~Quenn Alisya Angelica Alandra~
Ratu Elemen dari di mensi sihir yang harus terjebak dengan tubuh yang lemah seorang gadis kecil dari di mensi bela diri.
Bagaimanakah Alisya Angelica membalaskan dendam pemilik tubuh ini????
Dan melawan menghadapi seorang raja terkuat yang ada di dimenai bela diri yang sangat terobsesi dengannya
"""BAGAIMANA MUNGKIN AKU MEMBUKA HATIKU PADA SESEORANG SEDANGKAN AKUPUN TIDAK TAU APAKAH AKU MEMILIKI HATI ATAU TIDAK"""""
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zyta ztoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Angel Episode 26
Ibu Helga mengangkat pandangannya dan menatap Keisya heran.
"heheheh... maaf bibi... Keisya hanya ingin nanya ramuan obat itu apa fungsinya apa yaa..."tanya Keisya sambil terkekeh dengan tatapan polos di matanya.
Ibu Helga memang mencegah Keisya bersikap formal padanya dan meminta Keisya memanggilnya bibi.
"ramuan obat ini adalah ramuan penghambat racun sekaligus untuk membantu kulit ular merah raksasa memperlambat penyebaran racun akar rumput kegelapan."jawab ibu Helga sambil terseyum pada Keisya.
"Keisya pernah belajar sedikit tentang kedokteran,boleh tidak Keisya lihat ramuan itu bibi...?"tanya Keisya dengan ragu.
"hahaha biarkan gadis kecil ini melihatnya menantu, supaya dia tidak penasaran."sahut kakek Helga sambil tertawa.
Ibu Helga hanya terseyum lalu menyodorkan ramuan itu pada Keisya.
Keisya melihat ramuan di tangannya dan mengerutkan keningnya heran.
"Wah ini memang ramuan penghambat racun, tapi setau Keisya yaa.. bibi ramuan penghambat racun ini bisa mengurangi fungsi dari kulit ular merah raksasa karena itulah setiap kali memakan sup kulit ular merah raksasa sangat dilarang untuk meminum ramuan lainnya."sahut Keisya sambil menatap sup ditangannya dengan aneh.
Semua orang di ruangan itu terpaku karena terkejut atas ucapan polos Keisya.
"mungkin saja kau salah Keisya..."sahut Helga ragu.
"tidak Helga ini adalah pengetahuan umum untuk penggunaan kulit ular merah raksasa hampir semua Dokter mengetahui ini, Keisya saja yang hanya tau sedikit tentang kedokteran tau soal ini apalagi dokter yang tadi dokter yang cukup terkenal di Kerajaan ini masa dia gak tau sih....atau memang dia gak tau...?"sahut Keisya terkejut sambil menatap Helga.
"Keisya rasa dokter itu memang tidak tau karena itulah dia memberikan ramuan itu pada paman..."sahut Keisya sambil menganggukan kepalanya dengan polos tanpa menyadari perubahan hawa di ruangan itu.
Ayah Helga memasang wajah datarnya.Helga,ibu Helga dan nenek Helga memasang wajah marah, sedangkan kakek Helga sudah menggertakkan giginya dengan marah sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.
Semua yang mendengar perkataan keisya akan mengerti apa arti di balik ini semua, jika menurut perkataan keisya seorang dokter baru saja mengetahui tentang ini tidak mungkin seorang dokter terkenal tidak mengetahuinya dokter itu bukanlah tidak tau tapi melakukannya dengan segaja yang itu berarti dia ingin mencegah kulit ular merah raksasa berfungsi dengan baik dengan kata dia ingin kematian ayah Helga bukan kesembuhannya.
"Keisya apakah ayahku benar-benar tidak dapat bertahan lama lagi...?"tanya Helga sambil menatap Keisya dengan berlinang air mata .
Karena dokter tadi adalah seorang penipu, jadi Helga tidak mempercayai perkataannya lagi.Karena Keisya tau kedokteran jadi Helga bertanya padanya.
"menurut dari kondisi paman saat ini memang itu tidak akan dapat bertahan lama...tapi.."sahut Keisya.
"tapi apa Keisya..?"tanya nenek Helga cemas.
"tapi kalau Keisya yang obati pasti sembuh.."sahut Keisya percaya diri.
"apa..!?!?"sahut semua orang di ruangan itu terkejut.
"Iya..dulu di hutan Keisya pernah menolong seseorang yang terkena racun akar rumput kegelapan ya walaupun saat itu Keisya menjadikannya kelinci percobaan tapi orang itu sudah sembuh sekarang..dan sangat sehat mala...."jelas keisya.
"Kau tidak bohongkan gadis kecil..."sahut kakek Helga ragu.
"Keisya sama sekali gak bohong kok.."jawab Keisya yakin.
Sebenarnya Keisya tidak sepenuhnya bohong karena Robbert saat itu memang terkena racun akar rumput kegelapan tapi Keisya menutupi apa yang dia lakukan untuk menyembuhkannya dengan sedikit kalimat lain.
Untuk kelinci percobaan Robbert memang kelinci percobaan Keisya untuk ramuan beracun yang Keisya buat, karena Robbert adalah orang pertama yang meminum ramuan beracun itu.
Sebenarnya orang-orang di kediaman panglima tidak terlalu mempercayai Keisya , tapi karena mereka tidak memiliki cara lain lagi mau tidak mau Keisya sekarang adalah satu-satunya harapan mereka.
Keisya menuliskan beberapa ramuan di kertas setelah itu meminta seorang pelayan membelinya.
Saat pelayan kembali dari membeli ramuan Keisya telah meminta pelayan lainnya untuk menyiapkan kolam pemandian untuk ayah Helga.
Semua ramuan itu Keisya tumbuk lalu di masukkan ke dalam kolam pemandian, Keluarga panglima hanya melihat semua yang di lakukan Keisya dengan heran.
"Karena Kulit Ular Merah Raksasa tidak bisa di makan bersama ramuan lain jadi jika kita ingin memberi ramuan untuk membantu menghilangkan racunya kita harus melakukannya dari luar seperti berendam dengan air ramuan ini..."jelas keisya pada mereka sambil masih memasukan ramuan ke kolam pemandian.
Tanpa orang-orang itu sadari saat Keisya menyentuh air pemandian Keisya mengeluarkan sihir penyembuhannya untuk lebih membantu ramuan yang dia masukan.
Sebenarnya Keisya bisa saja menyalurkan sedikit lebih banyak sihir penyembuhannya ke air kolam dan tanpa tambahan ramuan sihirnya itu pasti bisa menyembuhkan racun itu dalam sekejap tapi itu terlalu ajaib di dunia ini dan orang-orang dari kediaman panglima ini pasti akan curiga padanya.
Jadi untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan Keisya memutuskan untuk menyembuhkan ayah Helga dengan perlahan.
"paman bisa berendam di kolam ini selama 5 jam dan ingat paman apapun yang terjadi jangan keluar dari kolam"sahut Keisya sambil menatap ayah Helga.
"baiklah..."jawab ayah Helga.
Sebenarnya ayah Helga cukup terkejut dengan perkataan keisya.
Setelah itu semua orang keluar dari ruang pemandian meninggalkan ayah Helga berendam di kolam sendirian.
Awalnya saat memasuki kolam ayah Helga tidak merasakan ada yang aneh tapi beberapa menit kemuadian seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa sangat sakit seolah-olah ada banyak pedang yang menyayat tubuhnya.
Karena Keisya melarangnya keluar sebelum 5 jam dengan tekadnya ayah Helga terus bertahan.
5 jam telah berlalu, orang-orang menunggu di luar dengan cemas.
"ini sudah 5 jam apa sekarang kita sudah bisa menemui ayahku...?"tanya Helga pada Keisya.
"tentu saja.."Jawab Keisya.
Helga dan Keluarganya langsung berlari memasuki pemandian,saat itulah mereka terpaku dengan kaget melihat pemandangan di dalam.
Ayah Helga berdiri di samping kolam dengan tatapan bahagia saat melihat mereka.
Kulit ayah Helga yang tadinya menghitam telah kembali ke warna kulit asli sebelum terkena racun yaitu kecoklatan,ayah Helga adalah seorang panglima yang selalu menghabiskan harinya di bawah sinar matahari karena itulah kulitnya kecoklatan.
"suamiku ..."sahut ibu Helga sambil menghampiri suaminya dengan berlinang air mata.
Ayah Helga hanya terseyum sambil istrinya dengan bahagia.
Ibu Helga langsung memeluk suaminya dengan bahagia,Helga juga menghampiri orang tuanya dan ikut serta dalam pelukan mereka.
Sedangkan nenek Helga menangis dengan haru di pelukan suaminya.
8 tahun ayah Helga tidak bisa berdiri jangankan berdiri dia bahkan tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya tapi sekarang dia berdiri dengan gagahnya walaupun dengan sedikit pucat tapi itu sudah membuat mereka sangat bahagia di tambah lagi tubuhnya sekarang tidak lagi menghitam.
Setelah berpelukan haru akhirnya mereka melepaskan pelukan mereka sambil menatap Keisya.
Ayah Helga berjalan menghampiri Keisya,saat beberapa langkah di depan Keisya dia menjatuhkan lututnya dan berlutut di hadapan Keisya.
"terimah kasih gadis kecil kau telah memberikan harapan untukku untuk sembuh aku Marex Sandrich bersumpah aku akan melindungimu dengan hidupku ini..."sahut Marex yang tidak lain adalah ayah Helga dengan berlinang air mata sambil menatap Keisya dengan penuh tekad.
Keisya menjatuhkan lututnya dan berlutut di hadapan tuan Marex.
"apa yang paman lakukan Keisya tidak bisa menerima pengabdian yang seperti itu, Keisya menolong paman karena paman adalah ayah dari teman Keisya.Helga adalah teman pertama Keisya miliki di dunia ini jadi sudah sepantasnya Keisya membantuhnya lagi pula racun di dalam tubuh paman belum sembuh sepenuhnya jadi tidak seharusnya paman melakukan ini."sahut Keisya sambil berlinang air mata.
"racun itu memanglah belum sepenuhnya sembuh tapi aku dapat merasakan kalau itu sudah jauh berkurang dan sekarang aku telah dapat menggunakan lagi anggota tubuhku yang dulu tidak dapat digerakkan sama sekali bagiku yang telah kehilangan harapan dan telah lama putus asa itu sudah lebih dari cukup bagiku untuk memberikan seluruh pengabdianku padamu."jawab Marex tegas.
"tapi paman Keisya tidak bisa menerima itu,saat Keisya membantu paman Keisya tidak pernah mengharapkan imbalan apapun untuk itu, Keisya membantu karena Keisya tidak ingin Helga kehilangan salah satu orang tuanya karena Keisya tau bagaimana rasanya hidup tanpa kasih sayang dari orang tau..."sahut Keisya,saat mengatakan kalimat terakhir Keisya terseyum dengan pilu.
untuk saat ini Author belum tentu update nya mungkin selang-seling yaaa.....intinya semangat untuk yg membaca...🥰
...~selamat membaca~...