Sepertinya alam semesta ingin bercanda denganku, orang yang ku cintai meninggalkanku di saat mendekati hari pernikahan kami. meninggalkan luka yang menurutku tidak ada obat untuk menyembukannya walaupun dia kembali untuk minta maaf.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon olip05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
Di hari weekand arun dan mita pergi berkunjung ke rumah orang tua arun, biasanya arun seminggu sekali akan pulang kerumahnya menghabiskan waktu bersama keluarganya.
“gak usah tegang gitu mukanya, orang tuaku gak akan gigit kok” arun melihat wajah mita yang cemas, entah apa yang di camaskan oleh wanita di sampingnya ini.
“ini pertama kali aku berhadapan sendiri sama orang tua kamu tanpa ada keluargaku” mita merasakan detak jantungnya yang tak beratuaran karena grogi akan bertemu mertuanya tanpa di dampingi keluarganya.
“kan ada aku” arun mengelus puncak kepala mita mencoba menenangkan.
Mita tersenyum kecut “aku takut orang tua kamu nggak suka sama aku”
Aru terkekeh dalam hatinya, wanita di sampingnya ini tidak sungkan-sungkan mengeluarkan kegundahan di dalam hatinya.
“kita itu udah nikah mit, bukan lagi pacaran kalau orang tuaku nggak suka sama kamu ngapain mereka setuju nikahin kita” arun menoleh kearah mita ingin melihat ekspresi wajahnya..
“hehe iya juga ya, kok aku kaya anak abg yang mau di kenalin sama orang tua pacarnya ya, deg-degan gitu” mita melihat ke arah arun yang sedang menyetir mobil, dan kontak mata merekapun saling bertatapan.
Arun langsung memalingkan wajahnya kedepan, kembali pokus menyetir mobil. Hatinya selalu berdetak lebih cepat jika menatap mata mita yang indah.
Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam di perjalanan, akhirnya arun dan mita sampai di rumah arun. mita melihat pagar warna hitam yang menjulang tinggi dan tembok tinggi mengelilingi rumah arun. Satpam di rumah arun langsung membukakan pintu pagar setelah mengetahui bahwa itu mobil majikannya.
Halaman yang begitu luas di hiasi rumput hujau, ada beberapa tanaman bunga dan pohon yang mita tidak tahu jenis tanaman tersebut.
Rumah arun begitu mewah dan besar, mita yang berasal dari keluarga beradapun takjub melihat rumah arun, rumah mita memang besar tapi rumah arun dua kali lipat lebih besar dari rumha mita. Dari luar saja sudah terlihat mewah dan elegan apalagi di dalam rumahnya nanti.
“kita sudah sampai” ucap arun.
Katika arun hendak keluar dari dalam mobil, mita menahan tangan arun “ini beneran rumah kamu?” tanya mita, arun bisa melihat ada keraguaan di dalam diri mita. Mudah sekali menebak apa yang dipikirkan wanita di hadapannya ini dari ekspesi wajahnya.
Arun menganggukan kepalanya “kamu nggak percaya ini rumah aku?” arun menatap mita sambil menggerutkan kedua halisnya.
“bukan gitu aku kaget aja rumah kamu sebesar ini, melihat kamu tinggal di aparteman biasa aja” jawab mita cepat tak ingin arun tersinggung dengan pertanyaannya tadi.
Arun terkekeh menggelangkan kepalanya dan langsung keluar dari dalam mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk mita.
“makasih” ucap mita
Katika mereka berjalan ke arah pintu utama, arun melingkarkan tanganya di pinggang mita menariknya agar lebih dekat.
“eh” mita cukup kaget dengan apa yang dilakukan arun dan menoleh ke arah arun
“kita harus terlihat seperti pasangan yang romantis dihadapan orang tuaku nanti, agar mereka tidak khawatir tentang rumah tangga kita” bisik arun di telinga mita. Arun bisa mencium aroma tubuh dan wangi rambut mita, wanginya sangat menenangkan arun.
“tapi aku nggak nyaman berjalan berdempetan begini” ucap mita pelan tidak enak
“sebentar saja selama kita ada di rumah ini” arun mengeratkan pelukannya di pinggang mita, menempelkan tubuh mereka lebih tepat.
Mita menghebuskan napasnya pelan, membenarkan apa yang dikatakan arun, maraka harus terlihat seperti pasangan yang romantis menjaga nama baik keduanya agar orang tua arun tak berprasangka buruk terhadap keadaan rumah tangganya. Ya walaupun keadaan rumah tangga arun dan mita bisa di katakan baik-baik saja tapi tetap saja rumah tangga arun dan mita tak seperti pada umumnya rumah tangga orang-orang di luar sana.
Lagi-lagi mita dibuat takjub akan kemewahan isi dalam rumah arun, mita merasa bahwa dirinya seperti dalam istana, mita punya banyak teman yang kaya tapi tak ada yang rumahnya yang seperti ini. Sekaya apakah suaminya ini?
“selamat datang den, gimana kabar aden? udah lama bibi nggak liat aden pulang” sapa bu arti pembantu dirumah ini yang umurnya sudah lima puluh tahun dan sudah bekerja sejak arun umur lima tahun.
“baik bi, kalau bibi gimana kabarnya? Asam uratnya masih suka kambuh nggak bi?” tanya arun balik penuh kasih sayang
“baik den, semenjak minum jamu yang aden kasih itu asam urat bibi nggak kerasa lagi” jawab bi arti dengan mata yang berbinar
“oh syukur kalau gitu bi, berarti jamunya benar-benar manjur ya bi”
“iya den. Ini istrinya den arun?” bi arti melihat wanita yang ada di samping majikannya ini. Bi arti sudah tahu bahwa majikannya ini sudah menikah tapi belum sempat melihat wajah istrinya karena saat pernikahan bi arti tidak ikut hadir karena asam uratnta kambuh
Mita tersenyum mengangguk, terlihat malu-malu karena tangan arun yang masih melingkar di pinggangnya. “perkenalkan bi nama saya mita”
“nama yang cantik, seperti orangnya” ucap bi arti ramah
“yaiyalah cantik bi, istri arun gituloh” ucap arun dengan nada sombong. Bi arti tertawa ringan mendengar ucapan majikannya.
Muncul semburat merah di pipi mita, hatinya senang mendengar apa yang dikatakan arun. semenjak mereka menikah mita tak pernah mendengar arun memujinya. Walaupun mita tahu bahwa yang dikatakan arun hanya gombal semata tapi entah kenapa hantinya begitu senang.
“ikh ngapain lo pulang kerumah,? pergi aja sana. Penghuni rumah ini udah lupa sama yang namanya arun” ucap seseorang wanita yang baru saja turun dari tangga.
...----------------...
makasih yang udah baca cerita ini, tanpa kalian cerita ini bukan apa-apa. jangan lupa likenya yang banyak, komen dan vote.