cinta satu malamnya dengan seorang pria yang tidak ia kenali meninggalkan benih di dalam perutnya, Sierra diusir dari rumahnya karena dianggap bertindak seperti pelacur tidur bersama seorang pria di luar,
Bertahun tahun kemudian dia kembali dengan kedua putra kembarnya,
Dia bertemu dengan pria itu lagi, yang kini mengklaim bahwa dirinya adalah ayah dari anak anaknya,
"Mereka adalah anak-anakku"
Dia melemparkan surat hasil Tes DNA ke atas meja
Bahkan jika itu kebenaran Sierra sendiri tidak akan bisa mempercayainya, dia mengajukan pernikahan untuknya sebuah kisa cinta seorang presedir dingin mengejar istrinya yang bar bar dimulai dengan manis
"Kau adalah miliku dan aku akan melindungi apa yang menjadi miliku" Lagi lagi Dia menggigit Sierra membuat tubuh sierra tersentak dan memanas
'Apakah pria ini seekor anjing, dia selalu menggigitku jika kami bertemu'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CIELCLYDE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oscar dan Hilde
Sierra bingung dalam diam ketika mendengar pertanyaan Hilde , dia memalingkan wajahnya mencoba untuk memutar otaknya bagaimana caranya dia menjawab pertanyaan itu.
"Em..! Bukankah kalian punya ayah angkat...? " Sierra bertanya padanya dengan senyum absurd serta keringat bercucuran di wajahnya.
"Ayah angkat jelas sangat berbeda, dengan ayah untuk ibu!" Hilde berbicara sambil mengerucutkan bibirnya, pipinya yang menggelembung terlihat sangat menggemaskan membuat Sierra beberapa kali mencubitnya.
Oscar menutup laptopnya dan mulai berjalan mendekati Sierra lalu duduk tepat di sampingnya. "Tidak perlu dipikirkan ibu, jika ibu bahagia itu sudah cukup" Kata kata yang keluar dari mulutnya itu membuat Sierra terharu dan langsung memeluknya, dia senang bukan hanya memberinya semangat tapi Oscar juga berbicara dengan banyak kata untuk satu kali nafas.
Beberapa saat kemudian mereka pergi ke kamar masing masing. Sesampainya di kamar mereka Hilde dan Oscar tidak langsung tidur melainkan kembali membuka laptop mereka masing masing.
Sudah cukup lama mereka tinggal di apartemen itu, mungkin orang luar akan melihat ruangan itu seperti kamar biasa biasa saja dan tidak ada yang berbeda dengan kamar anak anak pada umumnya, namun ketika pintu tertutup rapat dan di kunci. Ruangan yang sebelumnya hanya diisi dengan dua ranjang mini sebuah lemari pakaian dan meja belajar itu, menjadi sebuah ruangan yang penuh dengan komputernya serta monitor hologram yang berputar mengelilingi ruangan kecil itu.
Itu adalah hasil karya Hilde dan Oscar. Di Prancis mereka memiliki seorang ayah angkat yang mengelolah sebuah sistem permainan, diantaranya adalah video game.
beberapa permainan Video game yang sedang populer saat ini bahkan itu adalah hasil dari kerja sama mereka.
Oscar dan Hilde memang dilahirkan sebagai anak yang genius.
Bahkan ketika pertama keduanya lahir mereka tidak mengerang menangis seperti anak anak pada umumnya, hanya sedikit mengeluarkan tangisan kecil yang menandakan jika mereka bernafas.
Bahkan saat di usia mereka yang masih tergolong balita mereka sudah bisa menguasai apa yang bisa dilakukan oleh anak anak berumur lebih dari 10 tahun. Keduanya bahkan belajar menulis di saat mereka baru mulai belajar merangkak.
Kebanyakan anak anak ketika di beri pewarna dan buku mereka akan memainkanya dengan sembarangan bahkan ada saja yang menggigitinya dan memakannya ataupun beberapa anak lainnya tidak akan peduli dengan barang yang ada di hadapan mereka. Namun berbeda halnya dengan Hilde dan Oscar ketika mereka mulai belajar merangkak mereka menulis di atas kertas meskipun itu tulisan dan gambar aneh tapi itu terlihat mengejutkan untuk mereka yang bahkan masih sangat kecil.
Sierra sendiri merasa sangat bingung ketika dia melahirkan kedua bocah kembar itu, mereka sangat berbeda dengan anak anak pada umumnya. Berapa kali orang orang meminta dia untuk membawa anaknya ke dokter karena terlalu cerdas di usianya yang masih balita, namun Sierra terus menolak, karena baginya mungkin saja itu hanya kebetulan.
Tapi seiring berjalannya waktu kecerdasan Hilde dan Oscar makin menjadi jadi bahkan ketika keduanya di uji dengan tes IQ dan EQ mereka bisa lolos dengan mudah, bahkan dengan nilai yang tinggi.
Sehingga membuat mereka di juluki sebagai anak emas yang genius. Dan membuat banyak orang orang yang mengincar keduanya, Ada banyak tawaran kepada Sierra untuk kedua putranya. Bahkan beberapa diantaranya ingin melakukan penelitian pada mereka berdua, Membuat dirinya merasa sangat tertekan.
Ayah " Sierra berjalan mendekati ayah angkatnya yang kini tengah duduk di meja kerjanya, memfokuskan diri dengan tumpukan dokumen yang ada di atas meja. Dia kemudian duduk di sebuah sofa yang terletak di depan meja kerja ituitu seraya merebahkan tubuhnya.
"Ya...? "
"Aku ingin merawat kedua putraku jauh dari kota... ! " Dia melirik ke arah ayahnya, lalu beranjak dari duduknya dan mendekati ayahnya yang kini telah menghentikan aktivitasnya dan memperhatikan dirinya dari balik kaca mata bulatnya.
"Emm..." Dia menghela nafasnya panjang dan kemudian melanjutkan kembali ucapannya "Baiklah....! ,aku memiliki sebuah Manssion di sebuah desa, dan itu terletak di tepi gunung, kalian bisa tinggal di sana untuk sementara waktu"
"Ada banyak pasilitas di sana yang bisa kalian gunakan"
Sierra tersenyum muram kelopak matanya sedikit telah menghitam seperti mata panda, beberapa hari ini dia tidak pernah bisa tidur nyenyak karena selalu di teror oleh orang-orang yang menginginkan anak anaknya.
"Sierra kau bisa melakukan apapun yang kau mau... "
Untuk kedua kalinya Sierra menganggukan kepalanya dengan senyuman yang sama di wajahnya, dia berbalik pergi dan menghilang dari balik pintu.
Semenjak itu Sierra mulai menutup diri dan merawat anak anaknya di dalam mansion gurunya sekaligus ayah angkat Sierra, dan menutup komunikasi dengan dunia luar, karena dia takut orang orang akan menargetkan anak anaknya untuk kepentingan mereka dan bahkan bisa saja membuat dia harus terlepas dengan kedua anak anaknya.
Meskipun mereka di rawat di sebuah Mansion tanpa pernah keluar dari pintu pagar, namun tempat itu di penuhi dengan pasilitas pasilitas umum. Ada banyak barang dan macam macam benda yang bisa mereka pelajari.
Hingga di usia mereka yang bisa menginjak usia sekolah Sierra mulai memberanikan diri membawa mereka ke dunia luar karena percaya orang orang yang haus dengan kekuasaan dan penelitian sudah pasti sudah melupakan mereka dan pastinya mereka tidak akan mengingat tentang Sierra lagi setelah bertahun tahun lamanya.
Sierra juga memikirkan tentang anak anaknya tidak mungkin mereka harus terkurung di suatu tempat tanpa pergi ke dunia luar sekalipun.
Semenjak saat itu Hilde dan Oscar secara resmi di perkenalkan dengan dunia luar meskipun nyatanya ketika di dalam mansion pun mereka mempelajari semua hal yang ada di dunia luar. Hanya saja mereka mempelajari bidang masing masing.. Walaupun keduanya adalah anak yang kembar tapi mereka memiliki hobi yang berbeda.
Sedari kecil Oscar memiliki hobi menulis di atas kertas dan memainkan laptop milik Sierra walau hanya menyentuhnya saja. Oscar akan menyentuh setiap barang barang yang berhubungan dengan memutar otak dan kecerdasan.
Sementara Hilde dia lebih menyukai sesuatu yang mengeluarkan bunyi dan terutama jika itu permainan musik, dia akan berlari ke arah di mana musik di mainkan, jika itu di luar mansion sekalipun dia akan mengejarnya. Sierra sering kali mengomel dengan cerewet karena dirinya yang selalu keluar Mansion namun anak itu selalu memasang wajah memelas.
Kaduanya hampir tidak pernah terpisahkan bahkan hanya sedetik saja. Jika kemanapun Oscar pergi Hilde akan mengikutinya dan kemanapun Hilde pergi Oscar juga akan mengikuti dirinya.
Meskipun memiliki hobi yang berbeda tapi keduanya selalu melakukannya secara bersamaan.
"Kakak aku menemukan informasi baru mengenai keluarga ibu! "
"Apa kau meminta ku untuk menghancurkan kan nya secara langsung? "
"Tentu saja tidak..., tapi" Hilde meletakan kedua tangannya di bawah dagunya menjadi penyangga wajahnya " Perlahan lahan, mereka harus menderita "dia tersenyum dengan licik Oscar yang memperhatikan mengangguk angguk saat melihat ekspresi menakutkan dari senyuman Hilde yang biasanya terlihat sangat ramah kini menjadi sangat mengerikan.
Dia mengangguk karena mengetahui kenyataan jika adiknya saat ini sedang berlagak meniru dirinya, dan bahkan ketika dia berbicara dengan wajahnya itu dia terlihat sama persis seperti dirinya.
selalu nungguin up ny ya
#gkmutusopayam
#🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮