Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Suamiku adalah Raja Iblis.
"Kirimkan suratku pada seluruh kerajaan jajahan dan tetangga, lalu setelahnya persiapkan dirimu dan pasukanmu! Kita semua akan berperang melawan pasukan iblis!" seru sang Raja.
"Baik Yang Mulia!" seru Galford sembari mengambil surat yang ditulis oleh raja dan membawanya pergi.
Sementara itu di dunia Iblis terlihat Rika dan Zarathos sudah sampai Ibukota Gremory.
"Kotanya ramai juga," gumam Rika sembari tersenyum ketika melihat pemandangan yang ada di luar kereta melalui jendelanya.
"Yang namanya kota jelas ramai," tanggap Zarathos sembari tersenyum.
Rika yang mendengar tanggapan dari Zarathos mengenai pendapatnya tentang kota hanya tersenyum saja, karena memang benar apa yang Zarathos katakan kalau yang namanya kota pastilah ramai.
"Kau benar, aku hanya rindu dengan suasana ramai, darah dan pembunuhan serta narkoba dan baku hantam," ungkap Rika sembari menatap ke arah Zarathos dan ungkapan kata langsung dari Rika ini benar-benar membuat Zarathos, Zanki dan Mary terdiam.
"Kau mengatakan hal itu seolah kau sering melakukannya," ujar Zanki menatap tak percaya ke arah Rika.
"Percaya atau tidak, aku sudah pernah membunuh ribuan orang sebelum dipanggil ke dunia ini dan melakukan berbagai tindak kriminal lainnya," tanggap Rika sembari menatap ke arah masyarakat kota yang terlihat begitu gembira dan ada beberapa gelandangan yang duduk dan mengharap bantuan.
"Gusti Ratu," gumam Mary sembari menyentuh bahu Rika. Namun, Rika masih fokus pada pemandangan luar dan melanjutkan perkataannya.
"Di dunia manapun, pasti ada saja orang lemah yang tertindas oleh orang yang lebih kuat," ujar Rika sembari menatap pengemis yang dipermainkan oleh sekelompok anak muda bertanduk.
"Yah, yang lemah pasti akan selalu dipermainkan oleh orang yang kuat, sangat jarang ada orang kuat yang mau menolong orang yang lemah," tanggap Mary mendengarkan pernyataan dari Rika mengenai fakta dunia.
"Jika diingat kembali, aku tidak pernah berpikir untuk hadir ke dalam acara-acara penting seperti ini. Meskipun aku anak dari seorang boss Yakuza, aku tidak pernah hadir dalam acara-acara penting, karena aku selalu dapat tugas untuk menjaga keamanan dan juga membunuh musuh tidak lebih. Tugas berbahaya yang aku jalani adalah melindungi ayahku dari pembunuhan," ujar Rika sembari tersenyum, "Meski begitu aku tetap diajarkan untuk mempelajari kemampuan berpolitik, karena kakakku sudah menikah jadi akulah yang diwajibkan menjadi pewaris bisnis keluarga," ujar Rika.
"Intinya ini adalah pertama kalinya kau melakukan pertemuan penting dalam politik," tanggap Zarathos.
"Ya ... secara teori aku memang sudah menguasainya, tapi aku belum pernah benar-benar terjun dalam prakteknya jadi ini benar-benar membuatku gugup," balas Rika.
"Tenang saja, aku percaya pada keahlianmu," ujar Zarathos menenangkan istrinya.
Rika hanya mengangguk pelan mendengarnya, "Lalu apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Rika pada Zarathos.
"Untuk saat ini, akan lebih baik kalau kita singgah di penginapan terbaik di tempat ini, lagi pula pertemuannya masih beberapa hari lagi," tanggap Zarathos pada pertanyaan Istrinya.
Rika yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil saja, "Kau benar, lebih baik kalau kita beristirahat setelah menjalani perjalanan panjang," ungkap Rika pada tanggapan Zarathos.
Tak lama kereta mereka berhenti, lalu Zanki dan Mary keluar dari pintu kanan dilanjutkan dengan Zarathos yang membuka pintu kereta kudanya yang sebelah kiri lalu turun dengan perlahan, lalu ia mengarahkan tangan kanannya ke arah pintu dan tangan putih lembut seorang wanitapun muncul menyentuh tangan Zarathos, lalu gadis cantik berambut hitam dengan gaun hitam, berjalan pelan turun ke bawah dibantu oleh Zarathos dan hal itu menjadi tontonan para iblis yang berada di kota itu, karena ini pertama kalinya mereka melihat Zarathos datang ke kota mereka ditemani seorang gadis.
Lalu mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam gedung penginapan para bangsawan, ditemani para pengawal dan pelayan (Zanki, Suija, Enja dan Mary) dibelakang mereka.
Rika nampak berjalan dengan tenang dan anggun di samping Zarathos, karena Rika telah diberikan sebuah cincin khusus yang menyamarkan bau dan aura manusianya menjadi iblis, hal itu membuatnya tak bisa diketahui dengan mudah, sehingga Rika dapat berjalan dengan penuh percaya diri dan tak takut apapun, bahkan jikalau tampa cincin khusus itu sekalipun Rika akan tetap berjalan santai di samping Zarathos, karena ia bukan penakut dan tidak akan takut kematian.
"Selamat datang di Penginapan terbaik kota Gremory, apakah tuan dan nyonya besar ingin menginap?" tanya sang resepsonis pria bertanduk dan bersayap api pada mereka, sembari menatap ke arah Rika dengan tatapan heran, yah meskipun Rika memiliki aura iblis yang kuat, tapi di tubuhnya tak ada satupun bagian iblis, seperti tanduk, sayap ataupun ekor.
"Yah, kami ingin menginap selama beberapa hari di sini," jawab Zarathor sembari tersenyum kecil.
"Apakah gadis yang disamping tuan itu adalah istri tuan?" tanya sang Resepsonis.
"Yah dia adalah istriku," tanggap Zarathos sembari tersenyum kecil.
"Kalau begitu, bolehkah hamba tahu ia itu ras apa, karena saya penasaran dengan iblis yang memiliki penampilan sangat mirip dengan manusia," tanggap sang resepsonis penuh antusias.
Zarathos langsung kebingungan dan menatap istrinya dengan wajah bingung, Rika yang melihat hal itu hanya menghela nafas, lalu mulai menekuk sedikit lutunya dan mengangkat rok dari gaun hitamnya sembari berkata, "Tuan, perkenalkan namaku Rika, rasku adalah Dopelgenger. Wajah ini adalah wajah manusia yang saya curi identitasnya, mohon dimaklumi," tanggap Rika dengan tenang, tentu saja ia berbohong soal rasnya, karena sangat jelas sebenarnya ia adalah manusia tulen.
Bersambung