Seorang gadis berhijab besar dan modern berwajah imut, lucu, ia sangat hambel dan selalu banyak orang yang menyayangi nya, usia nya sudah bisa di katakan matang untuk menikah, tapi Dia tidak pernah berfikir untuk ke arah sana, dia hanya menuntut ilmu.
Ya gadis itu adalah Adiba Afsheen Mesya Pamungkas yang arti nya anak perempuan yang cerdas sebagai karunia kehidupan yang senantiasa bersinar seperti bintang di langit.
Saksikan terus kelanjutan nya ya. jangan lupa siapkan tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JPI 26
" Dek kalau menurut abang, lebih baik kamu bicara lagi saja sama Daniel, kasihan dek kalau kamu menjalani kehidupan dengan hanya belas kasih bukan kasih sayang." Ucap Sandi yang ikut memberi nasehat pada adik nya, meskipun Mesya adalah adik ipar Sandi, tapi Sandi sudah menganggap Mesya adalah adik perempuan nya.
" Iya kakakku yang cantik dan abang abang ku yang paling tampan, adik di sini sangat berterima kasih atas semua segala nasehat dan pendapat yang kalian utarakan barusan, tapi biar kan Mesya memilih kak Daniel yang akan membimbing Mesya ke depan nya, Mesya secara pribadi mohon doa dan restu nya, semoga Allah membuka jalan untuk Mesya dan kan Daniel, jikalau nanti Mesya dan kak Daniel tidak berjodoh semoga saja sebelum melangkah ke jenjang pernikahan semua nya sudah ada jawab nya, kan ini masih tunangan jadi kakak dan abang tidak perlu khawatir, adik juga masih belum selesai sekolah nya." Ucap Mesya
Akhir nya semua menyetujui ucapan Mesya, selang 2 hari acara pertunangan Mesy dan Daniel di selenggarakan, Bagas, Tika, Vika dan Arman tidak menyangka kalau mereka akan menjadi besan sama seperti Angga dan Citra, acara demi acara di lalui dengan begitu khitmad dan tidak ada kekurangan seseuatu apa pun.
Hari libur semester Mesya telah usai dan Mesya mau tidak mau harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan studi nya. Mesya yang di sibuk kan dengan sejuta kesibukan nya membuat Mesya jarang bertemu dengan Daniel, begitu pun dengan Daniel, Mesya dan teman perempuan nya yang bernama Ovi dan Yeni membuka ide membuat caffe yang di beri nama Coffecity , dan tidak lupa pula kalau mereka ber tiga juga memiliki butik yang di beri nama MOY yang arti nya adalah Mesya, Ovi dan Yeni.
Sebenar nya mereka sudah mengajak Caca untuk ikut bergabung dengan mereka tapi Caca menolak nya, entah apa alsaan Caca tapi mereka ber tiga menghargai keputusan Caca.
Kuliah butik bahkan caffe bisa mereka kerjakan dengan sangat baik, bahkan mereka tidak pernah mendapatkan nilai yang turun.
" Eh, Sya aku boleh tanya, apa kamu tidak gerah memakai pakaian seperti itu? secara kota Jakarta kan panas nya minta ampun." Ucap Yeni
" Sebenar nya gerah sih Yen, tapi bagaimana lagi, lebih baik aku merasakan gerah di dunia dari pada gerah di akhirat nanti, bagaimana pun juga semua tingkah laku perbuatkan yang aku lakukan bukan hanya aku saja yang menanggung dosa nya melainkan abang abang ku serta daddy ku, aku tidak mau mereka sampai memikul dosa yang tidak mereka buat." Jawab Mesya
" Terus ya Sya, baju muslim kan banyak tuh model nya, tapi kenapa kamu lebih memilih baju seperti yang kamu pakai, maaf ya Sya, kalau aku dan Yeni bertanya seperti itu tapi jujur kami ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi." Ucap Ovi
" Alhamdulilah, kenapa aku memilih baju seperti ini, karena baju ini tidak memperlihatkan bentuk tubuh ku, aku tidak mau ada banyak mata yang memandang nya , karena tubuh ku bukan di untuk di pertontonkan atau komsumsi mata laki laki, aku wajib menjaga nya karena hanya laki laki yang sah dan menggantikan tanggung jawab daddy ku saat aku menikah dengan suami ku nanti." jawab Mesya dan itu sukses membuat Yeni dan Ovi terdiam
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
😭😭😭😭gara2 orng trdkt yg menghancurkan kebahagiaan
ditunggu kelanjutan ceritanya ya kak
semangat kak