Alesya Ramania Syahreza, anak seorang pengusaha kaya yang cukup terkenal di kotanya.
Dia merupakan gadis yang sangat centil dan cerewet, tapi ia juga menjadi idola di kampus karena kecantikannya.
Alesya sangat sulit dia atur, bahkan dia sering melakukan hal hal yang seharusnya tidak ia lakukan.
Sampai pada akhirnya papahnya mencarikan supir untuk mengawasinya, awalnya Alesya tidak mau karena ia merasa tidak bebas kalau memiliki seorang supir.
Tapi setelah melihat supir yang begitu tampan ia pun langsung mau, dan pada akhirnya mereka jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau harus sadar diri Sean
Sesampainya di kampus, Sean langsung memarkirkan mobilnya. Mereka pun segera turun, Sean membantu membawa barang barang Alesya.
"Huhhh ribet sekali sih wanita ini." Gerutu Sean dalam hatinya, sambil membawakan barang barang milik Alesya.
Semua mahasiswa yang akan mengikuti camping, sudah berkumpul di halaman kampus. Bus bus pariwisata pun sudah terparkir dengan rapi di halaman kampus.
Alesya dan Sean ikut berkumpul di situ. Seketika semua pandangan orang pun tertuju pada Alesya dan Sean, yang begitu terlihat romantis.
"Wahhh pacarnya Alesya perhatian banget ya, sampai dia ikut camping cuman buat jagain Alesya." Bisik salah satu mahasiswa pada temannya.
Setelah mendengarkan arahan dari pemandu camping, mereka pun satu persatu memasuki bus, dan duduk berpasang pasangan di kursi bus.
Alesya dan Sean duduk berdampingan, Clarista dan Cindy duduk di kursi depan Alesya. Sementara itu di kursi samping kanan ada Elvan dan salah satu temannya, yang duduk di situ.
Perjalanan pun di mulai. Alesya duduk di samping jendela, sambil menikmati pemandangan yang di laluinya. Sesekali ia melirik ke arah Elvan dengan sinis.
"Kau ini kenapa, apa kau masih mencintainya?" Bisik Sean di telinga Alesya.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka kalau dia bisa dekat dengan adikmu." Alesya juga berbisik di telinga Sean.
Sudah setengah jam perjalanan. Alesya sudah terlihat lemas dan wajahnya yang pucat. Karena ia tidak biasa menaiki bus seperti ini.
Sean yang melihat Alesya begitu pucat, ia pun merasa khawatir. Sean mengelus pundak Alesya dengan lembut. "Apa kau pusing?"
Alesya mengangguk pelan, ia terus memegangi kepalanya. "Iya honey."
Sean segera mengambil minyak angin yang berada di tas kecilnya, ia mengusapkan minyak angin itu ke pelipis Alesya, sambil memijitnya dengan pelan. Setelah selesai memijit, Sean memberikan botol minyak angin itu ke Alesya. "Ini, kau usap di perutmu."
Alesya mendongakan kepalanya, menatap Sean dengan muka manjanya. "Kau tidak mau mengusapkannya honey?"
Sean mengernyitkan keningnya. "Kau sudah gila, mana mungkin aku yang mengusapkannya."
"Hehhehe, aku bercanda honey, jangan marah marah." Alesya mengambil botol minyak angin yang ada di tangan Sean, ia mulai mengusapkannya ke perut. Setelah Selesai ia mengembalikan minyak angin itu pada Sean.
Sean meraihnya, dan memasukannya kembali kedalam tas. Kemudian ia meraih kepala Alesya dan menyandarkannya di pundak, sambil mengelusnya. "Tidurlah, perjalanan kita masih jauh."
Alesya pun mulai memejamkan matanya.
Sean terus mengelus kepala Alesya dengan tangan kirinya. "Jangan sampai kau jatuh cinta Sean, kau tidak pantas untuknya. Kau harus sadar diri." Gumamnya dalam hati sambil memijit keningnya dengan tangan kanannya.
Tapi apalah daya benih benih cinta mulai tumbuh di antara mereka berdua😂.
.
.
Setelah kurang lebih 2 jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Mereka sampai di sebuah desa yang begitu asri dan sejuk, pemandangannya begitu menyatu dengan alam.
Bus di parkiran di lapangan desa tersebut, karena tempat campingnya memasuki hutan. Para mahasiswa berjalan kaki memasuki hutan yang akan di jadikan tempat camping mereka.
"Honey, tolong bawakan tas ku, ini berat honey." Rengek Alesya pada Sean yang berjalan di sampingnya.
Sean melirik Alesya dengan sinis. "Salah kau sendiri kenapa bawa barang sebanyak itu, coba lihat teman temanmu hanya membawa satu tas saja, aku juga hanya membawa satu tas." Sambil melirik tas ransel yang di gendongnya.
Alesya menghentikan langkahnya, ia mengrecutkan bibirnya. "Ahhh honey, kau tidak kasihan denganku."
Sean menghela nafasnya. "Iya iya sini." Sean mengambil tas yang ada di punggung Alesya. Ia pun membantu untuk membawakannya.
aku nyicil baca dan like y thor, aku simpan jd favorite
salam dari aku dan mntan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
bisa aja cri visualnya
7clike buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..