Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut kehilangan
Tepat pukul tujuh pagi mereka sampai di tujuan, Dani tidak mengantar Ria pulang melainkan membawa Ria ke kontrakannya karena Dani tahu jika ia mengantar Ria pulang pasti ia selalu menghindar darinya salah satu cara agar urusannya selesai ia menahan Ria terlebih dahulu.
Ria tertidur dalam posisi memeluk Dani dari belakang karena diperjalanan Ria tak kuasa menahan kantuknya tidak sadar ia tertidur, Dani berusaha turun dari motor sambil memegang Ria yang tertidur pulas agar tidak terbangun dengan bersusah payah akhirnya berhasil membawa Ria kedalam rumah dan membaringkan Ria di atas tempat tidur lalu Dani membuka jaket dan sepatu Ria dengan perlahan dan menyelimutinya.
Setelah merapikan barang-barang yang ia bawa tadi di motor Dani merebahkan tubuhnya di ruang tamu melepas ke penatan pada dirinya, perjalanan yang sangat melelahkan baginya ia harus melakukan cara agar Ria tidak lepas dari nya dan tetap bersamanya Dani tak kuasa menahan kantuknya karena ia sangat lelah dan akhirnya tertidur dengan sangat pulas.
Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi Ria terbangun dari tidurnya menyadari disekelilingnya, ia tahu sekarang sedang berada dimana.
Ria mencari Dani di sampingnya ternyada ia tidak ada di sana hingga akhirnya Ria mencari ke luar, benar saja Dani sedang tertidur lelap disana terlihat ada kelelahan di wajah Dani.
Ria pun pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka karena perutnya terasa sangat lapar sekali, sebenarnya ia bingung bagaimana Dani membawanya hingga ia sudah ada di kasur ketika membuka mata dia kaget sudah berada dikamar Dani namun bukan dikamar dia sendiri.
Ria beranjak dari tempat tidur melihat diruang tamu Dani sedang tertidur pulas, Ria tahu bahwa Dani sangat lelah karena habis menempuh jarak jauh semalaman.
Di ruang tamu Dani merasa ada seseorang di dapur nya karena ada wangi seseorang sedang memasak di sana ia mencium aroma yang membuat perutnya bergetar Dani terbangun melangkahkan kaki menuju dapur, benar saja ternyata ia melihat Ria yang sedang sibuk memasak di sana dengan segera Dani menghampiri Ria lalu berdiri disamping Ria menatapnya lekat, Ria menyadari itu namun ia masih tetap bersikap dingin kepada Dani.
"Mm haruum sejak kapan kamu bangun, aromanya membuat cacing diperut ku demo tak sabar ingin segera melahapnya aromanya sangat menggoda sekali sini aku bantu duduklah biar aku yang melanjutkan ini semua" Dani mengambil alih spantula yang di pegang Ria.
"Benar-benar romanya sangat menggoda sekali yank" Tambahnya menggoda Ria.
Ria hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Dani lalu Ria menyiapkan piring, Dani mendekati Ria menghentikan aktifitas Ria memandang Ria penuh arti.
"Mau sampai kapan kamu terdiam terus? tidak cape diami aku terus kuat banget sih bisa gak ngomong sepatah katapun hah kenapa? aku tidak sanggup kalau kamu terus-terusan seperti ini Ria bicaralah aku mohon jangan seperti ini aku mohon aku gak sanggup seperti ini terus" Dani menunjukkan wajah sedihnya.
Dani menatap Ria dengan sangat lekat Ria membuang pandangannya kesembarang arah.
Seakan tak di indahkan oleh Ria, Dani terus mendekati Ria tetapi tiba-tiba.
Dertt derrt.
Bunyi telepon berdering membuat keduanya tersadar akan aktifitas Dani segera meraih ponselnya lalu melihat panggilan telepon dari siapa dan disana tertera nama Rasyid.
Dani segera mengangkat telpon tersebut.
"Hallo Dan" Ucap seseorang diseberang sana.
"Mm ya ada apa?" Jawab Dani.
"Sekarang lo ada di mana? di kontrakan atau masih di kampung?" Tanyanya kepada Dani.
"Gue dikontrakan ada apa" Katanya.
"Nanti malam anak -anak mau ngajak bakar-bakar dirumah Ajat mau ngerayain ulang tahunnya, lo bisa datang kan? sekalian ajak si Ria yah itung-itung party menjelang masuk kerja" Pinta Rasyid kepada Dani.
"Oh ya sudah nanti gua usahain dateng tapi gue gak janji ya" Kata Dani.
"Yey harus pokoknya gak ada tapi-tapian kecuali lo masih di kampung baru masih bisa gue maklumin pokoknya dateng jangan sampai nggak dateng harus pokoknya" Rasyid memaksa.
"Woy maksa banget sih lo" Kata Dani.
"Haha kapan lagi bentar lagi kita kerja ayo lah Dan" Rasyid memohon.
"Ya iya gue datang bawel banget sih lo" Kata Dani yang sudah pusing mendengar permohonan Rasyd.
"oke bagus deh kalau gitu, sudah dulu ya gua ada urusan" Katanya.
"Urusan apaan sih lo sok sibuk banget sih lo paling juga ngurusin konsumsi haha" Goda Dani.
"Haha udah ah gue mau berangkat nih udah ditungguin" Kata Rasyid .
Setelah sambungan telepon terputus Dani menatap Ria yang sedang membereskan tempat tidur.
"Kamu masih marah sama aku?" Tanya Dani.
Ria menggelengkan kepalanya, memang Dani tidak mempunyai kesalahan ini semua memang bukan lah salah Dani hanya keadaanlah yang membuat mereka seperti ini Ria terus terdiam hanya ingin menenangkan dirinya tak berbicara sedikit pun karena ia hanya ingin menenangkan hatinya itu cara Ria bukan berarti ia sedang marah lebih baik ia diam sejenak untuk menenangkan hatinya setelah dikira membaik baru ia berbicara.
"Kenapa kamu diam saja? aku tahu kesalahan ada pada ku aku minta maaf telah membawamu kedalam situasi seperti ini" Kata Dani.
"Aku tidak marah, aku hanya ingin diam saja" Ria menjawab.
"Lebih baik kamu marah-marah dan maki-maki aku atau bahkan pukul aku dari pada kamu berdiam diri seperti ini aku tidak kuat sungguh aku merasa tersiksa jika kamu diam terus menerus" Kata Dani dengan suara yang lirih.
"Aku janji akan merubah semua ini, tapi tolong jangan akhiri hubungan kita aku mohon bantu aku untuk tetap selalu ada disamping aku memberiku semangat ku mohon yank" Tambah Dani.
"Maafkan aku sudah mendiamkan kamu, aku tidak tahu harus apa aku berada diposisi yang serba salah hiks hikss" Kata Ria diiringi suara tangis yang terdengar sangat sesak di dadanya.
"Sst aku tahu itu, tetapi bisakah kamu tetap berada di sisiku tanpa harus mengucapkan kata perpisahan" Dani menenangkan Ria.
Ria mengangguk kini ia berada di dalam pelukan Dani.
"Maafkan aku hiks hiks" Kata Ria lirih dengan isakan tangis nya.
"Berjanjilah untuk tidak mengucapkan kata perpisahan lagi itu membuat dadaku sesak sungguh aku benar-benar sayang kamu, jangan tinggalkan aku tetaplah berada di sisiku" Pinta Dani.
Ria mengangguk.
"Maafkan aku" Katanya.
"Ya sudah ayo kita makan" Ajak Dani.
Dani menghapus air mata Ria.
"Aku sayang kamu yank".
"Aku juga sayang kamu".
"Jangan pernah seperti itu lagi ya aku ulangi kembali ucapanku, aku takut kehilangan kamu ".
Ria hanya mengangguk.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..