Rasti Aulia Putri... Cewek zaman now yang di kirim orang tuanya ke sebuah pesantren karna kenakalannya... Dia bertemu dengan seorang ustad tampan bernama Azmi Akmal Firdaus... Dia masih termasuk dari keluarga pesantren "An- nur"...
Awal pertemuan membuat Rasti jatuh hati... Tapi beda dengan ustad tampan... Dia sudah dulu jatuh hati dengan neng Nada Zakiyah putri dari Kiai Subadar...
Namun Allah berkehendak lain...Apa yang akan terjadi dengan Rasti??? Apa mungkin ustad Azmi akan berjodoh dengan Rasti atau malah dengan neng Nada???...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Difa alifiandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
Di dalam masjid pesantren An-Nur...Sudah di lantunkan ayat suci Al-Qur'an...Dan akan segera dilaksanakan ijab qobul....
Terdengar suara Abi yang sedang menyerahkan wali akad nya kepada pak kiyai...Karna beliau lah yang akan mengakad Ustad Azmi...
Sebelum ijab qobul terjadi.. ustad Azmi melantunkan surat Ar Rohman terlebih dahulu sebagai mahar pernikahan ku...
Aku merinding dan menangis mendengar lantunan surat Ar Rahman yang di bacakan oleh calon suamiku itu...Terdengar sangat merdu....
Selesai membaca surat Ar Rahman...Pak Kiyai pun mengijab ustadz Azmi....Dan Alhamdulillah dengan satu tarikan nafas Azmi menjawab ijab itu menjadi qobul...
"Bagaimana para saksi sah..."Ucap pak kiyai
"Sah...."Ucap semuanya
"Alhamdulillah..."Ucap pak kiyai
Pak kiyai membacakan doa kebaikan buat pernikahan ku dan Azmi...
Aku tak menyangka kalau mulai sekarang aku sah menjadi istri dari seorang Ustadz muda bernama Azmi Akmal Firdaus...Hatiku jadi campur aduk... mulai dari senang...Sedih...dan gelisah....Tapi aku hempas semuanya...Aku harus siap menjadi seorang istri...
Azmi segera mendatangi ku setelah akad itu selesai...Dia memasangkan cincin kawin dari emas bertahtakan berlian berwarna putih...Setelah itu aku mencium tangan nya ...Dia memegang kepalaku seraya membacakan doa untuk ku...Baru setelah doa selesai dia memberanikan diri untuk mencium keningku...Semua mata yang melihat adegan itu terhanyut dalam kebahagiaan....
Acara selanjutnya adalah meminta restu kepada kedua orang tua...Pertama kami mendatangi Papa dan Mama...Kamu membungkuk mencium tangan dan tertunduk di pangkuan Papa dan Mama...
"Selamat yah sayang.... Semoga pernikahan kalian selalu bahagia dan mendapatkan keturunan yang baik dan Sholeh Sholehah..."Ucap Papa saat kami meminta restu kepadanya...
"Amin Pa.. Terima kasih doanya .."Ucapku
"Jaga Rasti dengan baik yah nak...Mama dan Papa titip Rasti...Arahkan dia menjadi seorang yang lebih baik lagi..."Ucap Mama kepada Ustad Azmi
"Insyaallah Ma...Doakan Azmi biar bisa mendidik dan mengarahkan Rasti menjadi lebih baik lagi.."Ucap Azmi
"Tentu nak..."
Setelah meminta restu kepada Mama dan Papa tiba meminta restu kepada Abi dan Umi...
"Selamat yah nak... Semoga Allah meridhoi jalan kalian berdua... Semoga pernikahan kalian ini menjadi Sakina mawadah warahmah...Dan segera buatkan cucu buat Umi dan Abi yah.."Ucap Umi kepada ku
"Amin... Terima kasih doanya Umi...Selalu bantu Rasti untuk membahagiakan Ustad Azmi yah Umi..."
"Tentu nak..."
"Jadilah imam yang baik untuk keluarga mu nak...Kamu harus jadi seorang lelaki yang bertanggung jawab kepada istri dan anakmu kelak...Jaga mereka...didik dan arahkan mereka ke Jannah Allah..Ingat pesan Abi ini yah Az.."Ucap Abi kepada Azmi
"Insyaallah Abi...Bantu Azmi untuk selalu mengingat nasihat Abi ini yah .."
"Pasti nak..."
Acara pun di hentikan sejenak...Karna akan di lanjutkan nanti sore sebagai acara resepsi pernikahan...
"Ya sudah Az..Ajak istri kamu ke kamar untuk istirahat...Karna nanti malam pasti akan menjadi malam yang melelahkan untuk kalian berdua.."Ucap Umi sambil tersenyum tipis
"Emmm Baik Umi.."
"Ayo Ras..Kita ke kamar..."Ucap Azmi dengan nada sedikit canggung..
"Emmm Baik ustad..."
Aku mengikuti jejak langkah ustad Azmi...Dia membukakan pintu kamarnya dan menyuruh ku masuk...Kulihat berbagai bunga mawar dan melati tersusun rapi di dalam kamar itu... taburan bunga berserakan di mana- mana...Lampu- lampu kecil nan indah berhias di setiap sudut...Begitu indah dan wangi serasa di kebun bunga saja...
"Ras...Lebih baik kita sholat sunnah berjamaah dulu setelah menikah.."Ucapnya
"Baik ustad.."Ucapku...
Dia melirik ku sebentar... Seperti ada yang salah dengan ucapanku...
"Mulai sekarang kamu panggil mas saja...Jangan ustad..."Ucapnya
"Emmm Tapi ustadz.."Ucapku lagi
"Rasti...Kamu sekarang istri ku...Aku gak mau orang salah sangka kalau kamu tetap memanggil ku dengan sebutan ustadz.."Ucapnya lagi...
"Emmm Baiklah Us....Ehhh maksud aku mas.."
"Ya sudah Kamu mandi dulu sana...Setelah itu aku yang mandi..."Ucapnya
"Baik mas..."
Aku melepas satu persatu jilbab yang menempel di kepalaku...Walau agak sulit tapi aku bertekad untuk melepaskan nya sendiri...
Azmi yang melihat ku kerepotan hanya melirik sebentar...
"Perlu bantuan???"Ucapnya
"Ohhh tidak mas...Aku bisa sendiri kog .."Ucap ku
"Ya sudah kalau begitu..."Ucapnya lagi...
Tiba- tiba...
"Awwww...."Ucapku
"Kenapa Ras.."Ucap Azmi segera menghampiri ku
"Awww...Ini mas..Sakit..."Ucapku menunjukkan jariku yang terkena jarum pentul
"Ya Allah berdarah..."Ucapnya...
Reflek dia mencucup tanganku yang keluar darah banyak sekali
"Sebentar yah...Aku cariin tisu dan obat merah buat tangan kamu..."Ucapnya..
"Iya mas..."
Azmi segera keluar kamar...Dia menghampiri Umi dan Mama yang sedang asyik mengobrol...
"Mi dimana yah tisu dan obat merah ..."
"Emang kenapa kamu cari tisu dan obat merah nak.."Ucap Umi
"Itunya Rasti berdarah Mi..."Ucap Azmi
Sontak kedua wanita itu tertawa...
"Kenapa kog tertawa sih Mi..."Ucap Azmi yang tidak mengerti apa yang di pikirkan Umi dan mertuanya itu
"Ya Allah Bu sebentar lagi kita akan segera punya cucu kalau baru saja masuk kamar sudah di garap lahannya.."Ucap Umi kepada Mama
"Iya Bu...Semoga saja Cepet jadi yah...Biar tambah rame keluarga kita.."Jawab Mama
"Gak usah di kasih obat merah nak...Itu sudah biasa... Itu menandakan kalau istri kamu itu masih perawan nak.."Ucap Umi lagi
"Perawan??? Maksudnya apa sih Mi...Aku cari obat merah dan tisu itu buat menghentikan darah Rasti yang bercucuran karna tangannya terkena jarum pentul Mi..."Jelas Azmi
"Astaghfirullah...Kirain Umi kamu sudah ..."
"Umi...Sudah lah...Mana obat merah dan tisu nya Mi....Kasihan Rasti.."Ucap Azmi
"Ohh ini nak ..."
Umi memberi kotak P3K kepada Azmi..
"Ya sudah terima kasih Umi.."
"Iya nak..Sana kasih ke Rasti.."Ucap Umi
"Iya Mi...Mari Ma.."
"Iya nak.."
Azmi segera membawa kotak P3K itu ke kamar...Sedang kedua wanita itu hanya bisa tersenyum melihat antusias Azmi dalam merawat ku... Terutama Mama merasa bahagia dengan perlakuan Azmi kepada ku...
supaya dia merasakn kehilangan