Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Sang Dewi
Rupanya Hadi tidak membaca lagi pesan Aaliyah. Mungkin Mas Hadi sudah tidur pikir Aaliyah. Wajar bila Mas Hadi sudah tidur, pasti ia kelelahan dengan segala urusan acara pertunangan mereka, batin Aaliyah berkata. Aaliyah pun menarik selimutnya dan berusaha untuk tidur. Senyum bahagia tak bisa lepas dari bibirnya. Sebenarnya malam ini Aaliyah ingin mengobrol lama dengan Hadi, bila perlu sampai pagi, toh besok hari minggu. Namun Aaliyah mengerti apabila malam ini Hadi cepat beristirahat karena kelelahan.
******
Hadi memarkir mobilnya kemudian melangkah dengan cepat memasuki rumah dan segera naik ke kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam. Ia menghindari pertanyaan orang rumah mengapa baru pulang pagi hari. Ia sempat melirik HP dan melihat ada pesan Aaliyah di sana, namun Hadi memilih mengabaikannya dulu dan beranjak tidur. Hadi sangat mengantuk karena hampir sepanjang malam tidak pernah tidur sejak pulang dari hotel di acara pertunangannya dengan Aaliyah.
Hadi baru terbangun ketika matahari sudah berada di atas kepala. Ia kemudian meraba-raba HP nya yang diletakkan di atas nakas, ia ingat ada pesan Aaliyah yang belum ia baca. Ia membaca pesan tersebut, pesan terkirim pada pukul 1 malam.
Hadi tersenyum membaca pesan dari Aaliyah. Ia lalu membuka video yang dikirim Aaliyah dan menyimak isi video sambil tersenyum. Di dalam video ada Aaliyah yang sedang bernyanyi diiringi akustik Andika membawakan lagu "Sang Dewi" milik Titi DJ.
Walaupun dirimu tak bersayap
Ku akan percaya kau mampu terbang bawa diriku
Tanpa takut kan jatuh
Walaupun kau bukan titis Sang Dewa
Ku takkan kecewa karena kau jadikanku
Sang Dewi
Dalam Taman Syurgawi......
Hadi tiba-tiba dilanda rindu pada Aaliyah. Ia segera menghubungi Aaliyah dengan handphonenya.
Aaliyah: Assalamualaikum Mas.
Hadi : Waalaikumsalam sayangku.
Aaliyah : Baru bangun ya Mas?, suaranya berat banget.
Hadi : Iya sayang, Mas Hadi kecapean.
Aaliyah : Ya udah, Mas Hadi mandi dulu trus makan siang.
Hadi : Al, Mas Hadi kangen...
Aaliyah : Hmmmmm, trus kalau kangen kenapa?
Hadi : Kita jalan-jalan yuk?
Aaliyah : Boleh.
Hadi : Sebentar saya jemput ya?
Aaliyah : Oke Mas.
*******
Hadi membelokkan mobilnya ke sebuah perumahan baru di pinggir kota B.
"Mas Hadi punya teman di perumahan ini?" tanya Aaliyah heran.
"Nggak ada" sahut Hadi datar.
"Trus kenapa masuk ke perumahan ini Mas"
"Aaliyah, kitakan sudah mau menikah, nggak mungkin kan kita mau numpang terus sama orang tua?" jawab Hadi sambil memarkir mobilnya di depan kantor developer.
"Kita lihat-lihat rumah yuk!" ajak Hadi.
Aaliyah mengikuti langkah Hadi masuk ke kantor developer. Aaliyah masih bingung, pikirannya belum sampai untuk tinggal di rumah sendiri setelah menikah. Sesungguhnya ia masih berat untuk meninggalkan bundanya sendiri. Tidak mungkin bundanya ikut Aaliyah dan meninggalkan usaha jahitnya yang sudah dirintis dengan susah payah.
Mereka diajak oleh salah seorang marketing developer untuk melihat rumah yang sudah terbangun. Bagi Aaliyah perumahan tersebut sangat asri, bersih dan tentu saja nyaman ditinggali. Namun ia masih memikirkan bundanya. Tidak seperti Hadi yang terlihat sangat antusias mendengar penjelasan marketing developer itu dan sangat bersemangat melihat rumah yang ditunjukkan.
"Bagaimana menurutmu rumah ini sayang?" tanya Hadi pada Aaliyah.
"Bagus Mas, perumahannya juga asri dan hijau" jawab Aaliyah tidak ingin mengecewakan Hadi.
Hadi kemudian meminta katalog perumahan dan kontak karyawan marketing perumahan itu, lalu mereka meninggalkan perumahan tersebut.
"Mas Hadi serius mau beli perumahan itu" tanya Aaliyah ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Tidak harus perumahan itu, tapi kita harus memiliki rumah sendiri sayang" jawab Hadi.
"Bagaimana bila Mas Hadi tiba-tiba dimutasi keluar Kota B?" tanya Aaliyah.
"Nggak masalah, rumahkan bisa jadi aset. Investasi properti." jawab Hadi kembali.
Aaliyah sepertinya harus menyiapkan dirinya meninggalkan bundanya. Hadi bisa membaca dilema nya Aaliyah.
"Kenapa sayang? Aaliyah gak tega ninggalin bunda ya? jangan khawatir, kita ajak Bunda kalau kita pindah rumah. Rumah di sana terlalu sempit, apalagi kalau kita sudah memiliki anak-anak nantinya. Mas Hadi juga nggak bakalan tega ninggalin Bunda sendiri di sana"
Aaliyah terhibur mendengar ucapan Hadi.
"Makasih Mas Hadi, Aaliyah sayang Mas Hadi" kata Aaliyah manja.
Baik Hadi maupun Aaliyah sama sama kaget dengan apa yang diucapkan Aaliyah barusan. Kata sayang pertama yang diucapkan Aaliyah kepada Hadi. Aaliyah juga heran kalimat itu mengalir begitu saja keluar dari mulutnya. Hadi tersenyum menatap Aaliyah yang malu-malu.
"Kata sayangnya gak disertai ciuman?" Hadi menggoda Aaliyah.
"Nanti setelah menikah Mas."
"Lama banget, mana tahan."
"Ya harus ditahan dong Mas."
Hadi tertawa mendengar ucapan Aaliyah. Setelah itu Hadi lebih banyak diam. Tampak di raut wajahnya ada yang dia pikirkan. Aaliyah memperhatikan itu, tapi tidak ingin mengganggu Hadi. Sesekali tangan Hadi bergantian dari memegang tuas persneling mobil lalu memegang tangan Aaliyah. Aaliyah sudah bisa menguasai diri sekarang, tidak begitu gugup lagi dengan perlakuan Hadi.
Perjalanan mereka berakhir di bioskop. Hadi memenuhi keinginan Aaliyah untuk menonton film terbaru meskipun Hadi bukan penggemar film.
Aaliyah tidak begitu fokus menonton. Bagaimana tidak, Hadi memilih tempat paling pojok kiri atas dan meminta Aaliyah duduk pada sisi tembok. Hadi lebih senang berbisik menggoda Aaliyah ketimbang menonton film.
"Harusnya tadi malam kita menikah saja, tidak perlu pakai acara tunangan segala," bisik Hadi pada Aaliyah.
"Kok buru-buru banget Mas, adatnya kan seperti itu,"
"Rasanya Mas Hadi sudah tidak sabar pengen
punya anak, lebih tidak sabar lagi pengen bikin anaknya," bisik Hadi tepat di telinga Aaliyah.
"Ih Mas Hadi nakal," Aaliyah mencubit lengan Hadi.
"Mas Hadi serius Al, untuk yang satu itu Mas Hadi tidak bisa tahan. Aaliyah harus siap kapanpun Mas Hadi minta," Hadi semakin kuat menggoda Aaliyah. Aaliyah tertolong dengan ruangan teater yang agak gelap sehingga mukanya yang merah seperti udang rebus tidak terlihat.
Aaliyah kembali mencubit lengan Hadi, kali ini lebih kuat dan lebih lama. Hadi hanya tertawa dengan tingkah Aaliyah. Saat Aaliyah mencubit lengan Hadi, Hadi mendaratkan ciuman di kening Aaliyah. Aaliyahpun melepaskan cubitannya, kemudian bersandar pada bahu Hadi dan berkata
"Mas Aaliyah mau nonton, jangan digangguin terus," rengek Aaliyah pada Hadi. Hadi hanya tertawa, namun tidak mempedulikan rengekan Aaliyah.
"Al, Aaliyah nanti kuat gak, Mas Hadi pengen punya 5 anak," kata Hadi kembali.
"Kalau soal itu, Aaliyah nurut keinginan Mas Hadi. Berapapun yang Mas Hadi inginkan."
Hadi senang mendengar penuturan Aaliyah.
"Yang penting Mas Hadi jangan minta buat anaknya sebelum nikah," kata Aaliyah kembali.
Hadi tertawa pendek dan berkata "Mudah-mudahan Mas Hadi nggak khilaf."
"Mas Hadi gak boleh khilaf," kata Aaliyah.
"Mas Hadi gak janji."
Hadi menggenggam tangan Aaliyah dan meremas-remasnya lembut. Aaliyah masih bersandar di bahu Hadi dan terbuai oleh perlakuan Hadi.
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget