ini kisah anak bungsu dari 6 bersaudara dia bernama laras.laras gadis SMA berumur 17 tahun yang periang dan memiliki suara yang indah yang dijodohkan dengan seorang anak pengusaha besar yang kaya raya.dewa adalah anak pengusaha besar dia anak tertua dari 3 bersaudara.cerita ini bermula saat perjanjian yang dilakukan kakek mereka saat muda dulu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tanpa bicara
Laras terbangun lebih awal dari pada biasanya .lalu mandi dan melaksanakan shalat.setelah itu kebawah membuat sarapan
"aku membuat sarapan yang muda saja".Laras mengambil telur, dan membuat omlet nasi
setalah memasak Laras mengambil omlet itu dan sebuah susu lalu masuk kekamar dan meminta bibi untuk menyajikannya di atas meja.
"sebaiknya aku siapkan air dan pakaian dewa sebelum dia Bagun". menghabiskan sarapannya dan menyiapkan perlengkapan dewa.
setelah semua beres Laras berangkat menuju sekolahnya pukul 06.15.setelah Laras pergi dewa keluar dan mencari Laras kedapur
"Laras apa sudah selesai sarapanku" teriak dewa menuruni tangga
"maaf tuan ,nyonya Laras sudah pergi sekolah pukul 06.15,dia juga telah menyiapkan keperluan tuan dikamar."ucap sekertaris Juan
".dia sudah berangkat sekolah sepagi ini"ucap dewa kesal dan heran
"iya tuan , nyonya Laras sedang ada ulangan pagi ini.itu sebabnya nyonya pergi sepagi ini" ucap sekertaris Juan menjelaskan
"apa dia tidak bisa pergi setelah menemani ku sarapan atau paling tidak memberi tau ku" ucap dewa kesal sambil memakan omlet nasi buatan Laras
"saya tidak tau tentang itu tuan" ucap sekertaris Juan
"kesel banget ini orang yang nggak ditemenin sarapan" ucap sekertaris Juan dalam hati sambil tersenyum menyeringai
setelah makan dewa mandi dan menggunakan pakaian yang telah disiapkan dan berangkat menuju kantor
di kantor
"kenapa gadis bodoh itu pergi sekolah sepagi ini apa benar karena ada ulangan.atau dia sengaja menghindari aku karena kejadian di kantor kemarin.atau Jagan Jagan dia ingin bertemu kekasihnya disekolah" .ucap dewa dalam hati
"ada apa tuan,apa ada masalah" ucap sekertaris Juan sambil melihat bosnya bengong
"tidak ada apa apa,aku hanya memikirkan Laras . menurut mu apa dia benar benar ada ulangan pagi ini atau menghindar dari ku" ucap dewa melihat kearah sekertarisnya
"sepertinya nyonya Laras benar benar ada ulangan pagi ini.mana mungkin nyonya menghindar dari tuan .tuan tidak membuat masalahkan" ucap sekertaris Juan seolah tidak tau
"sudahlah aku muak memikirkannyal,kamu bisa keluar sekarang".ucap dewa
sementara dewa memikirkan Laras.disekolah Laras curhat dengan kedua sahabatnya ditaman belakang sekolah.
"lu serius ras,dewa nyium pacarnya didepan loh". ucap emi terkejut
"dasar cowok brengsek tu orang.tega banget dia ngerendahin martabat sahabat gue"ucap Erni kesal
"ya gimana lagi gue kan cuman istri Perjodohan pakek kontrak.gue pengen ngelawan juga nggak bisa kan.gue nggak ada hak buat marah".ucap Laras sambil menangis
"loh emang nikah sama tu orang karena perjodohan gua paham ras.tapi kalian tetep suami istri yang sah.seharusnya dia bisa dong menghargai Lo sebagai istrinya". ucap emi kesal
"bener tu kata emi,tapi sekarang loh jangan nangis lagi loh pikirin yang happy aja". ucap Erni
"ya bener kata ku er, pulang sekolah nanti gua pengen pulang kerumah gue siapa tau gue bisa lega" ucap Laras menghapus air matanya
"ya terserah lu aja ,tapi inget orang lu nggak boleh sampai tau kalau lu lagi ada masalah". ucap emi
setelah Laras mengeluarkan unek-uneknya .Laras dan kedua sahabatnya masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran sampai selesai
"asisten Devi,sebelum pulang ke apartemen.antar aku pulang kerumah orang tua ku ya.aku kangen dengan keluarga ku" ucap Laras sambil memasang sabuk pengaman
"baik nyonya,apa saya harus menghubungi tuan dewa dan memberi kabar bahwa anda pergi kerumah orang tua anda" ucap Asisten Devi melihat kearah spion
"tidak usah,lagian aku tidak lama disana,kalau dewa menelpon Jagan diangkat mengerti" ucap Laras
asisten Devi membawa Laras menuju rumah orangtuanya dan dihalaman rumah ibu Laras sedang menyapu.
"ibu.." ucap Laras memeluk ibunya
"eh Laras ya ampun ibu kangen sama kamu nak ,apa kamu baik baik aja" ucap ibu memeluk Laras dengan erat
"aku baik baik saja buk".ucap Laras manja
"Laras dimana dewa.kamu tidak datang dengan dewa" ucap ibu melepaskan pelukannya
"nggak dewa masih dikantor,lagian aku juga baru pulang sekolah sekolah dan langsung kesini mampir karena aku kangen dengan keluarga ku" ucap Laras menatap ibunya
"anak bungsu ibu yang manja ini sudah menjadi seorang istri masih saja manja" ucap ibu sambil membelai rambut laras
"walaupun aku sudah menikah dan menjadi istri aku akan tetap menjadi anak ibu yang manja" ucap Laras merangkul ibunya
"yasudah yuk kita masuk " ucap ibu
Laras dan ibu masuk kedalam rumah asisten Devi juga ikut masuk kedalam.
"hey adik bungsuku yang lucu ini datang kemari" ucap Rama sambil mencubit pipi Laras
"ih sakit tau kebiasaan deh" memukul Laras
"kamu berantem sama dewa ya" ucap Rama mengejek
"apaan sih Jagan sok tau deh" memukul lengan Rama
"Rama Jagan sperti itu,biarkan laras istirahat dikamarnya dia pasti lelah setelah pulang sekolah" ucap ibu
Laras masuk kedalam kamar kecilnya dan mengenang masa masanya sebelum menikah
"akhirnya aku bisa tidur dikamar ku ini".sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur
"andai waktu bisa diputar sebaiknya aku tidak menerima perjodohan ini.dengan alasan apapun walaupun itu sebuah perjanjian" sambil memejamkan matanya hingga tertidur
dewa dirumah:
"Laras siapkan air mandiku" ucap dewa teriak di depan pintu masuk hingga suaranya bergema diseluruh ruangan
"maaf tuan,nyonya Laras belum pulang dari tadi " ucap bik Ina
"apa belum pulang dari tadi" ucap dewa khawatir
"sekertaris Juan tolong hubungi Asisten Devi.dan tanyakan mereka Sekarang ada dimana". ucap dewa sambil menuju kamar Laras
"sial dikamarnya juga nggak ada,apa gadis ini marah dan benar benar kabur" ucap dewa kesal
"maaf tuan ,ponsel Asisten Devi dan ponsel nyonya Laras tidak bisa dihubungi".ucap sekertaris Juan
"suruh semua pengawal cari mereka sampai ketemu dan tanyakan pada kedua sahabatnya" ucap dewa kesal
"baik tuan" sambil menghubungi pengawal untuk mencarinya
pengawal tersebut menanyakan kepada kedua sahabat Laras namun mereka menjawab tidak tau.karena Erni dan emi sudah bersekongkol dengan Laras untuk tidak memberi taunya
"maaf tuan , sahabatnya nyonya Laras juga tidak tau nyonya ada dimana" ucap sekertaris Juan
"sial kemana perginya gadis itu" ucap dewa sambil membanting gas ditangannya
"suruh mereka cari samapai ketemu" ucap dewa
"apa kita perlu melihat kerumah orang tua nyonya Laras".ucap sekertaris Juan
"tidak perlu mana mungkin Laras kerumah orang tuanya dia pasti tidak akan membuat orang tuanya risau" ucap dewa
dewa sedang khawatir namun Laras masih saja tidur
"Laras bangun,kamu ini masih menggunakan Seragam belum mandi ya.yaudah turun kita makan malam dulu" ucap kak Lia
"ahh apa makna malam ini sudah malam" ucap laras kaget dan terbangun
"iya jelas ini sudah malam,nih kamu liat jam berapa" ucap kak Lia menunjukan jam
Laras dan kak Lia turun kebawah dan makan malam bersamaan
"loh kamu belum mandi" ucap ibu
"belum buk Laras ketiduran".ucap Laras sambil mengambil nasi
"kamu lagi berantem sama nak dewa ya" ucap ayah memandang Laras
"nggak kok yah aku kesini bukan karena berantem aku cuman kangen aja" ucap Laras sambil mengunyah
"kamu nginep disini dek".ucap kak bunga
"nggak aku pulang kok,baju seragam ku kan di apartemen" ucap Laras
"yasudah kalau kamu pulang bawakan makanan ini ya nanti ibu ngkusankan untuk dewa".ucap ibu sambil membungkus makanannya
setelah selesai makan asisten Devi dan Laras pulang dengan membawa bingkisan
"asisten Devi kamu langsung pulang sama , selamat beristirahat" Laras menyuruh asistennya untuk langsung pulang
"baik nyonya".ucap asisten Devi sambil membelokan mobil dan pulang
setelah memastikan asistennya pulang Laras masuk kedalam rumahnya membawa bingkisan makanan.namun ketika masuk rumah Laras melihat banyak pengawal
"akhirnya kamu pulang juga" ucap dewa khawatir sambil memeluk Laras
"ih apaan sih" melepaskan pelukan dewa
"kamu dari mana,apa kamu baik baik saja".ucap dewa menatap Laras
"Jagan khawatirkan aku ,aku bisa menjaga diriku baik baik" ucap Laras cetus
"tapi kamu Jagan membuat ku khawatir seperti ini lagi berjanjilah" ucap dewa meraih tangan Laras
"ini makanan dari ibu ku,aku permisi kekamar " ucap Laras melepaskan tangan dewa dan menaruh bingkisannya ke meja