Adit memutuskan hubungan dengan kekasihnya karena di khianati, dan menerima perjodohan dari orang tuanya, walaupun dia sempat menentang nya, dia di jodohkan dengan Dita gadis periang anak dari sahabat papanya sekaligus tetangganya.
Adit dan Dita berusaha saling menerima satu sama lain karena mereka yakin pilihan orang tua mereka lah yang terbaik.
Cinta mereka akhirnya tumbuh setelah mereka menikah.
Jatuh Cinta Setelah Menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Norma28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 26
Sesuai dengan kesepakatan Adit dan Dita, hari ini mereka akan ke rumah mama Metha dan papa Lukman, orang tua Adit, mereka mau bermalam di sana, karena semalam mereka di rumah orang tua Dita, tidak harus menempuh perjalanan jauh, hanya lima menit karena rumah orang tua Dita berhadapan dengan rumah orang tua Adit.
Dita lagi asik ngobrol dengan mama Metha di halaman belakang.
"Apa Adit selalu pulang larut malam? tanya mama Metha.
"Tidak ma... mas Adit selalu pulang tepat waktu, karena mas Adit menyempatkan diri untuk menjemput Dita kalau pulang kerja" jawab Dita.
"Bagus lah sayang... soalnya dari dulu Adit itu gila kerja, biar hari Minggu masih kerja juga di rumah".
Mereka asik ngobrol tiba-tiba Adit datang menghampiri mereka berdua.
"Kayaknya lagi asik ngobrol ni? lagi ngobrolin apa sih? tanya Adit.
"Nggak ada kok, cuma ngobrol biasa-biasa aja" ucap mama Metha.
"Ma... mau nggak nanti ikut Adit dan Dita jalan-jalan ke luar negeri? tanya Adit.
"Boleh kapan? ya nanti kalau bang Rio udah selesai menikah kita berangkat semua, ya sekalian bulan madu kan Adit dan Dita udah mau setahun menikah belum pernah pergi bulan madu" jelas Adit.
"Maksudnya...? nak Rio mau menikah? dengan siapa? tanya mama Metha.
"Dengan Mia ma..." jawab Dita.
"Mereka memang sangat cocok menurut mama, jadi kapan menikah nya?.
"Nanti Minggu depan baru kita ke kampung halaman Mia, mama sama papa harus ikut ya" ucap Dita.
"Pasti itu sayang.. mama sama papa akan pergi" jawab mama Metha.
Mereka asik ngobrol di halaman belakang, sampai tidak terasa sudah sore.
"Ayo masuk sudah sore, mama mau mandi dulu" ucap mama Metha sambil berdiri masuk ke dalam rumah.
Adit dan Dita juga menyusul masuk rumah, karena mereka juga mau mandi sore.
"Sayang mandi bareng yuk" ajak Adit sambil menaik turun kan alisnya.
" Nggak mau mandi sendiri" ucap Dita
"Cuma mandi doang sayang" ucap Adit.
"Nggak sayang udah sering kali kamu ngomong gitu ujung-ujungnya apa" jawab Dita.
"Hahaha... kan kamu juga nikmati" goda Adit.
"Udah ah... aku mau mandi mau turun bantu mama siapkan makan malam" ucap Dita langsung masuk kamar mandi.
Adit malah tertawa melihat tingkah istri yang masih malu-malu kalau di goda oleh Adit.
Kini Dita sudah keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan Adit, karena tubuh di Dita hanya di lilit handuk sampai dada, tiba-tiba Adit menarik handuk Dita sampai melorot, Adit langsung loncat masuk kamar mandi sambil tertawa karena berhasil menjahili Dita.
"Mas... dasar mesum" teriak Dita sambil memperbaiki handuknya.
Untung saja kamar Adit kedap suara, jadi aman tidak kedengaran sampai di luar.
Dita sudah memakai baju santainya dan tidak lupah menyiapkan baju untuk Adit.
Dita turun ke dapur untuk membantu sang mama menyiapkan makan malam.
Setelah makan malam semuanya sudah siap, mereka juga sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam.
.
.
.
.
.
Keesokan paginya Dita dan Adit berangkat dari rumah mama Metha dan papa Lukman untuk ke kantor, setelah sarapan pagi Adit dan Dita pamit untuk ke kantor.
Seperti biasa Adit mengantar Dita dulu baru lanjut ke kantornya, selama mereka selesai menikah Dita sudah jarang membawa mobil sendiri, lebih sering di antara jemput oleh Adit.
"Sayang gimana kalau kamu mengundurkan diri aja dari kantor, aku tidak mau kamu terlalu capek" ucap Adit.
"Emangnya nggak masalah mas aku berhenti kerja? tanya Dita.
"Nggak lah sayang aku malah senang, biarkan suami mu saja yang bekerja" ucap Adit sambil melirik Dita.
"Nanti aku bicara dengan pak Yohan, biar bulan depan aku berhenti" ucap Dita, Dita tidak mau banyak membantah, dia nggak mau jadi istri durhaka.
Dita dan Adit sudah tiba di kantor Dita, Dita langsung pamit, mencium tangan Adit.
"Makasih mas hati-hati di jalan" ucap Dita.
"Ia sama sayang hati-hati kerja ya, mas jalan dulu" jawab Adit.
Dita langsung masuk ke dalam halaman kantornya, setelah Adit merasa Dita sudah aman baru dia melanjutkan perjalanan nya ke kantornya.
❤️
❤️
❤️
❤️
❤️
Sampai di sini dulu, terimakasih yang sudah like dan komentar, terimakasih juga yang sudah kasih vote dan dukungan nya🙏🙏
**Aku tidak bisa membalas semua kebaikan kalian, aku hanya bisa mengucapkan terimakasih, dan jangan bosan untuk tetap mendukung aku🙏🙏🙏 i love you semuanya 😍
❤️❤️ Bersambung ❤️❤️**