Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak tau bagaimana perasaanku sendiri
Sbastian merasa bingung akan apa yang selanjutnya harus dia lakukan.
Di sisi lain dia tidak ingin jika Beverly menjadi korban permainan dari Kenzie.
tapi di sisi lain melihat kegigihan dan keinginan Kenzie saat ini, sepertinya memang kenzie benrran menyikai Beverly.
"jujur saja...kamu beneran menyukainya kan??"tanya Sbastian.
Dilihatnya wajah Kenzie yang mencoba mengalihkan pandangannya saat ini.
"itu bukan urusanmu"jawab Kenzie.
"ppfftt...kalau memang suka katakan saja jangan sok soak menutupinya"kata Sbastian.
"aku tidak menyukainya...aku hanya penasaran dengannya"jawab Kenzie yang malah membuat Sbastian menertawakannya.
Walau bagaimanapun ini adalah kali pertama dia mendengar Kenzie menginginkan seseorang. Biasanya perempuan lah yang akan mengejar ngejarnya.
"hahahahaaa"Sbastian nampak menertawakan Kenzie.
"diam"bentak Kenzie.9
Saat ini Sbastian benar benar mengendalikan dirinya agar tidak menertawakan Kenzie lagi .
“pffttt”Sbastian menutup mulutnya dengan bantal yang ada di tangannya agar tidak terlihat oleh Kenzie bahwa dia masih saja tertawa
Sungguh sulit sekali bagi Sbastian untuk tidak tertawa.
“astaga….ada apa dengan aku ini, apa aku beneran akan segera mati jika terus tertawa seperti ini.”gumam Sbastian.
“berhenti tertawa di balik bantal, atau aku akan beneran melempar asbak ini ke kepalmu itu”ancam Kenzie
lagi.
“iya…iya…kali ini aku serius tidak akan tertawa lagi….kalau kamu beneran melemparkan asbak it uke kepalaku, aku pastikan Beverly tidak akan bisa menjadi sekertarismu”ancam balik Sbastian yang sesaat langsung menghentikan Kenzie.
Kenzie Nampak diam dan Kembali berkutik ke laptopnya guna menghindari pandangan mata Sbastian yang sedari tadi menelesik ke arhnya.
“ahh dia Nampak lucu jika seperti itu…hihihiii”gumam Sbastian saat melihat bagaimana raut wajah malu milik
Kenzie.
“tunggu….tunggu….apa dia serius menyukai Beverly… meskipun aku tanpa sengaja kemarin mendengar bahwa kini dia sudah bercerai dengan suaminya….tapi bagaimana dengan status jandanya….apa Kenzie bisa menerimanya”gumam Sbastian lagi dengan segala pertanyaan pertanyaan di dalam hatinya.
Sementara Kenzie yang tengah mengalihkan perhatiannya pada laptop di hadapannya sesat teringat bagaimana
konskuensi jika apa yang dia inginkan itu di ketahui oleh banyak orang.
“kenapa juga aku harus meminta dia, bisa gawat kalau sampai muncul gossip tentang aku dan dia nantinya…kenapa aku tidak memikirkan sampai di sana”gumam Kenzie.
“sejak kapan kamu menyukianya?”tanya Sbastian memberanikan diri.
“sudahlah lupakan saja permintaan konyolku tadi, lagian belum terjadi apa apa ini”kata Kenzie.
“apa kamu yakin??”tanya Sbastian memastikan.
“hmmm…lagian akan lebih mudah melupakannya jika belum ada perasaan begini, tadinya aku hanya sedikit tertarik padanya,aku penasaran wanita seperti apa dia... tapi sudahlah lupakan saja”kata Kenzie pada Sbastian.
“cihhh….masih bilang tidak terjadi apa apa, padahal tertulis jelas di wajahnya bahwa dia tidak hanya sekedar tertarik saja namun sudah jatuh cinta pada Beverly.”gumam Sbastian saat mengamati wajah Kenzie.
“kenpa masih nggak mau ngaku….kalau memang kamu suka ya bilang suka aja. Maka lakukanlah sesuai yang kamu inginkan”kata Sbastian.
Nampak raut lesu terlihat dari wajah Kenzie. Entah apa yang dia fikirkan saat ini, terlihat jelas wajah bingungnya saat ini.
“aku tidak tahu juga tentang perasaanku sendiri”jawab Kenzie.
“baru kali ini aku liat dia sebimbang ini soal wanita, biasanya juga sering berkencan dengan banyak wanita tanpa berfikir dulu...apa jangan jangan dia beneran menempatkan Beverly di dalam hatinya”gumam Sbastian saat melihat raut wajah Kenzie di hadapannya.
“apa yang harus aku lakukan”gumamnya lagi.
“aku ingin membantunya, tapi….”
“apa dia akan serius saat dengan Beverly nanti, aku tidak yakin dia bisa serius melihat bagaimana dia biasa
berkencan hanya satu malam saja gitu, aku justru mengkhawatirkan Beverly jika sampai Kenzie melukai perasaannaya nanti, apa lagi dia juga baru saja bercerai dengan suaminya, aku tidak ingin melihat Kenzie menambah luka untuk Beverly lagi…”gumam Sbastian dengan segala pemikirannya.
“bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, di sisi lain ada teman terbaikku, di sisi lain ada Beverly yang
memang ingin aku lindungi”gumamnya lagi.
"sudahlah... toh mereka sudah sama sama dewasa...niatku cuma mau membantu...kedepannya akan seperti apa itu urusan mereka berdua" gumam Sbastian lagi yang akhirnya memutuskan untuk membantu Kenzie.
"kalau begitu akan coba ku tanyakan dulu pada Beverly, apakah dia mau menjadi sekertarismu atau lebih memilih bekerja di divisi kami" Kata Sbastian memutuskan untuk mencoba membantu Kenzi.
"ya sudah...lakukan saja"jawab Kenzie.
"apa...dia tidak menolaknya???apa segitu sukanya dia pada Beverly, tumben sekali dia"gumam Sbastian yang merasa sedikit terkejut dengan jawaban Kenzie barusan.
semangat
ku memilihmu karena adikku