NovelToon NovelToon
Jiwa Ditubuh Maya

Jiwa Ditubuh Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Teen Angst
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Suatu hari sikap Maya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Dia yang tadinya gadis pendiam dan lemah, kini memiliki tatapan tajam mematikan. Semua itu terjadi setelah pingsan yang dia alami. Semua orang terkejut dengan perubahan Maya. Julukan psiko mulai tersemat pada dirinya.

Abang tirinya yang mesum dan geng yang sering membully Maya di sekolah sekarang hanya bisa tercengang. Jika dahulu Maya hanya pasrah hingga bahkan tak berani menatap, maka kini dia malah berkata, "Aku akan sobek mulutmu jika berani menyentuhku!"

Apa yang terjadi pada Maya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Terpancing

Bobby yang sedang mengunyah gorengan langsung mengernyit curiga. “Kalau kalimat pembukanya kayak gitu, biasanya hidup gue jadi susah.”

“Lebay!"

“Enggak. Pengalaman!”

Maya mengabaikannya. “Gue mau lo nyamar.”

Bobby langsung meletakkan gorengannya. “Nah. Tuh kan.”

“Denger dulu.”

“Enggak mau.”

“Gue belum jelasin.”

“Biasanya makin dijelasin makin bahaya.”

Maya mengambil bantal lalu melemparkannya ke wajah Bobby. “Fokus!”

Bobby menangkap bantal itu dengan kesal. “Apa?”

Maya lalu menjelaskan idenya. Semakin lama penjelasan itu berjalan, wajah Bobby semakin berubah.

“GUE NOLAK!”

Teriaknya sampai membuat tetangga sebelah mengetuk dinding.

“Pelan-pelan, woy!”

“Ya gimana nggak teriak?!” balas Bobby. “Lu nyuruh gue ketemu Jamie!”

“Cuma ketemu.”

“Gue pernah lihat tampangnya!”

“Terus?”

“Ya gue bakalan langsung ketahuan lah!”

Maya memutar mata. “Jamie itu cuma bocah manja yang panik.”

“Buat lu mungkin.”

“Memang!"

Bobby menunjuk dirinya sendiri. “Gue beda spesies!”

Maya menghela napas panjang. “Gue cuma butuh seseorang buat mancing dia.”

“Kenapa harus gue?”

“Karena gue nggak punya orang lain.”

“Cari orang lain!"

“Malas!"

“JANGAN JADIKAN KEMALASAN LU ALASAN!”

Maya malah terlihat santai. “Lo tinggal pura-pura jadi kenalan dunia bawah.”

“Dunia bawah apanya? Gue bahkan takut naik roller coaster!”

Maya tertawa kecil. Sayangnya Bobby sama sekali tidak merasa lucu.

“Aku serius,” katanya. “Kalau Jamie kenal gue gimana?”

“Ya bagus.”

“Bagus dari mana?!”

“Karena lo memang pernah ketemu dia.”

Bobby memegangi kepala. “Ini rencana terburuk yang pernah gue dengar.”

Maya berpikir sebentar. Lalu berkata santai. “Gue bayar deh.”

Bobby berhenti. “Apa?”

“Gue bayar!” Maya mengangkat satu jari. “Jasa profesional.”

Bobby menyipitkan mata. “Berapa?”

“Belum tahu.”

“Lah?”

“Tapi banyak.”

Bobby masih terlihat ragu.

Maya lalu menambahkan dengan nada datar. “Lagian itu memang uang gue.”

“Hm?”

“Harta ayah Maya itu harusnya milik gue.” Maksudnya tentu Maya sebagai pewaris sah. “Kalau semuanya beres, gue bakal dapat akses ke warisan itu.”

Bobby mulai terlihat berpikir. “Dan?”

“Gue bisa bayar lo.”

“Berapa?”

“Cukup buat beli motor yang nggak bikin tetangga kebangun tiap pagi.”

Bobby langsung tersinggung. “Motor gue bagus!”

“Motor lu suaranya kayak blender kerasukan.”

“Enak aja!”

Namun beberapa detik kemudian Bobby terdiam. Lalu perlahan berkata, “Motor baru ya...”

Maya langsung tahu dia mulai tergoda. “Ya.”

“Yang bagus?”

“Ya.”

“Yang nggak mogok?”

“Ya.”

“Yang kalau hujan nggak mati?”

“Ya.”

Bobby menatap langit-langit. Pergulatan batin terjadi cukup lama. “Gue benci diri gue sendiri.”

Maya menyeringai. “Itu artinya iya?"

“Yaudah. Tapi kalau gue mati—”

“Udah jangan kebanyakan bacot!"

“Kalau gue mati, gue hantui lu.”

Malam harinya. Rencana mulai dijalankan. Maya dan Bobby sudah berada tidak jauh dari pusat kota.

Jamie, sesuai dugaan Maya, sedang sibuk mondar-mandir. Sejak sore dia terlihat keluar masuk beberapa apotek dan toko kesehatan. Tidak ada yang mencurigakan bagi orang biasa. Tapi Maya sudah tahu isi kepalanya dari rekaman. Dia sedang mencari sesuatu. Atau setidaknya mencoba mencari sesuatu.

“Dia kelihatan stres,” komentar Bobby.

“Memang.”

“Matanya kayak orang kurang tidur.”

“Karena panik.”

Maya berdiri di seberang jalan sambil mengenakan topi dan masker. Jamie tidak boleh melihatnya. Sementara Bobby mendapat tugas lain.

“Giliran lo!" suruh Maya.

“Masih bisa batal nggak?” sahut Bobby.

“Enggak.”

“Sayang sekali.”

Maya mendorong punggungnya pelan. “Jalan!"

Bobby menghela napas panjang. Lalu mulai bergerak. Sekitar lima menit kemudian. Jamie keluar dari sebuah toko dengan ekspresi frustrasi. Jelas dia tidak menemukan apa yang dicari.

Saat itulah Bobby muncul. Berpura-pura sedang menelepon seseorang. “Ya, ya, gue ngerti,” katanya cukup keras.

Jamie yang lewat otomatis mendengar. “Pokoknya urusan beginian nggak bisa sembarangan. Obatnya bisa bekerja secara perlahan. Pokoknya ampuh, apalagi kalau mau ngilangin nyawa orang tanpa ketahuan!"

Bobby terus berjalan.

“Ada produk tertentu yang efeknya lama, tapi susah dicari.”

Langkah Jamie melambat.

Bobby pura-pura tidak sadar. “Makanya gue bilang, orang biasa nggak bakal tahu.”

Jamie kini benar-benar memperhatikan.

“Tenang aja.”

Bobby melanjutkan aktingnya. “Kalau soal barang khusus, gue punya kenalan.”

Jamie berhenti. Tatapannya mengikuti Bobby.

“Ya udah. Nanti gue kabarin.”

Telepon ditutup. Tentu saja sebenarnya tidak ada siapa-siapa di ujung sana. Bobby hampir berkeringat karena gugup. Namun dia tetap melangkah santai.

“Mas!”

Bobby mendengar panggilan dari belakang. Dalam hati dia langsung berteriak.

KEPANCING!

Tapi wajahnya tetap tenang saat berbalik.

“Apa?”

Jamie mendekat. Ekspresinya berusaha terlihat santai. Meski matanya jelas menunjukkan rasa penasaran.

“Tadi gue nggak sengaja dengar.”

“Dengar apa?”

“Yang soal barang khusus itu.”

Bobby memasang wajah bingung. “Oh.”

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mungkin krn kebiasaan aja tor. novel2mu biasanya kan ttg pria handsome yang seksoy 🤣🤣. lah tetiba karakter utama mu wanita ya readersmu juga mungkin ga excited.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: memang pu mu harus pria plus2 ,plus ganteng, plus seksoy, plus hot 🤣🤣
total 2 replies
Rommy Wasini Khumaidi
ayok takutin mereka,dengan menyamar sebagai hantu👻👻
Rommy Wasini Khumaidi
bukane ditusuk Yasmin thor?
Rommy Wasini Khumaidi
ayolah thor,jangan bikin penasaran.mau rapat apa mereka berdua ini?apa Maya mau nitipin balas dendamnya ke Priska?
Rommy Wasini Khumaidi
ya ampun Maya,jangan mati dong
W I 2 K
fix penjara siap menantimu jemmy......
mery harwati
Bobby kah itu? Yang pura² datang menemui Jomie
W I 2 K
cerdas nya Priska.... 🤭 maya mksdnya
Orbadi Sianturi
lam2
Orbadi Sianturi
ok
Auraliv
mantaps
Nia Juniawati
sangat sangat bagus baguuuusss baaaagguuuss banget ceritanya kak /Heart//Heart//Heart//Heart/
W I 2 K
bacanya kyk realita...
Rommy Wasini Khumaidi
boleh ketawa nggak thor🤣🤣lucu banget aktingnya Bobby
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq benci dan trauma dengan nama norma. blh dng aq maki2 si norma ini.
Ass Yfa
woo yg dikasih obat pak Darto kiraib kasih ke Jamie
Rommy Wasini Khumaidi
pasti obatnya dikasih pak Darto,kirain mau dikasih ke Jamie tuh obat
Ass Yfa
Weh ..Rangga muncul gaesss....Polisi ganteng
W I 2 K
cicak masuk perangkap.. 🤣🤣🤣, g usah kasih ampun pedofil Darto
Auraliv
lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!