NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:955
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 [ Hilang Kendali]

Di-pagi yang cukup cerah ini Cantika tidak tau apa ini akan menjadi hari baru seusai ia menjalankan tugasnya sebagai seorang Istri.

Biarpun malam itu terjadi tanpa kesadaran Adrian, Cantika cukup bisa menerima, ia pula tidak akan meminta imbalan lebih.

Ceklek

Suara itu membangkitkan pandangannya, ia membalikkan tubuhnya tapi matanya seketika terbelalak melihat kedatangan Adrian tanpa memberinya sepatah kata langsung mengunci kamar ini dari dalam.

"Kak, Adrian... A... Apa yang kakak lakukan?"

Adrian tak menjawab pertanyaan itu, ia langsung menerobos masuk, sedangkan Cantika ia bingung, ia pula panik terlebih bayang-bayang kejadian tadi malam masih membentang dari pikirannya.

"Kamu belum jawab pertanyaan aku. Apa yang kamu lakukan? Kalau Kak Monika tau dia pasti akan sedih, aku pula tidak ingin membuat keributan."

Adrian tadinya membelakangi Wanita itu, kini tubuh keduanya saling berhadapan, tatapan keduanya saling bertaut, tapi tak ada seuntai kata yang keluar, lalu Cantika dikejutkan setelah dengan tiba-tiba Adrian mengangkat tubuh mungil itu dan mendudukkannya tepat diatas meja rias.

Keduanya saling berhadapan kian dekat. Tangan kekar Adrian sengaja menghalangi Cantika untuk jangka pergi.

"Apa kamu ingin tau jawabannya?" Cantika hanya menggelengkan kepala.

"Aku hanya ingin tau apa benar Wanita yang bersamaku tadi malam itu kau?"tanya Adrian pelan tapi penuh penekanan, tindakan Adrian kali ini spontan membuat Cantika diam, tapi hati Cantika tak bisa dibohongi ada getaran hebat yang ia rasakan.

"Ada apa dengan lelaki ini? Darimana dia tau kalau akulah Wanita yang bersama dengannya malam itu?" batin Cantika semakin gugup, raut wajahnya tidak bisa ia bohongi lagi.

"Kenapa kamu berkeringat dingin? Apa yang membuatmu takut? Apa karena pertanyaan ku ini?"

"Aku minta turun!" pintanya, tapi lirikannya tak berani menatap langsung Lelaki dihadapannya ini.

"Baiklah aku akan turunkan kamu, asal..."

"Asal, apa?"

"Asal... Kamu Jawab jujur apa benar itu kamu?"

Cantika menelan s4liva entah apa yang terjadi padanya sekejap jantungnya berdetak dengan sangat kencang, terlebih kedekatan keduanya barulah pertama kali terjadi seusai status keduanya berubah menjadi suami-istri, kegugupannya pula ikut serta.

Cantika memalingkan wajahnya, tapi lagi-lagi Adrian mengarahkan wajah Cantika menatapnya kembali.

"Ini pertanyaan terakhir apa benar itu kamu?"

"Jika aku jawab tidak! Apa kamu percaya?"

"Baik, ini yang kamu mau jangan salahkan aku jika aku nekat!"

Tak ada kesabaran tersisa dalam diri Adrian. Dengan gerakan kasar, lelaki itu langsung mencengkeram kedua pergelangan tangan Cantika ke atas kepala, menguncinya kuat menggunakan tangan kekarnya hingga wanita itu tak memiliki ruang sedikit pun untuk melawan.

Tatapan Adrian berubah liar.Tubuh Cantika terjebak di bawah himpitan tubuh besar lelaki itu, membuat ruang geraknya benar-benar tertutup. Sedangkan Adrian… Lelaki itu seolah sudah kehilangan akal sehatnya dan lupa dengan siapa Wanita yang berada dalam kungkungannya.

"Apa yang ingin kamu lakukan?" Cantika berusaha memberontak, namun sia-sia. Cengkeraman Adrian justru semakin kuat hingga pergelangan tangannya terasa nyeri.

"Kamu ingin tau apa jawabannya?" Lagi-lagi pertanyaan itu berulang, tapi belum sepenuhnya terjawab mulut Adrian menyambar leher jenjang Cantika yang putih mulus. Lumatan kasar langsung mendarat tanpa ampun, tanpa memberinya kebebasan dan hal itu membuat tubuh Cantika spontan menggelinjang kaget.

"Adrian… lepas…" berontak Cantika, namun Adrian sekalipun tak peduli.

Bibirnya kini beralih menyambar bibir manis Cantika dengan rakus. Menciumnya penuh penekanan hingga membuat tubuh Cantika tak berdaya, sedangkan Adrian sudah kehilangan kendali ia lupa dengan siapa ia bercumbu.

Tadinya wanita itu masih berusaha memberontak, mendorong dada bidang Adrian sekuat tenaga, namun perlahan pertahanannya runtuh oleh sentuhan demi sentuhan agresif yang lelaki itu layangkan. Ruangan itu dipenuhi suara napas memburu. Degupan jantung keduanya terasa kacau, dan...

"Stop! Hentikan... Aku sudah tidak kuat... Ah...."racau Cantika tak tertahan.

Sekejap Adrian membuka matanya. Entah karena takut kebablasan… atau karena ingatan Adrian telah ingat dalam sekejap siapa Wanita yang sedang ia jamah, Adrian langsung menghentikan aktivitasnya dan menjauh.

Belum sempat ada pelepasan, Adrian langsung melepaskan cengkraman dan kungkungannya secara paksa detik itupun kesadaran Cantika pulih ia buru-buru merapikan pakaian dan rambutnya yang sedikit berantakan.

"Suara itu... Jadi benar itu dia? Sial!"umpat Adrian dalam hati.

Adrian melayangkan tatapan tajam dan penuh dendam kepada istri keduanya... Tanpa rasa bersalah, tak ada ucapan atas perbuatannya tadi, lelaki itu langsung cabut layaknya tak terjadi sesuatu diruangan ini.

"Apa ini? Apa Lelaki itu barusaja mempermainkan aku? Segitu teganya kah dia padaku yang hanya sebatas istri kedua? Kau sungguh bodoh, Cantika... Kau sangat bodoh!"

Cantika tak percaya, ia serasa dipermainkan, hatinya sangatlah sakit, ia pula menganggap dirinya lah yang lebih bodoh semudah itu gampang dipermainkan.

Bersambung

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!