NovelToon NovelToon
Cinta dari GIA

Cinta dari GIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erlin A Vidiany

Gia azimaika, seorang anak gadis yang terlahir dari keluarga yang berkecukupan namun sederhana. Dia adalah salah satu mahasiswa dari universitas X, keluarganya ketat dalam agama, gia anak yang sudah pasrah akan semua nasib yang dipilihkan keluarganya untuknya. Dari pendidikan, pasangan hidup bahkan semuanya.Dia dicintai oleh dosen di kampusnya tetapi gia tetap menahan diri karena gia tau bahwa percuma memiliki rasa kepada seseorang yang tak akan bisa dimilikinya, karena gia tau orang tua nya pasti sudah menjodohkan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlin A Vidiany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 (Wanita di Masa Lalu)

Setelah Naufal selesai mandi dan giliran Gia yang mandi,

Naufal menyiapkan 2 sajadah dan mukenah untuk istrinya.

Setelah Gia selesai mandi, mereka sholat shubuh bersama.

Setelah mereka sholat, Gia menyiapkan kemeja yang akan di

pakai untuk suaminya kerja nantia.

“Habis ini selesai ganti baju kamu ke bawah ya, sarapannya

udah aku siapin,” tutur Gia.

“Emang kamu bisa masak?” tanya Naufal.

“Yaaa… ya coba in aja nanti,” jawab Gia ragu.

“Aku turun dulu,” ucap Gia.

Gia berjalan ke ruang makan untuk menyiapkan sarapan

suaminya.

Beberapa menit kemudian Naufal turun dan melihat istrinya

yang sibuk menyiapkan sarapan untuknya.

“Sini duduk sini,” perintah Gia.

Naufal duduk di depan hidangan sayur sup buatan Gia,

“Cobain dong,” ucap Gia sambil mengangkat kedua alisnya

karena takut masakannya nggak enak.

“Gimana?” tanya nya lagi.

Naufal mencoba sesendok kuah sayur sup buatan istrinya. Naufal merasakan rasa yang aneh di lidahnya.

“Kok gini?” tanya Naufal.

“Kenapa? Nggak enak ya?” tanya Gia.

Naufal menyodorkan sesendok kuah ke arah mulut Gia bermaksud untuk menyuapi Gia.

Gia meraih sendok Naufal.

“Sini aku bisa sendiri,” ucap Gia.

“Udah gak papa, ayo cobain,” perintah Naufal.

Mereka saling menatap, jantung mereka berdebar tak karuan.

Gia bahagia sekali saat itu karena untuk pertama kalinya Gia

disuapi oleh seseorang yang sangat di cintainya.

“Eeemmm nggak enak banget, weeek,” keluh Gia karena ternyata masakan Gia rasanya aneh.

“Maaf ya, aku gak bisa masak, tapi lain kali pasti enak kok,

aku akan usahain buat kamu,” ucap Gia pada suaminya.

“aduuhh Gia, kenapa kamu baik banget sama aku,” gumam Naufal dalam hatinya.

“Hey Fal, kok gitu banget liatin aku,” ucap gia sambil

melambaikan tangannya didepan wajah Naufal.

“Iya gak papa, ya udah nanti kita beli makan diluar aja,”

tutur Naufal.

“Ya udah ayo berangkat,” ajak Naufal.

Gia meraih tasnya dan keluar ke halaman depan rumah bersama Naufal.

Gia berjalan menuju mobilnya dan mengambil kunci mobil dari

dalam tasnya. Naufal menarik Gia dari arah belakang.

“eh mau ngapain kamu?” tanya Naufal sambil menarik lengan

Gia.

“Masuk ke mobil, kenapa?” jawab Gia dengan polosnya.

“Gak, gak boleh, kamu harus barengan sama aku terus,”

perintah Naufal.

“Tapi kan,” kata Gia terpotong oleh naufal.

“Udah gak pake tapi-tapi an, udah ayo,” perintah Naufal

sambil menggandeng tangan istrinya untuk masuk dalam mobilnya.

Gia kaget melihat tingkah suaminya yang membingungkan itu.

Gia hanya pasrah saja.

Naufal langsung menancap gas mobilnya menuju rumah sakit

tempat mereka bekerja.

***(di Rumah Sakit)

Setelah Naufal memarkirkan mobilnya, Mereka berjalan beriringan. Dan ternyata Dokter Anton menyapa Naufal.

“Pagi Dokter Naufal,” sapa Dokter Anton.

Naufal hanya tersenyum kepada beliau, sedangkan Gia takut

karena Dokter Anton tau bahwa dia tengah bersama Naufal.

“Loh ini kan anak koas dulu Dok?” tanya Dokter Anton pada

Naufal.

“Iya, dia kerja disini,” jawab Naufal.

“Kok saya lihat tadi anda berangkat bersama ya Dok, apa

kalian…?” tanya Dokter Anton.

“Eng…enggak, tadi ban mobil saya bocor, terus Dokter Naufal

yang kasih tumpangan buat saya,” sahut Gia.

“Oooo ya udah Dok, mari,” ucap Dokter Anton.

“Mari-mari,” jawab Naufal.

Mereka kembali berjalan.

“Kenapa kamu gak ngaku sih?” tanya Naufal.

“Udah lah aku tau kamu belum siap jika satu rumah sakit ini

tau bahwa seorang Dokter Naufal dijodohkan dengan anak koasnya dulu,” ejek Gia.

Gia tau isi hati Naufal sebenarnya.

Langkah mereka terpisah karena ruangan mereka berbeda.

Mereka melaksanakan tugasnya masing-masing, sepertinya rekan kerja mereka tidak ada yang mencurigai adanya hubungan Gia dan Naufal.

 Di rumah sakit, Gia dan Naufal bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa, mereka saling menutupi dan saling acuh.

Setelah sekian jam mereka bekerja, dan hari sudah semakin

siang, waktunya mereka untuk pulang.

***(di Rumah)

Sampai di rumah, Gia melihat ada mobil Papanya di dalam

halaman rumahnya. Gia langsung keluar dari mobil dan memeluk Papanya.

“Papa,” ucap Gia sambil berlari menuju Papanya.

“Kok Papa sama Mama gak bilang-bilang mau kesini, Gia rindu

sama Mama sama Papa,” rengek Gia.

“Kejutan dong Gi,” sahut Mama Gia.

“Ma Pa,” sapa Naufal sambil menyalimi dan mencium tangan

mertuanya.

“Lihat di dalam mobil ada siapa?” ucap Mama Gia.

“Memangnya ada siapa Ma?” tanya Gia heran dan melepas

pelukannya.

Dan ternyata Bi Sarah turun dari mobil.

“Bi Sarah,” ucap Gia sambil memeluk Bi Sarah.

“Aduh Bi, Gia kangen banget sama Bibi,” kata Gia ambil

melepas pelukannya.

“Mbak Gia sehat?” tanya Bi Sarah yang matanya berkaca-kaca.

“Alhamdulillah Bi,” jawab Gia.

“Mari masuk dulu Ma, Pa,” sahut Naufal.

Mereka berjalan menuju ruang tamu.

Gia pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan buah yang

tesedia di kulkas yang akan dibawanya ke ruang tamu.

***(di Ruang Tamu)

“Sehat Nak?” tanya Mama Gia pada Naufal.

“Alhamdulillah sehat Ma, Mama sama Papa giamana kabarnya?” tanya Naufal balik.

“Alhamdulillah baik ya Pa,” ucap Mama Gia.

Papa Gia bepindah tempat duduk agar lebih dekat dengan

Naufal.

“Fal, Papa mau bicara ya Nak sama kamu,” tutur Papa Gia.

“Iya Pa,ada apa?” tanya Naufal.

“Ini soal Gia, Papa pesen ya sama kamu, jangan sekali-kali

sakiti dia, jangan buat dia menangis, yang pertama mencintai dia adalah saya, bukan kamu. Bahagiakan Gia, jangan duakan dia, Papa percaya kamu bisa membimbing Gia, arahkan dia di surganya Allah, ya Nak ya?” tutur Papa Gia pada

Naufal.

“Iya pa, Insya’Allah,” jawab Naufal.

“Papa hanya minta itu sama kamu, karena Papa sangat sayang pada Gia,” ucap Papa Gia sambil menepuk-nepuk lengan Naufal, sedangkan Naufal hanya menundukkan kepalanya.

“Papa menghampiri Gia dulu ya Ma, dimana nak dapurnya?”

tanya Papa Gia pada Naufal.

“Papa lurus aja, nanti belok kiri udah dapur,” jawab Naufal.

“Gimana Nak, Gia merepotkanmu?” tanya Mama Gia.

“Tidak sama sekali Ma, malah Gia baik banget sama Naufal,”

jawab Naufal.

Tiba-tiba mata Mama Gia berkaca-kaca.

“Syukurlah. Dulu Nak, Gia selalu dilarang Papanya ini itu, hampir Gia tak mampu untuk mengutarakan apa yang diinginkannya, waktu Gia mau kuliah dia pernah

bilang sama Mama, Ma hidup Gia ini sepenuhnya untuk Papa dan Mama, Papanya sangat sangat mencintainya, dari situ makanya teman Gia gak banyak Nak, paling

Cuma beberapa, hidup Gia selalu terkontrol oleh keputusan Papanya, dan Alhamdulillah Gia selalu menuruti tiap kata yang diutarakan Papanya,” ucap Mama Gia sambil meneteskan air matanya.

“Gia itu suka banget sama orang yang family man banget, karena Papanya Gia kan jarang pulang karena sibuk banget kan, jadi Gia sempet bilang dulu sama Mama, Gia itu mampu menyembunyikan apapun dari orang-orang

disekitarnya, ya memang dia cengeng, cengeng banget, tapi Gia itu kadang anaknya suka manja banget kalo sama Mama sama Papa, tapi Gia ngalahan anaknya sebenarnya,” ucap Mama Gia sambil mengusap ingusnya dengan tissue.

“Nafal Insya’Allah bakalan bahagiakan Gia Ma,” ucap Naufal.

Cerita mereka terhenti karena rupanya Gia dan Papanya sudah kembali ke ruang tamu.

Gia membawa sepiring kue, buah dan minuman seadanya.

“Ini Ma, Gia lupa belum belanja,” ucap Gia.

“Gini Nak, Mama kesini mau kasih kejutan buat kamu,” kata

Mam Gia sambil tersenyum.

“Kejutan apa ya Ma?” tanya Gia.

“Jadi, mulai besok dan seterusnya Bi Sarah akan tinggal

disini, dan bantuin kamu disini,” kata Mam Gia dengan antusias.

“Beneran Pa?” tanya Gia menoleh ke arah Papanya.

Papa Gia hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum

kepadanya.

“Aaaaaa Mama, Gia seneng banget,” rengek Gia.

“Iya Mbak Gia, Bi Sarah akan nemenin Mbak Gia disini,” sahut

Bi Sarah.

“Semoga Bibi betah ya disini,” ucap Gia.

“Pasti betah Mbak Gia,” kata Bibi.

Mereka berbincang-bincang sampai tak terasa adzan dhuhur

berkumandang, mereka melaksanakan sholat bersama, setelah sholat Mama dan Papa

Gia berpamitan untuk pulang.

***(di Halaman Rumah)

“Papa kok cepet banget sih pulangnya,” rengek Gia dipelukan

Papanya.

“Iya Papa sama Mama nggak nginap aja disini,” sahut Naufal.

“Lain kali aja ya Nak,” jawab Mama Gia.

“Yaudah Mama sama Papa pulang dulu ya Nak, Assalamu’alaikum,” ucap Mama Gia.

“Wa’alaikumsalam Ma, hati-hatiya Pa nyetirnya,” ucap Gia

sambil melambaikan tangannya.

Papa dan Mama masuk ke dalam mobilnya, dan menancap gas

mobilnya untuk pulang ke kotanya.

Gia mengantarkan Bibi ke kamarnya.

“Ini kamar Bibi ya,”ucap Gia.

“Iya Mbak Gia,”jawab Bi Sarah.

“Ya udah, Gia masuk kamar dulu ya Bi,” kata Gia.

***(di Kamar)

“Habis ini aku ke kosnya Susi ya,” ucap Gia.

“Mau ngapain kamu?” tanya Naufal.

“Mau jalan bentar aja sama dia, boleh ya,” rayu Gia pada

Naufal.

“Iya boleh, tapi jangan lama-lama,” ucap Naufal.

“Gak bakalan lama kok, tenang aja,” jawab Gia dengan senang.

Naufal mengambil kotak hitamnya di almari atasnya. Gia kesal

melihat hal itu.

“Mau kamu bawa kemana kotak itu?” tanya Gia.

“Mau aku buang,” jawab Naufal.

“Yakin di buang? Nggak nyesel?” ejek Gia.

“Iya aku yakin,” jawab Naufal datar.

“Ya udah aku ke bawah dulu,” ucap Naufal.

Gia bersiap-siap untuk pergi bersama Susi nanti.

Sedangkan Naufal tetap pada niatnya untuk membuang kotak

masa lalunya itu.

Di bawah ruang tamu, Naufal berjalan, tiba-tiba ponselnya

bordering, rupannya telfon dari seketaris di kantornya.

Kebetulan Bi Sarah lewat di depannya.

“Bi, saya minta tolong ya, buang kotak ini ke sampah depan,

saya mau angkat telfon penting,” tutur Naufal.

“Baik Mas,” jawab Bi Sarah.

Bi Sarah berjalan menuju pintu keluar, saat Bi Sarah ingin

membuang kotak hitam itu, rupannya ada seorang wanita yang tengah berdiri di depan halamannya rumah Naufal, Bi Sarah menyapanya.

“Maaf, anda siapa ya?” tanya Bi Sarah pada Wanita itu.

“Saya teman Naufal, Naufalnya ada?” tanya Wanita.

“Mas Naufalnya ada, saya panggilkan dulu ya, Mbak tunggu

disini,” tutur Bi Sarah.

Bi Sarah meletakkan kotak hitam di meja yang ada di depan

halaman rumah Naufal itu. Lalu Bi Sarah melangkahkan kakinya untuk memanggil Naufal.

Wanita itu mengambil kotak hitam di meja, karena sepertinya

kotak hitam itu tak asing baginya.

“Inikan, kotak yang dulu mau Naufal kasihkan ke aku waktu di

bandara,” gumam dalam hati Wanita itu.

Wanita itu membuka isi kotak hitam itu dan mengetahui semua

foto dan suratnya.

Wanita itu menangis, melihat semua foto dan membaca surat

dari Naufal. Wanita itu tidak menyangka bahwa sahabatnya pernah mencintainya.

Akhirnya Naufal datang dengan Bi Sarah.

Naufal kaget melihat wanita itu.

“Vela,” panggilnya dengan melototkan kedua matanya.

 Vela menangis dan langsung memeluk Naufal. Bi Sarah sangat syok saat itu.

Sedangkan Gia mau berangkat ke kos Susi tapi dia lupa

menaruh kunci mobilnya dimana. Akhirnya Gia mencoba bertanya pada suaminya dan menyusul suaminya ke bawah.

Tepat kaki Gia di atas anak tangga paling terakhir dan

memanggil-manggil nama suaminya,

“Fal, kamu ta….,” kata Gia terhenti karena melihat suaminya

di peluk oleh seorang wanita.

Naufal langsung menjorok tubuh Vela yang memeluknya. Kali

ini hati Gia benar-benar hancur dan sangat kecewa dengan Naufal.

bersambung..,......

jangan lupa vote, comment dan like ya..🙏😁

Tunggu episode selanjutnya, kasih like yang banyak hehehe

Salin link di bawah ini, jika kalian ingin melihat cuplikan untuk episode selanjutnya.

https://drive.google.com/file/d/11450eRA6HCQzycSoVQhsvCRS0iMxcLtB/view?usp\=drivesdk

See you readers..🖤

siap-siap dibuat penasaran😊

1
Akmal Ramadhan
pengen nya enggak tamat thoor terasa ada ganjelan dari masalah dr Naufal yg belum lurus 😁
tapi alhamdulillah dah sampai akhir aja ceritanya semangat sukses terus thor
Asribasir
akhirnya tamat juga
moedah
bagus...
lanjut dog kak .....
Uswatun
tolong segera up...ini sdh sangat lama
Uswatun
lanjut thor
Giyono Yon
pak Kevin mulai bucin nih
Asribasir
thor kapan up lagi
Prapti Muakhiroh
alur critanya tmbh rumiy
Ude Iir
hampir satu tahun hiatus Thor.......
Any Yustiwi
ini ceritanya kog gk ada lanjutannya ya
ngegantung gini
Mmh Zahra
ko...ceritanya jd nyebelin gini sih😢mudah"an akhirnya happy🤲🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Noer Anisa Noerma
lanjuuutttttt
Noer Anisa Noerma
siapa lgi tuh tamu
Noer Anisa Noerma
😭😭😭😭😭😭
Noer Anisa Noerma
gia langsung menangis
Noer Anisa Noerma
jadi sedih'
Noer Anisa Noerma
rupa nya gia cemburu3
Noer Anisa Noerma
pa Naufal nlpn sama siapa ya
Noer Anisa Noerma
jangan banyak pikiran gia
Noer Anisa Noerma
semangat authooorr 💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!