang juru bicara yang hebat.
Lord Hugo tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju,
" Sejak awal aku memang tidak pernah sepihak dengan Dominic....dia adalah seorang tiran bagi klan nya sendiri...kita tidak mungkin membawa klan murni kita bercampur dengan kekuatan iblis..."
Suara berbisik terdengar diantara kesepuluh wakil klan. Aku tahu mereka masih ragu untuk bergabung denganku.
" Tapi....kekuasaan Dominic begitu besar...apa jaminan yang kau tawarkan pada kami Mikhaela...?" tanya salah satu perwakilan padaku
Aku menoleh pada Arion dan ia memberikan tanda dengan menganggukkan kepala padaku,
" Aku mungkin tidak bisa memberikan jaminan yang sempurna untuk kalian....tapi...aku akan memastikan menjaga kalian dengan nyawaku sendiri...siapa pun yang beraliansi denganku adalah keluarga bagiku....dan aku akan melindungi keluargaku dengan sepenuh hati...."
Suara bergumam kembali terdengar, aku menyerahkan keputusan kepada mereka dan berharap mereka akan menjadi sekutuku.
" Bagaimana....apa kalian setuju beraliansi dengan Mikhaela...?" tanya Arion
" Dengan adanya dewa yang berpihak pada Mikhaela...kami sepakat untuk mendukung sang pemimpin...semoga ini akan membawa kita dalam kejayaan penyihir putih..." kata perwakilan salah satu klan yang mewakili kesepakatan klan lain.
Aku lega mendengarnya, rasanya seperti disiram air dingin saat musim kering. Begitu juga dengan Lord Hugo dan Arion. Mereka tersenyum padaku. Arion menggenggam erat tanganku berusaha menenangkan diriku.
" Aku sangat berterimakasih atas dukungan kalian...aku berjanji akan membawa kita pada kejayaan baru..."
Semoga ucapan ku mampu membuat mereka semakin yakin padaku.
Pintu aula tiba-tiba terbuka lebar,
" Tunggu dulu..."
Seorang pria dengan rambut pirang panjangnya masuk dengan sangat angkuh. Dari kejauhan aku bisa melihat wajahnya yang tampan dengan mata biru dan badannya yang tinggi semampai. Sepintas tampak seperti seorang wanita karena tubuhnya tidak terlalu berisi tapi juga tidak terlalu kurus.
" Oooh....Penyihir Salem....selamat datang...aku kira kau tidak akan datang kemari..." sambut Lord Hugo
Aku terkejut mengetahui dialah Penyihir Salem, dalam bayanganku penyihir Salem adalah wanita ternyata dia seorang pria.
Penyihir Salem tersenyum padaku dan memberi hormat, aku membalas senyumannya. Dia berjalan mendekatiku, entah apa yang akan dia lakukan padaku yang jelas jantungku terasa berdegup kencang melihat wajahnya yang sangat tampan.
Aku menoleh ke arah Arion, dia tampak tidak menyukai kedatangan penyihir Salem. Entahlah mungkin karena ia merasa memiliki rival dalam hal ketampanan.
" Aku tidak suka caranya memandang mu Mikhaela..." katanya dalam telepati padaku
See...he is jealous of him...
Aku hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalaku.
Sesaat kemudian aku terkejut karena penyihir Salem telah berada di belakangku dan mengajakku bicara.
" Bolehkah saya memperkenalkan diri nona...?" sapanya dengan sopan
Aku yang terkejut kemudian berbalik ke arahnya karena tiba-tiba saja tangannya telah meraih tanganku dan mendaratkan kecupan lembut pada punggung tanganku.
Oh my God...unbelieveble...
Aku bisa melihat Arion gelisah dengan perlakuan Penyihir Salem.
I'm so sorry my Savior...this is not what i want...
" Namaku Ainsley of Leinster....nona Mikhaela...senang bisa bertemu denganmu langsung..."
" Aaah...ya....Ainsley...aku harap kita bisa beraliansi dengan baik..." kataku sedikit gugup
Wajahnya benar-benar tampan rasanya dia yang tertampan diantara para dewa seandainya dia memang dewa.
" Hati-hati dengan pikiranmu sayang.."
Suara Arion terdengar di dalam kepalaku.
Aku melupakan my savior....dia bisa membaca pikiranku...good...aku merasa sedang berselingkuh di depannya..
Aku sedikit memaksakan tersenyum pada Ainsley, sang Penyihir Salem,
" Apa keuntunganku jika aku beraliansi denganmu...Mikhaela...?" tanya Ainsley tanpa melepaskan tanganku
Damn....dia bermain main dengan ketampanannya...mungkin dia berharap aku jatuh hati padanya..
" Keuntungan....aku tidak bisa menjanjikan apa pun padamu tuan Ainsley..."
" Bagaimana....jika...."
" Ehem...kita harus meneruskan pembicaraan dengan para perwakilan klan Mikhaela..."
Arion memotong pembicaraan penyihir Salem membuatnya merasa tidak senang dengan perlakuan Arion.
" Aku sedang berbicara dengannya tuan..."
" Dan aku sedang membicarakan masa depan klan penyihir....tuan Ainsley..."
Wooow...kenapa atmosfer diantara keduanya berubah drastis...aku merasa tidak nyaman dengan hal ini...
" Tuan Ainsley....lebih baik kita membicarakan ini bersama...aku mohon...." kataku berusaha meredam suasana yang memanas diantara Arion dan Ainsley
Mereka saling menatap menunjukkan ketidaksukaan nya masing-masing. Aku beralih melihat Lord Hugo untuk meminta pertolongannya, Lord Hugo yang tidak menduga akan terjadi hal seperti ini langsung berusaha mengatasinya.
" Hei....Ainsley....jangan konyol....ayo kita duduk bersama...yang lain telah menunggumu..."
Lord Hugo berusaha menarik lengan Ainsley untuk menjauh dan duduk bersamanya. Tapi Ainsley tak bergeming dia bahkan kembali berulah dengan memancing emosi Arion.
" Kita akan bicara lagi....berdua....setelah ini selesai...dan aku harap dia tidak menganggu kita lagi...." katanya seraya menatap tajam Arion
Aku membulatkan mataku sempurna...ini benar-benar diluar dugaan.
Satu sisi aku harus melobi Penyihir Salem agar bergabung denganku di sisi lain aku juga harus menjaga hatiku untuk Arion...my savior...
Ainsley kembali mencium tanganku dan beranjak duduk tepat disebelah ku, menggeser posisi Lord Hugo dengan paksa. Aku hanya bisa menatapnya tidak percaya. Sementara Lord Hugo menggerutu merutuki kelakuan Ainsley.
Ya Tuhan....situasi macam apa lagi ini...
Aku...diantara dua pria tampan yang siap bertanding adu kekuatan...
My savior menatapku tajam, aku hanya bisa memaksakan senyumku..
Sementara si Penyihir Salem dengan santainya menatap ke arahku berusaha bersikap atraktif, memancing perhatianku...
Kepalaku terasa semakin pusing melihat nya...
What should I do with these two men...
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?