NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Hah... Aku mengerti sekarang," kata Guru Li. "Lin Fan, selama ini di kelas kau selalu menutupi bakat aslimu, kan? Kau berpura-pura lemah agar tidak menarik perhatian, tapi saat teman-temanmu dalam bahaya, insting bertarungmu keluar. Nilai pukulanmu saat ujian masuk yang hanya seribu poin itu pasti kau tahan dengan sengaja."

"Ugh... Guru, sungguh, ini hanya kebetulan, tanganku licin dan pedangku jatuh..." Lin Fan kembali mencoba menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

"Cukup!" Guru Li mengangkat tangannya. "Sikap rendah hati adalah ciri khas seorang kultivator sejati. Tapi malam ini, kau adalah pahlawan untuk kelompokmu. Jika kau tidak menghentikannya, teman-temanmu pasti sudah menjadi korban."

Di sudutnya, di balik penutup mata hitamnya, Xiao Yan tidak tertidur. Dia mendengarkan seluruh percakapan itu dengan sangat jelas.

Otaknya langsung memproses aliran informasi dan menyimpulkan hasil dari situasi ini.

"Data masuk. Guru Li menarik kesimpulan sepihak. Kepala Pengawas mendukung kesimpulan tersebut. Lin Fan tidak mampu memberikan penjelasan yang logis," batin Xiao Yan.

Ujung bibir Xiao Yan terangkat sedikit di balik penutup matanya.

"Probabilitas aku dicurigai adalah 0%. Probabilitas kelompok ini dipuji dan dibiarkan melanjutkan ujian adalah 100%. Lin Fan, nikmatilah gelar pahlawanmu. Ini adalah tameng yang sangat sempurna untuk menutupi jejakku. Aku bahkan tidak perlu membuka mataku untuk menyelesaikan masalah ini."

Xiao Yan sama sekali tidak berniat bangun untuk memperbaiki kesalahpahaman tersebut. Semakin Lin Fan dianggap kuat oleh para guru, semakin aman posisi Xiao Yan di dalam kelas sebagai "murid lemah yang dilindungi oleh Lin Fan yang rendah hati".

"Hah... Syukurlah kalian semua selamat," kata Kepala Pengawas sambil menghela napas lega. "Monster ini adalah penyusup. Kami akan membawa bangkainya untuk diselidiki lebih lanjut. Kalian bertiga, dan..."

Kepala Pengawas melihat ke arah Xiao Yan.

"Dan anak yang pingsan itu, kalian tidak perlu khawatir. Mulai sekarang, kami akan meningkatkan patroli udara di Zona Selatan."

"D-Dia tidak pingsan," sela Song Jia pelan. "Xiao Yan sedang tidur."

Guru Li dan Kepala Pengawas menatap Xiao Yan yang masih bernapas teratur dengan bantal lehernya. Keduanya terdiam selama beberapa detik.

"Tidur?" ulang Guru Li dengan nada tidak percaya. "Di tengah auman monster tingkat delapan, dia tertidur lelap?"

"Ugh... Ya," jawab Chen Ping yang sudah mulai tenang. "Dia sudah tidur sejak sore tadi."

Guru Li menggelengkan kepalanya dengan iba.

"Hah... Kasihan sekali anak itu," gumam Guru Li. "Meridiannya sempit, tubuhnya lemah, dan sekarang sepertinya pendengarannya juga bermasalah karena tidak bangun mendengar keributan sebesar ini. Lin Fan, kau memiliki tanggung jawab besar untuk terus melindunginya di akademi."

"S-Siap, Guru," jawab Lin Fan pasrah. Dia sudah tidak tahu lagi bagaimana cara menjelaskan kebenaran kepada guru-guru yang kepalanya sudah dipenuhi asumsi heroik.

"Teknisi, masukkan bangkai ini ke dalam cincin penyimpanan. Kita kembali ke pos komando," perintah Kepala Pengawas.

Teknisi itu mengaktifkan cincin di jarinya. Cahaya putih menyelimuti tubuh beruang raksasa tersebut, dan dalam sekejap, bangkai itu menghilang dari tanah, hanya menyisakan genangan darah yang mulai mengering.

Lin Fan segera menarik pedangnya dari tanah sebelum bangkai itu menghilang dan menyarungkannya kembali ke kotak. Tangannya masih sedikit gemetar.

"Lanjutkan ujian kalian dengan tenang," pesan Guru Li sebelum naik ke atas pedang terbangnya. "Dan Lin Fan, aku akan mencatat prestasi membunuh anomali ini. Kelompok kalian otomatis mendapatkan tambahan nilai maksimum."

"T-Terima kasih, Guru," ucap Lin Fan, Chen Ping, dan Song Jia bersamaan.

Tiga pedang terbang itu melesat kembali ke langit, meninggalkan kilatan cahaya biru, lalu menghilang di balik kanopi pohon yang gelap. Suasana hutan kembali sunyi sepi seperti sedia kala.

Lin Fan berdiri mematung menatap langit yang kosong.

"Ugh..." Lin Fan mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dengan kasar. "Apa yang baru saja terjadi? Aku... aku menjadi pahlawan karena tanganku yang licin?"

Chen Ping berjalan mendekati Lin Fan dan menepuk bahunya.

"Tidak apa-apa, Lin Fan," hibur Chen Ping. "Meskipun kau tidak sengaja, pedangmulah yang menembus matanya. Dan setidaknya, monster itu tidak bergerak sama sekali sebelum kau menusuknya. Mungkin memang monster itu sedang sakit parah."

"Hah... Mungkin kau benar," desah Lin Fan. Dia menoleh ke arah Xiao Yan yang masih dalam posisi duduk santai.

"Hei, Pemalas!" panggil Lin Fan sambil melempar kerikil kecil ke sepatu Xiao Yan.

Tuk...

"Bangunlah! Kita baru saja didatangi guru dan monster, dan kau melewatkan semuanya!"

Xiao Yan perlahan menarik penutup matanya ke atas kepala. Dia menguap pelan, pura-pura baru saja terbangun dari tidur yang panjang.

"Hah... Ada apa?" tanya Xiao Yan datar, matanya menyapu sekeliling yang sudah kosong tanpa monster. "Aku mendengar suara berisik sebentar. Apakah ujiannya sudah selesai?"

Lin Fan mendengus kesal. Dia berkacak pinggang di depan Xiao Yan.

"Ujiannya belum selesai, Tuan Putri!" omel Lin Fan panjang lebar. "Kau baru saja melewatkan aksi heroikku! Seekor beruang raksasa datang untuk memakan kita, tapi aku, Lin Fan, dengan sigap menancapkan pedangku ke matanya dan membunuhnya dalam satu serangan!"

Lin Fan memutuskan untuk mengikuti alur cerita para guru untuk menyembunyikan rasa malunya di depan teman-temannya.

"Benarkah?" respons Xiao Yan. Wajahnya datar, tetapi nadanya sedikit dibuat seolah dia percaya. "Kau hebat."

"Tentu saja aku hebat!" Lin Fan membusungkan dadanya. "Guru Li bahkan mengatakan bahwa aku menyembunyikan kekuatanku. Mulai sekarang, kalian tidak perlu takut pada apa pun di hutan ini. Kakak Lin ada di sini untuk melindungi kalian!"

Song Jia tersenyum kecil melihat tingkah Lin Fan yang kembali ceria. Chen Ping juga menghela napas lega dan kembali merapikan petanya.

"Bagus," kata Xiao Yan. "Karena kau sangat kuat, bisakah kau berjaga di luar tenda sementara kami tidur? Seorang pahlawan harus menjaga anggota kelompoknya."

Lin Fan mengerjap-ngerjapkan matanya. Senyum sombongnya langsung luntur.

"Ugh... Berjaga di luar? Sendirian?" tanya Lin Fan, tiba-tiba kembali merasa takut pada kegelapan hutan.

"Ya. Pahlawan tidak akan takut gelap," balas Xiao Yan telak.

Xiao Yan kembali menarik penutup matanya ke bawah, menutupi kedua matanya. Dia menyandarkan kepalanya dan bersiap kembali tidur.

"Selamat malam, Pahlawan," gumam Xiao Yan pelan dari balik maskernya.

"Hah... Sialan kau, Xiao Yan," gerutu Lin Fan.

Meski menggerutu, Lin Fan akhirnya mengambil posisi duduk bersila di depan pintu tenda, memeluk kotak pedangnya erat-erat. Dia menatap ke arah semak belukar yang gelap dengan perasaan bangga bercampur takut, meresapi gelar kepahlawanan barunya yang sangat rapuh.

Di sudut tidurnya, Xiao Yan membiarkan ritme napasnya melambat. Rencana untuk ujian lapangan ini berjalan jauh lebih baik dari yang dia perkirakan. Tidak ada interogasi, tidak ada pertarungan yang melelahkan, dan sekarang dia punya "pahlawan palsu" yang menjaga pintunya.

"Ini baru yang dinamakan kehidupan yang damai," batin Xiao Yan, dan kali ini, dia benar-benar jatuh tertidur.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!