NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buku Kenangan dan Langkah Baru yang Penuh Warna

Hari-hari setelah momen indah di teras belakang rumah itu, Nono dan Ayu mulai mewujudkan ide baru yang sempat mereka bicarakan: menulis sebuah buku tentang perjalanan hidup mereka. Ide itu kini bukan lagi sekadar angan-angan, melainkan sebuah proyek nyata yang mereka kerjakan dengan penuh semangat dan cinta, seolah-olah mereka kembali menjadi dua orang muda yang sedang membangun mimpi dari nol lagi.

Suatu pagi yang cerah, di ruang kerja mereka yang penuh dengan foto-foto kenangan dan aroma kopi yang selalu harum, Nono dan Ayu duduk berhadapan di depan meja kerja yang sudah disiapkan. Di hadapan mereka, terdapat tumpukan buku catatan lama, album foto, dan juga laptop yang sudah siap digunakan.

"Yu," kata Nono pelan sambil membuka salah satu buku catatan lama yang halamannya sudah mulai menguning tapi masih tersimpan rapi. "Aku lagi lihat-lihat catatan-catatan lama kita nih. Ini lho, catatan tentang resep kopi pertama yang kita coba buat waktu baru buka kedai. Masih ingat nggak, waktu itu kita ribut banget soal takaran gulanya? Kamu bilang aku kebanyakan kasih gula, tapi aku bilang justru itu yang bikin rasanya khas."

Ayu yang sedang menyusun beberapa foto lama menoleh ke arah Nono dengan alis terangkat sedikit, tatapannya penuh dengan kenangan dan canda. "Iya dong, gimana aku bisa lupa, Mas? Waktu itu kamu tuh ya, keras kepala banget. Nggak mau dengerin omongan aku sama sekali. Padahal kan aku yang lebih paham soal rasa. Tapi untungnya, akhirnya kamu sadar juga kalau aku yang bener, kan? Kalau nggak, mungkin kedai kita nggak bakal se sukses sekarang," seru Ayu sambil menatap Nono dengan tatapan tajam yang khas, tapi sudut bibirnya terangkat membentuk senyum manis.

Nono tertawa renyah mendengar jawaban istrinya itu. Suara tawanya masih terdengar begitu akrab dan hangat, membawa mereka kembali ke masa-masa indah di masa lalu. "Ya ampun, Tuan Putri. Sampai kapan pun kamu tetep sama aja ya. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling bener, kamu yang paling paham soal rasa, dan aku yang paling beruntung bisa punya kamu. Makanya kan, sekarang aku butuh banget bantuan kamu buat nulis buku ini. Kamu yang jago merangkai kata-kata yang indah dan detail, sedangkan aku cuma bisa ingat cerita-ceritanya aja. Kita kerjain bareng-bareng ya, Yu?"

Ayu mendengus pelan tapi matanya berbinar penuh antusias. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis mulutnya. Tapi ya udah, aku terima tantangan ini. Tapi ingat ya, Mas, nulis buku ini nggak boleh asal-asalan. Kita harus pastikan setiap ceritanya jelas, detail, dan bisa nyampein pesan yang bermanfaat buat pembaca. Kamu harus bantu aku ingat semua detailnya, jangan sampai ada yang ketinggalan atau salah cerita. Kamu janji ya?"

"Siap, Tuan Putri! Aku janji bakal bantu kamu sebaik mungkin. Kita bakal kerjain buku ini bareng-bareng, pelan-pelan tapi pasti," jawab Nono sambil tersenyum lebar dan menggenggam tangan Ayu dengan erat.

 

Bulan-bulan berikutnya pun dipenuhi dengan kesibukan yang sangat menyenangkan dan penuh makna bagi Nono dan Ayu. Setiap hari, mereka meluangkan waktu untuk duduk bersama, mengingat-ingat peristiwa-peristiwa penting dalam hidup mereka, menuliskannya ke dalam bentuk cerita yang indah, dan menyusun foto-foto kenangan yang akan dimasukkan ke dalam buku itu.

Proses ini membawa mereka kembali menyusuri lorong waktu. Mereka tertawa saat mengingat kejadian-kejadian lucu yang pernah mereka alami, mereka terharu saat mengingat masa-masa sulit yang berhasil mereka lewati bersama, dan mereka semakin mencintai satu sama lain saat menyadari betapa kuatnya ikatan cinta yang telah mereka bangun selama puluhan tahun itu.

Tentu saja, proses menulis ini juga tidak lepas dari perdebatan-perdebatan kecil yang khas antara mereka.

"Yu, aku bilang tuh bagian cerita tentang waktu kita keliling Indonesia itu harus lebih panjang dan detail. Kita harus ceritain tentang keindahan alam yang kita lihat, tentang orang-orang baik yang kita temui, dan tentang pelajaran berharga yang kita dapat dari perjalanan itu. Itu kan momen yang sangat penting buat kita," kata Nono sambil menunjuk bagian naskah yang sudah ditulis Ayu.

Ayu yang sedang membaca naskah itu dengan teliti langsung menoleh ke arah Nono dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, Mas! Kalau bagian itu dibuat terlalu panjang, nanti bukunya jadi tebal banget dan pembaca bisa bosan. Kita harus bisa memilih bagian-bagian yang paling penting dan paling menarik aja. Lagian, kan kita juga harus nyisain tempat buat foto-foto kenangan. Kamu tuh ya, kadang suka kelewatan kalau lagi semangat cerita, sampai lupa sama keseluruhan isi buku," seru Ayu dengan tegas.

Nono tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya ampun, Tuan Putri. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling paham soal susunan dan penulisan. Aku sih cuma nawarin pendapat aku aja kok. Ya udah, kita atur lagi ya biar pas dan seimbang. Pasti ada solusinya kan kalau kita kerjain bareng-bareng."

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum lebar. "Hmph, baru tahu kamu. Dasar suami yang manis. Oke deh, kita revisi lagi bagian ini biar hasilnya maksimal."

Begitulah hari-hari mereka lewati, penuh dengan kerja keras, tawa, dan perdebatan manis yang membuat hubungan mereka semakin erat dan semakin kuat. Dan perlahan-lahan, naskah buku mereka pun mulai terbentuk menjadi sebuah cerita yang indah, lengkap, dan penuh dengan makna.

 

Suatu hari, setelah berbulan-bulan bekerja keras dengan penuh cinta dan kesabaran, naskah buku mereka akhirnya selesai sudah. Nono dan Ayu duduk berdua di ruang kerja mereka, memandang naskah buku yang sudah tersusun rapi di hadapan mereka dengan perasaan haru dan bangga yang luar biasa. Buku itu berjudul "Cinta, Kopi, dan Perjalanan Seumur Hidup". Di dalamnya, terdapat cerita lengkap tentang perjalanan hidup mereka—dari masa muda yang penuh mimpi, perjuangan membangun usaha, perjalanan keliling Indonesia, pendirian sekolah, hingga kebahagiaan di masa tua yang dikelilingi oleh keluarga yang penuh cinta.

"Yu," bisik Nono pelan sambil menatap wajah istrinya yang bersinar bahagia. "Kita berhasil lagi ya. Buku ini udah selesai. Rasanya nggak nyangka kita bisa ngerjain semua ini bareng-bareng. Aku yakin, buku ini bakal bikin banyak orang terinspirasi dan tersentuh."

Ayu mengangguk setuju dengan mata berkaca-kaca karena terharu. "Iya, Mas. Kita berhasil. Buku ini bukan cuma sekadar kumpulan cerita, tapi ini adalah bukti cinta kita, bukti kerja sama kita, dan bukti bahwa dengan semangat dan cinta, segalanya mungkin terjadi. Aku bangga banget sama kita, Mas."

Nono meraih tangan Ayu dan menggenggamnya erat. "Ini semua berkat kamu, Yu. Makasih ya udah selalu ada buat aku, udah selalu bantu aku, dan udah selalu sayang sama aku apa adanya. Aku sayang banget sama kamu, Yu."

Ayu tersenyum lebar dan memukul lengan Nono pelan. "Iya deh, iya deh. Kamu yang paling hebat. Tapi ingat ya, Mas, ini baru langkah awal buat buku ini. Nanti kita harus cari penerbit yang bagus, dan pastikan buku ini sampai ke tangan banyak orang. Kamu siap kan buat lanjutin perjalanan ini bareng aku?"

"Siap, Tuan Putri! Selamanya aku bakal siap buat nemenin kamu dan jalan bareng kamu ke mana pun kita pergi," jawab Nono sambil tertawa bahagia.

Di ruang kerja yang penuh dengan kenangan itu, Nono dan Ayu tahu bahwa perjalanan hidup mereka masih terus berlanjut. Buku ini hanyalah salah satu bab baru dalam kisah cinta mereka yang tak pernah berakhir. Masih banyak hal yang bisa mereka lakukan, masih banyak cerita yang bisa mereka ukir, dan masih banyak cinta yang bisa mereka bagikan kepada dunia. Dan mereka yakin, selama mereka berdua bersama-sama, langkah-langkah mereka selanjutnya akan tetap indah, tetap seru, dan tetap penuh dengan cinta yang abadi selamanya.

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!