NovelToon NovelToon
Cursed Lady

Cursed Lady

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:150.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: A&Y

Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.

Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!

©A&Y original

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

(Pasanganku ada di istana.)

    “Eric kau tidak akan menyuruhku ke istana kan?!”

(Kau bilang mau membantuku?!)

    “Tapi—apa kau tidak salah lihat? Bagaimana bisa aku masuk ke istana dan menemukan pasanganmu di sana?”

    (Pria itu, pria bermata merah itu. Dia memiliki pasanganku.)

    “Apa?!”

    Jangan bilang, Eric ingin aku terlibat dengan Putera mahkota? Tidak mau. Dia adalah orang yang paling ingin aku hindari.

    “Untuk sekarang aku tidak bisa. Aku harus fokus masuk ke akademi kau tau kan?”

    (Hmm.)

    “Jangan sedih, akan kupikirkan caranya, aku sudah berjanji, tapi untuk sekarang aku tidak bisa bertindak ceroboh lagi dengan menerobos istana dan mengambil batu pasanganmu.”

    (Kau benar. tapi, dengan dekat dengan pria itu aku juga bisa dekat dengan pasanganku.)

    Wah, Eric benar-benar cari masalah rupanya. Bagaimana bisa dia mengatakan hal itu, kalau dia sendiri bisa melihat alam bawah sadarku. Apa dia tidak bisa lihat betapa besar rasa traumaku pada Putera Mahkota?!

    “Eric aku mau tidur.”

    (Baiklah, aku akan berkeliling istana dan menemui pasanganku lagi selagi kita masih di Saturia.)

    “Euhm. Berhati-hatilah jangan terlalu lama meninggalkan kalung. Mengerti?”

    (Tentu saja bocah. Kau tidak perlu mengajariku. Energiku juga akan habis jika aku terlalu lama berada di luar jangkauan eternite.)

    “Baguslah. Selamat malam.”

Takdir macam apa ini? apa yang sebenarnya direncanakan dewa. Aku benar-benar tidak mau terlibat dengan Putera mahkota dan segala macam klan cahaya. Aku tidak ingin apa yang kulihat  di masa depan menjadi kenyataan. Aku ingin hidup tenang di Eternelle, tapi kenapa malah ada Eric yang mengingatkanku pada janji menemukan pasangannya. Dan kenapa juga pasangannya harus ditangan putera mahkota?!

“Arghhh.” Aku benar-benar frustasi sekarang. Sudahlah lebih baik tidur saja.

...***...

“Papa terima kasih,”

“Untuk Apa?” Papa yang sudah terlelap kembali terbangun.

“menginjinkanku pergi ke Apolline. Tapi kenapa Papa tiba-tiba saja berubah pikiran?”’

“Papa hanya tidak ingin menekanmu. Papa tahu betul siapa Elaine, kau suka kebebasan bukan?”

“Papa,” Aku memeluk Papa erat. “Benar, Ela suka melihat orang-orang, apa Papa tau, saat menilai karakter banyak orang, aku jadi tau kalau sebenarnya pikiran manusia tidak sesedarhana itu.”

“Apa maksudmu tidak sederhana?”

“Papa, seperti Papa yang saat ini berbaring menemani Ela. Papa mungkin tenang mengobrol denganku. Tapi, Ela tau kalau ada begitu banyak pikiran dalam kepala Papa. Seperti konflik di perbatasan?”

“Apa kau membaca berkas Papa?”

“Tidak. Aku mendengar saat Papa menyuruh Damien masuk hari itu.”

“Ah, aku ceroboh tidak menyuruhmu keluar lebih dulu.”

“Papa jangan khawatir, aku tidak akan memikirkan urusan politik, tenang saja.”

“Ck, kau sama persis seperti Ibumu,”

“Benarkah? apa yang sama coba sebutkan.”

“Ya, dia menyukai kebebasan, caranya berpikir tidak ada yang tau, tegas, tidak kenal takut, dan berbicara terbuka. Meski kadang terdengar mengesalkan di telinga orang lain. Tapi saat kau memahaminya, setiap perkataannya sesuai dengan realita yang terjadi.”

Mama? 

“Papa sebenarnya, tanda mama sudah menghilang.”

Mata Papa membelalak, “kapan?”

“Beberapa hari yang lalu, saat Papa berada di wilayah lain untuk ekspedisi.”

Beberapa hari yang lalu, aku merasa ketakutan. Ada bercak darah di tempat tidur. Kupikir aku menindih binatang kecil hingga dia mati, tapi tidak ada bangkainya. Baru setelah itu aku merasakan gejolak sakit di perutku. Rasa sakit yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Aku bahkan hampir menangis karena itu. untungnya ada Lent, dia yang menjagaku, dia memberitahuku kalau aku sudah tumbuh dewasa. Aku sedang mengalami masa mensis, yang menandakan aku sudah bukan anak-anak lagi. Mungkin ini lucu, tapi aku jauh lebih terkejut. Melihat adanya perubahan dalam tubuhku membuatku ingin menangis, seperti masa anak-anakku direnggut tiba-tiba oleh sebercak darah. 

“Papa, hiks. Mama tidak bersama denganku lagi, tandanya sudah menghilang.”

“Tidak. Jangan menangis. Lihat,” Papa mengarahkan mataku ke arah yang dia tuju.

“Masih ada bintang Papa dan Mama di sana. Mama tidak pernah meninggalkanmu, tidak pernah.”

“Tapi, bukankah tanda ini—

“Itu hanya sebuah tanda, tanda tidak bisa menghapus rasa rindu. Yang bisa menghapusnya adalah keyakinan, keyakinan kalau Mama selalu menyertaimu.”

“Papa,” Aku semakin keras menangis. “Entah kenapa saat bersama Papa Ela tidak bisa menyembunyikan diri Ela yang sesungguhnya, Ela tidak bisa menerima kenyataan kalau Ela bukan anak kecil lagi.”

“Tapi dimata Papa kau tetaplah anak kecil yang harus kulindungi. Lihat kau bahkan masih menangis seperti anak kecil.”

“Ah, saat itu seharusnya Papa tunda pelatihan Valiant, sayang sekali dia sudah menjadi kesatria tingkat 2.”

“Jangan bilang, kalau Papa ingin Kak Valiant ikut ke akademi?!” Papa berhasil mengalihkan pikiranku.

“Ya, tapi dia sudah punya sertifikat resmi.”

“Hmmm, Papa percaya saja pada Ela. Jangan khawatir, meski tanpa pengawasan langsung Ela bisa jaga diri dimanapun.”

“Ingat. Selalu aktifkan batu zuli ini, kau ceroboh  dan pelupa.”

“Baik Yang Mulia.”

“Tidurlah sudah malam, kau besok harus mempersiapkan banyak hal.”

“Selamat Malam Papa,”

“Selamat malam.”

...***...

Kamar Hazel

“Kakak, Hazel sendirian kalau kakak pergi?”

“Kata siapa? Ada Lent, Scherie, Alair. Umm, dan buku-buku ini, kau bisa membaca sepuasnya kalau kau bosan. Mengerti kan?”

“Tetap saja. Hazel tidak bisa bermain dengan kakak.”

“Saat libur musim dingin aku akan pulang. Hazel juga bisa mengirim surat untukku,”

“Benarkah?” Matanya kembali bersinar.

“Uhm, aku pasti akan membalas surat yang Hazel kirim. Ah iya, dan kalau Hazel rinduuuu sekali, kau bisa mengunjungiku saat Florent mengantarkan pakaianku setiap bulan sekali.”

“Uhm, aku akan melakukannya.”

“Bagus. Jadi, jangan sedih.”

“Apa yang kau baca?”

“Dongeng Puteri yang dikutuk.”

“Puteri yang dikutuk? Seperti apa ceritanya?”

“Uhm, ada seorang puteri yang dikutuk sejak dia lahir, dia tidak bisa merasakan perasaan terhadap orang lain. Lalu, suatu hari dia dikurung sendirian di menara yang gelap.”

Menara yang gelap?

“Kenapa dia dikurung?”

“Karena orang-orang merasa takut puteri yang tidak memiliki perasaan ini akan menyakiti orang-orang. Makanya, dia dikurung.”

“Lalu?”

“Lalu, suatu hari, dia menyadari sesuatu, dia sebenarnya memiliki perasaan. Dia merasa kesepian. Dia merasa sedih. Tapi orang-orang tidak ada yang tahu.”

Aku merasa kesepian, Aku merasa sedih, dan aku merasa penasaran dengan dunia luar. Apa itu perasaan yang ada dalam ingatanku. 

“Apa puteri itu berusaha keluar dari menara itu?”

“Darimana kakak tau?”

“Aku menebak saja.”

“Ya Kak, dia berusaha keluar untuk memahami bagaimana perasaan orang-orang.  Pertama, dia mencari kesenangan di pasar. Dia mendapat kesenangannya tapi dia tidak tau apa itu perasaan senang, jadi puteri ini hanya membandingkan perasaannya dengan orang lain. Lalu, dia melihat seorang pedagang yang berteriak keras kepada seorang anak kecil. Dia bertanya perasaan apa itu?”

“Lalu, dia menemukan rasa empati melalui anak kecil itu. dalam hatinya, dia merasakan ada juga orang lain yang sendirian sepertinya. Nah, Kak aku akan membacakan bagian konfliknya.”

“Baik bacakan dengan keras.”

“Lalu, Puteri yang dikutuk ini berkelana, dia akhirnya memahami beberapa perasaan orang lain. Senang, sedih, marah, tapi ada satu yang belum dia dapat. Yakni cinta, hingga pada akhirnya dia tidak tahu kalau dia jatuh cinta kepada seorang pria pengembara.”

“Di-a jatuh cinta? Wah, kau masih anak-anak kenapa membaca buku cinta-cintaan sih.” Aku hanya mengalihkan keseriusanku saja,

“Kakak bilang aku boleh baca apapun.”

“Baiklah baiklah, lanjutkan.”

“Baik langsung saja, aku akan bacakan bagian klimaksnya. Lalu, ada hari dimana Tuan Puteri ingin menyatakan perasaannya. Dan dihari itulah, pengembara itu menikah dengan orang lain. Dia tidak menangis, dia hanya bingung perasaan aneh apakah itu?”

“Itu mungkin perasaan sakit dan kecewa.” Jawabku,

“Kakak, aku kecewa dengan endingnya, karena Tuan puteri memilih kembali ke menara dan dia menyakiti dirinya dengan serpihan cermin yang dia pecahkan. Ada satu kalimat dibagian endingnya, sebelum meninggal dia berkata “ah jadi ini yang namanya rasa sakit.”

Hiks, kenapa dia sebegitu bodohnya mati demi seorang pria.

“Hazel, jadi pelajaran apa yang kau dapat dari cerita ini?”

“Uhm, aku tidak boleh menyerah dengan hidup?”

“Bukan.”

“Lalu?”

“Menerima kenyataan. Menerima kenyataan adalah salah satu kita bertahan hidup. Menerima bahwa perbedaan itu tidak seburuk yang dibayangkan. Sama halnya seperti Tuan Puteri, jika dia bisa menerima kenyataan, dia tidak akan mengakhiri hidupnya.”

“Wah, darimana Kakak bisa menemukan kata-kata indah seperti itu?”

“Hummm, bagaiamana? Apa aku sudah terlihat seperti wanita terpelajar?”

“Sangat. Sejak awal kakak adalah wanita yang paling hebat dimataku.”

“Terima kasih.”

Benar, menerima kenyataan. Menerima kenyataan kalau kehidupanku ada ditanganku. Dan yakinlah aku bisa mengubahnya, jangan merasa takut dengan orang-orang yang berkaitan denganku di masa depan. Aku hanya harus menghadapinya, karena tidak ada gunanya lari dari kenyataan.

Tok..tok..tok

“Ya? Lent?”

“Nona, saatnya mengecek berkas masuk akademi.”

“Baik, Kakak pergi dulu ya, ingat jangan merasa kesepian kalau kakak tidak ada di rumah.”

“Uhm, Hazel akan ingat.”

***

tbc...

ps : terima kasih untuk dukungannya kawan readers :*** terus dukung author agar semangat berkarya. xie xie.

1
good novel
Sri Rahayu
cerita yang sangat bagus
Ailsa Nabilah
ini nih gambarnya putra mahkota ya
Kembar
banjir.... banjir... banjir....
Cam
menarik 😍
Agus_Tina
bagus bgt critax. recommended bgt tuk para pmbaca novel fantasi
Agus_Tina
baru ngeh dia tentang pernikahan
Agus_Tina
suka ceritax
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
akhirnya Elaine bngkit
Agus_Tina
ptra mahkota mulai loading
Agus_Tina
mkn penasaran
Agus_Tina
ttp Semangat Thor
Agus_Tina
bagus alur ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
poor Elaine
Agus_Tina
d tnggu kebangkitanx Elaine
Agus_Tina
bagus ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
siapa itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!