Sequel Novel Menikah dengan sepupu kekasihku
SEASON 1
Rain bartender cantik, yang awalnya menjadi pasangan pura-pura hanya karena kasian dengan Radit karena ditinggal mantannya menikah dengan sepupunya kini terjerat dalam hubungan yang lebih dalam.
Mungkinkah mereka akan bersatu, Radit yang selalu menyangkal perasaannya dan Rain yang mencintai dalam diam.
SEASON 2
Ayah bilang, "Jangan menggantungkan cinta dan hatimu hanya untuknya, cintai dirimu sendiri."
Maura, gadis cantik yang menjelma menjadi gadis cupu berkaca mata kuda, memiliki kekasih bernama Reynan. Namun, seketika hatinya merasakan kecewa luar biasa, ketika cinta yang tlah ia rajut, tak berakhir sesuai ekspetasi.
Zain, si penyelamat hati, Jodoh sejak lahir kata sang ayah.
Akankah Maura memilih bertahan dengan Reynan, ataukah Tuhan mengizinkan cinta Zain bersemayam? Kuy baca🍉🍉
Happy readingg yeahhh!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan sekedar pelarian
Pernahkah kamu jatuh cinta dengan seseorang karena sama-sama memiliki nasib percintaan yang sama yaitu kandas, tapi justru cintamu dinilai menjadi sebuah pelarian, hanya karena waktu yang terlalu cepat untuk jatuh cinta.
Padahal definisi cinta itu bukan seberapa *lama.
Rain anastasya🕊*
"Keselkan? capek? sedari pagi enggak ada kabar, kemana? apa sebegitu sibuknya, sampai enggak ngabarin aku?" omel Rain di depan kaca.
Padahal tadi pagi, ia sudah menelpon Radit. Apa sekarang ia seposesif itu?
Radit memang menelponnya tadi pagi, namun laki-laki itu tak memberi tahu Rain jika Kenia melahirkan dan ia tak sempat memberi kabar lagi.
"Sibuk ngapain sih mas, biasanya sempet kok? apa jangan-jangan bener kata Vio, kamu cuma jadiin aku pelarian." Rain menepuk jidat kalau pikiran buruk merasuki otaknya.
Mendadak ia lapar, padahal jam masih menunjukan pukul lima sore, "Pengen pecel." gumam Rain pelan dengan tangan memegangi perut, ia mengambil sweater dan tas berisi dompet dan ponsel lalu keluar apartemen.
Mencari, barangkali ada warung pecel di dekat apartemennya, nyatanya emang enggak ada.
Satu-satunya warung yang Rain tau hanya punya ibunya Angga.
Berdamailah dengan masalalu, dan kamu akan tenang!
Kata-kata itu terus terngiang, ia juga bimbang harus memesan via online atau datang langsung.
Dua-duanya sama, akan mempertemukannya dengan Angga.
Dan pada akhirnya perutnya yang memutuskan, ia memilih menunggu di kursi taman samping apartemen, menunggu pesanan pecelnya sampai.
**
Angga memarkirkan motornya, pandangannya menelisik. Sejurus kemudian ia berhasil menemukan sosok Rain.
Angga mengulas senyum sembari menyodorkan kresek berisi nasi pecel.
"Ini..."
"Makasih, Ngga! maaf merepotkanmu." Rain meraih dompet dan memberikan uang sesuai harga pecel itu, namun Angga menolak.
"Enggak usah Rain, itu khusus buat kamu."
"Ngga..."
"Rain, kali ini aja."
"Tapi aku beli, bukan minta Ngga."
"Iya, aku tau Rain. Besok-besok kalo mau beli aku terima uangnya." kekeuh Angga.
"Boleh aku duduk?" tanyanya lalu dibalas anggukan oleh Rain.
Hati Angga masih sama, berdebar untuknya.
Namun ia tahu, Rain bukan lagi untuknya.
Ia milik Radit.
"Makannya pelan-pelan jangan belepotan." Angga mengusap pelan sudut bibir Rain, pandangannya sama sekali tak beralih.
Rain gugup, ia menepis tangan itu lalu memalingkan wajah.
"Maaf Ngga, aku punya mas Radit."
"Aku tahu, sangat tahu. Kamu mencintainya, tapi Rain--"
"Ngga, plis! kita cuma masalalu, nggak lebih."
Angga kembali sendu, jujur hingga saat ini ia masih belum bisa melupakan Rain, juga mencari sosok penggantinya.
Baginya Rain tetaplah bintang, meski jauh di atas sana.
"Rain bisakah memberiku kesempatan, sekali saja?" tanya Angga, padahal perpisahan mereka murni kesalahan Rain, tapi kenapa Angga yang meminta kesempatan?
Sangat aneh!
"Ngga, plis! aku punya mas Radit." pekik Rain, ia sudah tak berselera makan.
"Rain, mas Radit cuma jadiin kamu pelarian. Aku tahu dia sangat mencintai mba Kenia!" tegas Angga, entah setan apa yang merasukinya hingga ia berusaha membuat Rain ragu.
Mungkinkah? mungkinkah jika Radit hanya menjadikannya pelarian? namun Rain itu kuat, ia memiliki keyakinan tinggi.
Ia berdiri, tersenyum miring.
"Angga, aku tahu aku salah! aku mengingkari janjiku untuk selalu sama-sama kamu. Aku bukan wanita baik, tapi apa kamu tau? aku sudah sangat mencintai mas Radit."
Rain menjeda ucapannya, nafasnya tersengal.
"Angga, jika memang mas Radit hanya menjadikanku oelarian, aku dan dia tak akan berjalan sejauh ini? waktu yang aku lalui sama dia bukan hanya dari kemarin, tapi dari sejak hatinya patah." ucap Rain penuh tekanan, lalu pergi meninggalkan Angga.
Angga mematung sesaat, kemudian berusaha mengejar Rain dan berhasil mencekal tangannya.
"Apa lagi." gadis itu sudah terisak, air matanya luruh.
Angga merengkuh Rain dalam peluknya, " Maaf."
"Simpan maaf mu, kita sudah tak ada urusan lagi, pergilah!" Rain berlari dan segera masuk ke dalam lift.
Arghhhhhh! teriak Angga frustasi, ia memilih pulang.
Rain masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri, menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal lalu terisak.
***
Malam yang dingin, ia kembali bekerja.
Namun Rain lesu, matanya bengkak karena menangis.
Namun Rain tetaplah Rain, ia pintar menutupinya terlebih di depan orang-orang tersayangnya.
"Rain." lirih Neta, suaranya bahkan kalah dengan dentuman musik yang Dj.
"Hmm," Rain hanya berdehem.
"Rain, maaf."
Sejurus kemudian Rain mendongkak, melihat Neta mendekatinya dengan wajah menunduk.
" Untuk?" tanya Rain, ia masih belum percaya sosok Neta mau meminta maaf padanya.
"Semuanya, maafkan aku!" pekik Neta.
NOVEL KARYA MIMAH ASYIK DN ENAK, SYANG DI NOVEL INI MAUPN SBELUM NYA TRLALU MNDEWAKN MINUMAN ALKOHOL (WINE), PADAHAL TOKOH2NYA MUSLIM, YG MNA MINUMA KHMER/ALKOHOL ITU DIHARAMKN DLM ISLAM, TTPI MUDHNYA MRK MMINUMNYA, MSKIPUN INI HNY DUNIA HALU, YAA PLING TIDAK, TUNJUKKN SISI MUSLIM MRK...🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
TPI BAGUSLH, KRN MAURA MMG JODOHNYA ZAIN...