menceritakan tentang perjodohan seorang ceo dingin dengan gadis cantik anak tunggal di keluarga kaya raya, yaitu sahabat papanya sendiri. mampukah mereka menyatuhkan cinta mereka meskipun memiliki sifat yang sangat berbeda dari keduanya??
ini karya pertama ku,, 😊😊
maaf typo bertebaran guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajra Ichi Ocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Rya kini nampak kesal menunggu Mahendra yang tak kunjung menjemputnya, entah apa yang di lakukan Mahendra, Rya juga sempat berfikir mungkin Mahendra hanya sedang mempermainkannya.
"Seharusnya aku tidak pecaya dengan ucapan tukang perintah itu, jadinya begini kan." ucap Rya masih merutuki kebodohannya
"Lebih baik aku pulang saja." ucap Rya hendak melangkah, namun tiba-tiba saja mobil mewah Mahendra mendekati Rya
Rya langsung saja masuk ke dalam mobil dan tak mau berlama-lama
"maaf tadi aku ada meeting dadakan, jadi aku sedikit terlambat." Mahendra yang merasa bersalah.
"Sedikit kau bilang? apa kau tidak tau sudah sejam lamanya aku menunggu mu seperti orang bodoh di sini?" ucap Rya dengan marah
"yang pentingkan aku tetap datang." ucap Mahendra tak mau kalah
"huhh dasar, memang aku hanya akan membuang tenaga ku jika berdebat dengan tukang perintah ini." batin Rya
Rya kini terdiam dan tak mau memperpanjang perdebatannya dengan Mahendra karena pasti hanya Rya yang akan di rugikan.
Mahendra pun kini tersenyum senang karena berhasil membungkam Rya lagi dan lagi.
tiba-tiba Rya tersadar bahwa jalan yang mereka tempuh bukanlah ke arah apartemen tempat tinggal mereka.
"kita mau kemana? ini bukan jalan ke apartemen kan?" tanya Rya yang bingung.
"kita akan pergi makan malam." jawab Mahendra
"makan malam? sepertinya itu ide yang bagus aku juga sudah lapar, dan yang paling penting aku tidak perlu melayani Mahendra untuk makan." batin Rya senang
mobil Mahendra kini tengah berhenti di depan restoran mewah dan mereka berdua pun turun dari mobil dan segera menuju ke dalam restoran.
Rya dan Mahendra kini duduk di meja makan dan langsung memesan makanan.
"saya pesan beef steak dan minumnya lemon tea, kamu mau pesan apa?" ucap Mahendra pada pelayan dan di sambung menanyakan pesanan Rya.
"aku pesan spaghetti dan minumnya lemon tea juga." jawab Rya
lalu pelayan segera mencatat dan pergi meninggalkan Rya dan Mahendra untuk mempersiapkan pesanan mereka.
"besok apa yang akan kau lakukan." tanya Mahendra memecah keheningan
"tidak ada yang spesial, seperti hari-hari biasanya, memangnya kenapa?" jawab Rya dengan nada juteknya
"tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin mengajak mu ke rumah kedua orang tua mu seperti kata ayah tadi."ucap Mahendra.
"kita akan pergi saat weekend agar tidak ada jadwal yang terganggu." sanggah Rya
"yah sudah kalau begitu." ujar Mahendra kemudian.
tak berselang lama pesanan mereka tiba.
mereka berdua pun kini makan tanpa membuka suara, hanya suara orang-orang di sekitar mereka yang terdengar, sementara mereka berdua hanya makan dalam diam.
selesai makan mereka langsung saja melanjutkan perjalanan untuk pulang ke apartemen.
"Tadi kan kita sudah makan malam, dan pekerjaan mu untuk melayani makan ku tidak kau lakukan hari ini, jadi sebagai gantinya akan ada tugas yang harus kau kerjakan sekarang." ucap Mahendra yang menghentikan langkah Rya.
"apa lagi? itu kan ide kamu, kamu yang mengajak ku untuk makan malam bukan, lalu kenapa aku harus melakukan sesuatu lagi?" protes Rya
"pokoknya kau harus melakukannya, kalau tidak kau akan mendapatkan hukuman." ancam Mahendra
"huhh dasar tukang perintah." ucap Rya menggerutu dan meninggalkan Mahendra.
"segera temui aku setelah kau membersikan diri." teriak Mahendra pada Rya yang berlalu meninggalkannya.
Mahendra lalu tersenyum senang masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri.
sementara Rya seperti sangat malas mengingat perintah Mahendra, Rya seperti tak ingin beranjak untuk membersihkan diri agar menghindar dari suruhan Mahendra, namun ancaman Mahendra tadi membuat Rya mau tidak mau harus melakukannya.
"benar-benar sial." ucap Rya melangkah ke kamar mandi dengan wajah kesalnya.
setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian Rya langsung saja menghampiri Mahendra yang ternyata masih di dalam kamarnya.
tok tok tok, bunyi pintu kamar Mahendra yang di ketuk oleh Rya
Mahendra lalu membukakan pintu untuk Rya.
"apa yang harus ku lakukan." tanya Rya saat melihat wajah Mahendra yang membukakan pintu untuknya.
"masuklah tugas mu ada di dalam." jawab Mahendra
"apa yang akan kau lakukan pada ku?" ucap Rya yang terkejut akan perintah Mahendra sembari menutup dadanya.
"kau selalu mengatakan bahwa aku berpikiran mesum sekarang lihatlah diri mu, betapa mesumnya pikiran mu hanya karena aku mengatakan tugas mu ada di kamar." ejek Mahendra
"lalu untuk apa kau mengajak ku masuk ke dalam kamar mu?" tanya Rya lagi
"kau akan tau saat kau sudah berada di dalam, cepatlah masuk." perintah Mahendra sambil menarik tangan Rya agar segera masuk ke dalam kamarnya
"duduklah di sana." ucap Mahendra menunjuk ranjang berukuran king sizenya
namun Rya tetap berdiri mematung.
"apa kau tuli? duduklah di sana." bentak Mahendra yang kini gemas melihat Rya yang tak menghiraukan kata-katanya
Rya yang kaget mendengar bentakan Mahendra hanya bisa menngerutu dalam hati dan segera melangkah mendekati ranjang milik Mahendra namun Rya hanya berdiri saja di samping ranjang itu.
ambillah ini dan gosokan ke badan ku, ucap Mahendra sambil memberikan minyak urut ke tanga Rya.
"apa ini?" tanya Rya yang bingung akan keinginan Mahendra
"apa kau tidak bisa membacanya." jawab Rya
"maksud mu aku akan memijat mu begitu?" tanya Rya memastikan
"iya, itu adalah tugas mu malam ini." jawab Mahendra dengan enteng
"kau pikir aku tukang urut apa? tidak mau, aku tidak akan melakukannya." tolak Rya
"Ohh jadi kau tidak mau, berarti kau mau di hukum." ucap Mahendra yang mendekati pintu kamar lalu menguncinya
Rya yang kini tidak bisa kemana-mana terlihat sangat marah kepada Mahendra yang memerintahnya semena-mena.
"bagaimana? apa kau tetap tidak mau?" tanya Mahendra kemudian.
"Baiklah aku akan melakukannya." jawab Rya dengan terpaksa.
Mahendra langsung saja melepas baju yang melekat di tubuhnya dan untuk kesekian kalinya Rya harus melihat pemandangan yang di inginkan semua wanita tapi tidak dengan Rya yang terlanjur membenci pemilik tubuh itu.
Mahendra langsung saja merebahkan tubuhnya dan memunggungi Rya, sementara Rya telah mendudukan dirinya di atas ranjang.
dengan perasaan ragu-ragu Rya terpaksa harus memijat tubuh Mahendra dan hanya menekan-nekan tubuh Mahendra dengan jari-jarinya.
"apa kau bisa memijat dengan benar?" ucap Mahendra saat merasakan hanya jari Rya lah yang menyentuh kulit punggungnya
"kau kan tau aku tidak bisa melakukannya." jawab Rya
Mahendra langsung saja bangun dan menarik tubuh Rya lalu menghadpakan tubuh Rya untuk membelakanginya dan langsung saja mencontohkan cara memijat yang benar
"begini caranya." ucap Mahendra sambil memijat penggung Rya
"sudah cepat lakukan di punggung ku." ucap Mahendra lalu merebahkan tubuhnya kembali
Rya lalu mulai memijat Mahendra seperti contoh yang di berikan Mahendra tadi, dan membuat Mahendra kini merasa senang akibat berhasil mengerjai Rya lagi.
lama Rya memijat Mahendra sampai-sampai rasa kantuk mulai melanda Rya, secara tidak sadar Rya langsung saja tidur di samping Mahendra karena matanya kini terasa berat, dan akhirnya mereka berdua pun bersama pergi ke alam mimpi.
****
sekian....
jangan lupa likenya teman2 😊😊😊