NovelToon NovelToon
Tentang Sebuah Rasa

Tentang Sebuah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Anak Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Suami ideal / Istri ideal
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Lhu-Lhu

Perjalanan seorang wanita yang diombang-ambingkan oleh sebuah rasa.

Di sini kalian akan menemukan kisah seorang Wardah yang sesungguhnya. Menyajikan deraian air mata dan bumbu-bumbu keromantisan yang overload di dalamnya ❤️❤️

Ada kejutan tak terduga dari Cak Ibil nantinya. Selain itu terkuaklah siapa gerangan jodoh Wardah yang sebenarnya.

Ehm! Ehm!

Lhu-Lhu sempilin di bagian mananya yaaa?


❤️ Arzan Altezza Raditya Balindra

❤️ Wardah Alisha Khumairah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lhu-Lhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan

Malam hari di kawasan pantai sangat menguji nyali ketahanan tulang. Apalagi dengan potongan-potongan Wardah yang tak memiliki lemak yang cukup kuat untuk menghangatkan tubuh. Hahaha.

Meskipun angin malam menciptakan suasana dingin, tak melunturkan pemandangan bintang-bintang yang tersebar di seluruh langit. Letak mereka yang ada di atas laut menambah nilai keindahan dengan pantulan cahaya dari air dan suara deburan ombak yang menenangkan.

Tak ada kebisingan kawasan kota merupakan ketenangan yang luar biasa.

Cak Ibil tampak berjalan-jalan di bibir pantai dengan Wardah yang mengikutinya. Mati-matian Wardah mengajak suaminya untuk keluar menikmati suasana malam hari pantai Bali ini. Yaaa, meskipun yang di ajak kebanyakan diam, setidaknya Wardah ada yang menemani. Sejujurnya ia takut keluar sendiri. Apalagi malam-malam seperti ini. Takut jika tiba-tiba makhluk astral dari laut menariknya. Dan menjadikannya ratu pantai Bali. Hahaha.

Oh iya! Malam ini pula Cak Ibil akan mengajak Wardah ngobrol face to face. Jalan-jalan malam ini pula Cak Ibil sekaligus mencari tempat mengobrol yang pas dan santuy...

"Kita bicara di sana," Ujar Cak Ibil sembari menunjuk pada 2 ayunan pantai di depannya. Di sana juga ada lampu tegak ternyata. Sepertinya memang di desain khusus pengunjung yang ingin bermesraan malam-malam di ayunan itu. Hahaha. Tapi kok malah merinding yaaa,,,,

Wardah terus mengekori Cak Ibil yang ada di depannya. Duduk bersebelahan dengan ayunan yang terpisah.

Sesekali Wardah mengayunkan ayunan itu. Tinggi ternyata, kakinya hampir saja tak sampai. Ini ayunannya yang ketinggian atau memang Wardah-nya yang terlalu mungil sih?

"Tanyakan apapun yang ingin kamu tanyakan," Ujar Cak Ibil.

"Hmmm, Wardah minta penjelasan mengapa sikap Mas kepada saya seperti itu?" Tutur Wardah.

"Sebelum menikahi kamu, saya sempat melamar Anisa," Lirih Cak Ibil.

Syok! Tentu saja! Wardah tahu jika suaminya pernah suka dengan sahabatnya, tapi ia sama sekali tak tahu jika suaminya sudah melangkah begitu jauh sebelumnya. Anisa pun tak pernah cerita.

"Aku seneng, akhirnya Cak Ibil bisa menempatkan hatinya pada orang yang seharusnya," Ujar Anisa tempo dulu.

Wardah mencoba untuk bersikap tenang.

"Sabar Wardah, sabar... Anisa mungkin sengaja tak memberi tahu perihal ini agar kamu bisa membantunya mengalihkan hati Mas Aibil... Toh kalau aku tahu Mas Aibil pernah melamar Anisa, pasti aku akan tetap menerimanya" Batin Wardah.

"Wardah?" Panggil Cak Ibil.

"I-iyya, lanjutkan..." Jawab Wardah sedikit terbata.

"Saya belum bisa move on dari Anisa, Wardah..." Sambungnya.

"Lalu kenapa anda menikahi saya?" Wardah mulai berbicara formal.

"Saya pikir, bisa melupakan perasaan saya terhadap Anisa... Tapi, nyatanya tidak," Lirihnya.

"Itu karena anda tak pernah mencoba membuka hati terhadap wanita selain Anisa!" Tegas Wardah mulai emosi.

"Tenang dulu Wardah, saya sudah mencoba... Saya sudah mencoba berkali-kali, setiap saya melihat kamu, rasanya bayangan Anisa semakin jelas.... Sikap kamu, kebiasaan kamu, masakan kamu, semuanya mirip dengan Anisa. Saya semakin bingung memposisikan diri, saya semakin sulit melupakan Anisa..." Tutur Cak Ibil lirih. Menundukkan wajahnya sedalam-dalamnya.

Tak kuat menahan diri, Wardah berdiri hendak meninggalkan Cak Ibil sendiri.

"Mau kemana?" Tanya Cak Ibil.

"Beri Wardah waktu untuk sendiri," Lirih Wardah sebelum benar-benar pergi.

Kaki telanjangnya menyusuri pasir pantai malam yang mulai larut....

Bersambung....

1
Nori
bagus
nacita bella
Luar biasa
Khorirotun Naimah
lanjut kak
Dian Kusmayani
ini kayanya ngga akan lanjut dech😃😃secara udh lama bngt ngga up,,, udh ganti tahun jg
Khorirotun Naimah: lanjut kak
total 1 replies
Desy Putry
bagus
Puji Rakhmanti Hapsari
lanjut
Jumirah
lanjut mba
Jumadin Adin
next
Anisa Siwi
lanjut terus cantik.....💝
Adinda Ayu Syahfitri
lanjut thor
Khorirotun Naimah
lanjut kak
siswati etty
klo mau tamat boleh tp beresin dl siapa yg neror Wardah jg mslh Winda .......jd semangat....semangat
Kiromah
lanjut dong Thor kan yg neror Wardah juga belum ketemu dan Wardah juga belum lahiran
Sati
lanjut kak
Maulana ya_Rohman
lanjut..... lanjut...... lanjut..... lanjut...... lanjut..... lanjut..... lanjut...... lanjut.....
Meili Wardiani
lanjut sampai selesai
Diyan dhe
lanjutkan!!...lanjutkan!!...lanjutkan!!....😂
semangat kakak💪🏻aq setia menanti,meskipun jarang up😁
Putri Rahmahani
di lanjutkan tapi selesaikan masalah yg ada..
Pujiastuti
ngikut aja kak gimana baiknya kalau pun lanjut kakak Lhu-lhu tetap semangat ya upnya 💪💪💪
Pujiastuti
keluarga Eza selalu memberi kenyamanan setiap ada tamu yang datang definisi keluarga yang baik dan hangat ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!