Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.
Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.
Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.
Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.
Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.
“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.
“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.
Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
Aiden kini tengah berada di sebuah ruangan besar bersama dengan sosok yang tak kalah menakutkan di bandingkanya.
Namun bedanya, sosok satu ini adalah sosok yang paling menakutkan, dia tidak akan pernah tersenyum kepada siapapun, karna jika senyum itu keluar, maka seketika dewa kematian akan berada di belakang sosok yang membuatnya tersenyum manis.
"Zein bagaimana menurut kamu? Apakah aku harus membawanya pulang sekarang?" tanya Aiden yang sudah mendapatkan informasi tentang Freya.
"Jangan! Biarkan dulu dia di luar sana, aku mau liat bagaimana dia bisa menghadapi kita," balas Zein yang terlihat lebih santai.
Aiden yang sedari tadi sudah gelisah kini memilih menutup matanya, rasanya dia tidak tahan melihat Freya yang pergi begitu saja darinya.
Sedangkan di sisi lain, Freya yang baru saja menurunu Taxi, langsung berlari mengetuk pintu rumah seseorang.
Tokk,tokkk,,tokkk.
"Ya sebentar," sahut seseorang dari dalam.
Ceeekkllleekkk pintu terbuka dan memperlihatkan sosok laki-laki tampan dan juga manis.
"Freya, kemana aja kamu? Banyak sidang dan klien kamu lewatkan dan-," ucapnya terputus ketika Freya meletakan satu jarinya di mulut pria itu.
"Stop Nando, bisakah kamu membayarkan taxi terlebih dahulu, aku tidak punya uang soalnya," pintanya pelan dan langsung membuat Nando menyeritkan keningnya.
Melihat Freya yang meminta seperti itu, membuatnya melangkah pergi mendatangi supir taxi itu dan membayarnya. "Ini Pak," ucapnya menyerahkan uang 100.000.
"Oh iya terima kasih Tuan," jawab supir itu, dan kembali lagi melanjukan mobilnya.
Nando kembali ke halaman rumahnya dan melihat Freya yang sedang berdiri ketakutan serta wajah pucatnya.
"Masuk Fre," ajaknya membawa Freya masuk ke dalam rumahnya.
"Iya Nan," jawabnya, dan segera melangkah masuk
Setelah itu, barulah Freya masuk dan duduk di ruang tamu rumah Nando.
"Nih minum dulu Fre, kamu kaya pucat banget gitu, kamu sakit," ujarnya yang sedari tadi penasaraan dengan kondisi Freya.
Terlebih lagi dia melihat Freya yang mengenakan baju suster, semakin membuatnya merasa bingung.
"Ada apa Fre? Kamu bisa menceritakan semuanya kepadaku, bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa aku sudah seperti kakak kamu," ujarnya lagi, ketika melihat Freya yang tak kunjung menjawabnya.
Freya merasa bingung, dan akhirnya mulai membuka suaranya dan menceritakan semu yang dia alami hingga hari ini.
"Brengsekk, terus gimana sekarang? Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Nando yang sudah melihat Freya menangis sesegukan.
"Aku tidak tahu Nan, yang pasti aku ingin segera pergi menjauh darinya, tapi aku juga ingin balas dendam sama dia, menurutmu apa bisa kita membawanya ke jalur hukum saja?" tanya Freya dengan ragu.
Nando menatap Freya dengan lekat, "lebih baik kamu istirahat dulu ya Fre, kamu kan belum pulih," ucap Nando, karna tidak tega melihat wajah Freya yang semakin pucat sepertinitu.
"Tapi Nan," Ucapnya ingin menolak.
"Aku akan membantumu Freya, kita hadapin ini semua sama-sama ya, jika memang kita tidak bisa membawanya ke jalur hukum, sebaiknya kamu pergi saja sejauh mungkin dari negara ini," balas Nando lagi.
"Dan sekarang lebih baik kamu istirahat saja ya," pintanya lagi.
Freya menganggukan kepalanyan pelan, dan berdiri mengikuti langkah Nando yang membawanya ke kamar tamu.
"Tidur yang nyenyak ya, lupakan sedikit masalah kamu, pulihkan dulu kesehatan kamu, baru kita akan sama-sama menghadapinya, oke," seru Nando lagi, dan hanya di balas senyuman tipis dari Freya.
Dan setelah itu Freya langsung menutup pintu, dan segera beristirahat, karna jujur seluruh tubuhnya terutama perutnya masih sangat-sangat sakit.
Berbeda di sisi lain, Aiden yang sudah tau apa rencana Freya kini hanya diam dan mengikuti semuanya, "baiklah sayang, jika kamu ingin berperang melawan ku, aku akan menunggu di saat-saat itu, sekarang aku bebaskan terlebih dulu apa yang ingin kamu lakukan di luar sana," gumamnya dalam hati melihat hasil laporan dari Zein yang mengatakan bahwa Freya sedang berada di salah satu rumah temanya yang merupakan pengacara kelas kakap.
"Ternyata dia masih menganggapku musuhnya, dasar wanita," batinya lagi, dengan senyum iblisnya.
To be Continue.
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
mending mati aja klo gitu mah
aku suka😇😇😇