Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Welcome to Aethelgard
Cahaya putih monitor memantul di kedua bola mata hitam Calypsa yang dihiasi bulu mata hitam panjang miliknya. Cekungan hitam di bawah mata dan lebih dari 5 kali ia menguap, menunjukkan rasa kantuk dan lelah karena tidak tidur lebih dari 15 jam. Sesekali ia meregangkan tubuhnya dan melihat ke luar jendela kecil tepat di samping ia duduk, pemandangan malam kota Aethelgard yang sendu dan tenang dalam guyuran hujan.
Kota Aethelgard memiliki otonomi daerah khusus di mana mafia dan pemerintah pusat bekerja sama melindungi kota lewat jaringan underground yang dikuasai oleh para mafia. Bagaimana para mafia dan pejabat pemerintah bertemu? Dunia digital yang dilindungi cyber security khusus yang kuat yang sulit sekali diretas adalah jawabannya, The Iron Digi.
Calypsa menyelesaikan pekerjaan terakhirnya dengan menggantikan sosok berbaju hitam dengan orang lain pada sebuah video CCTV milik client khususnya dari deep web. Siapa saja client khususnya itu? Ya, para mafia Aethelgard.
Seluruh penghuni Aethelgard mengetahui jika Calypsa adalah seorang freelancer video editor yang mengedit video para content creator sehingga lebih menarik untuk diunggah pada social media. Namun, hanya gelapnya malam yang mengetahui jika ia menerima client mafia untuk menghapus jejak digital mereka dalam merencakan misi. Silent Queen, itulah inisialnya di deep web.
Calypsa mengecek sekali lagi video hasil editannya. Ia memastikan tidak ada yang terlewat, karena jika lalai dalam tugas ini, nyawa taruhannya. Sesekali ia menyeruput kopi hitam yang sudah tidak panas lagi itu. Tiba-tiba , ia melihat ada bagian yang tertinggal, tapi ada yang aneh pada video itu. Lelaki tampan berkemeja hitam dengan mata tajamnya melihat langsung ke arah CCTV, seakan-akan melihat langsung ke arah Calypsa. Pria di layar itu memiliki rahang yang tegas dan mata yang mendinginkan suhu kamarnya seketika. Ada kegelapan yang pekat di sana, jenis kegelapan yang seharusnya Calypsa hindari, tapi entah kenapa malah membuatnya terpaku. Tubuhnya bergidik, menyadari aura berbahaya dari lelaki tersebut. Calypsa tahu betul lelaki itu, Cyrus, ketua geng mafia yang paling besar di seantero Aethelgard.
Segera ia hilangkan sosok itu, sehingga hanya tembok berbata merah saja yang terlihat. Dia memastikan tidak ada pantulan kaca yang menangkap sosok tersebut. Sekali lagi, Calypsa melakukan cek ulang sebelum merender pekerjaannya. Setelah dirasa aman, Calypsa mengupload kembali video editannya ke dalam file deep web clientnya. Sambil menunggu video terupload sempurna, Calypsa mencari foto Cyrus di dalam deep web, diamatinya sosok penuh karisma yang memiliki aura dingin tersebut. Tanpa sengaja, mata Calypsa melihat tato geng berbentuk ular yang sama dengan tato geng kakaknya dibalik jam tangan yang Cyrus kenakan. Ia baru tahu sekarang, setelah kejadian brutal 2 tahun yang lalu bahwa kakaknya, Apo, anak buah dari Cyrus.
Ingatannya kembali pada kejadian berdarah 2 tahun yang lalu, kejadian yang menjadi alasan ia memilih pekerjaan beresiko ini, karena sekali lengah, lokasinya akan mudah terlacak. Kakaknya meninggal dalam insiden penyerangan mafia asing di Aethelgard. Aethelgard adalah kota yang bersih dari narkoba, oleh karena itu banyak sekali mafia asing yang ingin membangun dan menguasai bisnis narkoba di Aethelgard.
Saat itu, kakaknya sudah bersimbah darah namun tetap melawan para mafia asing. Seorang rekan mafia kakaknya segera menarik Apo untuk keluar dari medan berbahaya tersebut. Calypsa yang mengikuti Apo tanpa bisa berbuat apa-apa, segera keluar dari tempat persembunyiannya saat ia merasa kondisi sudah aman. Namun terlambat, takdir berkata lain. Tubuh Apo sudah terlalu lelah untuk bertahan. Calypsa hanya bisa menangis tertahan, ia tidak ingat siapa yang menolong Apo. Ia hanya ingat tato yang sama dengan milik Apo, terlukis di tangan kiri di bawah jam tangan hitamnya. Selain itu, suara dingin yang mengatakan, "Rekan kami akan mengurus pemakamannya, kamu nggak usah khawatir." setelah itu, pria itupun pergi. Dari dalam hati kecilnya, Calypsa bertekad, ia harus mencari tahu siapa yang telah menolong Apo dan berusaha untuk membantu para mafia tanpa harus menjadi anggota geng sebagai balas budinya.
Tiba-tiba, ponselnya berdering, tanpa curiga, Calypsa mengangkatnya. "Got you Silent Queen. Keluarlah, saya sudah di depan pintu rumahmu." ujar suara dingin yang sangat mengejutkan Calypsa. Calypsa segera memutuskan sambungan dan memeriksa security laptopnya. "Sial." ujarnya pasrah. Security sistem pada laptopnya lupa ia nyalakan, sehingga mudah untuk para client deep web menemukan lokasinya. Tanpa banyak alasan dan pasrah, Calypsa berjalan gontai menuju pintu rumahnya, pikirannya kosong, tidak mau memikirkan apa-apa. Ia membuka pintu, ia terkesiap dan reflek menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut.
Di depannya berdiri seseorang yang wajahnya baru saja dia lihat di layar monitor laptopnya, Cyrus, dengan rahang tegas dan tajam, mata coklat tua, rambut pendek hitam yang berantakan. Sosok aslinya lebih tampan daripada foto itu berdiri di hadapan Calypsa.