NovelToon NovelToon
TEKNIK KULTIVASI NAGA KEGELAPAN

TEKNIK KULTIVASI NAGA KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kultivasi Modern / Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: bingstars

Ji Fan, seorang pemuda dari clan ji yang memiliki mata misterius, namun akibat mata nya itu dia menjadi olok-olokan seluruh clan.
Didunia yang kejam ini, sejak kecil dia hidup sebatang kara tanpa kultivasi, melewati badai api sendirian. Sampai pada akhirnya dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku tua yang usang. Buku itu adalah peninggalan ayahnya yang didapat dari seorang laki laki paruh baya dimasa lampau. Awalnya dia tidak mengerti buku apa itu, Tetapi setelah mempelajari bahasa dewa kuno, dia mulai mengerti, buku itu adalah buku Teknik Terlarang Kultivasi Naga Kegelapan. Dalam buku itu tertulis berbgai ilmu pengetahuan dan langkah-langkah jalan kultivasi, sejak saat itu Ji Fan berubah dari yang awalnya sampah menjadi kultivator puncak yang ditakuti di seluruh alam. Dan orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'Orang Buta Dari Kegelapan Naga' .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bingstars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Ji Fan meninggalkan ruangan Tetua Zhen dengan tergesa gesa, menuruni tangga batu dan menjauhi Menara Pengawas.

Ji Fan segera menemukan kamar mandi kosong, lalu mengunci pintu dan mulai membersihkan diri. Dia membuka jubah nya yang robek dan kotor. Tubuh nya penuh bekas luka dan memar.

"Obatnya dulu," desak Naga Kecil.

Ji Fan mengeluarkan botol ramuan dari Tetua Zhen. Botol itu berisi satu pil merah kecil dan salep kental hitam.

Pil merah itu adalah Pil Pemulihan Qi Tingkat Tinggi. Pil itu sangat mahal, harga pil itu jauh melampaui semua Batu Roh yang Ji Fan jual. Pil itu adalah bayaran atas informasi yang Ji Fan berikan.

Ji Fan menelan pil itu. Pil itu larut, melepaskan gelombang panas yang menyebar cepat ke seluruh tubuh Ji Fan. Qi Ji Fan yang terkuras habis mulai mengalir deras kembali, Qi murni yang dipadatkan, bukan Qi liar dari penyerapan.

Setelah itu, Ji Fan mengoleskan Salep Tulang Kuda Hitam ke bahu Ji Fan yang terluka dan ke rusuk Ji Fan. Salep itu dingin menusuk. Begitu salep menyentuh kulit, rasa sakit menusuk itu menghilang, digantikan oleh sensasi otot dan tulang yang berdenyut, memperbaiki diri dengan cepat.

"Obat ini luar biasa," aku Ji Fan dalam hati.

"Tentu saja," balas Naga Kecil sinis. "Kau baru saja menjual diri pada iblis berkedok tetua. Dia harus memastikan bonekanya prima."

"Aku butuh waktu. Orang tua itu adalah pelindungku untuk sementara," tukas Ji Fan. "Klan Ji tidak akan berani mencariku selama aku berada di bawah perlindungan Tingkat Puncak."

"Kau benar. Tapi jangan percaya padanya. Tetua Zhen tahu apa yang kau lakukan di Arena. Dia hanya menunggu saat yang tepat untuk membongkar semua rahasiamu," peringat Naga Kecil.

Ji Fan selesai mengurus diri. Ji Fan tampak jauh lebih baik. Luka Ji Fan belum sembuh total, tetapi Ji Fan bisa bergerak tanpa rasa sakit.

Ji Fan keluar dari kamar mandi. Petugas Akademi yang menunggu Ji Fan membimbing Ji Fan ke Asrama Timur, tempat para peserta yang lolos dikumpulkan.

Asrama Timur adalah bangunan batu yang suram. Lorongnya sempit dan gelap. Ji Fan diantar ke sebuah kamar kotor.

Di dalam kamar itu, sudah ada tujuh orang kultivator yang lolos Tahap Tiga. Ji Fan adalah orang kedelapan yang masuk.

Saat Ji Fan melangkah masuk, keheningan langsung melanda. Semua mata tertuju pada Ji Fan.

Di sudut, Tuan Muda Chen duduk. Jubah Chen sudah bersih, tetapi wajah Chen dipenuhi kebencian. Chen mengenali Ji Fan.

"Tikus!" geram Chen. Chen bangkit berdiri, tangannya terkepal. "Beraninya kau ada di sini? Kami sudah melihatmu menggunakan Qi Iblis! Kau seharusnya dieksekusi!"

Ji Fan tidak menjawab. Ji Fan menatap Chen tanpa ekspresi. Ji Fan tidak takut pada Chen. Chen Tingkat 6, Ji Fan Tingkat 3, tetapi Ji Fan sudah membuktikan bahwa Ji Fan bisa melumpuhkan pengikut Chen dalam sekejap.

Seorang gadis cantik dengan mata dingin melangkah maju. Itu Su Meng.

"Dia di sini karena Tetua Zhen mengizinkannya," ucap Su Meng. "Tetua memanggilnya secara pribadi setelah ujian. Jangan bodoh, Chen. Berkelahi dengannya sekarang hanya akan membuat kita semua dikeluarkan."

Chen tersentak. Mata Chen melebar karena kaget mendengar Ji Fan dipanggil Tetua Zhen. Chen tahu pengaruh Tetua Zhen di Akademi. Chen terpaksa menahan amarahnya.

"Baiklah, Ji Fan," Chen mendesis. Chen meludah ke lantai, tepat di depan sepatu Ji Fan. "Aku tidak akan membunuhmu sekarang. Tapi aku akan pastikan hidupmu di Akademi ini adalah neraka. Aku akan mengawasimu."

Ji Fan tetap diam. Ji Fan berjalan ke sudut kamar yang tersisa, mengambil posisi paling tersembunyi. Ji Fan duduk dan mulai bermeditasi, menarik Qi Murni dari pil tadi, mengabaikan tatapan membunuh Chen dan tatapan penuh perhitungan dari Su Meng.

Beberapa saat kemudian, empat peserta lain masuk. Total, kamar itu diisi dua belas orang. Kamar itu terasa mencekam. Dua belas kultivator di sana saling curiga dan penuh niat buruk.

Pagi hari tiba. Pukul enam tepat, pintu kamar terbuka. Masuklah seorang pria paruh baya yang tampak lelah. Pria itu adalah Guru Xiao, salah satu instruktur dasar.

"Selamat, kalian semua lolos dari pembantaian yang disebut ujian," sambut Guru Xiao tanpa emosi. "Mulai sekarang, kalian bukan lagi peserta. Kalian adalah Murid Akademi Seribu Aliran, Kelompok Utara."

Guru Xiao mengeluarkan gulungan kulit. "Akademi tidak tertarik pada moral atau kekayaanmu. Kami hanya tertarik pada kekuatanmu."

"Beberapa dari kalian di sini memiliki bakat alami, seperti Tuan Muda Chen. Beberapa dari kalian memiliki tekad baja, seperti Su Meng. Dan beberapa dari kalian, seperti Ji Fan, memiliki bakat untuk bertahan hidup dengan cara yang menjijikkan."

Guru Xiao menatap langsung ke arah Ji Fan, membuat Ji Fan tegang.

"Apapun itu, di Akademi ini, ada tiga aturan utama yang harus kalian patuhi," lanjut Guru Xiao.

"Aturan Pertama Akademi adalah neraka. Di sini, Qi-mu tidak akan meningkat secara alami. Kalian harus bertarung untuk sumber daya, menjarah Pil dari lawanmu, dan memenangkan setiap ujian. Jika kau lemah, kau akan mati atau dikeluarkan. Kami tidak menyediakan makanan gratis."

"Aturan Kedua Tidak ada pembunuhan di area Asrama. Kami ingin kau saling membenci, tapi kami tidak ingin kau mati konyol sebelum lulus. Jika ada yang melanggar, Dantiannya akan dihancurkan. Kami punya mata di mana-mana."

"Aturan Ketiga Setiap murid memiliki Nilai Poin Kontribusi. Nilai Poin Kontribusi adalah segalanya. Nilai Poin Kontribusi digunakan untuk membeli Pil, teknik, buku, bahkan untuk mendapatkan waktu bertemu Tetua. Cara mendapatkan Nilai Poin Kontribusi hanya satu: Melaksanakan Tugas Berbahaya."

Guru Xiao mengeluarkan kunci tembaga dari saku Guru Xiao.

"Setiap minggu, kalian akan mendapatkan satu kali kesempatan untuk melaksanakan Tugas Akademi. Tugas-tugas itu berada di luar tembok kota, di wilayah yang penuh dengan binatang buas dan bandit Tingkat Tinggi. Tugas itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup," jelas Guru Xiao.

Guru Xiao menatap Chen. "Tuan Muda Chen, karena Tingkat 6, kau akan mendapatkan Tugas Merah dengan risiko dan imbalan tertinggi. Kau bisa memilih dua teman untuk menemanimu."

Chen menyeringai, pandangannya langsung tertuju pada Ji Fan.

"Ji Fan," ucap Chen lantang. "Kau ikut denganku."

Semua orang terkesiap. Chen jelas ingin membawa Ji Fan ke luar tembok untuk membalas dendam.

Ji Fan tahu ini adalah jebakan, tetapi Ji Fan tidak punya alasan untuk menolak. Ji Fan harus mendapatkan Poin Kontribusi.

"Aku menerima," balas Ji Fan singkat.

Guru Xiao mengangguk. "Baiklah. Tugas Chen, yang harus diselesaikan dalam waktu tiga hari, adalah Mengambil Giok Darah Bintang Tiga dari Sarang Harimau Bayangan Tingkat 7 di Hutan Berbisa."

Ji Fan menyipitkan mata. Harimau Bayangan Tingkat 7? Itu jauh melebihi kemampuan Chen. Tugas ini jelas Tugas bunuh diri.

1
Nisfah Ungaran
baru kali ini dapat warisan naga kok masih lemah banyak musuh juga...hampir mati berkali kali tapi kultivasinya gak naek2..😁😁🙏
rosidi didi
top
Nggenk Topan
terlalu banyak halangan n kultivasi musuh sll 2 tingkat diatas mc tp sll menang.... terlalu monoton
Nggenk Topan
trs air suci dlm guci kecil dimana?
Roni Sakroni
ceritanya nda jelas bangett. tahu tahu terluka parah sekali dan mau daftar di akademi. gimn thor
Roni Sakroni
tekad yang kuat
Didi h Suawa
awal yg baik,,
azizan zizan
alur cerita tolol apa Nih nyesal aku baca harga tuihhh...
LIXX
Honestly, aku baca novel ini awalnya karena black dragon supremacy 😌
Entah itu naga hitam di TOS Fang Xie Yue atau yang di Soul Land, yang duo itu, I weak for black dragons heheh..
Tapi overall, pacing kultivasinya terasa too fast. Biasanya kultivasi bisa sampai ratusan chapter, sedangkan di sini naiknya brak–brak banget. Jadi ada bagian sepele yang malah kepanjangan, sementara bagian yang harusnya epic justru terasa singkat.
Even so, dari cara nulis, penyampaian cerita, humor, sampai flow-nya. it works. Tulisan kakak rapi banget dan tetap enjoyable to read.
Respect, kak. ⭐⭐⭐⭐⭐ well deserved!
LIXX
moal baleg /Facepalm/
Sarip Hidayat
waah
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
azizan zizan
konyol..,. udah tahu masih di kawasan Klang Ji tetap aja ambil tindakan bodoh....
Zamo: Kakak suka MC yang pinter, cerdik dan gak gegabah, baca BANRING : Siampa Puncak Harau kak. mari kita ramaikan cerita lokal 😅
total 1 replies
Susanto
keluarga tp kok ada kebencian, pasti karena wanita wkwkkwkwk
Susanto
gubuk jadi istana wkwkwkkwk
Susanto
kepala klan kok rumanya reot
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎🐎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!