ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.
namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊
warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Claudia Pulang
Adis terbangun dengan badan dan tubuh yang lelah. Semalaman ia tak bisa tidur memikirkan bunda dan kedua adiknya. Adis terduduk dengan wajah yang lesu menahan kantuk.
“Adis, nak..” panggil mommy dari suka. Adis bangkit denga langkah gontai membuka pintu.
“good morning mom..” sapa Adis nyengir kuda.
Mommy langsung kaget seketika karena wajah menantunya yang mirip seperti panda.
“Astaga Adis,” pekik mommy kaget, “kenapa dengan wajah mu sayang?” mengapa matamu menghitam?” pekik mommy memegang wajah Adis yang nampak terlihat pucat tak seperti biasanya.
“Hehe, biasa mom begadang.. Aku gak bisa tidur tadi malam.” Ucap Adis seketika lesu.
“Yasudh, sekarang kami mandi, setelah itu kita pergi ke salon perawatan.” Ujar mommy pada menantunya.
Seketika mata Adis terang benderang. Yah biasalah, orang miskin sepertinya mana sempat kesalon. Apalagi kebutuhannya sangat banyak.
“Iya mom, aku mandi.” Ucap Adis masuk kedalam kamarnya, ia segera mandi dan memakai baju yang santai.
Adis dari tadi tak melihat Arvin, sejak semalam pria itu kelihatan aneh. Sepertinya pria itu sedang menghindari nya.
“boasalah, orang kaya, mood nya suka berubah-ubah.” Batin Adis.
Adis turun kebawah menemui mommy, sepertinya dia ingin membatalkan kesalon dengan mertua nya itu. Ia sudah sangat rindu dengan bundanya.
“Haii! kamu sudah siap? Ayo kita makan dulu setelah itu baru kita berangkat.” Ucap mommy menyiapkan makanan untuk Adis.
Ibu mertua Adis ini memang berbeda dengan ibu mertua orang lain. Mommy memperlakukan Adis sama seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan mungkin lebih.
“Mom..” panggil Adis segan pada mertuanya. Ia tak sampai hati melihat mommy yang sudah siap dengan tas dan baju rapinya.
“Kenapa? Kamu butuh sesuatu? Uang jajan kamu habis?” tanya mommy beruntun.
“ah senangnya punya mertua seperti mommy..” batin Adis tersenyum.
“bukan mom, Adis rindu sama bunda.” Lirih Adis menghela nafas nya.
“apa kita tunda saja rencana kita hari ini? Kita kerumah bunda kamu saja.”
“Memang boleh?” tanya Adis polos.
“Memang siapa yang melarang? Mbak Ingan kan bunda kamu.” Ujar mommy.
Padahal tadi Adis merasa tak enak pada mertuanya, “bukan begitu mom, adis Cuma gak enak sama mommy.”
“Yasudah, sekarang kita makan dulu. Setelah itu kita berangkat oke.”
“Oke mom.”
Setelah beberapa menit berlangsung Adis dan mertua nya sampai di durmah kediaman bundanya Adis.
“Adis rindu sekali sama bunda.” Lirih Adis memeluk tubuh bunda dengan sangat erat.
Bunda tersenyum mengelus rambut putrinya dengan sayang. Sepanjang hari bunda merasakan hal yang sama dengan Adis yang merindukan satu sama lain. Ia khawatir Adis tak bisa beradaptasi dengan kehidupan barunya.
“Sudah besar tidak boleh menangis, malu sama ibu mertua mu.”
Mommy hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
“tidak apa mbak, mungkin dia sudah sangat rindu.” Ucap mommy memaklumi.
Mommy melihat kesekaliling rumah tempat tinggal bunda intan, sempit dan pengap.
“Mbak, sebaiknya mbak tinggal sama kita aja ya! Aku khawatir mbak Intan tinggal sendiri disini.”
Adis menatap ibunya penuh harap, setidaknya ia tidak akan mati ketakutan memikirkan bunda yang tinggal seorang diri dirumah. Apalagi dua adiknya sering sekali pulang telat karena urusan sekolah mereka.
“Tidak Nit, mbak betah disini! Mbak gak bisa tinggalkan mbok sum yang sudah tua. Cucunya jarang pulang, kasian.”
Tolak bunda tak mau merepotkan, menantunya saja harus repot-repot memberikannya uang yang banyak setiap bulan.
Setelah makan siang Adis dan mommy berangkat menjemput Claudia dibandara. Adis memeluk bunda lagi dengan erat, “bunda Jaga diri baik-baik, kalau ada sesuatu tolong beritahu Adis ya Bun.” Adis mencium pipi bundanya lalu pergi.
***
Claudia berlari memeluk tubuh mommy dengan manja. Sudah hampir dua bulan ia meninggalkan keluarganya. Ia merasa sangat rindu pada ketiga orang yang sangat ia cintai.
“kamu baik-baik saja nak? Apa semua urusan mu sudah selesai?” tanya mommy mengusap wajah putrinya.
“Aku baik-baik saja mom!” lirih Claudia pada ibunya, ia menatap gadis yang berdiri di samping tubuh ibunya.”siapa dia mom? Aku baru pertama kali melihat nya.” Tunjuk Claudia pada Adis.
“Oh iya mommy lupa, kenalin nak dia kakak iparnu, Namanya Adis.”
Claudia menjabat tangan Adis dengan senyuman, ia tak menyangka kakaknya yang dinding menyukainya gadis yang masih sangat muda dan sepertinya tidak seksi sama sekali.
“Hallo, aku Claudia..” Sapanya ramah, ia senang karena sekarang mempunyai teman dirumah besarnya.
“em Hay, aku Adis! Senang bertemu dengan mu adik ipar.”
Adis dan Claudia tersenyum hangat, Claudia pun menerima Adis dengan baik didalam keluarga nya.
“Sekarang kita pulang, Daddy dan kakakmu menunggu di mansion.
Selama diperjalanan Adis dan Claudia banyak bertukar cerita, Adis menceritakan bagaimana dulu ia bisa sekolah dan kuliah, sampai bekerja diperusahaan besar milik keluarga mereka. Claudia sampai berdecak kagum dengan perjuangan Adis, seorang gadis muda yang tangguh dan berani.
“Lalu, bagaimana kakak bisa bertemu dengan kak Arvin? Bukankah dia pria dingin yang minim ekspresi? Apa kakakku memaksa kakak ipar untuk menikah dengan nya?”
Adis dan mommy sontak terkejut dengan pertanyaan Claudia, ya walaupun pertanyaan Claudia benar adanya. Mereka menikah karena kontrak dan hutang.
Mommy menyentil kening anak gemas, bisa-bisanya Claudia bertanya seperti itu, “kau ini bagaimana? Tentu saja mereka menikah karena cinta!” ujar mommy yang yakin sekali jika mereka menikah memang karena cinta. Apalagi saat ia melihat foto Adis dan Arvin dulu, ia yakin sekali kalau Arvin dan Adis adalah sepasang kekasih.
Adis hanya tersenyum menanggapi jawaban mommy dan membenarkannya. “Benar, kami saling cinta.” Bohong Adis.
Sesampainya di mansion, Claudia berlari memeluk Daddy nya dengan erat, biasalah drama orang kaya gumam Adis dalam hati. Ia hanya memperhatikan interaksi ayah dan anak itu, ia kagum dengan ayah mertuanya yang terlihat gagah dan sangkar, namun aslinya ia sangat penyayang.
Adis bergeser melihat Arvin, pria yang sudah menikahi nya sebulan yang lalu. Pria itu masih tetap sama, diam dan berwajah datar. Pria itu sama sekali tidak melihat Adis yang ada disana, seperti ada sesuatu yang berbeda.
“Kakak, kau jahat sekali! Menikah tanpa kehadiran adik tercinta mu ini.” Kesal Claudia memeluk kakaknya. Inilah kebiasaan Claudia, pergi tidak terlalu lama, tapi bersikap seolah-olah sudah pergi bertahun-tahun yang lalu.
“kau jangan berlebihan, aku sudah memberi tahu tapi kau saja yang tidak mau pulang.” Jawab Arvin sekenanya.
“Ish kau ini selalu saja, aku kan masih sibuk kak! Kenapa tidak tunggu sampai aku selesai!” rengek Claudia memukul lengan kakaknya.
“sudahlah, semuanya sudah terjadi. Aku sudah menikah dan kau masih tetap jomblo.”
Sontak saja Claudia memukul lengan kakaknya lebih keras. Pria itu selalu saja mengatainya jomblo, padahal dirinya sendiri bisa dikatakan jomblo akut.
“Sudahlah, Sekarang kita masuk kita bicara didalam saja.”
*****
jangan lupa tinggalkan komentarnya ya kak..! biar aku makin semangat lanjutin ceritanya..!! 😍😍😘
seruh deh