NovelToon NovelToon
ECLIPSE BREAKER

ECLIPSE BREAKER

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rehanda

Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eclipse Breaker — chapter 26: Setelah Keheningan

Cahaya putih.

Sunyi.

Dan… tidak ada rasa.

Kael membuka matanya perlahan.

Langit-langit putih.

Bau obat.

Suara mesin berdetak pelan di sampingnya.

“…Rumah sakit.”

Suaranya serak.

Tubuhnya terasa berat.

Seolah setiap bagian dari dirinya baru saja dihancurkan… lalu dipaksa kembali utuh.

Ia mencoba bergerak.

Namun—

NGGHH

Rasa sakit langsung menjalar.

“Jangan dipaksakan.”

Suara tenang terdengar dari samping.

Kael menoleh.

Raven berdiri di dekat jendela.

Tangan di saku.

Tatapannya ke luar.

“…Kau hidup.”

Kael menghela napas pelan.

“Sepertinya begitu.”

Kondisi

Raven melangkah mendekat.

“Kau tidak sadar selama tiga hari.”

Kael sedikit terkejut.

“…Selama itu?”

Raven mengangguk.

“Tubuhmu hampir hancur total.”

Ia menatap Kael.

“Dokter bilang… normalnya kau sudah mati.”

Sunyi.

Kael hanya tersenyum tipis.

“…Tapi aku tidak mati.”

Raven membalas,

“Sayangnya.”

Namun nada suaranya jelas—itu bukan hinaan.

Dampak

Kael menatap tangannya.

Perlahan menggerakkan jari.

Berhasil.

Namun—

ada yang berbeda.

Lebih ringan.

Lebih… responsif.

Sistem muncul.

[SISTEM ECLIPSE]

Sinkronisasi stabil

Level: 28% (permanen)

Kael menyipitkan mata.

“…Naik.”

Sebelumnya tidak setinggi ini.

Berarti—

pertarungan itu meninggalkan sesuatu.

Bukan hanya luka.

Dunia Luar

Raven berbicara lagi.

“Insiden itu sudah menyebar.”

Kael menoleh.

“Maksudmu?”

Raven menyilangkan tangan.

“Semua tahu.”

“Gate yang berasal dari Rift… hampir berubah menjadi bencana.”

Ia berhenti sejenak.

“…dan seseorang menutupnya.”

Kael diam.

Raven melanjutkan,

“Dan orang itu… kau.”

Pintu kamar terbuka.

Seorang petugas masuk.

“Hunter Kael Ardent.”

Ia terlihat tegang.

“Anda diminta hadir ke Hunter Association.”

Sunyi.

Kael sudah menduga.

“…Interogasi?”

Petugas itu ragu.

“…Lebih ke… klarifikasi.”

Raven tertawa kecil.

“Heh.”

“Versi halus dari interogasi.”

DIBALIK LAYAR

Sementara itu—

di ruang rapat Hunter Association.

Beberapa orang duduk mengelilingi meja.

Wajah serius.

Data terbuka di layar.

“Energi yang terdeteksi…”

“Tidak cocok dengan sistem mana mana pun.”

“Bukan sihir biasa.”

Seorang pria tua berbicara pelan,

“…Itu Eclipse.”

Semua langsung diam.

“Kalau benar…”

Ia menatap layar.

“…maka kita menghadapi sesuatu yang lebih dari sekadar Hunter.”

Kembali ke Kael

Kael duduk perlahan di tempat tidur.

Meski tubuhnya masih sakit—

matanya sudah kembali tajam.

“…Mereka akan mencariku.”

Raven mengangguk.

“Bukan cuma mereka.”

Ia menatap Kael serius.

“Yang di dalam Rift itu…”

“…juga melihatmu.”

Sunyi.

Kael mengingat kembali mata-mata itu.

Tatapan itu.

“…Aku tahu.”

Perubahan

Kael menurunkan kakinya dari tempat tidur.

Berdiri.

Sedikit goyah.

Namun tetap berdiri.

Bayangannya di lantai bergerak pelan.

Lebih dalam dari sebelumnya.

Lebih… hidup.

Ia menatapnya.

“…Aku berubah.”

Raven menjawab singkat,

“Ya.”

“Dan itu belum selesai.”

Kael berjalan menuju jendela.

Melihat kota Asterra.

Orang-orang kembali beraktivitas.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun ia tahu—

itu hanya sementara.

“Kalau semua ini memang tentang Eclipse…”

Ia mengepalkan tangan.

“…aku harus lebih kuat.”

Bukan pilihan.

Tapi keharusan.

Bayangan yang Mengawasi

Di luar—

di atas gedung jauh—

seseorang berdiri.

Mengamati.

Matanya tertuju pada jendela kamar Kael.

“…Dia bangun.”

Suara dingin terdengar.

Sosok lain di bayangan menjawab,

“Perintah selanjutnya?”

Sunyi sejenak.

Lalu—

“…Jangan sentuh dia dulu.”

“Biarkan dia tumbuh.”

Nada suaranya berubah.

Lebih dalam.

“…Kita akan memanen hasilnya nanti.”

...

Kael menutup matanya sejenak.

Menarik napas.

Lalu membukanya kembali.

Tatapannya berubah.

Lebih fokus.

Lebih siap.

Dan tanpa ia sadari—

ia tidak lagi hanya diburu.

Tapi juga…

dipersiapkan.

1
Blue
... tet
Blue
...
Sofian Dzikrul Hidayah
kok gx update thor
Wang Lin
pertama
Wang Lin
pertama
Wang Lin
sepertinya seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!