Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26 (Kecewa )
Veby terus berusaha membuka pintu ruangan itu. Berteriak, menendang, bahkan menghentakkan kakinya agar siapapun bisa mendengarnya.
"Pantas saja roh itu (Mark) Menyukaimu. Tubuhmu lebih wangi dari yang lain." Kata Iblis itu yang berada di atas kepala Veby.
Tiba-tiba Veby terjatuh ia bahkan tidak bisa membuka matanya. Namun ia tau kalau dirinya masih dalam keadaan sadar. Terdengar seseorang laki-laki mengangkat tubuhnya, dan membawanya entah kemana.
"Mark.... Aku tau kau akan datang." Veby mencoba mengatakan hal itu, tapi ia merasa kalau mulutnya tidak bergerak.
Pagi hari yang dingin, Veby kaget karena dirinya sekarang sedang berada di kasur rumah sakit. Ia juga makai infus di tangannya.
"Apa Mark yang membawaku kesini?" Tanya Veby dalam hati.
"Sudah bangun?" Tanya seorang laki-laki, tapi dia bukan Mark. Melainkan orang asing.
"Maaf, kamu siapa? Dan kenapa aku berada di sini?" Tanya Veby.
"Saya melihat anda tidak sadarkan diri di sebuah apartemen." Jawabnya.
"Nama saya Song Dae-Whi. Sebenarnya saya ingin melihat apartemen yang di bilang penuh dengan korban mutilasi tanpa sidik jari pelaku. Jadi saya memutuskan untuk ke tempat itu, dan ketika saya membuka pintu. Saya melihat anda sudah tergeletak di lantai." Katanya.
"Lalu, Mark... Dimana dia?" Batin Veby.
"Apa anda tau sesuatu? Kenapa anda bisa betada di apartemen itu?" Tanya pria itu.
"Saya hanya mendengar sebuah suara, jadi saya mengeceknya. Lalu tiba-tiba pintu ruangan itu terbanting sendiri. Lalu saya tidak ingat apapun lagi.'' Alasan Veby yang menceritakan tidak dengan detail.
"Saya harus pergi dari sini." Kata Veby lalu menarik kabel infusnya (Selang gak? Selang apa kabel? Udah gituin aja ya).
"Jangan... Kamu belum sembuh." Tahan pria itu.
" Saya tidak apa-apa, terimakasih sudah menyelamatkan saya." Kata Veby lalu beranjak sambil memegang punggung tangannya yang terasa sakit.
"Ini adalah rumah sakit kelas atas, aku yakin pria tadi bukan orang sembarangan." Kata Veby sambil terus melangkahkan kakinya.
Sesampainya di dalam apartemennya, Veby melihat Mark sedang duduk di meja makannya sambil termenung. Gigi Veby menggeretak, lalu memukul meja itu.
"Veby? Ada apa? " Tanya Mark yang baru tersadar dari lamunannya.
"Kau bertanya? Kau bertanya aku kenapa? Aku hampir mati karena iblis yang ada di dalam apartemenmu. Dia hampir menyentuhku dan kau bertanya aku kenapa? Bagus sekali. Kemana kau kemarin? Kau bilang kau akan menjagaku dari mahluk atau manusia mana pun. Lalu apa ini? Arau jangan-jangan kau....." Mark menutup mulut Veby, perkataannya membuat telinga siapapun akan meledak.
"Dengarkan aku, kemarin tubuhku berada di rumah sakit yang sama. Dan aku......"
"Aku juga berada di rumah sakit, berharap kaulah yang membawaku. Tapi aku melihat orang asing. Kau tau untuk hari ini aku sangat kecewa terhadapmu." Sambil berjalan menuju kamarnya. Mark dengan cepat menarik tangan Veby.
"Tolong maafkan aku, jika aku di sini aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu. Kau tau aku sangat menyukaimu, tapi sungguh kemarin aku berada di rumah sakit itu, itu sangat aneh." Bela Mark.
"Tentu, Tentu aku akan percaya padamu. Dan aku akan meninggalkan tempat ini sekarang. Kau tidak perlu lagi repot-repot untuk menjagaku. Aku juga bisa menjaga hidupku dari dirimu." Sambil menepis tangan Mark dan masuk ke kamarnya.
"Apa yang harus aku lakukan? Dia samaskali tidak mempercayai ku. Gork harus membayar ini." Kata Mark lalu menghilang.
sejauh ini aku masih suka alurnya