NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Action / Tamat
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: ismiati

Cerita ini hanya kehaluan author.

Kehilangan suami dan harus menikah dengan adik iparnya harus Khairunnisa jalani.

Kebahagiaan yang baru Abian Maulana dan Khairunnisa rasakan harus terusik karena satu persatu misteri kematian Andreas Rafasya terungkap.

Maaf banyak typo bertebaran, tahap revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ismiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran mulai terungkap

Nisa menghampiri Bian dan Raka mendudukkan diri di samping Raka.

Bian berdiri menuju arah pos satpam.

"Bik tolong jaga Raka sebentar," pinta Bian kepada Bik Mirna.

"Iya Pak."

Bian melangkah menuju Nisa dan Raka,

"Biar Bik Mirna saja yang menemani Raka sebentar," kata Bian kepada Nisa dan di angguki Nisa.

Bik Mirna menghampiri Raka dan mengendong nya mengajak bermain di halaman samping rumah, yang penuh dengan permainan anak kecil karena baik di luar ataupun di dalam rumah Bian menyediakan tempat bermain yang aman dan nyaman untuk anaknya.

Bian mengandeng tangan Nisa menuju taman belakang, di sana ada kursi dan berbagai tanaman yang di tanam Nisa menjadikan tempat itu nyaman dengan suasana romantis untuk tempat ngopi atau bersantai pagi dan sore.

"Sayang apa yang mengganjal di pikiranmu?" tanya Bian

"Mas tidak akan marah kan dengan kejujuran ku?" tanya Nisa dengan ragu.

"Iya kejujuran meskipun pahit mas bisa menerima, seperti kopi pahit tetapi nikmat," kata Bian di selingi candaan.

Nisa menarik nafas panjang dan membuangnya, supaya Nisa mempunyai keberanian untuk memulai menceritakan kejadian selama ini kepada Bian.

"Aku sering menerima pake Mas mungkin dari pengirim yang sama karena paket tersebut isinya juga sama hijab dan mawar serta tulisan yang kemarin mas baca, kejadian itu berlangsung lama saat aku masih berstatus istri mas Andre." ucap Nisa menjeda ucapannya.

"Maksudmu sayang." Potong Bian.

"Iya mas sudah bisa menebak nya dan mas Andre juga sudah tau tetapi kami membiarkan karena selama ini tidak terjadi apa-apa," lanjut Nisa

"Kenapa Mas Fasya tidak pernah bilang?" tanya Bian.

"Ini adalah urusan rumah tangga kami waktu itu jadi aku tidak bisa bercerita," jelas Nisa.

"Iya aku mengerti ," balas Bian.

"Ku pikir orang itu sudah berhenti karena sejak aku hamil 7 bulan orang itu berhenti mengirim paket makanya kemarin aku sempat berfikir kiriman itu dari Mas Bian karena dulu si pengirim paket selalu menyertakan nama pengirim paket berinisial D tetapi aku baru ingat kata terakhir dalam kartu ucapannya." Terang Nisa lagi.

Membuat Bian menyerngit heran.

"Apa kamu masih menyimpan kartu ucapan yang dulu," tanya Bian membuat Nisa mengangguk.

"Aku masih menyimpannya mas tetapi di gudang lama rumahku dan barang pemberian orang tersebut masih rapi belum ku sentuh atau pergunakan," ucap Nisa.

"Eem Mas masih ada satu lagi mas," kata Nisa.

"Apa masih ada yang belum di jelaskan sayang ?" tanya Bian membelai tangan Nisa lembut.

"Tadi ada paketan lagi tetapi nama pengirim tidak ada dan dari kartu tersebut aku ingat saat umur ku masih 18tahun waktu itu aku di pesantren kilat memberi pertolongan pada pemuda cuma sebatas nasi dan minum saja,"ucap Nisa pelan.

"Apa isi paket tadi sayang?" tanya Bian.

"Al Qur'an dan hijab berwarna hitam Mas," jawab Nisa.

"Apa ini dari orang yang sama," kata Bian berfikir dengan tangan memainkan dagunya.

Suasana hening pikiran dua orang itu melayang memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.

"Sepertinya beda mas," ucap Nisa.

"Tolong nanti semua paket kasih mas berserta kartu ucapannya kalau benar dugaan mas," kata Bian.

"Dugaan apa Mas?" tanya Nisa.

"Sudah jangan di pikirkan biar mas saja yang mengurusnya," kata Bian menenangkan istrinya.

"Nanti taruh di ruang kerja Mas semuanya," pinta Bian.

"Dan jangan pernah kasih tau siapapun," pinta Bian lagi.

"Iya Mas."

"Ya sudah, aku mau telepon Hendri ada berkas yang harus di urus." Bohong Bian.

"Kalau begitu aku mau ke Raka dulu Mas," pamit Nisa di angguki Bian.

Bian berfikir apa semua kejadian ini berkaitan dengan kematian Fasya, pikiran Bian kusut harus mengurai semua kejadian ini.

Bian berfikir ini bukan hal kecil jadi dia tidak mau mengambil resiko jadi dia harus meminta bantuan temannya.

Bian bergegas keruang kerja karena takut ada orang yang membocorkan semua nya, untuk saat ini Bian tidak bisa percaya dengan siapapun.

Bian menutup pintu rapat menyalakan peredam suara membuka cctv semua ruangan, ternyata benar dugaan Bian selama ini.

Bian menyusuri tiap sudut ruang kerjanya,

"Hem ternyata kamu sangat pintar," ucap Bian melihat benda yang sengaja di pasang seseorang di ruang kerjanya.

Setelah membuang alat tersebut Bian mengambil headphone nya.

Bian bergegas menghubungi orang-orang kepercayaan nya yaitu Akbar, Zio dan Zaki.

Zio dan Zaki mereka adalah saudara Zio menjabat sebagai aparat negara dan Zaki seorang detektif sedangkan Akbar adalah pengacara Bian.

Jangan remehkan mereka karena mereka mempunyai anak buah yang dapat diandalkan.

Mereka orang kepercayaan Bian yang selama ini di sembunyikan karena persaingan di dunia bisnis kadang bisa menghalalkan segala cara.

"Kamu salah memilih lawan bung," ucap Bian

Akhirnya Bian memberitahu semua kejadian yang di alami Nisa dan dari situ bisa di simpulkan ada 2 orang yang akan menjadi target penyelidikan Bian.

Setelah mengakhiri percakapan mereka Bian menuju ke seluruh ruangan mencari alat penyadap atau alat perekam karena bagaimanapun Bian tidak mau privasi keluarganya terganggu.

'Ternyata kalian bertindak sejauh ini,' guman Bian.

Bian menghancurkan semua alat itu.

'Aku harus waspada ternyata pak Bian bukan orang sembarangan,' batin orang misterius tersebut bergegas pergi meninggalkan tempat itu takut ketahuan.

Bian tanpa sengaja melihat bayangan seperti orang berlari tetapi Bian sengaja tidak mengejarnya.

Untung ruangan tersebut sepi semua penghuni sibuk di taman samping rumah menemani Raka bermain.

Baru saja Bian melangkahkan kakinya telepon Bian berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.

Trink

Isi pesan Zio

'Bro pengirim paket tersebut ada 2 orang yang satu musuh kita dan satunya cuma pengagum istri mu karena kebaikan hatinya tetapi orang tersebut juga berbahaya, kalian harus secepatnya pindah.'

Bian kaget membaca pesan tersebut, baru saja Bian mau menyimpan handphone nya berbunyi lagi.

Trink

Isi pesan Akbar

'Kalian harus pindah dengan pura-pura mengajak Nisa, Raka dan Tante Rini liburan dan jangan mengajak Bik Mirna maupun pak Ujang nanti kita akan membantu kalian lolos dari incaran orang tersebut karena dia sudah mulai bertindak,'

'Terimakasih,' balasan pesan Bian

Bian menormalkan wajahnya menjadi senyuman. Bian tidak mau mengundang curiga dari sang mama maupun Nisa.

Bian berjalan dengan langkah cepat sesampainya di sana Bian bernafas lega melihat keluarganya tidak kenapa-kenapa.

"Raka sayang," sapa Bian dengan mencium pipi gembul Raka.

"Bik tolong belikan pengharum ruangan yang rasa apel ya," pinta Bian merogoh saku celananya mengambil dompet mengambil beberapa lembar uang.

"Lho buat ruangan yang mana mas?" tanya Nisa.

Bik Mirna menghentikan langkahnya mendengar ucapan Nisa. Semua mengalihkan pandangannya ke arah Bian.

"Em buat di ruang tamu sayang, mas pengen suasana berbeda aja," ucap Bian glagapan mencari alasan.

"Oh." kata Nisa mengangguk

Setelah Bik Mirna pergi dan di rasa suasana aman.

"Ma, Nisa bagaimana kalau kita liburan bersama," ajak Bian.

"Dalam rangka apa nak?" tanya Mama.

"Teman Bian mengundang kita sekeluarga menghadiri acara peresmian tetapi cuma kita saja biar nanti Bik Mirna menjaga rumah," jelas Bian.

Setelah mendengar semua penjelasan Bian.

Akhirnya Nisa dan Mama setuju dengan keputusan Bian sekalian menyegarkan pikiran.

Bersambung.....

1
Fi Fin
seandainya du dunia ini laki2 seperti Bian adanya duuuh ibdah nya dunia
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍👍👍
aira aira
,mertua ya penyayang
aira aira
sedihnya
Lailatul Fadjariyah
ikut tegang ini
Cia Sanu
bagus
Ana Susana
❤️
Sulaiman Efendy
HARU & SEDIH JUGA, JDI FAHAM, KNP JUDULNYA TURUN RANJANG, KRN KISAHNYA MMG INI, BIAN & ASSISTENNYA SAMA2 NIKAH TURUN RANJANG KRN AMANAH..
Sulaiman Efendy
WOWW NISA HAMIL LGI, SMOGA DPT CWOK....
Sulaiman Efendy
SEDIH SEKALI DGN TAKDIR CINTA NYA HENDRI, INI OTHOR KNP HRS BUAT BRAYEN NYAMPAIKN AMANAT BGITU..
Sulaiman Efendy
OTHOR SUKA KASI BARANG BEKAS... TRNYATA JANDA MMG MNGGODA...
Sulaiman Efendy
YUDHA KN SMA REA, KNP DI CERITA INI MALAH SAMA TASYA...
PADAHAL TEMANNYA SAMA, YAITU JEFRI
Sulaiman Efendy
SEPERTI PESAN ALMARHUM ANDREAN KE BIAN, NMUN BIAN TK ADA BEBAN, KRN SINGLE, SDGKN HENDRI SDH MLAMAR TASYA..
KLO HENDRI MLEPASKN TASYA, DN MNRIMA CALISTA, BETAPA HNCURNYA TASYA, YG SDH MO DRI BIAN, GAGAL PULA DGN HENDRI YG TLH BRJUANG UNTUK DPTKN TASYA
Sulaiman Efendy
OWHHHH TERNYATA BIAN BKN ANAK KANDUNG NYA RINI..
Sulaiman Efendy
SERUNYA KLO KEMBAR SEPASANG, CEWEK & COWOK, KLO CWEK SMUA BIAN GK ADA PENERUS, KRN CWEK AKN IKUT SUAMI, DN AKN MNERUSKN KTURUNAN SUAMI, KLO BIAN GK NMBH ANK COWOK, PUTUS GARIS KTURUNAN BIAN, ANDREAN BIARPUN UDH MNINGGAL, TPI GARIS TURUNANNYA LNJUT, KRNA ADA RAKA...
Sulaiman Efendy
RASA CINTA BIAN BUAT DY YG MNGALAMI MORNING SICKNESS ATAU SINDROM COUVEDE / KEHAMILAN SIMPATIK
Sulaiman Efendy
TRNYATA MSH ADA DAKI YG TRTINGGAL, ADIKNYA REYHAN, LAKI2 ATAU PREMPUAN ITU DAKI YG TRTINGGAL,, HRSNYA APA YG TRJADI SAMA KK NYA JDI PELAJARAN BUAT DY UNTUK TDK SALAH LGKAH, TAPI DENDAM LBH KUAT MNGHASUTNYA..

TRNYATA BAHAYA MSH BLM SIRNA DARI RMH TGG NISA & BIAN,, DN ERICK JUGA JGN DIREMEHKN..
Sulaiman Efendy
REYHAN UDH SELESAI, TINGGAL ERICK, APA MSH TROBSESI JUGA MA NISA..
SEMOGA REYHAN DIHUKUM BERAT, KRN DALANG PEMBUNUHAN DN PENCULIKAN
Sulaiman Efendy
ITU BUKAN CINTA, TAPI OBSESI.. ORG KYK GINI HRSNYA DIMUSNAHKN,, HNY SAMPAH DUNIA YG SUKA GANGGU RMH TANGGA ORG
Sulaiman Efendy
KNP GK DIBUAT BONYOK DLU.. SIALAN JUGA NI OTHOR, BUATLH BIAN MNGHAJARNYA DLU, TRMASUK SI UJANG ITU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!