Mengkisahkan seorang wanita bernama Naura yang di jodohkan orangtuanya dengan seorang pria duda yang memiliki anak. Meski ia hanya seorang ibu pengganti, tapi ia mencintai mereka dengan tulus.
Di awal menikah ia harus berjuang untuk mendapatkan hati anak-anak tirinya, akankah ia bisa?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 - Berangkat
Keesokan harinya.
Naura sedang mengeluarkan koper nya dari kamar nya,menuruni anak tangga yang begitu banyak,membuat Naura sedikit kesulitan.
"Biar saya bantu." Ucap Rian membuat Naura terkejut dan
tak sengaja melepaskan pegangan koper dari tangan nya.
"Koperku." Kata Naura melihat kopernya bergelinding menuruni tangga dengan sendiri nya karena terlepas dari tangan nya.
"Kau mengacau saja." Ketus Naura kesal dengan cepat menuruni tangga dengan kesal pada Rian. Rian pun hanya menghela nafas kesal dan juga menuruni anak tangga.
"Ada apa ini Naura?,kenapa sampai terjatuh?" Tanya Bu Sisil.
"Tertiup angin Ma." Jawab Naura ketus sembari mengangkat kopernya kembali. Rian pun hanya melihat dan Diam. "Wanita menyebalkan." Gumam Rian.
"Nak Rian,Ayo kita sarapan,semua sudah di meja makan,ayo Naura kamu juga,koper biarkan saja nanti Paman Toto (Supir) akan membawakan ke mobil." Ucap Bu Sisil.
Naura pun mengiyakan dan berjalan melewati Rian yang masih mematung dengan tatapan tidak suka.
•••
Setelah semua selesai sarapan.
Naura dan keluarga pun akan segera berangkat mengunakan 2 mobil.
"Naura,Papa dan Mama akan bersama mobil Om Roy,kamu dengan Rian ya,sama Sisi dan Tomi juga." Ucap Pak Alex.
"Tapi pa?." Saut Naura dengan nada tak ingin.
"Tidak apa - apa,kita punya tujuan yang sama,lagian mobil Om Roy sudah penuh dengan barang - barang." Ucap Pak Alex saat Naura tak ingin satu mobil dengan Rian yang berasa sangat asing bagi nya.
Naura pun terdiam saat Sisi mendekati nya,obrolan dengan ayah cukup dan ia pun mengajak Sisi untuk naik ke mobil Rian. Di dalam mobil Rian dan Tomi sudah berada di dalam mobil,menunggu Naura dan Sisi untuk masuk ke dalam.
•••
Di perjalanan menuju ke Bogor.
Naura dan Sisi duduk di bangku belakang berdua,sementara Tomi duduk di samping Rian yang sedang mengemudi. Putra Rian itu asik dengan robot baru nya,yang seakan tidak puas bermain semalam.
"Tante Naura,kita mau kemana?." Tanya Sisi dengan lucu nya. menyandarkan tubuh kecil nya di samping Tubuh Naura.
"Mau ke Bogor sayang." Jawab Naura.
"Apa disana banyak mainan juga?." Tanya Sisi lagi.
"Tidak ada,tapi di sana menyenangkan dan tenang." Jawab Naura.
Rian yang mengemudi sesekali melihat kedua wanita itu dari balik kaca Spion nya,sembari mendengar percakapan kedua wanita itu.
Naura lalu mengeluarkan permen dari tas nya dan akan memberikan kepada Sisi. Namun Sisi terdiam ia tak mengambil permen yang Naura tawarkan. Ia malah melihat Rian yang berada di depan nya.
"Kenapa?,Apa kau tak mau permen?." Tanya Naura. Sisi mengeleng kan kepala nya.
"Ambilah satu sayang,ini sangat enak." Ucap Naura.
"Papa,apa boleh aku makan permen?." Tanya Sisi.
"Tidak!,Nanti gigi mu rusak." ucap Rian.
Naura yang mendengar pun jadi menghela nafas dengan berat mendengar ucapan Rian dan juga ekspresi Sisi.
"Rian,apa anak mu tidak boleh makan permen hanya 1?." Tanya Naura dengan suara yang jelas seolah pertanyaan tegas langsung mengarah ke telinga Rian.
"Nanti gigi nya sakit kalau makan permen." Ucap Rian. namun tatapan tajam terus Naura tatap ke Rian.
"Yah terserah saja,tapi hanya 1." Kata Rian.
Sisi dengan senang nya mengambil permen dari Naura dan memakan nya.