NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:892k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REZZA FRUSTASI

Rezza memarkirkan mobilnya sembarangan didepan rumah Amel,lalu Rezzapun mengetuk pintu rumah Amel yang sudah terkunci rapat.

"tok...tok...tok..."

tak usah menunggu lama mbak Sumipun membukakan pintu untuk Rezza,

"Pak Rezza baru pulang?"

Rezzapun tak menjawab pertanyaan dari mbak Sumi,malah bertanya balik,

"setelah saya pergi tadi,apa ada wanita yang mencari saya mbak?"

"owh...iya tadi pak,ada embak embak yang cantik berkerudung kesini pak"

"deg" jantung Rezza berdegup kencang mendengar jawaban mbak Sumi.

"apakah wanita ini mbak?" Rezza menunjukkan gambar Tiya yang menghiasai layar handpone Rezza.

"iya...iya..betul pak"

"tadi bu Amel manggil saya suruh njelasin ke embaknya kalo mobil yang didepan itu punyanya pak Rezza, suami bu Amel" jawab mbak Sumi jujur.

Rezzapun menutup mukanya dengan satu tangannya,ia merasa frustasi,mendengar penjelasan mbak Sumi.

"sepertinya mbaknya tadi dimarahi sama bu Amel,wong nangis nangis terus"

"brengsek.." ucap Rezza sepontan.

melihat Rezza yang sudah emosipun,mbak Sumi merasa takut,

"trus" tanya Rezza penasaran namun terkesan dingin,

"mbaknya tadi keliatan sedih banget pak"

"trus dia dimana sekarang mbak?" tanya Rezza sayu,

"saya nggak tau pak,tadi kayake setelah bu Amel ngasih lihat gambar dari vidiocam, mbaknya langsung pamit pergi kok pak"

"awas aja kamu Aameeell",

"kalo sampe terjadi sesuatu sama Tiya aku nggak sudi lagi ngurusin kamu,aku bakal bikin perhitungan sama kamu!" gumam Rezza yang sudah dipenuhi emosi,

Rezza tak langsung mencari Amel,sebab dia tak mau hilang kendali jika bertemu dengan Amel,Rezza adalah laki laki sejati dia tak akan memukul wanita yang sedang hamil,

sebab amarah Rezza pada Amel saat ini,rasanya seperti ingin sekali meninju dan menggebugi seorang.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih sepuluh menit,Rezzapun kembali keluar rumah dan mengendarai mobilnya untuk mencari Tiya,

"sayang maafkan aku", "kamu dimana?"

"jangan pergi tinggalin aku ", "aku mohon",hanya itulah kata yang bisa Rezza keluarkan dari mulutnya.

Rezza berhenti dimasjid yang dekat dengan perumahan Amel dia mencari Tiya disana berharap Tiya ada disana,namun Rezzapun tak menemukan jejak istrinya sama sekali,

Rezzapun kembali mencoba menghubungi Tiya,namun gagal nomer Tiya masih diluar jangkauan.

Rasa cemas,takut kehilangan,dan rasa bersalah bercampur aduk menjadi satu dihati seorang Rezza.

Rezza sudah tiga kali mencari Tiya disetiap jalan area perumahan dekat rumah Amel,namun hasilnya nihil,lalu Rezzapun memutuskan mencari Tiya diterminal bus,disana Rezza mencari Tiya dari satu bu ke bus yang laen yang akan menuju ke kota S.

Rezza terlihat sangat kalut dan kacau, berjalan kesana kemari melihat disetiap bus yang akan menuju kota S maupun yang akan menuju kota kota lain,dia berharap bisa bertemu dengan istrinya ,

didalam bus yang sudah mulai berjalan, Tiyapun bisa melihat dari balik kaca jendela,jika suaminya yang terlihat begitu cemas mondar mandir kesana kemari,

Tiya tau, pasti suaminya sedang mencari dirinya.

Namun Tiya sengaja bersembunyi ditoilet dalam bus,sewaktu Rezza masuk kedalam bus yang ia tumpangi untuk memeriksa disetiap bangku tempat duduk penumpang.

Air mata Tiya kembali mengalir melihat Rezza yang terlihat kebingungan mencarinya,Tiya merasa tak tega sebenarnya melihat keadaan suaminya yang tampak kacau itu.

Tiyapun merasa sangat kecewa dan merasa sakit hatinya atas apa yang suaminya lakukan dibelakangnya.

Dia tak habis pikir kenapa suaminya yang terlihat sudah mulai begitu mencintainya dan begitu perhatian padanya, ternyata masih menjalin kasih dengan kekasih lamanya,

dan yang lebih menyakitkan lagi bagi Tiya ternyata wanita itu adalah sodara sepupunya sendiri.

Menurut Amel,bahkan mereka sering melakukan hubunģan terlarang hingga Amelpun hamil.

Rasanya Tiya tak ingin mempercayai apa yang sudah Amel katakan padanya tadi,ingin rasanya Tiya mengingkari semua yang sudah diutarakan Amel tadi,

tapi Amel telah membuktikannya dengan rekaman vidio adegan ranjang mereka berdua yang menurut Tiya itu sangat menjijikkan.Yang membuat perut Tiya merasa mual kembali saat ini.

"selamat tinggal mas"

"semoga kalian semua berbahagia" ucap Tiya lirih,lalu buspun melaju menuju kota S.

Tanpa Rezza sadari istri tercintanya ada didalam bus yang baru saja melintas dihadapannya itu.

Handpone Rezza berbunyi,ternyata pak Jono yang menelpon "mas...ibu sudah sadar" ucap pak Jono dalam sambungan,

"iya pak saya segera kembali" ucap Rezza.Mata Rezza masih berusaha menyisir terminal bus,dia berharap menemukan Tiya disana, namun lagi lagi hasilnya nihil.

Kemudian dengan berat hati, Rezzapun melangkah menuju parkiran ,dia juga harus segera kembali kerumah sakit untuk merawat ibunya yang sudah mulai membuka matanya.

Didalam mobil Rezza mengusap kasar wajahnya, tanmpak dia sedang sangat frustasi, lalu Rezzapun menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumah sakit dimana ibu tercintanya dirawat.

Sesampainya disana ternyata bu Sanusi sudah dipindahkan kekamar rawat inap yang sudah Rezza pesan sewaktu dia membawa ibunya pertama kali tadi.

Diruangan VVIP,dengan setia pak Jono menunggui bu Sanusi yang masih tergolek lemah diatas ranjang pasien.

Rezzapun masuk kedalam kamar rawat ibunya dan memandang haru pada ibunya yang telah sadarkan diri.

Perasaan lega dan bersyukurpun Rezza rasakan saat melihat keadaan ibunya yang mulai ada kemajuan,walopun rasa sedih masih menyeruak dihatinya sebab dia tak bisa menemukan istrinya,

Saat ini Rezza bisa merasakan dari sorot mata ibunya yang menyimpan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam padanya,

Rezzapun mendekati ibunya dan ingin memegang tangan ibunya,namun ibunyapun menarik tangannya takmau disentuh sedikitpun oleh anak laki lakinya.

Rezza merasa sedih sebab penolakan dari ibundanya sendiri,dia memandang ibunya penuh rasa bersalah dan mata Rezza tampak sayu meliat kearah ibunya,namun Rezzapun tak mau memaksakan ibunya untuk memaafkannya.

Rezza berencana akan berkata jujur pada ibunya disaat beliau sudah membaik,kemudian Rezzapun duduk disofa, dia menangkupkan kedua tangannya diwajahnya yang tampak kuyuh,kepalanyapun terasa berdenyut denyut memikirkan kejadian hari ini.

Semua terjadi karna kesalahnya,sebab ia yang telah menyembunyikan pernikahan sirinya dengan Amel pada orang orang terkasihnya,

Sebenarnya Rezza bukannya tak mau berkata jujur pada ibu dan istrinya,namun hal yang sebenarnya adalah Rezza tak mempunyai nyali untuk berterus terang pada mereka berdua.

hingga hari ini terbongkarlah hal yang Rezza coba sembunyikan selama ini, dan ketakutan Rezza selama inipun terjadilah juga.

Sekarang ibu dan istri tercintanya terluka hatinya,

Rezza berusaha ingin menjelaskan semua namun sudah terlambat,ibunya dan Tiya sudah mengetahuinya tanpa ia duga,iapun harus bersabar menunggu ibunya lebih baik dulu suapa Rezza bisa menjelaskan tentang kejadian tiga bulan yang lalu,kenapa Rezza bisa menikahi Amel istri keduanya.

Rezzapun ingin menjelaskan semuanya pada Tiya disaat mereka pulang ke kota S nanti,dia ingin meminta maaf pada Tiya,dia berharap Tiya mau memahami keadaannya saat itu disaat Rezza sudah berkata jujur pada Tiya.

Haripun menjelang subuh Rezza tak bisa memejamkan matanya sedikirpun disofa,kemudian Rezza mengambil air wudu untuk menunaikan sholat subuh.

Setelah selesai sholat dan berdo'a meminta kesembuhan untuk ibunya dan kebaikan untuk Tiya istrinya,Rezzapun memohon diberi jalan keluar atas masalah yang sedang ia hadapi saat ini.

Setelah meohon pertolongan dan mengadu kepada sang pencipta hati Rezzapun merasa lebih tenang,

lalu iapun membangunkan pak Jono yang tidur diranjang penunggu diruang VVIP itu,sebab Rezza tak tega melihat pak Jono yang sudah berumur lima puluhan itu tidur disofa,jadi dia memilih mengalah untuk tidur disofa.

"pak Jono bangun pak!" Rezza membangunkan pak Jono dengan sopan,

pak Jonopun membuka matanya,melihat kearah Rezza yang sedang membangunkannya,

"sudah waktunya subuh pak" ucap Rezza lembut,

"owh iya..iya mas,maaf kok malah saya sik dibangunkan?" ucap pak Jono tak enak hati,

"ya karna Rezza yang bangun duluan to pak" jawab Rezza santai,padahal dari tadi malam Rezza tak bisa tidur.

"aduh..maaf yo mas", "bapak jadi nggak enak,harusnya bapak yang mbangunin mas Rezza lho,he..he...he..."

"kebetulan aja kok pak,nggak usah pake nggak enak hati gitu dong pak,"

"lagian saya juga tau kalo pak Jono juga capek"

"ya sudah bapak subuh dulu ya mas"pamit pak Jono,

"monggo silahkan pak" jawab Rezza ramah.

Tiya sampai dikota S sekitar jam tiga dini hari,setelah turun dari bus,Tiyapun memesan taxi untuk dia pulang kerumah Rezza.

Sesampainya dihalaman rumah Tiya langsung membuka pintu utama,dia tak perlu membangunkan mbok Sugi sebab Tiya selalu membawa kunci sendiri kemanapun dia pergi.

Lalu Tiya menuju kamarnya dengan Rezza,Tiya tak langsung beristirahat namun dia justru malah mengemasi pakaiannya,setelah selesai Tiyapun menulis dua buah surat yang satu untuk ibu mertuanya dan yang satu lagi untuk suaminya,yang inti dari surat tersebut adalah berpamitan pergi.

Tiya memutuskan pergi dari rumah bu Sanusi sebab dia merasa tidak pantas berada disana,dalam pemikiran Tiya Amelah yang lebih pantas berada ditengah tengah keluarga bu Sanusi sebab Amel telah mengandung anak dari Rezza.

Setelah selesai menulis dua buah surat dan meninggalkan yang satunya diatas nakas sebelah ranjang Rezza ,dan menunaikan sholat subuh,Tiya turun dari kamar yang berada dilantai atas sambil membawa bag travelnya,kemudian meletakkannya diruang tengah.

Lalu Tiyapun mencari keberadaan mbok Sugi yang sedang dihalaman belakang,

"mbok..." panggil Tiya,

"lho... mbak,kok sudah ada dirumah?"

"kapan nyampeknya?"

sekitar jam tigaan tadi mbok" jawab Tiya lembut,

"pulangnya nggak bareng sama mas Rezza dan ibu to mbak?"tanya mbok Sugi penasaran.

"nggak kok mbok,Tiya sendirian aja"

"lho...tadi malem pak Jono telpon mbok ngabari kalo ibu sekarang sama mas Rezza"

"iya, Tiya udah tau kok mbok"

"mbok...Tiya mau pamit"

mbok Sugipun kaget mendengar ucapan dari Tiya,

" mau pamit kemana mbak?"

"Tiya mau pergi mbok"

"pergi kemana..mbak?",

"nyusul mas Rezza ya?"

Tiya menjawab pertanyaan dari mbok Sugi dengan senyuman,lalu diapun berkata,

"mbok jika selama ini Tiya ada salah sama mbok Sugi tolong dimaafkan ya"

"mbak Tiya nggak ada salah sama embok kok"

"jangan ngomong kayak gitu to mbak?"

"kayak mau pergi jauh aja!"

Tiyapun terdiam mendengar perkataan mbok Sugi barusan,

"mbok tolong sampaikan maaf Tiya ke pak Jono ya,kalo kalo Tiya ada salah sama beliau" ucap Tiya sedih.

"sik..sik..mbak Tiya ini ngomong apa to mbak?"

Tiya tak bisa menjawab pertanyaan dari mbok Sugi,sebab hatinya terasa sebak.

Lalu Tiyapun memeluk mbok Sugi dengan erat,badan Tiya berguncang sebab tak dapat menahan tangisnya.

Mbok Sugipun membalas pelukan Tiya dan menepuk nepuk punggung Tiya supaya bisa sedikit meringankan beban dihati Tiya,mbok Sugi bisa merasakan jika Tiya sedang ada masalah dengan Rezza.

Setelah beberapa saat Tiyapun melepaskan pelukannya dari mbok Sugi,lalu mbok Sugipun menghapus air mata Tiya.

"kalo mbak Tiya butuh seorang pendengar,mbok bersedia kok mbak jadi pendengarnya mbak Tiya" ucap mbok Sugi tulus,

"makasih ya mbok" Tiyapun sekali lagi memeluk dengan erat mbok Sugi.

"Tiya pasti bakalan kangen sama Embok"

"Tiya nitip surat ini untuk ibu ya mbok"

"tolong berikan kepada beliau kalo sudah pulang "

"sampaikan juga ucapan terimakasih Tiya pada beliau ya mbok"

"karna beliau sudah menyayangi Tiya seperti putrinya sendiri"

"Tiya do'akan semoga semua berbahagia"

"Tiya pamit ya mbok"

Tiyapun mencium tangan mbok Sugi dengan penuh hormat,mbok Sugi merasa terharu atas perlakuan Tiya yang selalu menghargai dan menghormatinya,walopun mbok Sugi hanyalah seorang pekerja dirumah besar itu.

Setelah berpamitan Tiyapun melangkah kembali kedalam rumah untuk mengambil bag travelnya lalu keluar dari pintu utama rumah,

diluar sudah ada taxi yang menunggu,yang Tiya pesan sebelum berpamitan dengan mbok Sugi tadi.

"ke setasiun ya mbak?" tanya sopir taxi itu memperjelas tujuan Tiya.

"iya pak", taxipun melaju menyusuri jalanan kota S menuju setasiun kereta api.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!