Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Rania Subagiyo, yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya demi biaya pengobatan ibunya
Sang pria yang bernama Galang Baskoro menikah untuk mendapatkan harta warisan, sedangkan sang pria sudah memiliki kekasih. Tetapi karena sebuah alasan dia tak bisa kembali pada saat itu
Hanya tiga bulan Rania terus meyakinkan dirinya bahwa dia harus bertahan dengan semua perlakuan kasar di rumah tersebut
Tanpa Galang sadari hatinya telah tercuri oleh Rania, sedangkan Rania benar-benar telah memberikan seluruh hatinya kepada Galang
Sang ibu yang menjadi penguat hati Rania meninggal dunia, dan kekasih Galang kembali dengan berbagai tipu muslihat, membuat Galang melakukan hal yang sangat menyakitkan bagi Rania
Sedangkan ada seorang pria lain di luar sana yang bersedia memberikan sebuah cinta yang tulus kepada dirinya
Dan semua kisah belum berakhir masih ada kejadian yang terus menimpa dalam hidupnya..
Apakah cinta bisa mengalahkan rasa benci ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triana mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianatan Adrian
Hari demi hari terus berlalu dan Adrian semakin menjauh dari Rania, bahkan kini Adrian hampir setiap malam menghabiskan waktunya di ruang kerjanya dan sesekali tidur di ruang kerjanya
Pagi itu Adrian sudah bersiap untuk pergi ke kantor jauh lebih pagi dari yang biasa, bahkan dia tak menunggu hingga Rania beranjak dari tidurnya
Tanpa sarapan bersama Adrian langsung melangkahkan kakinya keluar dari kediamannya, Rania yang baru saja terjaga dari tidurnya melihat sekeliling kamar dan tak dapat menemukan di mana Adrian berada
Seribu pertanyaan mulai muncul di dalam benak Rania atas perubahan sikap Adrian yang nampak dengan jelas, Rania bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Dia harus mencari kepastian pada hari itu juga
Sesampainya di kantor Adrian seperti biasa Rania akan langsung menuju ke ruangan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya, dan yang sedikit mengejutkan adalah Adrian tidak berada di tempat. Sekretaris Adrian mengatakan bila Adrian belum tiba di kantor
Rania kembali melangkahkan kakinya keluar dari kantor Adrian untuk kembali ke kediamannya, dia akan menunggu kehadiran Adrian pulang dari kantor untuk memperjelas semuanya
Rania menatap kosong ke arah luar kaca mobil selama perjalanan kembali ke kediamannya, hingga tiba-tiba dia menepuk pundak sang supir untuk menghentikan laju mobilnya
" Stop pak..!! "
" Apa ini alasannya kamu berubah kak ? "
Rania dapat melihat dengan jelas bila Adrian sedang di dalam pelukan seorang wanita, wanita yang sangat cantik menurut Rania. Sedangkan sang supir hanya bisa terdiam melihat Rania meneteskan air matanya
" Jalan pak " lirih
" Baik nyonya "
Sang supir kembali melajukan mobilnya ke arah kediaman Rania
" Aku tau kak, aku memang udah ga pantas untuk kakak, apa ini alasannya kakak berubah ? "
" Aku memang belum mencintai kakak sepenuhnya, tetap aja sakit kak. Benar-benar sakit rasanya di khianati "
Ternyata ketika mobil tersebut mengarah kembali ke kediamannya, tepat di depan sebuah cafe Rania melihat seorang wanita sedang memeluk tubuh suaminya dan menangis, dan yang lebih mengenaskan Rania melihat bila suaminya membalas pelukan tersebut
Sepanjang perjalanan sesekali Rania tetap meneteskan air matanya, Rania sangat sadar bila hatinya mungkin belum bisa mencintai Adrian sepenuhnya. Tetapi kehangatan dari seorang Adrian selalu menutupi rasa sakit di dalam hatinya
Begitu tiba di kediamannya Rania langsung menuju ke kamarnya, Rania mulai merapikan barang-barang miliknya. Dia sudah bertekad untuk meminta penjelasan pada hari itu juga, bila nanti Adrian mengakui maka dia akan memutuskan segala hubungan dengan Adrian
Karena sampai detik ini Adrian masih belum menyentuh tubuh Rania sama sekali, Adrian berharap agar Rania melahirkan anaknya terlebih dahulu, dan mereka akan melakukan ijab qobul kembali
Selesai merapikan segala barang miliknya Rania langsung mencoba menghubungi Adrian, dia harus memperjelas semuanya pada saat itu juga. Mungkin karena pengaruh hormon dia menjadi sedikit tidak sabar
Tut.. Tut.. Tut..
Panggilan pertama sempat di abaikan oleh Adrian
" Apa sekarang bahkan telpon dari aku juga udah ga ada artinya lagi buat kakak ? "
Sedangkan Adrian di seberang sana baru saja keluar dari dalam mobilnya, dia pun langsung melangkahkan kakinya masuk ke arah loby kantornya. Tiba-tiba saja langsung menghentikan langkahnya karena menyadari bila ponselnya tertinggal di dalam mobilnya
Adrian yang kembali ke mobil langsung menyambar ponselnya, dia melihat bila ada sebuah panggilan dari Rania. Adrian langsung menghubungi Rania kembali
" Halo kak "
" Ya, ada apa Nia ? "
" Bahkan sekarang kamu udah ga panggil aku sayang lagi ya kak "
" Kakak di mana kak ? aku bangun pagi kakak ga ada "
" Oh maaf ya aku ada kerjaan dadakan, jadi dari pagi aku di kantor "
" Kamu bohong kak "
" Apa kerjaan kakak udah selesai ? " terisak, Rania mulai tak dapat menahan rasa kecewanya di bohongi
" Hei.. Kamu kenapa ? " tanya Adrian dengan wajah panik
" Aku ga apa kak, aku cuma butuh ketemu kakak sekarang juga "
" Kamu di mana ? "
" Di rumah kak "
" Ok.. Aku langsung pulang sekarang "
Tanpa sadar apa yang telah terjadi Adrian langsung melajukan mobilnya kembali ke kediamannya, sesampainya di sana Adrian langsung menuju ke dalam kamarnya. Kedua bola matanya sempat membulat melihat beberapa koper yang sudah tersusun rapi
" Kamu mau ke mana Nia ? "
" Aku ga tau kak "
" Maksud kamu apa Nia ? kamu harus ingat kamu lagi hamil "
" Apa karena aku lagi hamil juga makanya kakak ga bisa tinggalkan aku ? "
" Kamu ngomong apa sih ? "
Adrian mulai melangkahkan kakinya mendekati Rania yang sedang duduk di atas sofa, dan mulai mendudukkan dirinya tepat di samping Rania
" Apa kakak sadar kalo sekarang kakak udah berubah sama aku ? "
" Apa karena perempuan itu kak ? " wajah terkejut tak dapat di tutupi lagi tampak jelas di wajah Adrian
" Apa tadi Rania liat aku di cafe ? "
" Maaf Nia aku.. "
Sebelum Adrian menyelesaikan kata-katanya, Rania langsung memberikan tatapan tajam kepada Adrian
" Aku ngerti kak, jadi biarin aku pergi kak "
" Aku ga ijinkan kamu pergi, kamu lagi hamil Nia "
" Ga apa kak, ini anak aku. Aku pasti akan jaga dia dengan baik " dengan tegas
Adrian pun hanya bisa terdiam
" Atau mungkin ini adalah terbaik buat kamu sayang, aku ga mau sakiti kamu lebih dari ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu akan dapatkan kebahagiaan kamu di luar sana "
" Aku ga akan paksa kamu buat tetap di samping aku Nia, aku akan hargai apapun pilihan kamu " ucap Adrian sambil menundukkan kepalanya
Dengan berat hati Rania mulai bangkit dari duduknya, dia mengambil tangan kanan Adrian dan mencium punggung tangan Adrian seperti yang biasa dia lakukan
" Aku pergi ya kak, jaga diri kamu baik-baik kak "
Adrian hanya bisa diam seribu bahasa dan Rania menguatkan hatinya untuk pergi dari tempat itu, untuk kedua kalinya Rania kembali pergi dari rumah suaminya walaupun suami yang berbeda
Sebelum Rania sempat melangkahkan kakinya Adrian langsung memeluk tubuh mungil Rania dengan sangat erat
" Tolong ijinkan aku memeluk kamu sebentar aja sayang, mungkin ini adalah pelukan terakhir aku buat kamu "
Setelah puas Adrian mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Rania dengan tatapan penuh makna
" Kamu mau ke mana biar aku antar ? "
" Ga usah kak, aku nanti minta antar mang Jajang aja "
Lagi-lagi Adrian hanya bisa terdiam
" Aku minta kakak tolong urus surat perceraian kita saat nanti aku udah melahirkan "
Adrian hanya menganggukkan kepalanya
Dengan hati yang hancur ingat kejadian terdahulu, dan kini pengkhianatan dari seorang Adrian. Rania mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar tersebut, Rania langsung di antar oleh supir menuju ke bandara karena dia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya. Sedangkan Adrian hanya bisa melihat kepergian Rania dari balik jendela kamarnya
" Maaf sayang aku rasa ini yang terbaik buat kamu "
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭
*pelakor dilaknat pebinor dipuja2
*jika pemeran utama pria (suami) menyakiti perasaan pemeran utama wanita (istri) adalah kesalahan fatal tapi ketika istri menyakiti perasaan suami dianggap biasa2 saja, bukan kesalahan
*kisah istri dengan peran lelaki lain diceritakan romantis tapi kisah suami dengan peran wanita lain diceritakan menjijikan
*istri ketika disakiti tegas pergi dan tidak mudah memaafkan dan mencari lelaki lain sedangkan suami ketika disakiti kayak pengemis malah dia balik yang mengemis kayak tidak ada wanita lain saja
novel ini memang disukai banyak reader wanita jablay dan egois karena karakter suami dibuat kayak lelaki bodoh dan pengemis
tapi 100% novel tidak akan disukai reader lelaki dan reader2 wanita yang menghormati dan menghargai suaminya