Kisah perjalanan seorang manusia yang di anggap biasa bahkan lemah hingga mampu menjadi seorang penguasa alam semesta...
Satu hal yang selalu ia yakini adalah...
Tak perlu menjadi orang lain yang terlihat sangat hebat untuk membuktikan diri...
Cukup menjadi diri sendiri apa adanya dengan penuh tekad dan semangat juga perjuangan menggebu maka apapun yang ingin di capai akan tercapai...
Dan juga tak perlu membanggakan segala pencapaian tersebut sebab itu hanyalah anugrah, cukup diri sendiri dan orang yang tulus yang mengetahuinya jangan orang lain...
Sebab orang lain hanya mengetahui hasil dan tak menghargai proses yang dijalani...
orang lain hanya sebatas memanfaatkan pencapaian diri kita tanpa mau tau apa yang terjadi...
Ciptakanlah duniamu sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kangduda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Sang fajar cerah telah mengawali hari indah di hari ini, semua makhluk menyambutnya dengan berbagai ekspresi. Ada bahagia, ada duka, ada tawa, ada sedih, ada semangat dan ada khawatir. Tentunya semua makhluk berharap pada hari ini akan lebih baik bahkan jauh lebih baik dari hari kemarin yang sebagian mengalami hal yang tidak mengenakkan, keraguan yang hadir sering kali memang perlu menanyakan kepada hati apakah ini akan berlalu dan itu akan tertepis jika di jalani dengan ketulusan hati.
Demikian juga dengan Yue Xi yang semalam mengalami hal yang berbanding terbalik dari rasa khawatir, berharap hari ini akan sama mengalami suasana hati yang penuh suka cita. Entah apa penyebabnya, namun harapan itu kuat dirasakan dan membuatnya sedikit gelisah dengan yang akan terjadi, apakah akan terjadi duka ataukah hal lain, tak bisa ia simpulkan hanya mampu menanti apapun itu dengan gelisah.
Yue xi kini sedang menikmati teh hangat di teras belakang rumah seperti biasanya yang telah menjadi kebiasaan setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah di pagi hari, dan seperti biasa anak gadis imut dan cantik telah melakukan aktifitas kesukaannya yaitu bermain bersama anjing kesayangannya. Wajah cerianya terlukis jelas saat berlari atau mempermainkan anjingnya, lelah pun tak ia hiraukan meski sudah lumayan berkeringat akibat berlarian.
Akan tetapi, Yue Xi segera berdiri memasang sikap waspada merasakan aura asing mendekat. Firasatnya sekarang menjadi sedikit buruk karena menganggap hal buruk akan terjadi dan seakan berbanding terbalik dengan harapannya sebelumnya, Wajah cantiknya berubah menjadi jelek saat meningkatkan kewaspadaan sebab merasakan aura asing tersebut semakin mendekat.
Tidak mau terjadi sesuatu kepada putrinya Fan Huan, Yue Xi segera pergi kesamping putrinya itu dan membawanya masuk kerumah, karena meskipun sekarang basis kultivasinya berada di tingkat king elit*7 yang tergolong kuat di kerajaan Yong, tapi dia yakin bahwa yang datang lebih kuat darinya. Untuk itu dia lebih memilih menghindar dan menyelamatkan diri, walau tidak tahu apa maksud kedatangan aura tersebut baik atau buruk.
...----------------...
Di sisi lain.
Fan Zu yang sudah melihat hari telah mulai cerah dengan semangat bergerak bangun dan meluruskan ototnya yang kaku saat tertidur, lalu dia berkata kepada ke empat bawahannya."Sekarang ayo kita kembali, mari kita melihat dunia sesungguh setelah 5 tahun ku tinggalkan."
"Dunia luas aku datang, tunggu aku. hahaha," teriak Fan Zu sambil ketawa.
"Ayah ibu, aku kembali dan maafkan aku jika selama ini membuat kalian khawatir," ucapnya lagi sambil menatap langit serta bulir air dari matanya mengalir jatuh kepipinya.
Diapun beranjak pergi meningkalkan tempat itu menuju tempat pertama kali ia terjatuh ke jurang yang dalam ini, dalam benaknya masih terlukis jelas bagaimana ia terjatuh hingga bertemu dengan Kong Teju bahkan sampai mendapatkan warisan dan menjadi kuat seperti saat ini meski masih jauh dari kata kuat.
Di perjalanan dia meminta kepada para bawahannya untuk mencari cara agar dapat kembali ke permukaan jurang di atas sana, apapun caranya dia harus mencapai bibir jurang untuk terbebas dan dapat pulang ke rumah dan bertemu dengan kedua orangnya. Sebab untuk kembali dia harus melewati jurang kematian lagi yang memisahkan antara wilayah tengah hutan kematian dan wilayah inti hutan kematian, itulah salah satu alasannya tidak ada seorang pun yang mampu mencapai wilayah inti selain dari alasan binatang buas dan siluman kuat. Meski begitu, ada beberapa orang yang nekat akan rela terjun ke dalam jurang kematian untuk mencapai wilayah inti demi tujuan tertentu, tentunya hal tersebut akan berakhir kematian.
Sedangkan untuk kembali mengharuskan menaiki dinding jurang kematian lagi dan tentunya akan mendapatkan kesulitan untuk naik ke bibir jurang sebelah, dan itulah sekarang menjadi dilema Fan Zu yang membuat dia sedikit frustrasi memikirkan jalan keluar.
Segera keempat hewan bawahan Fan Zu itu memikirkan caranya, berbagai cara mereka akumulasikan dalam pikiran dan saling bertukar pendapat untuk mendapatkan hasil terbaik. Meskipun demikian mereka tidak dapat menentukan mana jalan keluar terbaik walau telah mengeluarkan beerbagai kemampuan untuk menganalisa solusi, sedangkan Temtem yang melihat kesulitan tersebut segera berkata.
"Zu'er bukankah kamu dapat menggunakan elemen angin? Kenapa tidak menggunakan itu saja dan juga adanya Bai Long serta Qi Chou dapat sangat membantu."
"Biarkan Qi Chou dalam bentuk elang terbang lebih dulu untuk menentukan tempat tempat persinggahan karena lelah, juga untuk menentukan celah celah sepanjang dinding jurang sebagai pijakan. Zu'er akan mengikuti Qi Chou baru setelahnya Bai Long dan tugas Bai Long selalu memperhatikan Zu'er agar dapat membantu jika Zu'er mengalami kesulitan, untuk Long Biju dan Xi Moxi masukkan saja ke dalam ruang dimensi untuk sementara," lanjut Temtem.
Seketika itu juga wajah mereka menjadi cerah mendengar penjelasan dari Temtem, dalam benak masing masing berkata 'kenapa hal itu tidak terpikirkan sejak tadi' dan tertawa ketir karena menganggap diri sendiri tidak dalam keadaan tenang dalam memikirkan solusi.
Setelah memutuskan mengikuti saran Temtem akhirnya kekhawatiran Fan Zu menghilang, semangat yang sempat pudar kini semakin kuat bahkan laju terbangnya di tingkatkan agar cepat sampai ke tempat pertama ia terjatuh.
Jarak antara tempat Fan Zu berada sebelumnya di tempuh olehnya selama 2 jam hingga sampai di tempat pertama ia terjatuh, dan tidak mau berlama lama, Fan Zu dan empat bawahannya langsubg mengikuti instruksi Temtem tadi dimana Qi Chou dalam bentuk elang terbang terlebih dahulu di ikuti oleh Fan Zu lalu di susul oleh Bai Long. Sedangkan Long Biju dan Xi Moxi di masukkan ke ruang dimensi untuk sementara, nanti setelah mencapai bibir jurang mereka akan di keluarkan lagi.
Di atas bibir jurang.
Pagi yang indah dan tenang yang kadang terdengar suara hewan buas dan siluman memulai kebiasaan, awan cerah menghiasi langit serta sinar matahari yang menembus celah kecil dedaunan sudah menandakan bahwa pagi akan segera berganti siang.
Para binatang buas dan siluman yang sedang melakukan aktifitas seperti biasa seketika berhenti dan memandang kearah jurang kematian dengan sikap waspada, mereka merasakan aura yang mendominasi dan membuat mereka gemetaran hanya dengan aura saja.
Kkkiiiiiiiaaaaaakkkkkkk
Tiba tiba muncul seekor burung elang yang terbang tinggi dan bersuara keras seakan makhluk yang baru terbebas, lalu dia mengitari sekitar bibir jurang seperti sedang mengawasi sesuatu. Burung elang itu melirik kesegala arah dan mengeluarkan aura mendominasi semakin intens, itu membuat para binatang buas dan siluman di sekitar bibir jurang menjauhi tempat tersebut.
Tidak lama muncul seseorang pemuda dengan tampilan sangat tampan dan baju yang sangat lusuh, nafasnya terengah engah saat berpijak di bibir jurang. Dengan tertatih dia lalu berjalan sedikit menjauh dari bibir jurang, lalu merebahkan diri sambil mengatur nafas karena kelelahan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa sedekahnya y gaes...
hehehee
sangat ber kelas
sukses author .....
cukup 1 - 2 halaman saja
pasti sma pmbaca jg pda di skip g di baca ....
kurang jauh jg maen nya author ini