NovelToon NovelToon
Mengandung Benih CEO Playboy

Mengandung Benih CEO Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cintapertama / Selingkuh
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Demi untuk membalas budi pada seorang kakek yang menyelamatkan hidupnya, Viola rela menggantikan cucu si kakek yang masih belia untuk menjadi wanita penebus hutang- melayani lelaki yang membayarnya dengan harga yang tidak murah.

Tidak disangka Raja -CEO Playboy yang suka gonta-ganti wanita jatuh cinta pada wanita yang melayaninya malam itu.

Apakah Raja akan berhasil hidup bersama dengan wanita yang sudah mencuri hatinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.26

23.

Tommy mengangguk paham setelah si dokter menjelaskan apa yang membuat Raja lemas dan kurang tenaga. Raja tidak sarapan, dan akhir-akhir ini ia tidak makan dengan benar.

"Baik, Terima kasih atas penjelasannya, Dok." Tommy tersenyum dan mengangguk. Dokter itupun pergi meninggalkan ruangan Raja. Tommy mengantar si dokter keluar.

****

Di London.

Dewangga dengan terburu-buru pulang ke rumahnya untuk memberi Velia kalau putrinya sudah ketemu. Ia sangat senang dan juga sedih. Pasalnya anaknya ketemu, akan tetapi dalam kondisi tidak sadarkan diri di rumah sakit.

"Tuan mau ke mana?" tanya Rey bingung melihat Dewangga panik dan terburu-buru keluar dari ruangannya.

"Rey, atur penerbanganku ke Jakarta!"

"Jakarta?"

"Jangan banyak tanya! Aku tidak mau tahu dalam satu jam aku dan Velia sudah dapat tiket itu!" seru Dewangga sambil terus berjalan meninggalkan ruangannya dengan Rey mengekor di belakang Dewangga.

"Kumat tuh si bos! Gila amat, satu jam! Bukannya dia punya pesawat sendiri? Untuk apa beli tiket? Apa tuan Dewangga sudah tidak waras?!"

Berpuluh pertanyaan berkelindan di kepala Rey, akan tetapi tetap ia laksanakan karena sudah hafal dengan karakter bosnya.

"Rey!!"

"Baik, Tuan. Tapi ... Bukannya anda punya pesawat jet pribadi, Tuan?" tanya Rey mencoba mengingatkan Dewangga, siapa tahu Dewangga lupa karena ia sedang panik.

Dewangga tiba-tiba menghentikan langkahnya. "Benar juga kata Rey jika aku punya pesawat jet pribadi terus buat apa pesan tiket? Tapi ... Sebaiknya aku naik pesawat biasa agar tidak membuat Vio curiga dan tidak kabur dari rumah si Key. Sebaiknya aku hubungi Jey biar dia melindungi kakaknya sebelum aku tiba di Jakarta!" gumam Dewangga di dalam hati.

Lantas ia pun mendekat ke arah Rey dan berbisik," Tidak usah banyak tanya. Kerjakan saja, jangan sampai kau terima SP satu dariku!" Dewangga tersenyum menyeringai.

"Mmm ... Baik, Tuan. Segera laksanakan!" seru Rey. Ia tidak ingin mendapat surat peringatan dari Dewangga.

Sementara itu di rumah sakit, setelah dipukuli oleh Key, Raja terpaksa dirawat juga. Beberapa luka lebam membuatnya terpaksa harus rawat inap.

"Abang, kenapa Abang jadi begini?" ucap Rena sok perhatian. Padahal secara tidak langsung dialah yang membuat Rajendra dipukuli oleh Key.

Raja hanya diam memejamkan mata. Ada rasa menyesal mengapa ia membiarkan Veo meminum kopi itu. Hubungan mereka mulai membaik dan Raja sudah berniat untuk melamar Veo. Akan tetapi berita tentang Veo yang dirawat di rumah sakit membuat Key kalap dan memukuli Raja yang kebetulan ada di ruang rawat inap Veo.

"Bang ... Kenapa Abang tidak membalas pukulan orang itu? Kenapa Abang diam saja, Bang?! Abangkan bisa membalasnya? Kalau Abang membalas setidaknya tidak sampai parah begini, Bang!" Rena mondar-mandir di samping bed Raja, sedangkan Zenita duduk di kursi tunggu samping Raja.

Tidak berapa lama kemudian, Tommy datang. Ia mendapat informasi jika Veo tidak apa-apa, hanya tertidur karena pengaruh obat tidur dari minuman yang ia minum.

"Tuan ... Bangun, Tuan!" Tommy datang dengan napas tersengal dan ngos-ngosan.

Key sudah melaporkan Rajendra ke pihak kepolisian dengan tuduhan percobaan pemerkaosan. Key belum tahu jika Raja adalah ayah kandung dari baby yang dikandung kakak perempuannya.

Raja dengan malas bangun karena kepalanya masih berdenyut. "Ada apa, Tommy?" Dengan tatapan sayu, Raja bertanya pada Tommy.

"Maaf, Tuan. Tuan Key melaporkan anda atas tuduhan percobaan pemerkaosan. Jadi sebentar lagi pasti anda akan didatangi oleh petugas kepolisian." Tommy menyerahkan surat panggilan pada Raja.

"Bang ... Bagaimana ceritanya Abang yang dilaporkan ke polisi? Seharusnya lelaki itu yang dilaporkan ke polisi karena dia sudah memukuli Abang!" Rena tidak terima karena kenyataannya memang Key lah yang membuat Raja bonyok.

"Diam kau!"

"Maaf, Nona Rena. Di dalam minuman yang dikonsumsi oleh nona Veo ada obat tidurnya. Bukti sudah ada, dan kita kotak bisa mengelak karena kopi itu sudah diteliti oleh pihak kepolisian!" seru Tommy menunjukkan hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Glek!

Rena tiba-tiba terbungkam, begitu juga dengan Zenita yang terlihat ketakutan. "Kenapa kamu tiba-tiba diam, Rena? Bukankah kopi itu yang buat Zenita, dan kamu yang memintaku untuk meminum kopi itu? Katakan apa yang sebenarnya kau rencanakan, Rena!!" hardik Raja teringat jika kopi itu yang membuat si Zenita.

"Mmm ... Tidak, Bang. Kopi itu memang kami yang membawa, tapi belum tentu kopi itu yang membuat kami berdua. Bukankah di sini ada OB yang kami perintahkan untuk membuat kopi?" kilah Rena cepat. Ia tidak ingin perbuatannya diketahui oleh Rajendra. Meski saat ini hatinya sedang berdisco ria, sekuat tenaga memasang wajah yang datar, tidak panik agar Rajendra tidak curiga.

Raja terdiam, apa yang dikatakan Rena memang bisa saja. Karena ada OB yang bisa ia perintahkan untuk membuatkan kopi. Rena melirik ke arah Zenita untuk segera bertindak cepat sebelum sang kakak mencari OB itu.

"Mm ... Raja, aku pulang dulu. Aku diminta bibi untuk pulang sebentar, nanti aku kembali lagi ke sini," ucap Zenita pamitan pada Raja dengan alasan mama Raja memintanya pulang.

Raja tidak menjawab, dia hanya mengangguk. Dalam hati, Rajendra akan menyelidiki semua. Ia akan menghubungi dua orang itu jika kedua orang itu terbukti bersalah. Nama baiknya saat ini dipertaruhkan, jika media tahu, maka semua akan berimbas pada kelangsungan hidup perusahaannya.

"Tom ... Cepat selidiki semua OB yang ada di kantor, periksa semua CCTV di kantor. Jangan sampai ada yang lolos!" bisik Raja, namun si Rena masih bisa mendengarnya. Gegas Rena mengirim pesan pada Zenita untuk membereskan semuanya termasuk menghapus rekaman CCTV yang ada gambar mereka yang sedang menjalankan rencana mereka.

\[Zenita, selain kau suap si OB, kamu harus hapus semua rekaman CCTV yang ada di kantor Raja!\]

Rena mengirim pesan, namun belum dibaca oleh Zenita. Zenita masih dalam perjalanan, tentu saja ia tidak membaca pesan dari Rena.

"Baik, Tuan." Tommy pamitan pada Raja, ada misi yang harus ia selesaikan.

Raja kembali tidur karena tubuhnya masih sakit semua. Sementara itu Key menunggu kakaknya yang belum sadarkan diri.

Deerrrrt ... Deeerrrt ....

Ponsel Key bergetar, ia pun melihat siapa yang memanggilnya.

"Jey? Kenapa dia menghubungiku? Tumben sekali dia meneleponku!" Key beranjak dari duduknya mencari tempat yang aman agar Veo tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.

1
Muna Junaidi
Mareee kita baca💪💪
Anik
aku saflok sama "katakan kau masih gadis atau sudah janda ? " kaya lagunya siapa itu🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!