NovelToon NovelToon
Sultan Desa

Sultan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:21.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Menikahlah dengannya, atau kamu pergi dari rumah ini tanpa membawa apa pun!"

​Tepat dua hari sebelum pernikahan adiknya, Aira dipaksa menikah dengan pria kusam dari ujung desa demi membuang sial. Dewa, pria yang hanya bermodalkan motor tua dan pakaian lusuh, menjadi suaminya dalam semalam.

​Aira sudah bersiap hidup melarat. Namun, saat ia mulai tulus mencintai sang suami di tengah kemiskinan, sebuah iring-iringan mobil mewah datang menjemput.

​Siapa sangka, pria yang dihina keluarganya sebagai fakir itu ternyata pemegang tahta tertinggi di kota ini. Saat topeng terbuka, mampukah Aira bertahan di dunia suaminya yang penuh intrik, atau justru ia yang akan berbalik meninggalkan kemewahan itu?

Simak Kisah Selanjutnya Di Cerita Novel => Sultan Desa.
By - Miss Ra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Malam harinya, setelah ketegangan mereda, Dewa mengajak Aira ke sebuah ruangan kecil di dekat kamar utama yang selama ini terkunci.

"Aku punya kejutan buat kamu," ucap Dewa sambil membuka pintu.

Saat pintu terbuka, mata Aira membelalak. Ruangan itu disulap menjadi sebuah perpustakaan mini sekaligus ruang hobi yang sangat nyaman. Di sana ada rak buku besar, sofa empuk, dan yang paling mengejutkan adalah sebuah meja kayu tua yang sangat familiar.

"Mas... ini kan meja kayu dari kontrakan kita?" tanya Aira tak percaya.

"Iya. Aku minta Hans untuk mengambilnya dan memperbaikinya sedikit tanpa menghilangkan bekas-bekas goresannya. Aku tahu kamu suka menulis catatan harian di meja ini," jawab Dewa.

Aira mengusap permukaan meja kayu yang kasar namun bersih itu. Kenangan tentang malam-malam sepi saat ia menunggu Dewa pulang kerja di kontrakan kembali berputar. Saat itu mereka tidak punya apa-apa, tapi mereka punya satu sama lain.

"Mas... kenapa Mas simpan ini?"

"Karena meja ini adalah saksi bisu perjuangan kita, Ai. Meja ini mengingatkan aku bahwa kamu mencintaiku saat aku bukan siapa-siapa. Aku ingin meja ini tetap ada di sini, di rumah megah ini, sebagai pengingat agar kita tidak pernah sombong dan selalu menginjak bumi," ucap Dewa haru.

Aira memeluk Dewa dengan sangat erat. Air mata harunya membasahi kemeja Dewa. Ia merasa sangat dicintai, bukan karena ia istri seorang CEO, tapi karena Dewa menghargai setiap inci dari masa lalu mereka.

Keesokan harinya, saat Dewa sudah berangkat ke kantor, sebuah mobil taksi berhenti di depan gerbang. Ternyata Siska datang sendiri tanpa Papa Surya. Wajahnya tidak lagi seangkuh kemarin. Ia tampak lesu dan sedikit berantakan.

Aira menemuinya di ruang tamu kecil, tidak ingin Siska masuk terlalu dalam ke rumah Pradipta.

"Mau apa lagi, Sis?" tanya Aira tenang.

Siska terdiam lama, ia meremas tas tangannya yang sudah mulai kusam. "Ai... aku... aku mau minta tolong. Papa... Papa masuk rumah sakit semalam. Serangan jantung karena stres memikirkan hutang-hutangnya yang menumpuk. Perusahaan Papa benar-benar hancur."

Aira tersentak. Bagaimanapun, Surya adalah ayahnya. "Papa sakit?"

"Iya, Ai. Dan pihak bank sudah menyita rumah kita. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku... aku tahu aku jahat padamu dulu. Tapi tolong, Ai... kali ini saja. Bantu Papa untuk biaya pengobatan," ucap Siska sambil mulai menangis sesenggukan.

Aira merasa dunianya kembali berputar. Di satu sisi, ia merasa sakit hati dengan perlakuan mereka. Di sisi lain, nuraninya sebagai anak dan saudara tidak bisa membiarkan mereka menderita begitu saja.

Ia teringat pesan Dewa. "*Gunakan hartamu untuk kebaikan*."

"Aku akan bantu biaya rumah sakit Papa sampai sembuh," ucap Aira mantap. "Tapi untuk rumah... aku tidak bisa memberikannya kembali begitu saja. Aku akan menyewakan sebuah apartemen sederhana untuk kalian tinggal sementara."

Siska mendongak, tidak percaya dengan kebaikan hati Aira. "Kamu... kamu beneran mau bantu? Setelah semua yang kami lakukan?"

"Aku bantu karena kalian keluargaku, Sis. Tapi jangan harap aku akan memberikan uang tunai dalam jumlah besar. Aku akan membayar langsung ke pihak rumah sakit dan pemilik apartemen," tegas Aira.

Siska menunduk malu. "Terima kasih, Ai. Maafkan aku... aku benar-benar menyesal."

Malam itu, Aira menceritakan kejadian tersebut pada Dewa. Ia takut Dewa akan marah karena ia membantu orang yang telah mencoba menipunya.

Namun, Dewa justru mengusap rambut Aira dengan sayang. "Aku sudah tahu, Ai. Hans sudah melaporkannya tadi sore."

"Mas tidak marah?"

"Kenapa harus marah? Aku justru bangga. Istriku punya hati seluas samudra. Kamu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi dengan kebijakan. Itu yang membuatmu pantas menjadi Nyonya Pradipta," ucap Dewa bangga.

Dewa menarik Aira ke dalam pelukannya di atas ranjang mereka. Suasana malam itu sangat tenang.

"Ai," panggil Dewa lirih.

"Ya, Mas?"

"Besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama. Walaupun saat itu kita menikah dengan mahar seratus ribu dan di bawah ancaman hutang Papa Surya... tapi bagiku, itu adalah hari terbaik dalam hidupku."

Aira tersenyum, ia menatap mata Dewa yang penuh dengan binar cinta. "Aku punya hadiah buat Mas besok."

"Apa itu? Bakwan jagung lagi?"

"Bukan," Aira membisikkan sesuatu di telinga Dewa yang membuat mata pria itu membelalak lebar karena bahagia.

"Ai? Kamu... kamu serius?" tanya Dewa dengan suara bergetar.

Aira mengangguk sambil tersenyum lebar, ia mengambil sebuah benda kecil dari laci meja riasnya dan memberikannya pada Dewa. Sebuah alat tes kehamilan dengan dua garis merah yang jelas.

Dewa terdiam, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. Ia mengangkat tubuh Aira dan memutarnya di udara. "Aku akan jadi Papa! Aku akan jadi Papa, Ai!"

Tawa dan tangis haru memenuhi kamar mewah itu. Di tengah segala harta yang melimpah, berita tentang kehadiran buah hati mereka adalah kekayaan yang paling sejati.

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
ρυтяσ kang'typo✨
🥰🥰🥰semangat thor...
Yunita Asep
jngn ad pelakorr ya..
ρυтяσ kang'typo✨
siapa kah tuan'Arthur itu???? masih sodarah kah atau musuh masa lalu🧐
ρυтяσ kang'typo✨
ini g di ulang kan ya🧐kek familiar
Yunita Asep
lucunya y,.. lanjuutt...
Yus Nita
bukan yg jd kk ny si Aira y...
yg di paksa menikah karena adik ny sisia mau menikah duluan. dan melangjahi kakak ny oamali.
tapi sekarang kok siska yg jd kakak.
aneh ny..
Yus Nita
apa kabar tuch dengan surya dan anak songong ny si Siska, msh bernaffas ksh... 😁😁😁
Yus Nita
Aira yg malang
di buang klrga, sendiri, tak di skui klrga susmi
ρυтяσ kang'typo✨
ya Allah 🤣🤣🤣🤣lucu sekali... g kebayang, apa itu Dewa???🤣🤣🤣mau ke kantor malahan jadi badut di depan Arka
Patrish
ada apa gerangan.....semoga dapat dilalui dengan baik
Yunita Asep
thorr bukannya Aira itu kakaknya Siska ya, kn waktu nikahan Siska, Aira lebih dulu di nikahkan..
Yunita Asep
lanjutkan...
Yunita Asep
/Rose//Rose//Rose/
Yunita Asep
ya betul itu , setuju... lanjut thorr...
Yunita Asep
kok Siska masih manggil ppa y, bukannya dulu ayah...
Yunita Asep
lanjuutt...
ρυтяσ kang'typo✨
ach g kuat😭😭😭terharu...

dan detik berikut q di bua deg"n oleh othor, apa kebahagiaan mereka akan hancur dengan kedatangan masa lalu Dewa
ρυтяσ kang'typo✨
ini nama'y sama kek sebelah juga ya thor... hanya saja disini Arvin sebagai ipar kalo disono dia pemeran utama
ρυтяσ kang'typo✨
ko ya nyesek setelah tau Arvin juga sedih begitu😌😌🥺🥺teryata mereka sama" tersiksa ya dengan keadaan (demi masa depan)
Lilik Juhariah
bagus ceritanya ,🤣🤣🤣 dewa sama mama bikin ketawa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!