NovelToon NovelToon
RYUGA

RYUGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Vierra Quinn Maverick menjadi anak baru di SMA Lentera Cendekia.
Namun di hari pertamanya, ia kembali bertemu dengan teman SMP-nya, Ryuga Arashima Renzo. Dingin, karismatik, dan kini dikenal sebagai Leader of RAVENIX, geng motor paling disegani di Jakarta. Sosok yang dulu begitu dekat dengannya… sebelum sebuah kesalahpahaman memisahkan mereka.
Quinn memilih pergi tanpa berpamitan kepada Ryuga.
Pertemuan itu bukan sekadar reuni, melainkan benturan dua hati yang belum benar-benar selesai.
"Mulai detik ini, jauhin gue!" — Quinn.
“Jauhin lo? Coba ulang lagi kalimat itu sambil liat mata gue. Masih berani?” — Ryuga.
Di tengah konflik sekolah, rivalitas geng, dan rahasia yang terungkap perlahan, mereka dipaksa menghadapi satu pertanyaan:
Apakah cinta pertama mereka telah usai…
atau justru belum pernah benar-benar padam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Malam itu, Mansion Renzo berdiri megah dalam balutan cahaya lampu kristal yang memantul di setiap sudut dinding marmernya. Udara terasa hangat namun elegan, mencerminkan kemewahan yang sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga itu.

Di dalam kamar utama yang luas, Adriana berdiri di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun malam berwarna merah marun yang membalut tubuhnya dengan anggun. Rambutnya ditata rapi, namun ekspresinya tidak mencerminkan ketenangan—justru penuh kekesalan.

Sementara itu, Kenshiro tampak jauh lebih tenang. Ia mengenakan setelan jas hitam klasik dengan aura dingin dan berwibawa yang tak pernah luntur. Tangannya sibuk merapikan jam tangan mahal di pergelangan.

Adriana melirik suaminya kesal.

“Ken, lihat tuh anak kamu,” gerutunya. “Dari tadi aku ajak, jawabannya cuma ‘sibuk’ doang.”

Kenshiro tidak langsung menjawab. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu berkata datar,

“Dia memang seperti itu.”

“Ya tapi ini acara penting!” sahut Adriana kesal. “Pesta rekan bisnis, bukan arisan ibu-ibu komplek. Masa anak pewaris keluarga Renzo nggak datang?!”

Kenshiro menghela napas pelan.

“Kalau dia bilang sibuk, berarti ada yang lebih penting menurut dia.”

Adriana mendengus.

“Lebih penting dari networking bisnis? Hah! Anak itu kadang bikin darah aku naik.”

Di lantai atas, tepatnya di kamar Ryuga.

Ruangan itu luas, dominan warna gelap dengan sentuhan modern minimalis. Jendela besar memperlihatkan pemandangan malam kota yang berkilauan. Namun, Ryuga berdiri di sana dengan ekspresi datar, menatap keluar seolah pikirannya jauh dari tempat itu.

Tangannya memasukkan kemeja putih ke dalam celana hitam formal. Setelan jas hitam sudah tergantung rapi di sampingnya.

Namun, di balik ketenangan itu—hatinya tidak benar-benar tenang.

Bayangan wajah Quinn terus muncul tanpa izin.

Senyumnya. Tawanya. Cara dia memanggil namanya dengan nada manja.

Ryuga menutup mata sejenak.

“...Kamu buat aku gila, sayang.”

Gumamannya lirih, namun ada kehangatan yang terselip di sana.

Ia menghela napas panjang, lalu meraih jasnya dan memakainya dengan rapi. Setiap gerakannya tenang, presisi, seolah ia sudah terbiasa dengan dunia formal seperti ini.

Tapi malam ini berbeda.

Ada satu tujuan yang membuatnya akhirnya memilih datang.

Quinn.

Di bawah, Adriana dan Kenshiro sudah bersiap di ruang utama.

Adriana masih belum berhenti mengomel.

“Kalau dia nggak datang, aku sumpahin—besok aku kurung dia di rumah!”

Kenshiro menatap istrinya sekilas.

“Kamu tidak akan melakukan itu.”

Adriana melotot.

“Kenapa? Aku ibunya!”

Kenshiro tersenyum tipis, dingin.

“Karena kamu sendiri tidak tahan kalau dia benar-benar diam di rumah.”

Adriana terdiam beberapa detik… lalu mendengus.

“...Bener juga.”

Namun kekesalannya belum sepenuhnya hilang.

“Pokoknya, nanti kalau ketemu dia—”

Langkah kaki terdengar dari tangga.

Keduanya menoleh.

Ryuga berjalan turun dengan tenang.

Kemeja putihnya bersih tanpa cela, jas hitamnya pas di tubuh, rambutnya tertata rapi. Wajahnya tetap dingin seperti biasa—namun auranya malam itu… berbeda. Lebih dewasa. Lebih memikat.

Adriana langsung menyipitkan mata.

“Loh?”

Ryuga berhenti di depan mereka.

“Aku keluar. Ada urusan.”

Adriana langsung menyilangkan tangan.

“Sibuk beneran?”

Ryuga menatapnya datar.

“Hm.”

“Memang kamu mau ke mana?” tanya Adriana curiga.

Ryuga tidak langsung menjawab. Ia hanya mengambil kunci mobil dari meja.

“Rahasia.”

Adriana melotot, lalu menghela napas panjang, setengah kesal, setengah menyerah.

“Ya ampun… anak ini kalau ditanya selalu buat aku darah tinggian. Jawabannya singkat dan buat emosi.”

Kenshiro melirik Ryuga, tajam namun penuh kelembutan.

“Hati-hati.” ucapnya singkat.

Ryuga berhenti sebentar.

Hanya sepersekian detik.

Lalu ia mengangguk tipis.

“Hm.”

Jawaban itu cukup.

Kenshiro tidak bertanya lagi.

Karena ia tahu.

Anaknya tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.

Beberapa menit kemudian…

Mobil sport hitam milik Ryuga meluncur keluar dari gerbang mansion.

Lampu depan membelah gelapnya malam, sementara mesin mobil menggeram halus di bawah kendalinya.

Tangan Ryuga menggenggam kemudi dengan kuat.

Tatapannya lurus ke depan.

Namun pikirannya… hanya tertuju pada satu nama.

Quinn.

“Tunggu aku. Jangan datang sama orang lain.”

Gumamnya pelan, hampir seperti ancaman yang hanya ditujukan pada dirinya sendiri.

Perasaan itu kembali muncul—posesif, kuat, dan tak bisa ditahan.

Ia tidak suka membayangkan Quinn berdiri di samping pria lain.

Tidak suka melihatnya tersenyum untuk orang lain.

Dan malam ini…

Ia akan memastikan satu hal.

Quinn… hanya miliknya.

...----------------...

Hotel mewah tempat pesta itu digelar tampak berkilauan di bawah cahaya lampu malam. Lobi luas dengan lantai marmer mengilap menyambut para tamu, sementara lampu gantung kristal besar menggantung anggun di tengah ruangan, memantulkan cahaya ke segala arah. Aroma parfum mahal bercampur dengan wangi bunga segar yang tertata di setiap sudut, menciptakan suasana elegan dan eksklusif.

Di ballroom utama, musik klasik mengalun lembut. Para tamu berdatangan dengan balutan gaun dan jas terbaik mereka. Percakapan ringan bercampur tawa kecil menciptakan atmosfer hangat di tengah kemewahan.

Saat Adriana dan Kenshiro memasuki ruangan, kehadiran mereka langsung disambut oleh tuan rumah.

Arya Daneswara tersenyum lebar.

“Kenshiro! Adriana! Akhirnya datang juga.”

Kenshiro menjabat tangan Arya dengan tenang.

“Selamat atas pernikahan putramu.”

"Terima kasih."

Dyah, istri Arya, ikut menyapa hangat.

“Adriana, kamu cantik sekali malam ini.”

Adriana tertawa kecil.

“Ah, bisa aja kamu.”

Arya kemudian menoleh ke arah sepasang tamu di sampingnya.

“Oh iya, kenalin. Ini adik perempuanku… Selena, dan suaminya, Armand.”

Selena yang sejak tadi tersenyum sopan, tiba-tiba membeku.

Matanya membesar.

Adriana juga terpaku.

Keduanya saling menatap—

Detik berikutnya—

“SELENA?!”

“ADRIANA?!”

Mereka langsung saling memeluk dengan heboh, membuat orang-orang di sekitar tersenyum melihat kehangatan itu.

Adriana, “Ya ampun… ini beneran kamu?!”

Selena tertawa haru.

“Aku kira nggak bakal ketemu lagi…”

Dyah tersenyum melihat mereka.

“Wah, ternyata kalian kenal?”

Arya tertawa kecil.

“Kenal? Mereka sahabatan dari SMA.”

Sementara itu, Kenshiro dan Armand mulai terlibat dalam obrolan bisnis yang serius namun santai.

“Kerja sama terakhir kita berjalan cukup baik.”

Kenshiro mengangguk singkat.

“Kita bisa kembangkan lebih jauh.”

Arya ikut masuk dalam pembicaraan, sementara di sisi lain—

Selena, Adriana, dan Dyah sedikit menjauh, larut dalam nostalgia.

Adriana menggenggam tangan Selena erat.

“Aku nggak nyangka banget… kita bisa ketemu lagi di sini.”

Selena tersenyum hangat.

“Dunia kecil, ya.”

Dyah tersenyum.

“Ini namanya jodoh pertemanan.”

Mereka tertawa bersama.

Namun tiba-tiba—

Adriana teringat sesuatu.

“Eh… Rara mana? Aku kangen banget sama dia.”

Selena tersenyum.

“Belum datang. Mungkin sebentar lagi.”

“Katanya dia mau datang sama pacarnya. Kebetulan pacarnya juga diundang sama Arka.” lanjutnya.

Adriana mengangguk.

“Oh… begitu rupanya.”

Namun di dalam hati, ia sempat merasa sedikit kecewa.

"Sayang banget… padahal…"

Belum sempat percakapan berlanjut—

Suasana ballroom tiba-tiba berubah.

Beberapa tamu mulai berbisik.

Pandangan mereka tertuju ke arah pintu masuk.

Sepasang sosok baru saja masuk.

Seorang gadis dengan gaun elegan yang membalut tubuhnya dengan sempurna, wajahnya cantik memikat, langkahnya anggun namun tetap menyimpan aura liar yang khas.

Di sampingnya—

Seorang pria tinggi dengan setelan jas hitam sempurna, wajah tampan dingin, tatapan tajam yang sulit didekati.

Mereka berjalan berdampingan.

Serasi.

Seolah dunia di sekitar hanya latar belakang bagi keberadaan mereka.

Bisik-bisik mulai terdengar.

“Siapa mereka…?”

“Ganteng banget…”

“Cocok banget…”

Selena tersenyum kecil.

“Itu Rara.”

Adriana mengikuti arah pandang Selena.

Dan saat matanya menangkap sosok itu—

Tubuhnya membeku.

Jantungnya berdegup kencang.

Matanya membesar tak percaya.

“Itu… Rara?”

Selena mengangguk bangga.

“Iya.”

Namun perhatian Adriana… tidak sepenuhnya pada Quinn.

Melainkan—

Pada pria di sampingnya.

Ryuga.

Beberapa detik kemudian—

Quinn dan Ryuga sudah berdiri tepat di hadapan mereka.

Selena langsung merangkul bahu Quinn dengan hangat.

“Ra, kenalin. Ini sahabat Mama dari jaman SMA, Tante Adriana.”

Quinn tersenyum manis, lalu menyalami dengan sopan.

“Halo, Tante Adriana.”

Adriana masih terpaku.

Tatapannya bergantian antara Quinn… dan Ryuga.

Selena melanjutkan dengan santai—

“Na, kalau yang ini… Ryuga, pacarnya Rara.”

Seolah dunia berhenti.

“Pa… pacar?”

Selena mengangguk santai.

“Iya. Gimana? Lebih tampan mana sama anak kamu?”

Namun Adriana tidak menjawab.

Tatapannya berubah.

Tajam.

Langsung tertuju pada Ryuga.

Ada kekecewaan.

Ada kekesalan.

Namun juga… kelegaan yang aneh.

“Ryuga…”

Suara Adriana pelan, tapi penuh tekanan.

“Kamu nggak mau kenalin pacar kamu sama Mommy?”

Nada sindiran itu membuat Selena mengernyit.

“Mommy? Maksud kamu… Ryuga ini—”

Quinn yang awalnya santai, kini ikut tertegun.

“…Tante cantik ini… mommy-nya Ryuga?”

Adriana menoleh ke Quinn, lalu tersenyum.

“Iya, sayang.”

Seperti petir di siang bolong.

Quinn membeku.

Matanya perlahan beralih ke Ryuga.

Penuh tanya.

Penuh syok.

Ryuga tetap berdiri tenang.

Wajahnya datar.

Namun di balik itu—

Ada gelombang emosi yang berusaha ia tekan.

Quinn menatapnya lekat.

“Ga…?”

Suaranya pelan.

Bingung.

Hatinya berdebar kacau.

Selena kini ikut terkejut.

“Jadi… selama ini…”

Ia menatap Adriana, lalu Ryuga, lalu Quinn.

Satu fakta besar perlahan tersusun.

Adriana menyilangkan tangan, masih menatap Ryuga dengan tajam.

“Jadi... ini yang kamu bilang sibuk?”

Ryuga akhirnya membuka suara.

Tenang.

Datar.

Namun tegas.

“Hm. Aku memang sibuk.”

Lalu matanya melirik Quinn sebentar.

“Sama dia.”

Jantung Quinn berdegup semakin cepat.

Di tengah keterkejutan itu—

Ada kehangatan yang menyelinap.

Namun situasi masih terlalu mengejutkan untuk dicerna sepenuhnya.

Empat orang itu kini berdiri dalam satu lingkaran takdir—

Sahabat lama.

Anak-anak mereka.

Dan cinta yang tanpa mereka sadari…

Telah menyatukan semuanya sejak dulu.

...****************...

1
Nur Halida
eh jelangkung nongol.. gak ada kapok2nya se naomi ini
Nur Halida
fiks kael kembarannya quinn
ollyooliver🍌🥒🍆
kael?🤔
ollyooliver🍌🥒🍆
lah ngapain emosi kalau ibunya sendiri baru tau dan meminta memperkenalkan dengan baiik.
sikap ryuga ini boleh dingin, tapi haruslah menghormati orngtua jugaa karna dia hidup maih dengan uang orngtuanya😌
Nur Halida
eh beneran kael saudaranya quinn??
Adinda
mungkin kael kakaknya Quin mungkin selena dan armand kehilangan anak pertamanya
Nur Halida
jangan jatuh cinta pada kael ya quinn...😔
Nur Halida
apa iya kael kakaknya quinn?
hmmm 🤔
Angelia nikita Sumalu: Masih plot twist sih...
apa mungkin Kael kembarannya quiin tapi terpisah
total 2 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
ryuga mmng anak yg buat ibunya darting, terlalu cuek sama ibunya sendiri bahkan hal untuk yg wajar seorng ibu tau. gk bagus sikap seperti itu pd ibu sendiri, klau orng lain wajar.
ollyooliver🍌🥒🍆
kemarin kan baru ketemu, udab dikota yg sama lagi..gk mungkin gk akan ketemu. lebay
Nur Halida
emang kalo berhadapan dg quinn ryuga gak bisa berkutik😁
Nur Halida
wkwkwkwk.. di kenalin sama anak sendiri🤣🤣🤣
Nur Halida
udah pacaran mareka mah gak usah dijodohin lagi🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
lamjuttt
Nur Halida
ada ada aja nih si vexa 🤭
Yudi Chandra: hehehe....ganjen dia🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nur Halida
ya emang ufah terlamabat kael karena quinn udah punya ryuga seorang😁jadi sebelum perasanmu semakin dalam kamu harus lupain quinn biar gak sakit2 banget entar😁
Yudi Chandra: betul tuh betul😅😅😅
total 1 replies
Durahman Rahman
sangat baguss
Yudi Chandra: makaciiiiiih....🙏🙏🙏🙏
kalau ada kritik dan saran tulis aja ya. aku terima semua masukannya🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
kalau tau, knp masih berharap dodol!😏
Yudi Chandra: iya tuh. dodol banget emang😅😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
aku selalu dukung kamu ga. .😍😍😍
Yudi Chandra: hehehe...aku juga😅😅😅😅
total 1 replies
Nur Halida
quinn jangan jatuh cinta sama kael quinn ...ingat ryuga quinn... kasihan ryuga quinn udah nunggu kamu lama...
Yudi Chandra: iya betul. kasian Ryuga ya kan🤗🤗🤗😅😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!