CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Neraka yang menyakitkan
"Silakan duduk," kata dokter soo kang mempersilahkan Darmawan , Aldo dan Maya masuk .
Ruangan yang cukup luas dengan dominasi warna putih .
"Maaf bisakah hanya kita berdua saja yang masuk," lanjut dokter soo kang sambil melihat ke arah Maya.
Aldo yang berdiri di samping Maya langsung memegang erat tangan Maya .
"Enggak dia tetap ada di sini," sahut Aldo tiba-tiba dengan mata tajam ke arah dokter soo kang .
"Iya dok , tolong izinkan putri saya tetap di sini," ucap Darmawan memohon.
Dokter soo Kang akhirnya menyetujui .
"Baik, Silakan duduk," Kata dokter soo Kang mempersilahkan ketiganya duduk di sofa.
Dokter soo kang adalah seorang dokter anastesi terbaik di klinik rehabilitasi khusus pecandu .
Atas rekomendasi rekan bisnisnya yang mengalami masalah sama , Darmawan menemukan sebuah klinik rehabilitasi pecandu di negara tetangga .
Klinik yang berada di pinggiran kota metropolis ini berada di tepi pantai yang menghadap ke laut selat perbatasan.
Suatu tempat yang sangat indah dan cocok untuk pemulihan berbagai pasien depresi dan para pecandu .
Klinik ini seperti rumah sakit bintang lima dengan fasilitas lengkap dan canggih.
Maya menoleh kearah Aldo .
"Teruslah tetap semangat untuk sembuh Kak," bisik nya .
Aldo membalas tatapan Maya dengan pandangan Sayu tapi masih ada ukiran senyum tipis yang menghiasi ujung bibirnya Aldo mengedipkan mata dan mengangguk seakan menyahut .
"Aku akan baik-baik saja May,"
Maya mengusap lengan Aldo lembut diiringi anggukan halus .
"Dari hasil semua tes yang dilakukan Aldo mengalami tingkat kecanduan Amfetamin dalam darahnya pada tingkat sedang," kata dokter Soo kang mulai membuka pembicaraan .
Darmawan memperhatikan dengan seksama
"Di sini akan digunakan proses pengobatan dengan metode Ultra Rapid Detox," lanjut Dokter Soo kang.
"Apakah metode ini aman dokter," tanya Darmawan meminta penjelasan dokter,
Karena bagaimanapun nyawa putranya yang akan jadi taruhannya setelah.
"Setelah menjalani semua tes secara umum kondisi fisik dan organ dalamnya saudara Aldo masih sangat bagus jadi saya rasa tidak ada masalah," kata Dokter Soo Kang.
"Prosedur ini nanti akan diawasi oleh saya juga tenaga profesional Jadi anda tidak perlu khawatir , prosedur ini nanti akan diawali dengan menyuntikan zat anti narkotik kedalam tubuh untuk membuka sumbatan reseptor agar saraf dapat kembali berfungsi normal , karena selama memakai Amfetamin reseptor ini tertutup oleh zat tersebut," jelas dokter Soo Kang lebih rinci .
"Perlu untuk diketahui setelah diberikan suntikan Aldo akan merasakan sakit luar biasa dalam waktu tertentu , tapi kami akan tetap memberikan suntikan anastesi untuk mengurangi sakitnya waktunya tergantung dari daya tahan tubuh pasien Saya rasa sakit masih tetap ada tapi akan berkurang," jelas dokter Soo kang Lagi .
Darmawan menatap Aldo seperti ingin meyakinkan Aldo .
Aldo mengangguk pasti Maya yang duduk di sampingnya menggenggam telapak tangan Aldo untuk memberinya support
"Baiklah kalau begitu kami akan menyiapkan semuanya," kata Dokter Soo Kang.
...----------------...
Aldo melempar pandangannya keluar jendela berjeruji kamar di lantai dua yang menghadap ke pantai tangannya meraih kunci slot jendela dan membukanya lebar angin semilir langsung menerpa wajah tampannya menjalar ke setiap pori-pori kulit nya bercampur dengan aroma laut yang menyeruak Indra penciumannya.
Sayup-sayup terdengar ombak laut bergerak dengan kecepatan penuh menuju pantai deburannya terhentikan saat mendadak menghantam batu karang yang tidak tertata rapi dan pecah menjadi buih .
"Pantai yang indah," ucap suara lembut yang sudah sangat familiar di telinganya Aldo . Wajah polos nan manis dengan lesung pipi serta rambut sebahu yang dimainkan oleh angin laut.
Seulas senyum indah mengembang membuat hati Aldo hangat , sehangat terpaan sinar mentari pagi menjelang siang .
Aldo meraih telapak tangan Maya menggenggamnya dengan erat , Maya menoleh mengembangkan senyum lebarnya hingga terlihat gigi putih dan rapi.
Mereka saling bertatapan sesaat lalu keduanya mengalihkan kembali pandangannya ke laut lepas.
Di ruangan inilah nanti Aldo akan menghabiskan hari-harinya selama proses penyembuhan dari ketergantungannya terhadap narkoba dan selama itu pula Maya akan selalu senantiasa menemaninya.
Tok.
Tok.
Dokter Soo Kang mulai memasuki ruangan
kamar Aldo .
Kamar ICU yang dilengkapi dengan fasilitas atau alat bantu pasien serba canggih .
Ada satu Elektrik bed dan sebuah sofa yang lumayan ukurannya .Dia di dampingi oleh dua perawat cowok .
"Bagaimana ,sudah siap Al?" tanya Aldo Tanya Dokter Soo Kang dengan senyum tipis.
Aldo mengangguk .
"Oh Ya , Maya akan lebih baik Kalau kau di luar dulu," pinta dokter Soo Kang.
"jangan dia tetap di sini," sahut Aldo cepat.
"Tapi...." kata dokter Soo Kang belum selesai berkata.
"Izinkan saya tetap disini , Dokter," sela Maya dengan wajah memohon .
"Baiklah kalau kamu sanggup melihatnya . Tapi ingat jangan lakukan apapun," pesan Dokter Soo Kang Maya mengangguk.
Aldo sudah memakai baju pasien .
"Berbaringlah, Al," perintah dokter Soo Kang .
Aldo mulai berjalan ke electric bed dan membaringkan tubuhnya .
Maya menggeser tubuhnya menjauh dari bed berdiri di salah satu sudut kamar .
Matanya terus menatap Aldo yang berbagi di ranjang .
Wajahnya sudah mulai tampak cemas mulutnya komat-kamit sedang membaca doa tak berhenti .
"Ya Allah , kuatkan Kak Al . Engkaulah yang Maha berkehendak . Berilah KehendakMu yang terbaik," sebait do'a tersemat di hati Maya untuk Aldo.
Para perawat mulai memasangkan restrain (pengikat ) pada kedua tangan dan kaki Aldo pemandangan ini langsung membuat Maya pilu.
Hatinya lara melihat kakaknya seperti dipasung di ranjang air mulai menggenang di kedua sudut matanya dia terpejam ,
"Ya Allah, Mampukah Aku melihat Kakak nanti , jika baru melihatnya saat ini saja sudah membuat Hatiku perih dan teriris," tangannya mengusap kedua pipinya yang sudah basah.
Aldo menatap Maya dengan senyum walaupun ketakutan tampak jelas di wajahnya.
"Kakak akan baik-baik saja May , Kakak janji," ucap Aldo menguatkan untuk Maya dan dirinya sendiri.
Mendengar ucapan kakaknya membuat Maya mengangguk dan menggigit bibirnya .
"Maya akan terus berdoa Kak," ucapnya tanpa bisa menyembunyikan air matanya yang sudah mengalir deras tak terbendung.
Dokter Soo Kang mulai menyuntikkan obat anti narkotika ke paha Aldo .Tak Butuh waktu lama Aldo langsung merasa tubuhnya lemas dan dia mengejang .
Aldo mengerang kesakitan .
"Aaaa...." pekiknya melengking sambil meronta-ronta .
Maya menggigit bibirnya menahan suara tangis. Kedua telapak tangannya saling meremas kuat-kuat melihat kakaknya , air mata terus mengalir deras di pipinya.
tangan Aldo mengepal kuat kedua kakinya mengejang menahan sakit yang luar biasa.
Kepalanya di benturkan ke kasur berkali-kali
saat Kepala terangkat menengadah
Maya melihat Wajah Aldo yang tampan jadi menakutkan seperti vampir yang siap menghisap darah dengan lengkingan yang membuat telinga yang mendengar ngilu
Maya tidak sanggup melihat pemandangan mengerikan di depannya. Tubuhnya tiba-tiba terhuyung dan jatuh ke lantai , pandangannya menjadi gelap.
...----------------...
makasih sebanyak-banyaknya buat semua reader yang masih mampir ke karyaku sama
bab itu. jangan lupa tinggalkan jejak
like, rate, komentar dan votenya 🙏🙏🙏
INGAT" SAY NO TO DRUGS "
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya