NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Bisikan di Dalam Gua

Malam berganti pagi tanpa Matahari di dalam gua.

Xiao Fan tetap duduk di samping Liu Ruyan yang tertidur lelap. Tubuh gadis itu masih memulihkan diri dari ledakan energi yang terjadi tadi malam. Napasnya sudah teratur, dan warna wajahnya mulai kembali—pertanda baik.

Sistem di kepalanya memberikan laporan.

[Analisis kondisi Liu Ruyan: Kelelahan spiritual akut. Tidak ada kerusakan permanen. Segel mengalami pelebaran celah sebesar 2,1%. Perkiraan waktu pemulihan penuh: 6 jam.]

Enam jam. Cukup lama, tapi mereka tidak punya pilihan selain menunggu. Xiao Fan mengalihkan perhatian ke sekeliling gua. Dengan Penjaga Tulang yang sudah mati, tempat ini relatif aman untuk saat ini.

Ia berdiri dan berjalan lebih dalam ke gua. Dinding-dindingnya masih dipenuhi lukisan kuno—adegan pertempuran, ritual, dan dua sosok yang selalu muncul bersama: pria berpedang hitam dan wanita bermata ungu. Kaisar Pedang dan Putri Kegelapan.

Di bagian terdalam gua, ia menemukan sebuah altar batu. Di atasnya, tergeletak sebuah kotak logam hitam yang tidak berkarat meski sudah ribuan tahun. Di permukaannya, terukir tulisan kuno:

"Untuk mereka yang datang mencari kebenaran. Bukalah jika kau berani menghadapi masa lalu."

Xiao Fan menyentuh kotak itu. Tidak ada jebakan. Tidak ada formasi pelindung. Hanya sebuah kotak tua yang menunggu untuk dibuka.

Ia membukanya.

Di dalamnya, sebuah gulungan kitab dari kulit binatang yang diawetkan. Tinta merah yang digunakan masih terbaca jelas:

"Aku, Liu Tianzong, pelayan Putri Kegelapan, menulis ini sebagai saksi mata. Tuanku tidak jahat. Dia dikhianati oleh mereka yang iri pada kekuatannya. Para Penyegel—itulah nama yang mereka banggakan—menyebarkan kebohongan bahwa Tuanku akan menghancurkan dunia. Padahal, dialah yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran sejati: Kebangkitan Langit Maut."

Xiao Fan terus membaca. Gulungan itu menceritakan tentang ancaman kuno yang disebut "Langit Maut"—sebuah kekuatan dari luar alam semesta yang mencoba menelan semua kehidupan. Putri Kegelapan, bersama Kaisar Pedang saat itu, bertempur melawannya. Mereka menang, tapi dengan harga yang mahal. Putri Kegelapan harus mengorbankan kekuatannya dan disegel agar Langit Maut tidak bisa kembali.

Para Penyegel, yang sebenarnya adalah pengkhianat dari pihak mereka sendiri, mengambil keuntungan dari kelemahannya. Mereka mengklaim bahwa Putri Kegelapan adalah ancaman, lalu menyegelnya ke dalam siklus reinkarnasi penderitaan.

"Tuanku tidak pernah membenci mereka. Ia hanya sedih. Dan ia berpesan: 'Suatu hari nanti, aku akan kembali. Dan saat itu, aku akan memilih sendiri jalanku. Bukan sebagai Putri Kegelapan. Tapi sebagai diriku sendiri.'"

Xiao Fan menutup gulungan itu. Pikirannya berkecamuk. Jadi ini kebenarannya. Para Penyegel adalah pengkhianat yang mencuri kemenangan dan menulis ulang sejarah. Dan Liu Ruyan... dia tidak pernah menjadi monster. Dia adalah pahlawan yang dikorbankan.

Suara langkah kaki ringan terdengar. Liu Ruyan muncul dari balik tikungan gua, wajahnya masih pucat tapi matanya sudah sadar.

"Guru... apa yang kau baca?"

Xiao Fan menatapnya. "Kebenaran. Tentang siapa kau sebenarnya."

Ia memberikan gulungan itu pada Liu Ruyan. Gadis itu membacanya perlahan. Air mata mengalir di pipinya tanpa suara.

"Aku... aku tidak jahat," bisiknya. "Selama ini aku mengira... mungkin aku memang pantas dikurung. Tapi ternyata..."

"Kau adalah korban." Xiao Fan meletakkan tangan di bahunya. "Dan sekarang kau punya pilihan. Melanjutkan pengorbanan itu, atau memilih jalanmu sendiri."

Liu Ruyan menyeka air matanya. Matanya yang tadi sendu kini menyala dengan tekad baru. "Aku ingin melanjutkan. Tapi kali ini, aku yang memilih. Bukan karena takdir. Bukan karena paksaan. Tapi karena aku ingin melindungi orang-orang yang kusayangi."

Xiao Fan mengangguk. "Itu jawaban yang bagus."

Mereka menghabiskan sisa pagi di gua itu, mempelajari lukisan-lukisan dan mengumpulkan informasi. Tidak ada fragmen pedang lain di sini—hanya fragmen kedua yang sudah didapat. Tapi pengetahuan yang mereka peroleh mungkin lebih berharga.

Menjelang siang, Xiao Fan merasakan sesuatu. Getaran halus di udara. Qi yang dikenalnya—bukan Qi Kematian, tapi sesuatu yang lebih liar dan haus darah.

[Peringatan. Entitas "Xue Lang" terdeteksi mendekati Pegunungan Tulang Putih.]

[Jarak: 50 kilometer. Perkiraan waktu tiba: 2 jam.]

Xue Lang. Pemburu dari para Penyegel. Dia lebih cepat dari perkiraan.

"Kita harus pergi," kata Xiao Fan. "Dia datang."

Liu Ruyan mengangguk, menyembunyikan gulungan itu di balik jubahnya. "Ke mana?"

Xiao Fan berpikir cepat. Kembali ke Kota Giok tidak mungkin—mereka akan bertemu Xue Lang di jalan. Lari lebih dalam ke pegunungan juga berisiko, karena mereka tidak tahu medannya.

Lalu ia teringat lukisan di dinding. Ada satu lukisan yang menunjukkan jalan rahasia di balik altar.

Ia kembali ke altar dan mendorongnya. Benar saja, di belakangnya ada celah sempit yang mengarah ke bawah tanah.

"Lewat sini."

Mereka masuk ke celah itu. Gelap. Sempit. Tapi udara di dalamnya terasa berbeda—lebih hangat, dan ada aroma tanah basah.

Setelah merangkak sekitar sepuluh menit, celah itu melebar menjadi sebuah terowongan batu. Di kejauhan, terdengar suara air mengalir.

"Sungai bawah tanah," kata Xiao Fan. "Ini jalan keluarnya."

Mereka berjalan menyusuri terowongan. Liu Ruyan memegang ujung jubah Xiao Fan agar tidak terpisah dalam kegelapan.

"Guru," bisiknya. "Xue Lang... apa dia sangat kuat?"

"Inti Emas Puncak. Di atas Penjaga Tulang." Xiao Fan menjawab jujur. "Tapi kita tidak harus melawannya sekarang. Kita bisa menghindar, mengumpulkan kekuatan, dan bertarung saat kita siap."

"Apakah Guru akan siap?"

Pertanyaan itu menggantung. Xiao Fan tidak menjawab langsung. "Aku akan siap jika harus melindungimu."

Mereka terus berjalan. Suara air semakin keras. Dan di ujung terowongan, cahaya matahari mulai terlihat.

Mereka keluar di sebuah lembah tersembunyi, dikelilingi tebing-tebing kapur putih. Sebuah air terjun kecil mengalir ke kolam jernih. Tempat yang indah, tersembunyi dari dunia luar.

"Kita akan beristirahat di sini," kata Xiao Fan. "Malam ini, aku akan menaikkan kultivasiku lagi. Dan kau akan belajar menggunakan energi yang keluar dari segelmu tadi malam."

Liu Ruyan menatap tangannya sendiri. "Aku masih tidak percaya aku bisa melakukan itu."

"Itu baru sebagian kecil dari kekuatanmu yang sebenarnya." Xiao Fan duduk di tepi kolam. "Bayangkan jika segel itu terbuka sepenuhnya. Kau akan menjadi salah satu kultivator terkuat di dunia ini."

Gadis itu duduk di sampingnya. "Aku tidak ingin menjadi yang terkuat. Aku hanya ingin cukup kuat untuk melindungi orang yang kusayangi."

Xiao Fan menatapnya. Ada sesuatu dalam kata-kata itu yang mengingatkannya pada seseorang. Seseorang dari kehidupan sebelumnya. Seseorang yang mengatakan hal yang sama, sebelum semuanya hancur.

Ia mengusir ingatan itu. "Kalau begitu, ayo mulai latihan."

Matahari mulai condong ke barat. Di kejauhan, di balik pegunungan, Xue Lang semakin mendekat. Tapi di lembah tersembunyi ini, dua jiwa yang terhubung oleh takdir ribuan tahun berlatih bersama, mempersiapkan diri untuk pertempuran yang akan datang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!