Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 26
Maria yang semalaman tidak bisa tidur karena merasa kesal memikirkan sikap Faizan, baru bisa memejamkan matanya setelah Pukul 3 Dini hari. Hal itu membuat Maria terlambat bangun dari tidurnya.
"Ya Ampun, Aku kesiangan!!" Ucap Maria saat melihat jam dinding di kamarnya
Maria dengan cepat bangkit berlari masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menyelesaikan ritual Mandinya. Maria mulai bersiap untuk berangkat kek Butik.
"Astaga!! Saking kesalnya kenapa aku bisa melihat dia dimana mana?" Gumam Maria menggelengkan kepalanya saat melihat sosok Pria yang semalaman membuatnya tidak bisa tidur sedang berkutat di dapur miliknya.
"Kamu sudah bangun? Kemarilah aku sudah menyiapkan sarapan untukmu!" Ucap Faizan menyadarkan Maria jika keberadaan Faizan benar benar nyata
"Kenapa anda bisa masuk kemari?" Tanya Maria kesal berkacak pinggang, dengan mata melotot menatap Faizan yang tersenyum manis padanya
"Kenapa aku tidak bisa? Ini Apartement Kekasihku, jelas Aku bisa kapan saja datang." Jawab Faizan santai membuat Maria semakin merasa kesal
"Tuan Faizan Rajesh yang terhormat. Tolong jaga sopan santun anda, Saya rasa anda sangat tahu jika masuk ketempat orang tanpa Izin dari pemiliknya itu perbuatan yang salah dan saya bisa melaporkan atas sikap lancang anda ini."
"Gedung ini milikku, dan kamu kekasihku." Jadi dimana letak kesalahannya?" Jawab Faizan melangkah menghampiri Maria, lalu menarik pelan tangan Maria kemudian mendudukan maria dikursi yang sudah disiapkannya untuk Maria.
"Habiskan Sarapanmu setelah itu Aku akan membiarkanmu pergi bekerja dengan tenang." Ucap Faizan tanpa perduli kekesalan yang sudah memenuhi Maria saat ini
"Makanlah jika kamu tidak mau aku menyuapi mu dengan caraku sendiri." Ucap Faizan lagi saat Maria tak sedikitpun menyentuh makanannya
Mendengar ancaman Faizan, Maria dengan cepat melahap makanannya meski dalam keadaan kesal.
"Makanlah yang benar, Aku tidak akan merebutnya." Faizan mengelap sudut bibir Maria membuat Maria tersedak makanannya
"Uhukk... uhukk..."
Glek... glek.. glek...
Dengan cepat Maria meneguk habis air dalam gelas yang disodorkan Faizan untuknya.
"Saya sudah selesai. Setelah saya pergi tolong anda juga segera pergi dari sini. Dan satu lagi saya mohon jangan pernah masuk kesini tanpa izin dari saya." Ucap Maria bangkit dan berlalu. Namun baru saja beberapa langkah, Maria kembali menghentikan langkahnya saat Mendengar Ucapan Faizan.
"Aku Akan keluar kota selama beberapa hari, Jaga dirimu baik baik."
"Menetap saja sekalian disana!" Jawab Maria kencang lalu keluar dari Apartementnya
.
.
.
Ditempat lainnya, Dinda juga baru terbangun dari tidurnya namun dalam keadaan kepalanya yang terasa Pusing. Meski masih merasa pusing, Dinda perlahan bangkit dan melangkah keluar dari sana.
"Mama sudah pulang?" Tanya Dinda terkejut saat Lusi sudah berada tepat didepan Pintu kamar tamu
Lusi menarik Paksa tangan Dinda membawanya keruang keluarga, dan Dinda hanya diam pasrah mengikuti langkah Lusi.
"Kenapa kamu bisa pulang dalam keadaan Mabuk? Apa kamu sering berkeliaran diluar sana saat malam hari?" Tanya Lusi langsung meluapkan kekesalannya
"Tidak Ma, Aku.. aku melakukan ini semua juga karena Reyhan." Jawab Dinda gugup
"Jangan membawa bawa Reyhan dalam hal ini!"
"Bagaimana bisa mama mengatakan untuk tidak membawa Reyhan, Semua ini karena Reyhan Ma. Semua Karena Reyhan selalu mengabaikan ku...!!" Ucap Dinda Mulai menangis membuat amarah Lusi seketika mereda
"Apa yang terjadi?"
"Reyhan selalu mengabaikan ku Ma, Dia sama sekali tidak menganggapku sebagai istrinya. Dia benar benar mengacuhkan ku. Aku sakit ma, Aku sakit dengan sikap Reyhan padaku." Ucap Dinda disela isak tangisnya
Ya Tuhan. Aku fikir semua akan baik baik saja! Kenapa jadi seperti ini? Batin Lusi merasa bersalah
"Maafkan Mama Dinda."
"Mama tidak bersalah, yang bersalah disini aku. Kenapa aku mau menikah dengan Pria yang jelas tidak mencintaiku!"
"Tidak, Kamu tidak bersalah. Mama yang bersalah karena sudah memaksakan kehendak mama sehingga kalian berdua tersakiti seperti ini. Mama yang salah...!" Ucap Lusi mulai menangis menepuk nepuk dadanya
"Ma, Mama tidak bersalah. Mama hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk Reyhan." Jawab Dinda menghentikan tangisnya dan coba menenangkan Lusi
"Mama sadar disini mama yang seutuhnya bersalah. Tapi semua sudah terjadi, kita tidak dapat mengubahnya. Kita hanya bisa berusaha melakukan yang terbaik agar tidak kembali membuat kesalahan, Mama mohon kamu harus tetap bertahan ya Dinda, Berusahalah untuk Mama.
Bertahanlah bersama Reyhan, Pertahankan rumah tangga kalian agar mama tidak semakin merasa gagal menjadi seorang Ibu."
"Tapi mah??"
"Mama mohon, Reyhan hanya perlu waktu untuk melupakan Maria. 5 Tahun bukanlah waktu yang sebentar, Reyhan Butuh waktu untuk melupakan kenangan 5 Tahun bersama Maria. Mama Mohon...!!" Pinta Lusi menatap penuh harap pada Dinda
"Mah, Aku tidak tahu apa aku benar mencintai Reyhan atau hanya Obsesi ku semata. Sedari awal melihatnya aku begitu menyukainya. Mungkin aku tersakiti dengan sikap Reyhan, tapi aku tidak pernah menyesal menikah dengan nya. Ini semua pilihanku dan aku tidak akan menyesalinya.
Aku tahu Maria wanita yang baik, Tapi jujur aku membencinya Ma. Aku benci saat Reyhan selalu mengatakan tentang dirinya. Aku benci Karena Reyhan sangat mencintai Maria." Jawab Dinda jujur dengan perasaannya
"Jangan libatkan Maria. Maria adalah wanita yang baik. Tidak sepantasnya kamu membenci dia. Jika dia mau! Dia bisa saja merebut Reyhan darimu, tapi dia tidak melakukan hal itu. Karena apa? Karena penilaian mama tidak pernah salah! Maria wanita yang baik, Begitupun kamu. Mama juga yakin kamu wanita yang baik."
"Baiklah Mah, Aku akan mencoba bertahan dan merebut hati Reyhan. Tapi jika tiba saatnya aku lelah, Dan perjuanganku tidak membuahkan hasil. Tolong jangan lagi memintaku untuk bertahan." Ucap Dinda mantap dengan keputusannya
"Terimakasih sayang, Terimakasih. Mama pasti akan selalu mendukungmu." Jawab Lusi memeluk Hangat Dinda
Mama tahu mama sudah melakukan hal yang salah Rey. Mama menyesal. Tapi semua yang sudah terjadi tidak bisa diubah. Mama akan berusaha memperbaiki semua ini Rey. Meskipun Akan sulit mama akan berusaha membuatmu menerima Dinda karena saat ini Dindalah wanita yang lebih berhak mendapatkan Cintamu. Batin Lusi
.
.
.
Sejauh ini bagaimana menurut kalian alur ceritanya?
Maaf ya jika tidak sesuai dengan yang kalian inginkan, Maaf juga jika masih banyak kesalahan dalam penulisan.
Mohon dukungannya selalu untuk Author🙏🙏🥰🥰