NovelToon NovelToon
Married With MR.LEON S1 & S2

Married With MR.LEON S1 & S2

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: henti

Season 1

Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.

Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.

Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.

Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.

Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.



Season 2.

Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.

Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.

Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wajah yang kurindukan

"Gin, kita jadi gak kerumah Sara?" Tanya Amel lewat whatshap itu.

"Iya ayoo, lo jemput gue ya" Balas Gina.

"Baruan, gue otw"

"Oke"

Amel pun menjempu Gina dirumahnya, Mereka lun berangkat bersama untuk kerumah Sara.

Sesampainya disana mereka langsung mengetuk rumah Sara, yang dia tanyai ke warga itu.

"Beneran disini" Tanya Gina.

"Iya, mereka juga kenal tuh sama tante Rianti, berarti itu bener" Tutur Amel.

Namun tidak ada yang membukakan pintu, hingga Amel mengetuknya lagi.

"Sebentara" Teriak Rianti didalam Rumahnya.

Cekrekkk.

"Hallo tante" Ucap Amel.

"Lo, kamu. Ayo masuk-masuk" Titah Rianti sebari membuka Lebar pintu rumahnya itu.

Mereka pun dipersilahkan masuk, Rianti langsung mengambil minum untuk teman anaknya itu tapi dia sedikit heran, Kenapa teman-teman Sara kerumahnya.

"Ini minum dulu Mel, Emmm ini" Tunjuknya pada Gina

"Gina tante"

"Oh iya, maaf ya tante cuman kenal sama Amel doang" tuturnya sebari duduk.

"Gapapa tante"

"Sara nya ada gak tan?" Tanya Amel, Rianti pun mengerutka keningnya.

"Lohh, kan Sara udah nikah. Dia gak tinggal disini" Tutur Rianti, Amel dan Gina pun saling tatap tatap bingung.

"Sudah nikah" Ucap mereka kompak, entah kaget atau gimana.

"Iyaa, udah 8bulan, emang kalian gak tau?" Tanyanya pada teman Sara itu, Mereka berdua pun mengelengkan kepalanya kompak.

"Tante kira kalian tau, makannya tante binggung waktu kalian kerumah. Gak mungkin juga kan kalian mau nemui tante."

"Ko dia gak pernah ngomong ya" Sahut Amel.

"Tante tau alamatnya" Tanya Amel,

Gina merutuki tingkah bodoh temannya itu, tentu saja ibunya akan tau dimana anaknya tinggal.

Rianti pun menuliskan alamat rumah Sara.

Mereka pun langsung pamitan, sekarang mereka menuju rumah Sara.

Mereka dibuat melongo dengan rumah 3tingkat itu, bahkan membuat rahang mereka hampir jatuh.

Mereka tidak menyangka kalau Sara tinggal dirumah sebesar ini.

"Ini beneran rumah Si Sara" tanya Gina sebari mencocokan alamat yang diberikan mamah Sara itu, Mereka mendekati gerbang yang dijaga satpam itu.

"Permisi"

"Cari siapa de?" Tanya Satpam yang berjaga itu.

"Bener ini rumah Sara?" Tanyanya.

"Oh iyaa benar ini rumah nyonya Sara" Tutur satpam itu.

Amel dan Gina pun saling tatap karna tak percaya " NYONYA!!"

Satpam itu pun membukakan gerbang, mobil mereka pun memasuki halaman rumah itu,Bahkan bunga-bunga yang berjejer menghiasi itu bunga mahal. Amel, dan Gina dibuat terkagum dengan rumah itu, bahkan mobil keluaran terbaru pun ada, tapi kenapa ya Sara selalu membawa mobil biasa aja.

Mereka pun langsung memencet bell rumah itu, pembantu dirumah itu pun membukakan pintu.

"Cari siapa de?" tanyanya

"Saranya ada bu?" Balik tanya Amel.

"Siapanya ya?"

"kita temen kuliahnya" Tutur Gina.

"Oh, nyonya lagi dibelakang, mari silahkan" Pembantu itu pun mengantarkan Amel dan Gina kebelakang.

Mereka dibuat kagum lagi dengan Rumah ini, apalagi melihat taman bunga yang sedang Sara diamin ini bener-bener sangat indah.

"Nyonya, ada tamu" Ucap pembantu itu,

"Siapa bi?" Tanyanya masih sebari memainkan hp di ayunan single itu.

"Katanya temen nyonya" Tuturnya membuat Sara menghentikan aktivitasnya, dan beranjak. Namun saat berbalik temannya sudah ada didepannyan membuat dia meneguk ludahnya, dan tertawa cangung.

"Haii" Sapanya.

Muka mereka yang sinis membuat Sara menciut.

"Saya ambilkan minum dulu nyonya" pamit pembantu.

"Nyonya" Ejek Amel dan Gina.

"Hehehe, mau minum gak?" Tawar Sara, sebari masuk kedalam rumahnya itu.

"Ra, ko lo gak bilang sih udah nikah?"Tanya Gina.

"Hooh lo Ra, kalau kita gak kerumah lo, pasti kita gak pernah tau" Timpal Amel.

"Iya Sorry" Balas Sara,

Amel begitu kagum dengan rumah besar milik Sara ini, disana juga tepampang bingkai foto besar Sara dan Leon saat menikah.

"Ra, itu laki lo" Tanya kagum Amel.

Sara pun menoleh melihat foto pernikahanya dengan wajah sendu itu. Ah tiba-tiba moodnya jadi jelek.

"Iya" jawabnya singkat sebari kembali berjalan ke sofa ruang tamu itu.

"Ganteng banget Ra, ketemu dimana? Laki lo punya temen jomlo gak nanti kenalin ke gue ya" antusias Amel.

Gina hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat tikah Amel itu.

"kursinya juga coy empuk banget" Ujar Amel sebari mengenjot-genjot kursi itu.

"Bisa rusak rumah gue" Tutur Sara.

"Ra, laki bule gimana sih rasanya?" Bisik Amel kepo.

"Rasa apa pea" Loyor Gina pada kepala Amel.

"Rasa anu nya, gede gak?" Bisiknya lagi. karna takut didenger pembantunya itu.

Sekarang Sara yang menjitak kepala temannya itu,

"Anak dibawah umur jangan kepo" Tuturnya.

"Ini nya, minumannya" Tutur pembantu sebari meletakan minuman itu.

Mereka pun berbincang-bincang dengan Amel yang begitu kepo ini itu.

"Eh laki lu kemana Ra?" Tanya Gina, " Kita gangu gak ke sini" Lanjutnya.

"Keluar kota" jawabnya ketus.

"Ohh, ada yang bete ini karna ditinggal keluar kota" Ledek Gina.. " Ohh sekarang gue tau kenapa lo badmood mulu!!" Lanjutnya.

"Ihh apaan sih" Bantah Sara.

"Eh nongkrong yuuu, kemarin gue nemu tempat ngopi yang enak " Tutur Amel.

"Hayu" Jawab Gina " Gimana Ra?" Tanyanya pada Sara.

"Bentar gue ganti baju dulu" Ujarnya sebari beranjak.

Setelah kepergian Sara, Amel terus saja nyerocos menganggumi rumah mewah Sara membuat Gina yang disampingnya menjadi muak.

"Berisik lo, norak nya jangan dikasih liat napa" Tutur Gina kesal, karna kupingnya panas sedari tadi mendengar Amel bicara.

"Ihhj biarin" Rajuk Amel.

"Ayuuuukk" Ajak Sara yang sudah rapih itu.

Mereka pergi mengunakan mobil Amel ke tempat kafe yang Amel bicarakan tadi. Suasana kafe ini juga sangat bagus, cocok untuk orang yang menyukai ketenangan.

"Wah, lagi ada pengalanggan dana tuh" Tutur Amel. Entah kenapa mata teman satunya ini sangat memperhatikan segala hal.

Sara dan Gina pun melihat itu, Itu adalah pengalanggan dana untuk korban bencana alam. Disana ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang menyumbangkan suaranya untuk mengumpulkan uang untuk pengelanggan dana itu.

"Ra, ikutan nanyi yu" Ajak Amel.

"Ogah ah, kalau lo nanyi bisa bubar semua ini pengunjung kafe" Tolak Amel.

"Bukan gue, tapi elo. Lo kan suaranya bagus, siapa tau dapet sumbangannya banyak. Kan bisa membantu tu" Tutur Amel.

Sara pun melihat sekitar, dan dia pun beranjak. Sepertinya sangat banyak pekerja kantor yang sedang berkunjung dikafe ini. Bahkan dia tak menyadari ada suaminya dari kumpulan pengunjung itu.

Gina dan Amel pun pindah duduknya menjadi didepan dekat panggung kecil itu.

"Boleh ikut nyumbang juga ka?" Tanya Sara pada mahasiswa itu.

"Oh silahkan ka"

Sara pun mulai duduk dan membenari mic nya.

Dia pun berbicara pada pionis itu untuk memutarkan musik yang akan dia nyanyikan.

Sara akan menyanyikan lagu d'Masiv AKU RINDU SETENGAH MATI.

🎶Aku ingin engkau ada di sini

Menemaniku saat sepi, menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu

'Ku hanya mencintai kamu, 'ku hanya memiliki kamu, oh🎶

Saat ku nyanyikan lirik ini Aku jadi teringat suamiku, yang sudah beberapa hari ini tak bicara denganku. Bahkan sekarang dia pergi keluar kota

Aku rindu setengah mati kepadamu

Sungguh 'ku ingin kau tahu

Aku rindu setengah mati

Aku begitu kesepian, saat dia tak ada bahkan saat ada tapi dia tak mau bicara, itu sungguh menyakitkan.

Meski telah lama kita tak bertemu

'Ku selalu memimpikan kamu, 'ku tak bisa hidup tanpamu, oh

Aku menikmati lagu ini sampai memejamkan mataku, lagu ini seperti gambaran hatiku saat ini.

Aku rindu setengah mati kepadamu

Sungguh 'ku ingin kau tahu

Aku rindu setengah mati

Aku rindu

Namun saat aku membuka mata, seseorang didepanku membuatku menatap tak percaya. iya Leon sedang berdiri didepanku sebari tetsenyum. apa ini halusinasi karna aku terlalu merindukannya.

Aku rindu, 

Tapi dilirik terakhir aku berlari sebari memeluknya, ini bukan mimpi. ini memang dia.

Semua orang bertepuk tangan dengan lagu yang aku bawakan, tapi bukan itu yang jadi prioritasku, Prioritasku sekarang suamiku. Bagaimana bisa dia ada disini.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku sebari menadah melihat wajahnya, wajah ini yang selalu membuatku rindu.

"Aku mau pulang, tapi ada klienku yang ingin bertemu. Tapi aku malah tak menyangka akan disambut oleh lagu rindu istriku ini" Ujarnya sebari mengecup keningku.

"Ahh sudah, jangan membuat orang iri" Teriak Amel, membuat semua pengunjung ikut ricuh.

Kita pun kembali ke tempat duduk, jangan ditanya gimana lebaynya Amel.

"Wah aslinya lebih ganteng" Fujinya.

"Tuan, klien kita masih menunggu" Ujar Mike.

"Oh astaga, aku hampir lupa" sahutnya "Sebentar ya, nanti pulang denganku" Lanjutnya.

Setelah kepergian Leon, Amel langsung bertanya siapa yang bersama suami Sara itu, Sara sudah malas bicara dengan temannya ini.

Sara berterima kasih pada Amel karna sudah mengajaknya kesini.

Mahasiswa pengelanggan dana itu pun menghampir meja mereka.

"Makasih ka, perfom kaka bagus banget, sumbangan untuk korban juga jadi banyak." Ucap Mahasiswa itu, Sara pun mengeluarkan uang didalam dompetnya itu dia juga ikut menyumbang, bahkan dia juga memberikan beberapa lembar uang untuk makan mahasiswa itu. Meskipun menolak, Sara memaksanya dan mereka pun menerimanya.

"Ayo kita pulang" Ajak Leon pada istrinya itu, Sara pun mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya itu.

"Gue duluan ya" Pamitnya.

"Iyalah yang lakinya baru balik" Ledek Amel.

"Apaan sih"

Mereka tertawa sebari meledek Sara, setelah kepulangan Sara mereka pun ikut pulang kerumah masing-masing.

**TBC..

Kita Absen dulu ya yang masih on**.

1
Taliananda2.
bagus
Farrel Hikaru
bagus bgt ka cerita ringan mudah di cerna 🤗🤗🤗🤗
Suwartini Tinie
jadi ingat kemarin habis makan bakso yang enak 🤤
Suwartini Tinie
cuaca di sini lagi panas, jadi tambah panasnya 🤭
Yen Margaret Purba
ud lama krj kok ga beli motor baru sih zal atau t4 tdur baru
Yen Margaret Purba
pengen bsok ada anak laki2 sprti leon
Yen Margaret Purba
amel n sara bener2 sahabat sejati yah, pasangan juga sama2 gt hahaha
Yen Margaret Purba
hati2 leon, bkn dg mantan pelanggan sara tp mantan temen kencanmu chandra
Yen Margaret Purba
aku juga maulah jd sara hahahhaa
Ati Yulianti
ya kangen nih sama senang me rizal
Livia Jrs
,ihhh tingkahnya kok gemesin banget sara
Intan Mardya
suka gedeg sma yg lapor" apa cobaa🙄GAUSAH BACA kalo ngerugiin orang! dikiranya nulis gampang apa
Nova Ratna Sari
haidar mirip sma si sena nih pdhl si sean kalem gtu ya. lah gmn anak nya si sena yg emak nya bar2 gtu,bar2 jga ga tuh anak nya. penasaran sma anak nya sena 😁
Aditya Rizky
apa Zein udah nikah kok udah anaknya aja
Sri Ani
lanjut sena and rizal dong thorrr.
Nanik Purwanti
otw ke haidar ahh
gatiea
tapi masih penasaran ma istri kedua.......aku kan gak ngikuti apk sebelah😩
Novi Pardosi
kisah anak sena gimana thor
Sumariyani Suyasa
anak sena kk
Yayuk Ika
persis sifat aunty Sena 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!