Seorang pria bernama Boby Goloberg berusia 25 tahun, mati mengenaskan ditabrak oleh Truck-kun.
Bagaimana nasibnya selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13.10 V2: Newspaper
Misaki pun mengembuskan napas pelan. “Akhirnya Boby jelek pergi. Sekarang, aku__”
“Grrr...”
Suara itu bukan darinya. Ia membalikkan kepalanya. “Kau sia__pa...WAAAA! HO-HOMONNN!!!”
Setelah berteriak seperti itu, Misaki juga ikutan lari kencang ke arah yang sama seperti Boby.
“GRRRRAAAWWWW!!!” teriak Homon keras. Selain teriak, Homon langsung berlari cepat agar bisa menyusul Boby dan Misaki.
Wujud Homon itu mirip singa, hanya saja dia memiliki dua kepala.
Kejar-kejaran pun di mulai.
“Waaa... hah, hah, hahh...” Boby lelah dan memutuskan untuk istirahat dulu. “Hahhh... aku capek. Duduk saja dulu deh.”
Baru saja duduk di atas daun-daun yang berjatuhan dari pohon, Misaki tibat-tiba ada dan tak sengaja menabraknya.
“Kyaaa!” teriaknya kecil. Dirinya jatuh dan langsung berkata: “Aduduh... sakit seka__ aaa... tidak sakit sama sekali.”
Misaki melihat bagian bawahnya. “Kau berat, cepat turun__ uhuk, uhuk.” Boby yang ditindihi Misaki tak bisa bernapas dengan benar.
Misaki yang malu langsung berdiri dan membelakanginya. “Eeekhem! Ma-maaf. Lalu... dia ada di depan kita sekarang!”
Perkataan Misaki membuat Boby berdiri sambil menundukkan kepalanya. Ia berjalan dan berdiri di sisi kiri Misaki. “Eemm... dia... eettoo...”
Keringat dingin langsung membasahinya dan hilang begitu saja serta terulang-ulang lagi. “Nama makhluk ini a-apa, Trash-kun?”
Tiba-tiba... Boff...
“WAA!” teriak kaget Misaki karena tiba-tiba Trash-kun muncul begitu saja. “Eeehh! Sebuah sistem! Lalu... kau sudah melewati tingkat pertama dan sekarang tingkat dua atau terakhir kan!”
Boby mengangguk kecil. “Benar sekali Misaki. Lalu... makhluk ini apa, Trash-kun?
“Namanya Homon. Karena kau tak terlihat sebuah ancaman, Homon tak akan mengapa-ngapakanmu. Oh iya, Homon bisa ditunggangi, kenapa tidak mencobanya saja!” tawarnya.
Boby tersenyum tipis. “Kekeke. Waktunya ku coba. Jadilah anak baik oke!”
“Grrrr!” auman kecilnya terlihat menyeramkan.
Boby memalingkan wajahnya ke kanan. “Misa__” kepalanya ke belakang. “Sialan! Kau meninggalkanku. Kalau begitu Tra__” kepalanya ke kiri, tak ada Trash-kun. Saat ke belakang... “SIALANN! BERANINYA KALIAN MENINGGALKANKUUU!!!”
“Grrrr! GRAAWWWHHHH!!!”
Auman kerasnya membuat Boby langsung membalikkan badan dan saat mau ditangkap Homon, ia keburu lari jauh ke depan sana. “WAAAAA! HOMONNNN MENGEJARKUUU!!!”
“RAAAWWWWRRHHH!!!”
Setelah itu, kejar-kejaran pun dimulai antara mereka semua. Hingga akhirnya, karena Trash-kun, Boby, dan Misaki lari mereka cepat, Homon pun ketinggalan jejak.
“Grrr.. hmpph...” dia membalikkan badan dan berlari pelan untuk kembali ke tempat asalnya.
Di mana mereka bertiga? Ada di belakang dahan pohon besar. Wajah ketiganya memutih hebat dan di dalam hati serentak berkata: “Te-terimakasih, P-pohon besar.”
Setelah situasi cukup aman, mereka bertiga langsung mengobrol satu sama lain melanjutkan perjalanan.
“Trash-kun, lokasi dewi kedua di mana?” tanyanya.
Trash-kun menjawab: “Aku sendiri tidak tahu. Dewi Misaki mengetahuinya, jadi tanyalah dia!”
Boby memalingkan wajahnya ke kanan. “Misaki, dewi selanjutnya di mana? saudari-saudarimu maksudku.”
“Hahh...” embusan napas pelan. “Kebanyakan dewi itu anak tunggal, kecuali Mereka bertiga. Saudari kandung yang masing-masing beda satu umur. 25, 25, dan 27. Aaa... umurku 26 tahun. kau lebih mudah dariku, jadi... tambahkan kata ‘san’, mengerti!”
Boby mengangguk kecil. “Aku mengerti. Lalu, sekarang aku bisa bicara kepadamu kah?”
Misaki tersenyum tipis. “Ya, bisa. Oh iya, sebelum ke lokasi dewi selanjutnya, aku harus mencari dulu sesuatu.”
“Apa itu?”
“Rahasia.”
Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka bertiga pun melanjutkan petualangan mencari sesuatu yang Misaki cari.
“Misaki, sebenarnya apa yang mau kita cari? Kita sudah berjalan jauh sekali.”
Apa yang dikatakan Boby adalah kebenaran. Keringat muncul, hilang, dan terus terulang kedua hal itu. staminanya juga mulai lelah. Harusnya berjalan tegak, malah mulai membungkuk.
“Nanti juga Boby jelek akan tahu.”
Misaki walau sudah berjalan jauh, posisinya masih bagus. Berdiri tegak, hebat sekali. staminanya berarti lebih banyak daripada Boby. Laki-laki ternyata bisa kalah dari perempuan ya!
“Ooo...” pukau Misaki melihat sesuatu di depannya. Senyum tipis diperlihatkan dan ia melanjutkan, “Mau istirahat dulu di kafe langgananku kah, Boby jelek!” tawarnya.
“Kafe?” ia langsung berjalan melebihi Misaki. “Apanya yang kaf__e...” tubuhnya mematung terdiam begitu berdiri tegak lurus. Senyum lebar penuh semangat tergambar jelas. “Yahoo!” teriaknya kecil.
“Ayo ke sana!” ajak Boby. Ia lari duluan meninggalkan Misaki. Staminanya kembali seperti semula. Saat menemukan ruang untuk istirahat, terkadang kebanyakan laki-laki menjadi sangat bersemangat.
Semangat karena bisa istirahat. Kalau perempuan, malah menjadi malas. “Hahh...” embusan napas penuh ketidak legaan. “Kenapa malah ku tunjukkan tempat ini padanya?”
“Fufufu. Seorang dewi juga bisa seperti ini dihadapan Boby-sama ternyata. Apa yang ingin anda cari sebenarnya?” tanya Trash-kun penasaran.
Misaki langsung melangkahkan kakinya dengan cepat. “Itu bukan urusanmu.”
Suara Trash-kun sangat bahagia. Ia berkata, “Golophicus sebentar lagi akan kau temukan.”
Mendengar hal itu, Misaki membalikkan badannya. Matanya membelalak kaget. “Kenapa kau mengetahuinya?”
“Rahasia.” Trash-kun pun langsung berjalan cepat sembari mengapung melebihi Misaki.
“Oyy!” teriaknya. Misaki yang tak terima dengan informasi setengah-setengah langsung memilih mengikutinya.
“Woaahh!” pukau Boby. “Keren sekali.”
Bangunan berbentuk seperti botol. Terbuat dari kaca campuran warna putih-biru. Tutup coklat adalah pintu, dalam sebuah meja-meja beterbangan, lampu, dan lain sebagainya sama saja.
“Kenapa bisa beterbangan? Apakah hukum gravitasi tak berfungsi di sini, Trash-kun?” tanyanya.
Trash-kun yang asalnya di belakang sudah ada di sebelah kirinya. Ia pun menjawab, “Kurang lebih seperti itu Boby-sama. Hukum gravitasi tidak berfungsi di tempat ini. Segalanya mengapung, namun tidak membahayakan.”
“Hebat. Layaknya dikasih batas kan!” tebaknya memastikan.
“Ya, anda benar sekali.”
Misaki pun menghela napas panjang dan setelah itu kedua makhluk ini melihat ke arahnya. Menyadari kedipan mata dua kali dari masing-masing, ia langsung berkata, “Ayo masuk ke dalam! Lalu...”
“Jangan melihat ke arahku, Boby jelek!” ancamnya.
Boby gemetar ketakutan. “A-aku mengerti. Wa-waktunya masuk ke dalamm.”
Ia membuka pintu dan masuk ke dalam tanpa menutupnya. Misaki pun saat mau masuk, karena Trash-kun duluan, dirinya langsung berkata: “Dasar penguntit.”
Trash-kun berhenti sejenak. “Hahaha, apanya?” setelah itu, ia lanjut berjalan mengapung cepat meninggalkan Misaki.
“Haruskah ku panggil dia stalker?”
“... Mungkin tidak usah.”
Setelah mengatakan itu, Misaki ikutan masuk ke dalam.
Saat berada di dalam, banyak sekali hal menakjubkan yang bisa dilihat kedua mata telanjang. “Woww! Apa-apaan yang ada di depanku ini!?”
Boby yang bertanya-tanya, membuat Misaki tersenyum tipis. “Selamat datang di Barty, Boby jelek. Oh iya, jangan bikin malu oke!”